Clock By Blog Tips
Showing posts with label Pasukan Elit. Show all posts
Showing posts with label Pasukan Elit. Show all posts

Wednesday, May 30, 2012

Militer AS Bantah Terjunkan Pasukan Khusus ke Korut

Ilustrasi (lewisandafrisbee.tumblr.com)

Militer Amerika Serikat (AS), Selasa (29/5/2012), membantah sebuah laporan media yang menyebutkan pihaknya telah menerjunkan sejumlah personel pasukan khusus ke wilayah Korea Utara untuk misi penyusupan dan pengumpulan data intelijen.

Dalam pemberitaannya, majalah The Diplomat, mengutip pernyataan Komandan Pasukan Khusus AS di Korea Selatan, Brigadir Jenderal Neil Tolley, yang menyebut pihaknya bekerja sama dengan pasukan khusus Korsel telah diterjunkan untuk sebuah misi "pengintaian khusus". Namun demikian, perwira humas militer AS di Korsel Kolonel Jonathan Withington mengatakan, pernyataan Tolley dikutip di luar konteks oleh media tersebut.

"Kutipannya dikarang dan seolah-olah dilontarkan oleh Tolley. Walau misi pengintaian khusus memang inti dari misi pasukan khusus, tidak ada dari pasukan itu yang dikirimkan ke sana untuk itu," papar Withington dalam pernyataan tertulisnya.

Majalah The Diplomat mengutip pernyataan Tolley terkait ribuan terowongan bawah tanah yang dibangun sejak Perang Korea tahun 1950-1953. Seluruh fasilitas terowongan itu sama sekali tersembunyi dan tidak dapat dideteksi pencitraan satelit.

"Untuk itu lah kami kemudian mengirimkan pasukan khusus AS dan Korsel ke sana untuk menjalankan misi pengintaian tadi," tulis The Diplomat mengutip Tolley dalam sebuah jumpa pers di Florida pekan lalu.

Menurut majalah itu, Tolley menyebut personel pasukan komando itu diterjunkan dengan perbekalan minim. Dari mereka diketahui sedikitnya ada empat terowongan dibangun di bawah kawasan demiliterisasi, yang memisahkan kedua Korea.

"Kami masih belum tahu seberapa banyak informasi yang tidak kami ketahui," ujar Tolley seperti dikutip majalah itu.



Sumber : Kompas

Baca Juga

Tuesday, April 17, 2012

Mengenal SAS British (Special Air Service)


Special Air Service atau SAS adalah sebuah resimen pasukan khusus dari Tentara Britania Raya yang telah menjadi model pasukan khusus yang populer di banyak negara di seluruh dunia. Special Air Service bersama-sama dengan Special Boat Service (SBS), Special Reconnaissance Regiment (SRR), dan Special Forces Support Group (SFSG), kesemuanya itu membentuk unit Pasukan Khusus United Kingdom dibawah komando pemimpin Pasukan khusus.

Fungsi Utama SAS;
  • Penanganan Anti-Terorisme
  • Pengumpulan Informasi Intelijen
  • Penyerangan Target; sabotase dibelakang garis pertahanan musuh
  • Perlindungan dekat (close protection)
  • Melakukan Misi Rahasia dan mata-mata
SAS, secara prinsip, adalah organisasi Pasukan Elite Britania (Inggris). Dibentuk Tahun 1941 untuk melakukan penyerangan dibelakang garis pertahanan Jerman di Afrika Utara, dengan the Long Range Desert Group, sekarang model pasukan elite ini menjadi model yang banyak ditiru oleh banyak negara. SAS adalah kelompok berskala kecil dan organisasi rahasia, Merupakan bagian dari UKSF (Pasukan Elite UK), SBS dan SRR. SAS dianggap sebagai unit yang terbaik dan Unit Pasukan khusus dengan pelatihan terbaik di dunia.

Organisasi
Ada tiga Batalion terpisah, Resimen dari Resimen SAS-22 adalah elemen tentara reguler, dengan Resimen tentara teritorial (Territorial Army), Resimen SAS-21 dan Resimen SAS-23, diketahui sebagai SAS(R). mereka mendukung penerbangan dari Korps pasukan udara (Army Air Corps) dan dua skuadron dari Korps Kerajaan Inggris, yang mana terdiri dari gabungan pasukan SAS dan personil SAS(R). Semua personil SAS harus melewati prosedur seleksi ketat untuk dapat menjadi bagian dari SAS, proses penyeleksian anggota SAS-21 dan SAS-23 diperpanjang menjadi lebih dari 1 tahun.

SAS-22 juga memiliki markas, dan bagian Intelijen, Penelitian operasional militer, Sayap CRW, dan pelatihan wing. Masing-masing skuad dibagi kedalam 4 grup, untuk 16 orang tentara dengan tanggung jawab dan keahlian yang berbeda; (Tentara Udara, Tentara Maritim, Tentara Gerak Cepat, dan Tentara Gunung) Sayap CRW dibentuk untuk 1 skuadron, yang bergantian setiap 6-9 bulan. Skuadron dipecah menjadi dua Tentara yang terpisah; 
  • Tentara Merah (Tentara Udara dan Tentara Gunung)
  • Tentara Biru (Tentara Maritim dan Tentara Gerak Cepat)
Masing-masing dari dua kubu Tentara dibentuk dari grup penyerbuan dan tim sniper.

Fungsi dan tugas SAS;
  • Mengumpulkan informasi Inteljen di belakang garis pertahanan musuh
  • Menghancurkan target yang jauh di belakang garis pertahanan musuh
  • Melindungi atasan senior dan pejabat tinggi Kerajaan Britania
  • Menjalani operasi CRW untuk membantu unit kepolisian, seperti; SO19
  • Beroperasi tanpa campur tangan Pemerintah Resmi Britania Raya
  • Melatih pasukan khusus dari negara-negara lain
  • Menjalankan operasi Anti-Terorisme di dalam dan luar negeri
Bahkan ketika masing-masing Tentara telah mendapat Perannya (Tentara Maritim, Tentara Gerak Cepat, Tentara Udara), masing-masing Tentara diharapkan harus mengetahui dan melaksanakan juga peran dari kelompok Tentara lain. Ini dimaksudkan untuk memunculkan rasa tanggung jawab diantara Tentara didalam keseluruhan Resimen.
Special Boat Service (SBS) – Penanganan ancaman teroris melalui wilayah laut

Latihan dan Seleksi
Komandan besar Mayor John Woodhouse memperkenalkan penyeleksian prajurit SAS di Tahun 1952. sebelum tahun tersebut, para prajurit telah dipercaya dalam berbagai misi di medan tempur. Latihan dan seleksi SAS adalah pelatihan militer yang paling sulit didalam seleksi Tentara Britania, dilaporkan bahwa hanya 2-10% yang lolos seleksi dari 100%. ini termasuk test fisik dan kekuatan, Keberanian di atas Mercusuar Brecon dan jurang Elan di Wales, dan hutan lebat di Brunei. Gurun Namib juga dimasukkan sebagai pelatihan padang pasir. Seleksi yang ketat membutuhkan waktu 6 bulan untuk selesai.
 
