Clock By Blog Tips
Showing posts with label News - POLRI. Show all posts
Showing posts with label News - POLRI. Show all posts

Tuesday, March 27, 2012

Kawal Demonstran, Polwan Cantik Buka Posko di Depan Istana


Jakarta Polisi wanita (polwan) cantik disiagakan untuk menghadapai para demonstran. Mereka pun berjaga di titik-titik rawan. Salah satunya di seputaran Monas, Jakpus.

"Disiagakan di depan Istana, kita ada posko di sana," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (27/3/2012).

Rikwanto menambahkan polwan cantik ini hadir agar pendemo bisa tenang. Apabila situasi memanas, mereka turun ke lapangan meredam suasana.

"Menjadi fasilitator. Tapi begini, kalau situasi memungkinkan mereka diterjunkan, jadi lihat kondisi saja," jelas Rikwanto.

Bukan hanya di Istana saja polwan cantik berjaga. Di sejumlah polres pun polwan cantik diturunkan. "Jadi ada dari polda dan dari polres," tutur Rikwanto.


Sumber : Detik

Thursday, November 10, 2011

Polri Antisipasi Ancaman Teror dalam KTT ASEAN

Personel Polda Bali mengenakan baju khsusu untuk menjinakkan bom di Bali Nusa Dua Convention Center, Selasa (8/11/2011). Polda Bali sedang mengadakan Simulasi latihan untuk mengamankan KTT ASEAN dan Asia Timur yang akan berlangsung 17-19 November 2011.

Polisi antiteror tetap mengantisipasi dan melakukan upaya penyelidikan terhadap informasi, seperti mengenai ancaman teror dalam KTT ASEAN ataupun pada saat kunjungan Presiden Amerika Serikat Barack Obama.
Meskipun tidak ada KTT ASEAN atau kunjungan Obama, polisi antiteror sebenarnya terus mengantisipasi dan menyelidiki ancaman atau informasi terkait teror.

Demikian disampaikan Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Boy Rafli Amar di Jakarta, Kamis (10/11/2011). "Densus terus menyelidiki informasi-informasi yang ada dan mengantisipasi. Sampai saat ini, situasi kondusif," kata Boy.

Terkait kegiatan KTT ASEAN, menurut Boy, polisi antiteror tentu akan mengantisipasi dan menyelidiki informasi yang ada dengan lebih giat lagi. Dengan demikian diharapkan acara KTT ASEAN berlangsung aman.

Sebelumnya, dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Kamis lalu (3/11/2011), terungkap bahwa kelompok Pepi Fernando, terdakwa perkara terorisme dalam kasus bom buku, mengincar rombongan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang akan melintas di daerah Cawang, Jakarta Timur, dan di sekitar jalan alternatif di Cikeas.

Rencana aksi penyerangan terhadap iring-iringan presiden itu terungkap dalam dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rini Hartatie di PN Jakarta Barat Kamis lalu. 

Sumber : Kompas

Tujuh Kapolres Diserahterimakan


PADANG- Tujuh Kapolres di Jajaran Polda Sumbar Dimutasi. Serah terima jabatan dilakukan di Gedung Rangkayo Basa, Padang, Rabu (9/11).

Posisi Kapolres Bukitinggi yang selama ini dipegang AKBP Wisnu Handayana digantikan AKBP Eko Nugroho Hadiyang sebelumnya Kapolres Padang Pariaman. Wisnu Handayana diangkat sebagai Wakil Direktur Reserse dan Kriminal Polda Sumbar.

Wisnumenggantikan AKBP Arif Rahman Hakim yang dipromosikan sebagai Direktur Narkoba Polda Sumbar yang sebelumnya dijabat Kombes Pol Ermi Widyatno. Untuk selanjutnya Ermi mengikuti pendidikan Sespimti.

AKBP Amirjan yang sebelumnya sebagai Kasubdi Direktorat Sabhara Polda dimutasikan sebagai Kapolres Padang Pariaman menggantikan Eko Nugroho Hadi.

Kemudian AKBP Ano Munarto, Kapolres Sawahlunto dimutasi sebagai Kapolres Payakumbuh menggantikan AKBP S Erlangga yang diangkat sebagai Wakil Direktur Sabhara Polda Kepri. Sedangkan Kapolres Sawahlunto diserahkan kepada AKBP Syafrial yang sebelumnyaKabid Binkar Biro SDM Polda.

Kasubdinmin Regident Direktorat Lantas Polda AKBP Jokor Purnomo dipromosikan sebagai Kapolres Pasaman menggantikan AKBP Gatot Santoso yang pindah tugas sebagai Wakil Direktur Shabara Polda Jambi. Selanjutnya, Kapolres Pasaman Barat AKBP Sus Eddy Tafif dimutasi sebagai Wakil Direktur Sabhara Polda Sumbar. Sementara AKBP Herry Maryadi, Kapolres Pariaman diangkat sebagai Wakil Direktur Samapta Polda. Ia digantikan

AKBP Bondan yang Kasubdit II Direktorat Intelkam Polda.
Kapolda Sumbar Brigjend Pol Wahyu Indra Pramugarimengatakan, serah terima tersebut untuk memberikan penyegaran kepada pejabat Polda, sehingga lebih semangat lagi dalam menjalankan tugas yang diberikan.