Pelatihan prajurit SAS di gurun
Penugasan dan Pengenalan unit Pasukan Khusus (Pelatihan 2 hari)
lebih dari seminggu, kandidat yang berpotensi akan ditunjukkan seperti apa kehidupan dalam UKSF (Pasukan Khusus UK), dan diberikan tugas yang ditentukan sepanjang penyeleksian. Terdapat sebuah map dan tes kompas, ujian berenang, latihan pertolongan pertama (First Aid Test) dan test ketahanan perang.

Test kebugaran dan Navigasi (Pelatihan 4 minggu)
Pelatihan pertama adalah prajurit ditempatkan di medan yang tidak bersahabat seperti di Mercusuar Brecon dan Jurang Elan. Cuaca disana tidak dapat dipredikisi dan tidak bersahabat, dan banyak juga Tentara yang tewas disepanjang seleksi yang ketat ini, kebanyakan kematian disebabkan oleh Hypothermia (terkait dengan suhu badan yang terlalu rendah) atau hal-hal lainnya. Seleksi dimulai dengan ujian ketahanan perang, prajurit harus berlari 2,5 km dalam 15 menit, lalu pada jarak yang sama (yaitu 2,5km) lari secara individu kurang dari 10,5 menit. 
 
Minggu pertama banyak meliputi perjalanan disekitar Britania Raya, lembah dan jurang dengan sedikit beban yang dipikul prajurit. Pelatihan navigasi dan pembacaan map juga termasuk didalamnya. Pelatihan Navigasi dijalankan dalam grup-grup kecil di area sekitar Woodland dan juga pada malam hari. Bawaan dalam tas prajurit yang dipikul mulai diperbanyak dan semakin berat, senjata serbu SA80 tanpa tali harus dibawa. Prajurit harus membawa dan menggenggam senjata tersebut dalam situasi apapun, seperti; memanjat lereng gunung dan menuruni lembah.

Pelatihan lanjutan awal (pelatihan 4 minggu)
Latihan ini terdiri dari latihan yang lebih detail dan realistik dalam penggunaan senjata, pemusnahan dan taktik patroli kecil. Mereka yang tidak siap untuk terbang parasut, juga akan dilatih dalam kemampun ini. Pada akhir latihan parasut SAS, prajurit diberikan gelar SAS Wings, yang merupakan unit penerbang parasut terbaik.

Pelatihan Hutan (pelatihan 6 Minggu)
Prajurit dibagi kedalam empat patroli dan diawasi siang malam oleh Staf Direktur, prajurit harus bertahan satu jam saat fajar, dan satu jam saat petang setiap hari tanpa kegagalan, dan harus membawa pisau mereka setiap saat. Setelah latihan navigasi, mereka menuju kedalam hutan lebat, penanganan maritim, membangun kamp, dan ada sebuah ujian lagi agar mereka lolos seleksi. Dimana semua hal yang telah dipelajari harus diterapkan secara benar dan sempurna. Prajurit harus bertahan hidup, bertarung dan hidup didalam hutan, dan harus berhati-hati untuk setiap sayatan, goresan dan kulit yang melepuh, karena itu dapat dengan mudah menginfeksi kulit. Hujan hampir setiap saat turun, yang juga melemahkan mental para prajurit. Untuk pelatihan hutan sendiri, biasanya dilakukan di hutan belantara di Brunei

Ujian ketahanan perang (pelatihan 4 minggu)
Ada bulan yang lain, dimana untuk melatih ketahanan perang, hidup di medan perang dan menggunakan taktik pelarian dan meloloskan diri (E & E tactics; Escape and Evasion tactics). Ada juga pelajaran teknik interogasi untuk orang-orang yang tertangkap sebagai Tahanan Perang (Prisoners of War). Di akhir pelatihan taktik EE, prajurit harus dipakaikan pakaian besar untuk memperlambat gerakan mereka, mereka harus menghindar dan meloloskan diri dari kejaran Hunter Force (Pasukan pengejar dan pemburu), yang berkomplot dengan Resimen Prajurit Parasut atau Prajurit Gurkha. Prajurit kebingungan, dibuat stres dan frustasi, dipaksa untuk berada dalam keadaan kacau balau, dehidrasi dan tidak diberikan makanan. 

Banyak fobia yang bermunculan diantara para prajurit yang dibina, seperti mereka ditempatkan diposisi dimana mereka menaruh tawanan didalam sebuah kandang yang tidak lebih besar dari kandang anjing Kennel, dan meletakkan besi diatas kandang tersebut. Tawanan kemudian secara terus-menerus memukul besi dengan rantai, untuk membuat perasaan Klaustrofobik (rasa takut yang amat sangat didalam area yang kecil). Prajurit hanya diijinkan untuk merespon pertanyaan dengan;
Nama
Pangkat
Nomor
Tanggal Lahir
“I’m sorry I cannot answer that question”
Dalam latihan, prajurit juga diperbolehkan untuk menberitahukan kepada tawanan mereka tentang agama, golongan darah dan golongan darah dan riwayat kesehatan nya.

Latihan taktis Prajurit SAS di wilayah perkotaan – Penanggulangan Anti-Teroris

Spesialisasi Khusus Prajurit;
Pertolongan Pertama, level tingkat tinggi, dengan bertugas penuh di Rumah Sakit yang sibuk, termasuk seminggu berada di kamar mayat.