“Sertijab ini juga merupakan kebutuhan organisasi. Dengan berbagai macam pertimbangan, pejabat yang satu perlu dialihkan kepada jabatan yang lainnya,” katanya di sela-sela acara tersebut.

Dia mengharapkan, tidak ada fikiran mutasi sebagai tindakan diskriminasi yang dilakukan atasan. “Tolong maklumi ini sebagai proses bagi masing-masing individu dalam meniti karir di institusi kepolisian,” tuturnya.



Sumber : Inilah.com


Thursday, October 20, 2011

Kapolri Mutasi 80 Pati dan Pamen


Jakarta - Kepala Kepolisian Negara RI, Jenderal Timur Pradopo, mengganti jabatan 80 perwira tinggi dan perwira menengah di jajaran Kepolisian Negara RI.

Beberapa perwira tinggi yang diganti, antara lain Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Anton Bachrul Alam. Anton akan menempati jabatan baru sebagai Asisten Sarana dan Prasarana Kapolri.

"Ya betul, ada mutasi sejumlah perwira tinggi dan perwira menengah. Saya menjadi Asisten Sarana dan Prasarana Kapolri," kata Irjen Anton Bachrul Alam, di Jakarta, Rabu (19/10). Kepala Divisi Humas Polri yang baru adalah Irjen Saud Usman Nasution.

Selain itu, Irjen Edward Aritonang yang sekarang Koodinator Staf Ahli (Koorsahli) Kapolri akan menjalani masa persiapan pensiun. Irjen Alex Bambang Riatmojo, Staf Ahli Kapolri bidang Sosial Ekonomi diangkat sebagai Koorsahli Kapolri.

Brigadir Jenderal (Brigjen) Bambang Suparsono, Kapolda Jambi, mendapat jabatan baru sebagai Staf Ahli Kapolri bidang Sosial Budaya. Brigjen Anang Iskandar, Pati Yanma, mendapat jabatan baru Kapolda Jambi.

Brigjen Sulistyo Ishak, Kapolda Lampung, mendapat jabatan baru di Lembaga Pendidikan Polri, dan Brigjen Jodie Roesetyo akan menjabat sebagai Kapolda Lampung.






Sumber : Kompas


Wednesday, May 4, 2011

Polri Antisipasi Kemungkinan Tindakan Balas Dendam Teroris


Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Komjen Pol Ito Sumardi

Jakarta - Kepolisian Negara RI mengambil langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya tindakan-tindakan balas dendam pascatewasnya teroris yang paling dicari di dunia Osama bin Laden.

"Polri tentunya harus mengantisipasi kemungkinan terjadinya tindakan-tindakan yang menjadi balas dendam," kata Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Komjen Pol Ito Sumardi di Jakarta, Selasa.

Kapolri sudah memberi telegram ke seluruh wilayah untuk bersiap-siap memantau, ujarnya.

"Kita tidak mengatakan bahwa ini status siaga satu, tetapi tetap siaga. Semua tempat-tempat yang mungkin kepentingan-kepentingan negara asing harus kita lindungi selama di sini," kata Ito.

Kabareskrim mengharapkan, jangan sampai nanti negara justru malah rugi, karena keterkaitan Osama dengan gerakan yang ada di Indonesia.

"Negara kita jangan sampai menjadi ajang balas dendam, apa pun yang terjadi kita harus menjaga dulu negara, agar situasi tetap kondusif," kata Ito.

Namun, Ito tidak menyampaikan secara pasti dari kelompok atau gerakan mana di Indonesia yang harus diwaspadai pascatewasnya pimpinan Al Qaida itu.

"Beberapa gerakan dan kelompok-kelompok yang selama ini terjadi tentunya harus kita waspadai bersama. Kepentingan negara asing atau warga asing menjadi tanggung jawab bagi Polri dan seluruh komponen masyarakat untuk mengamankan," kata Ito.

Saluran TV Urdu Pakistan Geo News mengutip para pejabat intelijen Pakistan mengatakan bahwa teroris yang paling dicari di dunia Osama bin Laden tewas dalam operasi pencarian yang dilancarkan oleh pasukan Pakistan.

Osama tewas setelah sebuah helikopter militer Pakistan ditembak jatuh pada Senin di Abbotabad, satu kota pegunungan yang terletak sekitar 60 kilometer di utara ibu kota Pakistan Islamabad.

Pada sekitar pukul 01:20 waktu setempat, sebuah helikopter Pakistan ditembak jatuh oleh orang-orang tak dikenal di daerah Sikandarabad, Abbotabad.

Pasukan Pakistan kemudian melancarkan satu operasi pencarian di daerah terdekatnya dan berhadapan dengan satu kelompok orang bersenjata tak dikenal.

Baku tembak kemudian terjadi antara kedua pihak.

Ketika baku tembak berakhir, pasukan Pakistan menahan beberapa wanita dan anak-anak Arab di samping beberapa orang bersenjata lainnya yang kemudian mengaku kepada pasukan Pakistan, bahwa mereka bersama Osama bin Laden pada saat terjadi baku tembak dan Osama tewas dalam satu tembakan. 