Sinyal atau Isyarat
Teknik Parasut HALO (High Altitude, Low Opening)
Teknik Parasut HAHO (High Altitude, High Opening)
Berlatih menembak Sniper, semua prajurit SAS dilatih oleh Marinir Kerajaan Inggris pada kursus latihan menembak sniper di CTCRM (Commando Training Centre Royal Marines)

Mempelajari bahasa asing
Kemampuan mengoperasikan kendaraan; patroli kendaraan, patroli dan penjagaan lintas negara, dan latihan mengemudi untuk menghindari kejaran dan serangan musuh

Pelatihan CRW
Metode peledakan bom EMOE
Perlindungan VIP (bodyguard atau perlindungan dekat)
Unit SAS yang bertugas di Irak
Sampai saat ini, SAS telah terlibat dalam banyak operasi militer di luar dari negaranya sendiri. Operasi militer tersebut tentu sangat membantu sekutu dalam perlawanan terhadap kelompok bersenjata di daerah konflik militer. Dari dulu hingga saat ini SAS telah bersekutu dengan Amerika Serikat dalam masalah konflik militer dan penanganan Anti-Terorisme di dunia. Tentu pasukan Elite dari Inggris ini menambah daya tempur dan mendapatkan banyak Informasi Intelijen dalam bekerjasama dengan AS, yang tentunya mempermudah operasi mereka di lapangan. Keterlibatan mereka antara lain;

Perang Dunia ke-2
Situasi Darurat Malaysia
Konfrontasi Indonesia vs Malaysia
Pemberontakan Dhofar
Situasi Darurat Aden
Masalah Irlandia Utara
Perang Falklands
Perang Gulf
Intervensi NATO di Bosnia
Operasi Barras
Perang Irak
Perang di Afghanistan

Kerahasiaan
Sejak masuk kedalam Resimen, Prajurit harus memegang teguh peraturan ketat, seperti; tidak menceritakan kepada siapapun termasuk kepada keluarga mereka; bahwa mereka adalah anggota SAS. Kerahasiaan harus diterapkan termasuk didalam bertugas di lapangan. 

Prajurit juga tidak diperkenankan untuk memberikan informasi apapun, termasuk nama mereka, kepada otoritas kepolisian manapun, pada saat mereka beroperasi. Prajurit memiliki hak penuh 24 jam setelah selesai pertempuran dan baku tembak dengan musuh, dan tidak harus memberikan bukti-bukti kepada polisi disepanjang periode ini (periode 24 jam). Jika penghargaan diberikan kepada Anggota SAS, seperti; Military Cross (MC), prajurit yang terdaftar di media adalah Resimen induk mereka dan bukan Prajurit SAS. Jika prajurit SAS terbunuh pada saat bertugas (Killed in Action).

 Dan jika ada yang terbunuh, dan dapat dihindari, informasi tidak dipublikasikan untuk umum. Tapi jika itu tidak dapat dihindari, maka prajurit yang tewas terdaftar didalam Resimen Induk mereka dan bukan sebagai SAS. Setelah meninggalkan SAS, mantan anggota SAS kemungkinan tidak diberikan detail dari operasi misi rahasia yang sedang berjalan. Mantan Anggota Resimen menggunakan nama samaran seperti; Andy McNab. 


Pemerintah Otoritas Kerajaan Inggris tidak akan membuat pengumuman resmi yang menyangkut SAS dan ketika Pemerintah Inggris melaporkan sesuatu, maka dikatakan bahwa “tidak ada hubungannya dengan SAS”. Menteri Pertahanan Inggris telah membuat kebijakan resmi untuk tidak mendiskusikan keterlibatan apapun menyangkut SAS ataupun kegiatan operasi Intelijennya.




Tuesday, April 3, 2012

Pasukan Katak Rayakan HUT Ke-50 di Lebanon

Personel TNI-AL yang berasal dari Kopaska, yang tergabung dalam misi perdamaian PBB di Lebanon.

Lebanon - Akhir pekan lalu menjadi momen yang berkesan bagi sejumlah personel TNI-AL yang berasal dari Satuan Komando Pasukan Katak (Kopaska), yang tergabung di dalam misi perdamaian PBB di Lebanon. Pasalnya, mereka merayakan HUT ke-50 Kopaska di daerah Lebanon Selatan.

Perayaan HUT ke-50 Kopaska ini dilaksanakan pada Sabtu (31/3/12) oleh seluruh personel Kopaska yang tergabung dalam Satuan Tugas Kontingen Garuda untuk Misi Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL). Sebanyak 40 orang, terdiri dari 10 orang dari Satgas Indo FPC XXVI-D2/UNIFIL dan 30 orang dari Satgas Indo Batalyon Mekanis XXIII-F/UNIFIL di bawah komando Kapten Laut (S) Taufan B Wicaksono, yang merayakannya.

Acara dilaksanakan secara sederhana tetapi mempunyai makna yang sangat mendalam, seperti yang tersirat dalam tema perayaan "HUT 50 Tahun KOPASKA, momentum untuk memperbarui semangat sebagai peacekeepers dunia".

Perayaan ini bertempat di briefing room Kompi C Satgas Indobatt  XXIII-F/UNIFIL di daerah Dierseriane UNP 9-2 Lebanon Selatan. Acara dihadiri oleh Komandan Kompi C Kapten Mar Achmad Yulianto beserta jajarannya, dan dihadiri juga oleh personel yang berasal dari satuan lain seperti Kopassus TNI-AD, Denbravo TNI-AU, Intai Amfibi dan Denjaka Marinir TNI-AL. Kehadiran  personel dari Kopassus dan Denbravo karena mereka telah menjadi bagian dari keluarga besar Kopaska, lantaran telah menempuh pendidikan Sekolah Pasukan Katak (Sepaska).

Sejarah singkat

Komando Pasukan Katak disingkat Kopaska adalah pasukan yang mempunyai kemampuan khusus dari TNI Angkatan Laut yang secara resmi didirikan pada tanggal 31 Maret 1962. Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, yang menggagas lahirnya pasukan ini, dengan tujuan untuk membantunya dalam mendukung kampanye militer di Irian Jaya.

Semboyan Kopaska adalah "Tan Hana Wighna Tan Sirna", yang berarti "Tidak ada rintangan yang tidak dapat diatasi". Tugas utama Kopaska adalah menyerbu kapal dan pangkalan musuh, menghancurkan instalasi bawah air, penyiapan perebutan pantai dan operasi pendaratan kekuatan amfibi.

Semoga di usia yang ke-50 tahun ini, Kopaska semakin jaya dan solid dalam mendukung tugas–tugas pengamanan di wilayah perairan, untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Sumber : Kompas

Tuesday, January 24, 2012

Pasukan Super Elit JSOTF-GCC Telah Disusupkan Ke Iran


Ketegangan antara AS dan Iran berada di titik tertinggi, setelah Republik Islam Iran mengancam untuk menutup jalur air vital (Hormuz) maka segera dua kapal perang pengangkut pesawat di kirim ke laut lepas dipantai Iran. Bahkan kabar terakhir, Kapal induk USS Abraham Lincoln, tiba di Laut Arab. Sementara itu pasukan super elit AS sudah dipersiapkan diperbatasan Iran.

Komando Operasi Khusus AS menyatakan bahwa tim komando elit terbaru telah beroperasi di wilayah perbatasan dan sebagian diantaranya telah menyusup ke Iran. Pasukan super Elit yang memiliki nama sandi Joint Special Operations Task Force-Gulf Cooperation Council (JSOTF-GCC) ini adalah gabungan pasukan elit NATO, Israel dan negara-negara teluk sekutu NATO.  Gugus tugasnya adalah menyediakan “personil yang sangat terlatih yang unggul dalam lingkungan yang tidak pasti,” kata Mayor Rob Bockholt, juru bicara pasukan operasi khusus di Timur Tengah.

Unit ini keberadaannya mulai pada pertengahan-2009 – dibentuk setelah pemimpin tertinggi Iran menolak tawaran dialog diplomatik Presiden Obama.

Tidak ada bukti langsung bahwa JSOTF-GCC telah terlibat dalam aksi serangan terhadap Iran. Mereka sangat terlatih dan rapi dalam beroperasi. Tetapi dugaan bahwa mereka adalah master mind atas terbunuhnya Mostafa Ahmadi Roshan pekan lalu, sangat sulit dipungkiri.

Operasi pasukan khusus Dewan Teluk ini telah menunjukkan peningkatan yang menonjol selama tahun lalu. Komando Qatar terbukti mampu menyusup ke Libya menjelang kejatuhan Moammar Gadhafi untuk mempersiapkan pemberontak Libya, dan ikut terjun langsung ketika merebut Tripoli. Uni Emirat Arab, sekutu dekat AS lainnya, juga telah membuat pasukan super elit, bahkan mempekerjakan pendiri Blackwater untuk meningkatkan program pelatihan mereka.

Tidak banyak rincian yang tersedia tentang gugus tugas ini. Ada jejak yang bisa ditelusur bahwa keberadaan markas komando mereka ada di di sekitar markas Naval Special Warfare Unit Three, salah satu tim super elit Navy SEAL. Mereka banyak beroperasi bersama, dan setiap unit kecil dikomandani oleh seorang kapten.

Sumber : mbahwo

Tuesday, January 17, 2012

Mengenal 10 Pasukan Khusus Dari Indonesia


1. Korps Brimob:

Brimob termasuk satuan elit dalam jajaran kesatuan Polri, Brimob juga tergolong ke dalam sebuah unit paramiliter ditinjau dari tanggung jawab dan lingkup tugas kepolisian.

2. Densus 88 antiteror:

Detasemen Khusus 88 atau Densus 88 adalah satuan khusus Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk penanggulangan teroris di Indonesia. Detasemen 88 dirancang sebagai unit antiteroris yang memiliki kemampuan mengatasi gangguan teroris mulai dari ancaman bom hingga penyanderaan.

3. Batalyon raider:

Batalyon Raider adalah satu batalyon pasukan elit infanteri Tentara Nasional Indonesia (TNI). Raider adalah kualifikasi prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang dilatih untuk menguasai 3 kemampuan. Kemampuan tersebut adalah:


1. Kemampuan sebagai pasukan anti-teroris untuk pertempuran jarak dekat.
2. Kemampuan sebagai pasukan lawan gerilya dengan mobilitas tinggi.
3. Kemampuan untuk melakukan pertempuran-pertempuran berlanjut (panjang).

4. Kostrad Tontaipur:

Peleton Intai Tempur (Tontaipur) merupakan satuan elite Kostrad terbaru, diresmikan pada tanggal 4 Agustus 2001. Setelah latihan secara intensif selama lima bulan, 97 pasukan yang diseleksi dari Brigade Infantri 9 dan Brigade Infantri 13 Kostrad menjadi prajurit-prajurit pertama satuan elite ini.

Sesuai kualifikasinya, Tontaipur akan diterjunkan untuk misi pengintaian jarak jauh ke wilayah musuh dan melakukan penghancuran terhadap sasaran-sasaran penting. Diantara perlengkapan yang dibawa, mereka akan dibekali senapan serbu khusus berikut teropong bidik malam (NVG, night vision goggle). Tiap personel Tontaipur ini memiliki kemampuan operasi sekaligus di tiga matra, yakni di darat, laut, dan udara. Uji coba pertama bagi Tontaipur adalah operasi penumpasan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

5. Phaskhas TNI-AU:

Korps Pasukan Khas TNI Angkatan Udara (disingkat Korpaskhasau, Paskhas atau sebutan lainnya Baret Jingga), merupakan pasukan (khusus) yang dimiliki TNI-AU. Paskhas merupakan satuan tempur darat berkemampuan tiga matra: laut, darat, udara. 

Dalam operasinya, tugas dan tanggungjawab Paskhas lebih ditujukan untuk merebut dan mempertahankan pangkalan udara dari serangan musuh, untuk selanjutnya menyiapkan bagi pendaratan pesawat kawan. Kemampuan ini disebut dengan Operasi Pembentukan dan Pengoperasian Pangkalan Udara Depan (OP3UD).

6. Kopaska TNI-AL:

Komando Pasukan Katak atau lebih dikenal dengan sebutan Kopaska didirikan 31 Maret 1962 oleh Presiden Sukarno untuk mendukung kampanye militer di Irian Jaya. Satu grup di Armada Barat di Jakarta, dan satu grup di Armada Timur di Surabaya. Tugas utama mereka adalah menyerbu kapal dan pangkalan musuh, menghancurkan instalasi bawah air, penyiapan perebutan pantai dan operasi pendaratan kekuatan amfibi.

Detasemen-Jala-Mangkara

Detasemen Jala Mangkara (disingkat Denjaka) adalah sebuah detasemen pasukan khusus TNI Angkatan Laut. Denjaka adalah satuan gabungan antara personel Kopaska dan Taifib Korps Marinir TNI-AL.

7. Kopassus TNI-AD:

Komando Pasukan Khusus yang disingkat menjadi Kopassus adalah bagian dari Bala Pertahanan Pusat yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat yang memiliki kemampuan khusus seperti bergerak cepat di setiap medan, menembak dengan tepat, pengintaian, dan anti teror. Prajurit Kopassus dapat mudah dikenali dengan baret merah yang disandangnya, sehingga pasukan ini sering disebut sebagai pasukan baret merah. Kopassus memiliki moto Berani, Benar, Berhasil.

8. Sat Gultor 81 Kopassus

Satuan 81/Penanggulangan Teror atau disingkat Sat-81/Gultor adalah satuan di Kopassus yang setingkat dengan Grup, bermarkas di Cijantung, Jakarta Timur. 

Kekuatan dari satuan ini tidak dipublikasikan secara umum mengenai jumlah personil maupun jenis persenjataannya yang dimilikinya, semua itu dirahasiakan.
Selalu hadir di setiap bencana alam

9.Indonesian Customs:

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai disingkat DJBC atau bea cukai adalah nama dari sebuah instansi pemerintah yang melayani masyarakat di bidang kepabeanan dan cukai. Seiring dengan globalisasi bea dan cukai mengenakan istilah CUSTOMS, dipersenjatai untuk menangkal masuk nya barang-barang larangan ke Indonesia!