ANTARA News 

Monday, March 14, 2011

Kapolri Lantik 16 Jenderal Polri

Jendral Pol. Timur Pradopo
Jakarta - Mabes Polri melantik 16 jenderal di dalam jajarannya. Pelantikan dipimpin oleh Kapolri Timur Pradopo.


Acara pelantikan digelar di Rupatama Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Senin (14/3/2011) pada pukul 07.45 WIB. Hadir sejumlah pejabat Polri seperti Wakapolri Komjen Pol Nanan Soekarna, Kabareskrim Komjen Pol Ito Sumardi, Kabaintelkam Komjen Pol Wahyono.


"Proses mutasi jabatan untuk kebutuhan organisasi dan penyegaran sumber daya manusia supaya bertanggung jawab pada fungsi dan perannya," kata Timur saat memberikan sambutan.

Dalam Surat Telegram Rahasia (STR) bernomor STR/171/III/2011 tanggal 1 Maret 2011 yang ditandatangani Wakapolri baru Komjen Nanan Soekarna, ada 16 jenderal polisi yang dimutasi. 16 Jenderal yang dimutasi itu adalah sebagai berikut:


Komjen Fajar Prihantoro yang semula menjabat Kabaharkam Polri diangkat sebagai Irwasum Polri menggantikan Komjen Nanan Soekarna. Posisi Fajar di Kabaharkam digantikan oleh Komjen Imam Sudjarwo yang semula menjabat sebagai Kalemdikpol.

Jabatan Kalemdikpol digantikan oleh Irjen Oegroseno yang sebelumnya menjabat Kapolda Sumatera Utara. Sementara posisi Oegroseno kini diduduki oleh Irjen Wisnu Amat Sastro yang semula menjabat sebagai Sahlijemen Kapolri.


Posisi Wisnu sebagai Staf Ahli digantikan oleh Irjen Sunaryono yang sebelumnya di Widyaiswara Utama Sespim Polri Lemdikpol. Jabatan Wisnu di posisi lama itu digantikan oleh Irjen Dikdik Mulyana Arief Mansur yang semula menjabat sebagai Wakabareskrim.

Jabatan Wakabareskrim digantikan oleh Irjen Mathius Salempang yang semula Kapolda Kalimantan Timur. Sedangkan Kapolda Kalimantan Timur kini dijabat oleh Irjen Bambang Widaryatmo yang semula di Widyaiswara Utama Sespim Polri Lemdikpol.

Brigjen Budiono yang semula menjabat sebagai Kepala Pusat Laboratorium Forensik Polri dimutasikan menjadi Perwira Tinggi (Pati) Polri dalam rangka pensiun. Kapuslabfor Polri kini dijabat oleh Brigjen Andayono yang semula menjabat sebagai Kapolda Sumatera Barat.

Sedangkan jabatan Kapolda Sumatera Barat kini diduduki oleh Brigjen Wahyu Indra Pramugari yang semula menjabat Irwil V Itwasum Polri. Posisi Indra kini diisi oleh Kombes Achmad Sukri Pasaribu yang semula menjabat Irnidjemen SDM I Itwil II Itwasum Polri.

Irjen Adang Rochjana yang menjabat sebagai Korsahli Kapolri dimutasikan sebagai Pati Polri dalam rangka pensiun. Sebagai penggantinya di Korsahli Kapolri adalah Irjen Badrodin Haiti yang semyka menjabat sebagai Kapolda Jawa Timur.


Pengganti Badrodin sebagai Kapolda Jatim adalah Irjen Untung Suharsono Radjab yang semula di Widyaiswara Utama Sespim Polri Lemdikpol. Kemudian Brigjen Adjie Rustam Ramdja yang semula menjabat sebagai Analis Kebijakan Utama Bidang Dalops Sops Polri diangkat dalam jabatan baru Widyaiswara Utama Sespim Polri.

Selanjutnya, Irjen Didiek Sutomo Triwidodo yang semula menjabat sebagai Deputi Bidang Sistem Nasional Sekjen Wantannas diangkat dalam jabatan baru sebagai Analis Kebijakan Utama Bidang Ops Sops Polri.





detik

Thursday, March 3, 2011

FBI Jalin Kerja Sama dengan Polri dan KPK


Jakarta – Kepolisian RI dan Federal Bureau of Investigation (FBI) atau kepolisian Amerika Serikat sepakat melanjutkan kerja sama penanggulangan kejahatan transnasional. Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo dan Direktur FBI Robert Mueller telah menandatangani nota kesepahaman untuk melanjutkan kerja sama. “Kerja sama ini tidak ada yang baru, hanya melanjutkan saja,” kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Irjen Pol Anton Bachrul Alam di Jakarta, Rabu (2/3).

Polri dan FBI sepakat tetap menjalin kerja sama dalam penanganan terorisme, narkotika, pencucian uang, cyber crime, illegal logging, korupsi, dan bidang lain. Kerja sama lainnya berupa pemberian pelatihan anggota. Polri juga mengirim anggotanya untuk latihan dengan FBI, dan hal tersebut, kata Anton, ditindaklanjuti. “Kemudian melaksanakan tukar-menukar informasi di bidang intelijen yang berkaitan dengan kejahatan transnasional,” kata Anton.

Selain dengan Polri, FBI menjalin kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Muller mengatakan bentuk kemitraan merupakan hal yang penting dalam memerangi kejahatan internasional, termasuk soal tindak pidana korupsi. Bos FBI ini menegaskan bahwa urusan memerangi korupsi tetap di urutan pertama. Kunjungan ke lembaga antikorupsi ini bertujuan menjalin lebih lanjut kerja sama yang telah dilakukan dalam menghadapi tindak kejahatan, khususnya berkaitan dengan korupsi dan pencucian uang. 




Koran Jakarta

Detasemen Antianarki Dikhawatirkan Represif


JAKARTA – Indonesia Police Watch (IPW) menilai pembentukan Detasemen Antianarki yang dilakukan Mabes Polri merupakan langkah yang keliru. Hal itu bertentangan dengan misi Polri yang akan mengedepankan tindakan preventif dan memaksimalkan fungsi intelijen dan polsek sebagai ujung tombak pengamanan wilayah di daerah. Penegasan tersebut diungkapkan Ketua Presidium IPW Neta S Pane, di Jakarta, Rabu (2/3). Menurut Neta, pemaksimalan fungsi intelijen dan polsek menjadi penting karena kedua institusi tersebut menjadi yang pertama untuk memetakan potensi konflik di daerah.

“Kalau detasemen itu dibentuk, maka sama saja dengan mengedepankan Polri sebagai pemadam kebakaran,” tukas Neta. Selain itu, kata Neta, dengan dibentuknya detasemen itu, berarti Polri lebih mengedepankan tindakan represif dalam melakukan pengamanan. “Ini jelas bertentangan dengan misi Polri,” kata Neta. Neta meminta Mabes untuk lebih mengefektifkan peran intelijen dan polsek di daerah, daripada membentuk detasemen baru.

“Karena intelijen dan polsek telah memunyai Standar Operasi Prosedur yang sudah baku dalam memetakan konfl ik di daerah-daerah,” ujarnya. Di tempat terpisah, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Baharudin Djafar mengatakan, Polda Metro Jaya siap membentuk Detasemen Antianarki berdasarkan rencana dari Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia. 




Koran Jakarta

Polri Bentuk Detasemen Anti-anarki di Lima Wilayah


JAKARTA — Untuk tahap awal, Kepolisian RI akan membentuk Detasemen Penanggulangan Anarki di lima wilayah yang dinilai rawan terjadi aksi kekerasan. Detasemen itu dibentuk menanggapi aksi kekerasan di Pandeglang (Banten) dan Temanggung (Jawa Tengah).
"Sementara kita siapkan untuk lima kota besar. Di Jawa, Medan, Palembang, dan Makassar," kata Kepala Polri Jenderal (Pol) Timur Pradopo di Mabes Polri, Rabu (2/3/2011).

Timur mengatakan, pihaknya tengah melatih para personel untuk ditempatkan di detasemen itu. Rencananya, kata Timur, keahlian personel dalam menanggulangi aksi kekerasan akan dipamerkan ke publik pekan depan.

Menurut Timur, personel hanya akan diturunkan ketika aksi massa berubah anarki. Jika perlu, personel dapat menjalankan Protap Nomor 01/X/ 2010 tentang Penanggulangan Anarki yang mengatur tembak di tempat.

Ketika tidak terjadi aksi anarki, personel detasemen itu melakukan patroli. "Saya kira latihan dan patroli bagian dari tugas yang harus terus-menerus dijalankan," katanya.

Sebagian kalangan menilai pembentukan detasemen itu tidak tepat. Pasalnya, Polri sudah memiliki satuan yang biasa menangani kerusuhan, seperti Brimob. Polri justru diharapkan menguatkan fungsi intelijen dan pembinaan masyarakat untuk mencegah aksi anarki.




Kompas

Wednesday, March 2, 2011

Berantas Kejahatan Transnasional, Polri-FBI "Bergandeng Tangan"


Jakarta - Kepolisian RI dan Federal Bureau of Investigation (FBI) atau Biro Investigasi Federal Amerika Serikat sepakat melanjutkan kerjasama penanggulangan kejahatan transnasional seperti yang telah terjalin selama ini. 

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Anton Bachrul Alam mengatakan, Kepala Polri Jenderal (Pol) Timur Pradopo dan Direktur FBI Robert Mueller telah menandatangani nota kesepahaman untuk melanjutkan kerjasama. "(Point kerjasama) nggak ada yang baru. Itu dilanjutkan saja," kata dia di Mabes Polri, Rabu (2/3/2011).

Anton menjelaskan, kedua intitusi sepakat tetap menjalin kerjasama dalam penanganan terorisme, narkotika, pencucian uang, cyber crime, illegal logging, korupsi, dan bidang lain. Kesepakatan lain adalah pemberian pelatihan anggota serta tukar-menukar informasi intelijen.

Ketika ditanya apakah ada kesepakatan pemberian bantuan dana maupun peralatan untuk Polri, Anton menjawab, "Tidak ada." Sebelumnya, Polri telah menjalin kerjasama serupa dengan negara-negara tetangga, seperti Australia, Singapura, Malaysia, dan Selandia Baru.