10. Pasukan khusus yang sering nongol di TV / POL PP



Monday, May 23, 2011

Amerika-Saudi Bentuk Pasukan Elit


Amerika Serikat diam-diam memperluas hubungan pertahanan dalam skala besar dengan Arab Saudi, meskipun kemarahan jelas dinyatakan oleh pihak Arab atas peran Amerika dalam transformasi di Timur Tengah.

Amerika dan Saudi akan menciptakan sistem pertahanan rudal untuk melindungi ladang minyak kerajaan dan situs nuklir masa depan, Associated Press melaporkan pada hari Kamis (19/5).Rencana tersebut didasarkan pada kesepakatan Mei 2008, yang ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri AS Condoleezza Rice dan Menteri Dalam Negeri Saudi Pangeran Nayef. Kesepakatan itu juga akan membentuk pasukan elit yang mencakup setidaknya 35.000 prajurit Saudi.

Kolaborasi itu diawasi oleh Komando Sentral AS dan dikelola oleh Jenderal Robert G. Catalanotti.
Skuad tersebut dilatih dan dilengkapi oleh personel Amerika, termasuk staf dari departemen energi dan pertahanan. Pasukan keamanan ini juga terpisah dari militer Saudi dan garda nasional, yang bertugas melindungi keluarga kerajaan.Washington juga menawarkan Riyadh paket senjata senilai 60 miliar dolar, yang memungkinkan Saudi memiliki puluhan pesawat tempur canggih.
 
 
 
 
 
 
Irib Radio Iran 

Tuesday, May 10, 2011

Ini 10 Pasukan Elite Terhebat Sepanjang Masa!


Jakarta - Majalah Time mengeluarkan daftar 10 pasukan elite terhebat sepanjang masa. Navy Seals menduduki peringkat pertama, disusul pasukan dari zaman Persia kuno, The Immortal.

Inilah 10 pasukan elite tersebut seperti ditulis majalah Time, Jumat (6/9/2011).

1. Navy Seals
Pasukan khusus AS ini langsung melejit namanya setelah sukses menewaskan buruan nomor 1 AS, Osama bin Laden. Seal merupakan akronim sea, air, land. Artinya pasukan elit ini mampu berlaga di tiga matra darat, laut dan udara. Personel Seal dipilih dan diseleksi dari personel militer AS yang terbaik.


2. The Immortal
Ini pasukan elite era Kerajaan Persia kuno. Saat menggempur Yunani, Herodotus mengumpulkan 10.000 orang pilihan. Mereka tangguh, mampu bergerak cepat dan dapat bekerja sama dengan baik. Seluruh personelnya dipersenjatai dengan pedang dan panah.


3. Brigade Gurkha
Brigade Gurkha terdiri seluruhnya dari warga Nepal yang mengabdi untuk tentara Inggris. Pasukan ini berdiri sejak 1815. Keberanian pasukan Gurkha ini melegenda. Hampir dalam setiap pertempuran yang melibatkan Inggris, mereka diterjunkan. Termasuk dalam konfrontasi di Malaysia saat era Dwikora dulu. Pasukan ini mempunyai pisau khas, yang bernama Kukri.



4. The Knights Hospitaller
Para ksatria ini dikenal saat perang salib periode pertama. Mereka adalah biarawan yang sering menolong para peziarah Kristen yang hendak melayat ke Yerusalem. Keberanian dan kegigihan mereka selama perang salib membuat namanya melegenda.


5. Special Air Service (SAS)
Pasukan elit Inggris ini dibentuk di Libya tahun 1940, saat perang dunia ke-2 berkecamuk. SAS merupakan salah satu pasukan khusus terbaik di dunia di era modern ini. Banyak negara menjadikan SAS sebagai kiblat pasukan khususnya. Misi pembebasan sandera di Kedubes Iran di London tahun 1980, salah satu yang membuat nama SAS melambung.



6. Green Berets
Dibentuk tahun 1952, pasukan green berets merupakan pasukan terbaik AD AS. Ingat Rambo? Nah, Rambo diceritakan adalah salah satu anggota pasukan elit ini. Green berets bertempur mulai dari Vietnam, Afganistan hingga melawan pengedar narkoba di Amerika Selatan. Selain jago bertempur dan mengoperasikan aneka senjata, salah satu kemampuan green berets adalah melatih gerilyawan lokal untuk melawan pasukan lawan. 


7. The Varangian Guard
Mereka dianggap sebagai keturunan pelayar Viking. Kecakapan dalam pertempuran membuat mereka disegani di dunia Mediterania. Pada awal abad ke 11 Masehi, kaisar Bizantium Basil II yang berkuasa mengumpulkan pengawal pribadinya dari orang-orang ini. Varangians menempati peringkat elit tentara kekaisaran, mengenakan baju besi berat dan sering menghunus kapak besar.


8. The Hashishin
Kelompok ini berdiri di Iran sekitar abad ke-11 atau ke-12. Hashishin dikenal memiliki kemampuan yang tinggi untuk menculik atau membunuh lawan-lawan politik mereka. Karena itu kata 'assassin' atau pembunuh dalam bahasa Inggris, diambil dari nama kelompok Hashishin.


9. Israeli Special Forces
Awalnya berdiri tahun 1948, sebagai peleton khusus misi-misi pengintaian. Kini satuan ini berkembang sebagai salah satu pasukan komando terbaik di dunia. Membebaskan sandera di Bandara Entebbe, Uganda, tahun 1976 menjadi salah satu keberhasilan pasukan Yahudi ini. Pasukan ini pula yang mencegat konvoi Mavi Marvara yang hendak menembus blokade Israel atas Palestina, tahun lalu.

  
10. The Jaguar Warriors
Mereka berasal dari kebudayaan Aztec di Amerika Selatan. Sesuai namanya, pasukan ini mengenakan kulit jaguar sebagai pakaian perangnya. Senjata mereka adalah batu tajam yang bergerigi. Namun pasukan ini tidak mampu menahan pasukan invasi spanyol yang dilengkapi meriam dan senjata api.






detik

Wednesday, April 27, 2011

Pasukan Elit SAS Siap Amankan Pernikahan William


London - Pentingnya pernikahan Pangeran William dan calon istrinya Kate Middleton, membuat pihak keamanan memperketat keamanan di Inggris. Pasukan elit Inggris SAS turut dikerahkan untuk menjaga pernikahan akbar ini.