"Kita kedatangan Direkur FBI (Robert S Mueller). Kebetulan beliau datang ke beberapa negara ASEAN. Kita dianggap berhasil menangani kejahatan transnasional," kata Kepala Bareskrim Polri, Komjen Pol Ito Sumardi di luar ruang rapat. Menurut Ito, FBI dan beberapa lembaga penegak hukum internasional lainnya juga memberikan sejumlah bantuan kepada Polri. "Ada yang memberikan bantuan peralatan dan lain-lain. Bukan dari FBI saja tetapi juga dari lembaga internasional lainnya," ujar Ito.

Bantuan ini menurutnya, akan digunakan sebagai peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia di tubuh kepolisian. Dalam rapat bersama Direktur FBI, hadir mendampingi Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo dan Wakapolri Komjen Nanan Sukarna yakni Kepala Baharkam Polri Komjen Pol Fajar Prihantoro, Kabareskrim Komjen Polisi Ito Sumardi, Kalemdikpol Polri Komjen Pol Imam Sudjarwo.
 
Suaramedia

Thursday, February 10, 2011

Inilah Jawaban Kapolri soal Kerja Intelijen di Cikeusik dan Temanggung

Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo
 
Jakarta - Dua insiden berdarah di Cikeusik dan Temanggung membuat banyak pihak, termasuk DPR mempertanyakan apakah memang Intelijen tak bekerja untuk melakukan deteksi dini gejala kekerasan itu. Anggota Komisi Agama DPR Jazuli Juwaini mengatakan mengapa dalam hal-hal yang jelas sensitif tetapi Kepolisian tak mampu mencegahnya.

"Jangan-jangan ada aktor intelektualnya," kata Jazuli saat Rapat Dengar Pendapat dengan Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo dan Menteri Agama Suryadharma Ali di DPR, Rabu 9 Februari 2011 malam.
Jazuli minta Timur menjelaskan apakah benar ada aktor intelektual karena ada informasi yang menyebut ditemukan senjata di mobil jemaat Ahmadiyah di Cikeusik.
Ia juga mengaku heran, mengapa di kampung yang sepi, dalam waktu singkat bisa muncul massa dalam jumlah besar. 

Lalu apa jawaban Kapolri? Intelijen ternyata sudah mendeteksi dini adanya gerakan itu. " Intel bahkan sudah memberikan warning kepada semua masalah yang masih di dalam dan di bawah permukaan," kata Kapolri.
Menurut Timur, semua informasi yang diperoleh dari masyarakat ataupun agen yang sudah dibentuk, sudah direspon. "Respon yang muncul namanya prediksi terhadap ancaman dan gangguan," kata dia.

Intel, Timur menjelaskan, sudah merekomendasikan langkah-langkah antisipasi."Ini (rekomendasi) bagian dari permulaan," kata dia.

Peran intelijen, kata Timur, mulai dari memberi perkiraan sampai mana proses berjalan hingga proses rehabilitasi pasca kejadian.

Soal kasus-kasus kerusuhan bernuansa agama, diakui Timur, Kepolisian belum menemukan aktor intelektual. Berdasarkan saksi, alat bukti dan tersangka, kata dia : " Memang ada faktor penggerak." Artinya, terjadi masuknya sejumlah massa dari luar daerah. "Pasti ada yg menggerakan," kata Timur menegaskan.

Kepolisian berharap bisa diusut aktor yang menggerakan kerusuhan, sehingga tak sekedar pelaku atau pelanggar hukum




Tempo

3.000 Polisi Amankan Sidang Ba'asyir, Anarkis Tembak di Tempat


Jakarta - Hari ini terdakwa kasus terorisme Abubakar Ba'asyir akan menghadiri persidangan perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Untuk mengamankan sidang Ba'asyir tersebut, tak tanggung-tanggung 3.000 personel kepolisian disiagakan.

"Kita akan kerahkan tiga ribu personel," kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Sutarman, di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Rabu (9/2/2011) kemarin.

Ribuan pendukung dan simpatisan Ba'asyir diperkirakan akan menghadiri sidang Ba'asyir. Oleh karenanya, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan telah mengantisipasinya di antaranya dengan memasang 3 TV di luar ruangan sidang yang cuma bisa menampung 50 orang tersebut.

Tiga ribu personel polisi tersebut akan berjaga di sepanjang jalur yang akan dilalui oleh massa simpatisan Abubakakar Ba'asyir. Terutama di tempat-tempat yang dinilai rawan menjadi sasaran aksi anarkisme sebagai pelampiasan rasa kecewa massa simpatisan.

Lebih lanjut Sutarman menegaskan penjagaan ketat yang diterapkan merupakan langkah antisipasi kemungkinan terburuk bila massa kecewa terhadap materi persidangan. Dia sepenuhnya yakin bahwa massa simpatisan menghadiri sidang dengan niat yang baik, yaitu memberi dukungan moril kepada Abu Bakar Ba'asyir.

Selain mengerahkan 3.000 personel polisi, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Sutarman memerintahkan agar diterapkan Protap 01 untuk 'menggebuk' pengunjung sidang Abu Bakar Ba'asyir yang anarkis. Tim Gegana juga dikerahkan.

"Pengamanan optimal. Kapolda Metro Jaya perintahkan untuk menerapkan Protap 01 jika terjadi anarki," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Baharudin Djafar saat dihubungi wartawan, Rabu (9/2/2011). Protap 01 berisi penanggulangan anarkisme massa yang mengizinkan polisi menembak.

Dia menjelaskan, tidak boleh terjadi perusakan dan anarkisme. "Hadir pada tempat itu tentu boleh, tetapi jangan sampai melakukan tindakan anarkis," imbau Baharudin.

Pengamanan dilakukan secara berlapis mulai dari radius 200 meter sebelum Gedung Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, di luar pengadilan dan di dalam ruang sidang. 




detik

Wednesday, February 9, 2011

3.000 Polisi Diterjunkan ke Sidang Ba'asyir


Jakarta - Polda Metro Jaya menerjunkan 3.000 personel polisi untuk mengamankan persidangan Abu Bakar Ba'asyir yang mulai berlangsung besok (Kamis 10/2/2011) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Sutarman, di Polda Metro Jaya, Rabu (9/2/2011). "Saya akan lakukan pengamanan di dalam dan di luar pengadilan. Pengamanan di luar kalau ada yang tidak puas dan lakukan tindak anarkis," jelas Kapolda.

Kapolda juga mengatakan jajaran Polda Metro Jaya akan melakukan penjagaan di tempat-tempat tertentu yang rawan. "Jadi penjagaan bukan hanya di sana, tapi di sentra-sentra yang dilalui oleh massa baik pulang atau pergi," jelasnya.

Selain itu menurut Kapolda, pihaknya akan melakukan razia barang-barang bawaan pendukung Ba'asyir yang akan datang ke persidangan. "Kita akan lakukan di tempat pemberangkatan dan pulang," kata Kapolda.

Rencananya Abu Bakar Ba'asyir akan menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Abu Bakar Baasyir menjadi terdakwa karena diduga mengetahui dan membiayai kegiatan kelompok terorisme.




Inilah.com

TNI Kirim Satu SSK Tambahan ke Temanggung


Jakarta -  TNI mengirim satu Satuan Setingkat Kompi (SSK) ke Temanggung, Jawa Tengah, Selasa (8/2) untuk membantu mengamankan wilayah itu pasca kerusuhan "Satu SSK pasukan itu berasal dari Batalyon Armed-3 Magelang," kata Kadispenum Puspen TNI Kolonel Minulyo Suprapto di Jakarta.

Ia  mengatakan, pengerahan pasukan TNI itu sesuai permintaan Kapolda Jawa Tengah kepada Panglima Kodam IV/Diponegoro, menyusul aksi anarkis yang diwarnai perusakan terhadap tiga fasilitas peribadatan dan fasilitas lainnya.

Setidaknya tiga gereja di Temanggung, Jawa Tengah, rusak karena menjadi sasaran amuk massa menyusul kerusuhan dalam persidangan kasus penistaan agama dengan terdakwa Antonius Richmond Bawengan di Pengadilan Negeri Temanggung. Gereja Bethel Indonesia yang berjarak sekitar dua kilometer dari PN Temanggung mengalami kerusakan akibat ulah kelompok massa. Sebuah bangunan sekolah taman kanak-kanak yang berada di lingkungan gereja rusak. Termasuk enam unit motor hangus terbakar akibat insiden tersebut. Selain itu, perusakan juga terjadi di Gereja Pantekosta Temanggung. Belum diperoleh laporan mengenai dampak perusakan tersebut.

Situasi keamanan di Temanggung, sejak kemarin sore sudah terkendali. Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Inspektur Jenderal Edward Aritonang menyatakan, kondisi keamanan sudah terkendali. Pihak Polda Jateng sudah menurunkan satuan setingkat kompi Brimob Jateng dan Kodam IV Diponegoro juga membantu pengamanan di Temanggung.

"Kita memastikan Temanggung sudah pulih keamanannya. Kelompok massa yang tidak puas itu sudah berangsur angsur tidak lagi konvoi setelah dilakukan persuasif," kata Irjen Aritonang.

Meski situasi sudah pulih, konsentrasi masyarakat yang menyaksikan kerusakan masih memenuhi jalan di pusat Kota Temanggung. Masyarakat berkerumun di tepi jalan.




Media Indonesia

Intelijen Polda Waspadai Letusan Konflik SARA di Jabodetabek


Jakarta - Pecahnya konflik SARA antara Ahmadiyah dan warga Cikeusik, Banten, membuat pihak aparat Polda Metro Jaya melakukan pengawasan di kantong-kantong kelompok tersebut. Tidak menutup kemungkinan peristiwa seperti itu akan timbul di tempat lain, seperti Jabodetabek.

Kapolda Metro Jaya Irjen Sutarman mengatakan, intelijen telah mengindikasikan ketegangan sosial tersebut, bakal terjadi di Jabodetabek.