Termasuk dalam pasukan keamanan ini adalah tim anti teror dari SAS. Mereka siap mendobrak masuk gedung bila memang polisi membutuhkan mereka.


Pengerahan pasukan SAS ini sudah dilakukan selama sepekan ini. Sementara pada hari pernikahan 29 April mendatang, jumlahnya akan lebih banyak lagi.


Skuadron SAS yang siap di pangkalannya di Hereford, akan tetap siaga disertai helikopter Chinook bila bantuan disaat darurat memang diperlukan. 

"Pengamanan tetap dipegang kepolisian dan pihak keamanan lain, tapi SAS telah meningkatkan personel di ibukota (London)," terang pihak SAS seperti dikutip The Sun, Rabu (27/4/2011).


Proses pengamanan pernikahan Pangeran William sendiri akan melibatkan lima ribu personel keamanan dan ratusan prajurit militer. Namun menurut sumber, jumlah petugas yang menyamar juga cukup banyak.


Assisten Kepala Kepolisian Metropolitan London, Lynne Owens mengatakan, pihak-pihak yang berusaha untuk mengacaukan jalannya pernikahan akan berhadapan dengan pasukan keamanan yang bersenjatakan lengkap.


Pernyataan Owens ini dikeluarkan menyusul adanya rencana aksi protes dari kelompok warga Timur Tengah di Inggris, tepat dihari pernikahan William. Kepolisian Metro sudah menolak izin protes dari kelompok Muslim Against Crusades (MAC) dan English Defence League (EDL).  

Keduanya bersumpah akan membuat kekacauan di hari pernikahan Pangeran William dan Kate Middleton.






Okezone

Tuesday, April 12, 2011

Komando Pasukan Katak (Kopaska)


Komando Pasukan Katak atau lebih dikenal dengan sebutan Kopaska didirikan 31 Maret 1962 oleh Presiden Sukarno untuk mendukung kampanye militer di Irian Jaya.
Komando Pasukan Katak disingkat KOPASKA adalah pasukan khusus dari TNI Angkatan Laut. Semboyan dari korps ini adalah “Tan Hana Wighna Tan Sirna” yang berarti “tak ada rintangan yang tak dapat di atasi“. Korps ini secara resmi didirikan pada 31 Maret 1962 oleh Presiden Indonesia waktu itu Soekarno untuk membantunya dalam masalah Irian Jaya. Pasukan khusus ini sebenarnya sudah ada sejak 1954.


Bapak dari Kopaska adalah Kapten Pelaut Iskak dari sekolah pasukan katak angkatan laut di pangkalan angkatan laut Surabaya. Tugas utama dari pasukan ini adalah peledakan/demolisi bawah air termasuk sabotase/penyerangan rahasia kekapal lawan dan sabotase pangkalan musuh, penghancuran instalasi bawah air, pengintaian, mempersiapkan pantai pendaratan untuk operasi amfibi yang lebih besar serta antiteror di laut/maritime counter terorism . Jika tidak sedang ditugaskan dalam suatu operasi, tim tim Detasemen Paska dapat ditugaskan menjadi pengawal pribadi VIP seperti presiden dan wakil presiden Indonesia.



Armada RI Kawasan Barat sebagai salah satu Komando Utama (Kotama) TNI AL memiliki satu satuan khusus, Komando Pasukan Katak (Kopaska). Dalam pengabdiannya selama 41 tahun kepada Ibu Pertiwi, Kopaska telah menorehkan catatan sejarah yang cukup membanggakan bagi setiap insan prajurit matra laut.

Seiring dengan kemajuan zaman dan teknologi kemiliteran, Kopaska secara resmi yang dibentuk tanggal 31 Maret 1962, senantiasa berbenah diri agar tetap profesional dalam menjalankan tugas kepada negara dan bangsa.


Sebagai sebuah Satuan Khusus (Special Warfare) TNI AL, Kopaska secara kuantitatif tidak punya arti apa-apa. Ia bukan salah satu unsur dalam jajaran TNI-AL, tetapi cuma salah satu unit, bahkan lebih kecil dari unit-unit dalam jajaran TNI-AL secara keseluruhan. Tetapi secara kualitatif, Kopaska adalah Satuan Pemukul Strategis.

Parameter kualitatif Kopaska dibuktikan dengan Tri-Tugas yang dibebankan TNI kepada satuan kecil ini, di awal kelahirannya. Dalam operasi militer merebut Irian Barat dari tangan Belanda itu, Kopaska memperoleh tugas khusus. Pertama, melaksanakan Intai Pantai Biak (Combat Reconnaisance) dan pada hari-H, melaksanakan penghancuran halang rintang alam maupun buatan (Belanda) di pantai pendaratan. Kedua, melaksanakan serangan komando (Commando Raid), terhadap sasaran-sasaran di laut dan di pantai pendaratan, termasuk melaksanakan penculikan Laksamana Reeser, Panglima Tentara Belanda di Irian Barat. Ketiga, melaksanakan penghancuran Kapal Induk HMS Karel Doorman dengan serangan Torpedo Berjiwa (Human Torpedo).

Komando Pasukan Katak TNI-AL
  1. Latihan KOPASKA 2Satuan Pasukan Katak Armada Barat (Satpaska Armabar)
    1. Detasemen 1 Anti Teror
    2. Detasemen 2 Operasi Khusus
    3. Detasemen 3 SAR dan Combat Salvage
    4. Detasemen 4 Operasi Ranjau/Mine Clearance
    5. Detasemen 5 Penjinak bahan peledak/EOD (Expslosive Ordnance Disposal)
    6. Detasemen 6 Special Boat Unit
  2. Satuan Pasukan Katak Armada Timur (Satpaska Armatim)
    1. Detasemen 1 Anti Teror
    2. Detasemen 2 Operasi Khusus
    3. Detasemen 3 SAR dan Combat Salvage
    4. Detasemen 4 Operasi Ranjau/Mine Clearance
    5. Detasemen 5 Penjinak bahan peledak/EOD (Expslosive Ordnance Disposal)
    6. Detasemen 6 Special Boat Unit
Tugas “Manusia Katak”
  1. Latihan KOPASKA 3Tugas dalam Operasi Amphibi
      - Beach Recconaisance - Post Reconnaisance - Beach Clearing - Lead and put Beach shore navigation
  2. Operasi Khusus
      - Sabotase / Anti Sabotase - Clandestein - Salvage Combat - Mine Clearance Ops - Send and Pick up agent
  3. Operasi Tambahan
      - PAM VIP VVIP & Vital Obj - Underwater Survey - SAR - Factual Information Gathering
 