"Riak-riak itu ada, ketegangan itu ada. Dan oleh karenanya, kita menempatkan (personel) di titik-titik rawan seperti di mushola, masjid dan rumahnya," kata Sutarman kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (9/2/2011).

Sutarman mengungkapkan, untuk mencegah letusan tersebut, pihaknya telah melakukan penjagaan sejak awal. Pihaknya juga meningkatkan patroli di lokasi-lokasi perkumpulan Ahmadiyah untuk mendeteksi adanya kerawanan tersebut.

"Sehingga kita sudah lakukan penjagaan dari awal, karena ada kejadian di tempat lain dan mencegah agar tidak terjadi di wilayah kita," katanya.

Sutarman menjelaskan, perbedaan agama dan golongan bukan menjadi urusan kepolisian. Namun, tugas polisi adalah untuk mencegah agar perbedaan tersebut tidak berkembang menjadi perpecahan dan kerusuhan.

"Bagi kita, jangan sampai persoalan ini diselesaikan dengan caranya sendiri dengan main hakim, merusak dan sebagainya," jelasnya.

Sebagai aparat yang mempunyai fungsi melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat, polisi wajib memberikan perlindungan terhadap masyarakat, termasuk Ahmadiyah. Kapolda meminta, masyarakat menyelesaikan konflik keagaaman dengan cara musyawarah.

"Silakan diluruskan kalau alirannya tidak benar melalui jalur-jalur ulama, jalur negara, silakan. Tapi kita hanya mencegah agar tidak jadi benturan," katanya.




detik

Kerusuhan di Temanggung Ada yang Menggerakkan

Polisi memblokade jalan di depan PN Temanggung, mengantisipasi meluasnya kerusuhan, Selasa (8/2/2011).

Kepala Kepolisian Negara RI Jenderal Timur Pradopo mengungkapkan, polisi menengarai ada yang menggerakkan aksi massa yang menimbulkan kerusuhan di Temanggung, Jawa Tengah. Massa yang berkumpul di depan Pengadilan Negeri Temanggung berasal dari kabupaten di sekitar Temanggung. Informasi ini diperoleh polisi dari keterangan saksi berinisial NHY.

"Dari hasil pemeriksaan terhadap NHY, warga yang berkumpul di sekitar Pengadilan Negeri Temanggung bukan dari Temanggung. Artinya, ada yang menggerakkan. Mereka berasal dari luar Temanggung, tetapi masih di Jawa Tengah," kata Timur saat memberikan keterangan kepada wartawan seusai memberi laporan kepada Wakil Presiden Boediono di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (9/2/2011).

Keterangan NHY, menurut Timur, menjadi titik awal bagi polisi untuk menyelidik dan menyidik.
Ditanya wartawan tentang adanya sinyalemen yang menyebutkan bahwa kerusuhan Temanggung disebut-sebut merupakan stimulasi untuk menjatuhkan pemerintah dan mendiskreditkan para tokoh agama yang beberapa waktu lalu menyatakan pemerintah berbohong, Timur menjawab hal itu masih dikembangkan dalam penyelidikan.

Lebih lanjut, ketika ditanya soal kemungkinan peristiwa Cikeusik dan kerusuhan di Temanggung merupakan satu rangkaian peristiwa untuk menciptakan instabilitas politik, Timur juga menjawab bahwa hal itu akan ditelusuri.

Saat ini NHY masih berada di Kepolisian Daerah Jawa Tengah dan belum dibawa ke Jakarta karena masih disinkronisasikan dengan saksi-saksi lain di lapangan.

Timur menambahkan, dalam kasus penistaan agama di Temanggung yang memicu kerusuhan, majelis hakim sebenarnya sudah memberikan vonis maksimal, yaitu lima tahun, kepada terdakwa Antonius Richmond Bawengan. "Namun, Polri masih akan memeriksa lebih lanjut bagaimana peristiwa kerusuhan sampai terjadi dan apa tujuannya," katanya.




Kompas

Wednesday, January 26, 2011

Densus Tangkap 8 Tersangka Teroris


JAKARTA – Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri, dibantu petugas gabungan Polda Jawa Tengah, Polres Sukoharjo, dan Polres Klaten, menangkap delapan orang yang diduga anggota jaringan teroris dalam rangkaian penyisiran di Sukoharjo dan Klaten, Jawa Tengah, Selasa (25/1). Mereka diindikasikan terlibat dan terkait dengan penemuan bom rakitan di masjid dan gereja menjelang Natal 2010 serta di pos polisi lalu lintas pada akhir Desember 2010 – Januari 2011 di kawasan Klaten dan Yogyakarta.

“Delapan orang ini ditangkap dalam tempo satu jam, antara pukul 09.00 sampai 10.00 WIB. Detasemen Khusus 88 menemukan bahan rakitan bom seperti bubuk hitam, potasium klorat, detonator, dan sejumlah rangkaian kabel di lokasi penangkapan sama dengan rakitan yang ditemukan di masjid dan gereja Desember 2010,” tegas Kepala Divisi Humas Polri Irjen Anton Bahrul Alam di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (25/1).

Anton menjelaskan berdasarkan investigasi polisi, dari delapan orang yang ditangkap itu, otak pelaku terornya adalah Roki Aprisgianto (28) alias Antok. Roki ditangkap di Dusun Tegal Baru, Desa Waru, Kecamatan Gatak, Sukoharjo, Jawa Tengah. Sehari-hari Roki bekerja sebagai tukang parkir di wilayah Purwosari, Surakarta. Setelah menangkap Antok, Densus 88 mencokok Agung Jati Santoso, Nugroho, Joko Lelono, Argo, Tribudi, Sigit Purnomo, dan Yudo Anggoro.

Mereka masih remaja, ada yang baru tamat SMA dan SMP, dan usianya berkisar 19 tahun. Dari delapan terduga teroris tersebut, empat di antaranya ditangkap di Dusun Krapyak Sundingan RT 1 RW 10, Desa Merbung, Kecamatan Klaten Selatan, termasuk Agung bersama ayahnya, Subandi (54 tahun). Menurut Ketua RT Dukuh Merbung, Teguh Sambogo, Subandi bekerja sebagai juru kunci makam di wilayah itu. Ia tinggal bersama istri dan tiga anak, termasuk Agung, putra sulungnya (lulusan STM).

Densus 88 sebenarnya hanya menyasar Agung, tetapi karena Subandi adalah pemilik rumah, ia pun turut diamankan aparat. Keluarga ini baru mengontrak rumah di dusun itu sekitar tiga bulan terakhir. Sebelumnya, mereka tinggal di dusun sebelah Dusun Krapyak Sundingan. Joko Lelono ditangkap di Desa Karang Takel, Kecamatan Crucuk, Klaten. Yang lainnya ditangkap di Desa Waru, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo.

Jaringan Lama Kepala Bidang Penerangan Umum Mabes Polri Kombes (Pol) Boy Rafli Amar menambahkan Roki adalah orang yang mempersiapkan rangkaian bom. “Diduga dia jaringan lama,” kata Boy. Kepolisian, kata Boy, menduga sejumlah bom aktif yang ditemukan di Sleman, Solo, Klaten, Sukoharjo, dan Yogyakarta pada Desember 2010 merupakan ulah sekelompok teroris ini yang ingin menunjukkan keberadaan mereka. 


Koran Jakarta

Tuesday, January 11, 2011

550 Anggota Brimob Diceramahi HAM


Jakarta - Sekitar 550 anggota Brigade Mobil Polri mengikuti sosialisasi hak asasi manusia (HAM) di Markas Komando Brigade Mobil Polri, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, hari ini (Selasa, 11/1/2011).

Sosialisasi HAM disampaikan oleh Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar. Acara yang dibuka oleh Kepala Polisi RI Jenderal Timur Pradopo itu dihadiri Direktur Jenderal Lembaga 

Pemasyarakatan Untung Sugiono dan para pegiat HAM, termasuk Jhonson Panjaitan.
"HAM merupakan rencana aksi nasional, yang menjadi bagian untuk menyempurnakan proses hukum yang berkelanjutan," ujar Timur dalam sambutannya.

Sementara itu Patrialis menyampaikan, pemerintah tidak pernah mengabaikan permasalahan HAM. "Kita sedikitpun tidak pernah mengabaikan persoalan HAM di tengah bangsa kita," tegasnya.
"Kita juga bersyukur setelah reformasi bangsa ini memiliki satu komitmen, bagaimana paradigma bangsa kita ke depan, juga kita bicara masalah demokrasi, juga masalah hukum," ujarnya


Inilah.com


Monday, January 3, 2011

AS Rilis Pesawat Mata-Mata Baru

Washington - Militer Amerika Serikat berencana akan mengggelar satu pesawat intelijen baru di Afghaistan, yang menurut para pakar militer akan memungkinkan pasukan AS memantau medan operasional jauh lebih luas ketimbang sebelumnya, kata surat kabar The Washington Post.

Sistem pengintaian udara itu disebut Gorgon Stare dan akan dapat mengirim gambar video langsung tentang gerakan fisik di seluruh satu kota. Pada tahun 2010, 711 tentara internasional tewas di Afghanistan, ungkap situs internet ICasualties, jumlah korban tewas tahunan tertinggi sejak perang itu dimulai 2001.

Sistem itu terdiri atas sembilan kamera video yang ditempelkan di pesawat dikendalikan dari jarak jauh, yang dapat mengirim 65 gambar langsung pada pasukan di lapangan atau kepada para analis yang melacak gerakan-gerakan musuh, kata surat kabar itu.

Tidak sama dengan itu, pesawat-pesawat Angkatan Udara yang sekarang meembuat video dari satu kamera di satu daerah sempit seluas satu atau dua gedung , kata surat kabar tersebut. "Gorgon Stare akan menyoroti seluruh satu kota, jadi sama sekali tidak diketahui musuh tentaang apa yang kita intai, dan kita dapat melihat segalanya," kata surat kabar itu mengutip Mayjen James Poss, asisten wakil kepala staf Angkatan Udara untuk urusan intelijen, pengawasan dan pengintaian.

Ada sekitar 140.000 tentara internasional yang memerangi gerilyawan Taliba di Afghanistan, sekitar dua pertiga dari mereka dari Amerika Serikat.
wartanews