Tri Tugas
Tri Tugas ini sesungguhnya adalah sebuah "mission impossible", baik dari segi persiapan maupun pelaksanaannya. Banyak faktor yang tidak diperhitungkan atau yang belum sempat diperhitungkan bermunculan satu demi satu, khususnya mengenai SDM dam logistik tempur serta prosedure standard operasi dalam sebuah operasi amfibi yang melibatkan lebih 100 kapal perang dan belasan ribu pasukan ABRI. Sementara TNI-AL baru memiliki beberapa orang yang berkualifikasi Pasukan Katak lulusan Under Water Demolition Team UDT Us Navy Seals
Untunglah dibawah koordinasi Mayor Laut OP Koesno, Komandan Kapal Selam KRI Cakra, berhasil dibentuk satuan yang tadinya sebagai pasukan berani mati. Melalui tahapan pembentukan Instruction Group berbeda, yang pada gilirannya membentuk sebuah paukan elit baru yang diberi nama Komando Pasukan Katak Angkatan Laut Republik Indonesia. Kopaska, yang dalam realitas operasionalnya terdiri dari anggota-anggota TNI-AL dan Kopassus (RPKAD).

Memasuki tahun 2001, Kopaska sudah jauh berkembang. Bahkan berubah secara total, baik secara kuantitas maupun kualitas. Hal ini pada satu sisi menunjukkan persepsi dan apresiasi pimpinan TNI-AL yang semakin memahami hakikat keberadaan Kopaska, dibanding 20 tahun lalu. Pada sisi lain karena berbagai kecenderungan, perkembangan dan perubahan yang terjadi, yang menuntut antisipasi dinamis sesuai dengan karakter ancaman dan tantangan baru sebagai konsekuensi logis dari proses globalisasi. Karena itu sangat mengagumkan ketika dalam tempo yang relatif singkat (1968-2000) bagi sebuah pasukan khusus, Kopaska sudah menjadi bagian integral dari Sistem Senjata Armada Terpadu di dua Komando Armada Kawasan Barat dan Timur. 

Padahal tiap Angkatan hanya melahirkan beberapa "gelintir" anggota saja, karena proses "pencetakannya" yang memakan waktu relatif lama dan biayanya cukup mahal. Apalagi karena parameter mental (disiplin, hirarki, dan kehormatan militer) digunakan untuk mengukur lulus (qualified) tidaknya seorang calon anggota Kopaska, lebih kental ketimbang persoalan fisik semata-mata.





KOPASKA juga sudah mampu memenuhi tugas-tugas yang dibebankan kepada mereka sesuai dengan acuan-acuan yang sedang terus dikembangkan, baik untuk peperangan konvensional maupun inkonvensional. Anggota-anggotanya bahkan sudah mendapat kesempatan bergabung dalam satuan-satuan Indonesia di bawah PBB di beberapa negara.

Tetapi karena ekspektasi terhadap Kopaska juga semakin besar, sehingga Kopaska juga dituntut untuk tetap menjaga kualitas kemampuan sesuai dengan tantangan zaman. Apalagi karena berbagai kecenderungan, perkembangan dan perubahan yang terjadi relatif cepat, baik pada tataran bangsa maupun regional dan global, menuntut adanya profesionalisme seluruh jajaran TNI-AL pada umumnya dan khususnya sebagai anggota Pasukan Katak.

Mencermati kelahiran Kopaska sampai kini, maka tumbuh dan berkembangnya prajurit berkualifikasi Kopaska sesungguhnya tidak hanya di TNI-AL namun tumbuh dan berkembang juga di lingkungan kesatuan lainnya seperti di Kopassus. Kerja sama dalam latihan antara Kopaska dengan Kopassus sudah terjalin sejak lama. Bahkan sejak kelahiran Kopaska. Sebab sebagian besar anggota Kopaska dalam penugasan saat Trikora berasal dari anggota Kopassus (RPKAD saat itu).


Dalam perjalanan tugasnya sejak awal 2001, Kopaska juga melatih tiga kompi prajurit Kostrad yang berkualifikasi latihan khusus Intelijen Tempur Matra Laut dan Selam Dasar (self contained underwater breathing apparatus/SCUBA Diver) di Kopaska.

Hal ini pada satu sisi menunjukkan semakin bertambahnya kepercayaan yang diberikan kepada Kopaska. Pada sisi lain tentunya semakin tambah jumlah personal TNI-AD dengan berkualifikasi Intelijen Tempur Apsek Matra Laut dan Selam Dasar.




Gelombang I lulus 91 prajurit yang terdiri dari Tamtama, Bintara dan Perwira. Mereka menyelesaikan latihan khusus yang berlangsung terus menerus sepanjang Mei-Juni 2001. Penutupan latihan itu ditandai dengan demonstrasi terjun laut dengan dua buah pesawat Cassa TNI-AD dan TNI-AL. Mereka langsung mengadakan "Commando Raid" ke sasaran di pantai. Dua hari sebelumya (26 Juni), Panglima Kostrad Letjen TNI Ryamizard Ryacudu juga menyaksikan secara langsung latihan akhir satuan elit yang baru dibentuk di lingkungan Kostrad itu. Kompi lain yang merupakan Gelombang II menyelesaikan latihan khusus itu awal November 2001. Gelombang III mulai Maret 2002, yang seterusnya akan jadi program Kostrad.




Latihan Intelijen Tempur Matra Laut (Paska) memang penting bagi pasukan Kostrad, sebab pasukan ini adalah pasukan mobil dan pemukul strategis yang harus bisa digerakkan kemana saja, kapan saja dan dalam medan serta cuaca yang bagaimanapun.

Tan Hana Wigna Tan Sirna (Tidak ada rintangan yang tidak dapat diselesaikan)





www.pelita.or.id

Wednesday, March 2, 2011

Media: Pasukan Khusus Inggris Masuk Libya


Amerika Serikat berencana meminta bantuan pasukan khusus Inggris untuk menemukan dan mengamankan senjata kimia berbahaya di Libya. Negara yang tengah bergolak itu diduga memiliki senjata kimia hingga 10 ton. Senjata kimia itu terdiri dari gas mustard (belerang) dan sarin, yang diduga disimpan di tiga tempat.

Menurut harian The Telegraph, 2 Maret 2011, informasi itu disampaikan sumber militer AS, yang tidak ingin disebutkan namanya. Menurut sumber itu, pasukan khusus Inggris telah masuk secara rahasia ke Libya sejak sekitar 10 hari. Mereka di sana untuk mengamankan warga Inggris, yang menjadi pekerja tambang minyak di negeri itu.

Saat dimintai konfirmasi, militer Inggris hanya mengatakan, mereka belum menerima permintaan spesifik mengenai masalah ini dari militer AS. Namun, sumber dari militer mengatakan strategi dan rencana untuk melakukan pengamanan senjata kimia telah dirancang dan siap dilakukan.

Senjata kimia berupa gas mustard dan sarin pertama kali digunakan oleh tentara Jerman pada September 1917. Ini adalah senjata beracun paling mematikan selama Perang Dunia I. Racun ini berupa gas yang tidak berbau dan berasa, membutuhkan hingga sebelas jam sampai korban tewas. Gas mustard adalah gas yang digunakan di peledak daya ledak tinggi karena kekerasan sifatnya.

Saat ini, militer AS telah mendekat ke Libya bersiap untuk mengevakuasi warga negaranya. Menteri Pertahanan Robert Gates mengungkapkan bahwa militer AS mengerahkan dua kapal perang dan 1.200 tentara Marinir untuk mendekati wilayah Libya.

Tugas mereka adalah membantu misi kemanusiaan dan operasi pengungsian warga dari Libya, yang terancam perang saudara sejak dilanda gelombang demonstrasi anti rezim Muammar Khadafi. kedua kapal perang AS itu  telah diperkuat 800 tentara Marinir. Namun, mereka akan mendapat tambahan 400 prajurit, sehingga total personel berjumlah 1.200 orang.  Mereka baru masuk Libya bila situasi sudah parah dan perlu ada evakuasi darurat. 




• VIVAnews 

Tuesday, January 11, 2011

DANJEN KOPASSUS Terima Kunjungan Kehormatan Perwira Senior RPK ABDB Brunei


Danjen Kopassus Mayjen TNI Lodewijk F. Paulus, menyambut secara resmi kedatangan Perwira Senior Resimen Pasukan Khas (RPK) ABDB Brunei Darussalam, Kolonel Haji Harith , di Makopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Selasa (11/1).

Kedatangan Perwira Senior Pasukan Khas Brunei diawali dengan jajar kehormatan dan dilanjutkan ke ruang rapat Makopassus. Dalam kesempatan tersebut, Danjen Kopassus menyampaikan terima kasih atas kunjungan Perwira Senior Resimen Pasukan Khas Brunei Darusssalam yang merupakan kehormatan bagi pemerintah RI khususnya Kopassus serta berharap kerjasama antara kedua Angkatan Bersenjata yang selama ini telah terjalin dengan baik dapat lebih ditingkatkan di masa yang akan datang.

Sementara itu, Perwira Senior Pasukan Khas Brunei menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan serta kerjasama yang telah terjalin dengan baik selama ini, terutama dibidang peningkatan sumber daya manusia Angkatan Bersenjata Brunei melalui pendidikan dan berharap hubungan kerjasama tersebut dapat ditingkatkan di masa mendatang dalam rangka menjalin kerjasama dan persahabatan antar Angkatan Bersenjata kedua Negara.

Sebelum mengakhiri kunjungannya kedua penjabat saling tukar menukar cinderamata dan foto bersama.

Dalam kunjungan tersebut, Perwira Senior Pasukan Khas Brunei didampingi Athan Brunei Darussalam di Jakarta serta Staf dari Resimen Pasukan Khas. Sedangkan Danjen Kopassus didampingi Ir Kopassus, Dangrup 3/Kopassus, Dansat 81/Kopassus dan Para Asisten Danjen Kopassus.


(Pen Kopassus/Dispenad)

Thursday, December 30, 2010

Korut Bangun Pasukan Khusus

 
SEOUL -  Militer Korea Selatan mengatakan, dalam sebuah laporan militer, bahwa Korea Utara  telah mengerahkan pasukan khusus serta artileri berat dan tank mendekati perbatasan yang sedang dijaga ketat, Kamis (30/12).

Laporan tersebut, yang dikeluarkan Departemen Pertahanan setiap dua tahun sekali, menyebutkan Korut mengandalkan program nuklirnya untuk mengimbangi Korsel yang berteknologi tinggi.

Dokumen itu menambahkan Korut memiliki 200 ribu pasukan khusus, bertambah dari 180 ribu pada 2008. Pasukan-pasukan itu digunakan untuk infiltrasi dan mengganggu fasilitas sensitif.

Data mutakhir tentang militer Korut ini muncul di tengah ketegangan, menyusulk serangan Korut yang menewaskan empat orang di garis depan pada bulan lalu. (AP/OL-10) 

MI
Beware | Interesting

Friday, December 17, 2010

Jawaban TNI Soal Isu Kopassus di WikiLeaks


Bocoran WikiLeaks yang di rilis laman harian Australia, The Age, mengungkapkan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) menyarankan Washington memenuhi permintaan Indonesia untuk mencabut larangan  pelatihan bagi satuan militer elit Kopassus. Namun, AS juga mempersoalkan masalah pelanggaran HAM dan hambatan lain yang terkait dengan militer Indonesia.

Memo dari Kedutaaan Besar AS di Jakarta menyangkut isu Kopassus itu dirilis The Age pada Jumat 17 Desember 2010. Bocoran WikiLeaks itu juga dimuat oleh harian Sydney Morning Herald, yang satu grup dengan Age di kelompok Fairfax Media.

Pada memo Oktober 2007, Kedubes AS melaporkan kepada Washington bahwa Indonesia belum mengusut secara hukum pelanggaran hak asasi manusia [HAM] di masa lalu secara konsisten. Amerika perlu mengingatkan Indonesia mengenai konsekuensi yang muncul bila tidak bertindak atas akuntabilitas TNI. Indonesia, tampaknya tidak akan mengubah pendekatannya.

"Maka, Amerika perlu mendorong pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah-langkah alternatif untuk menunjukkan akuntabilitas," demikian kutipan memo yang diperoleh The Age dari WikiLeaks.

Memo lain dari Kedubes melaporkan bahwa sejumlah perwira tinggi Indonesia saat itu tetap mendapat promosi jabatan kendati mereka diduga terlibat dalam pelanggaran-pelanggaran di masa lalu.

"Dalam dua kasus, para perwira yang terkait dengan pelanggaran HAM telah dipromosikan ke posisi-posisi kunci," tulis suatu memo diplomatik AS.
"Kontak-kontak di Departemen Pertahanan Indonesia memberitahu kami promosi atas dua perwira itu ditunda dari jadwal biasa karena kegiatan mereka di masa lampau. Satu kasus lainnya mungkin akibat menjalin hubungan yang lebih dekat dengan China," demikian penggalan memo yang dikabarkan The Age.

Pada Mei 2008, Ketua Gabungan Kepala Staf Militer AS, Laksamana Mike Mullen, mendapat penjelasan dari diplomat AS bahwa hambatan kunci bagi perluasan kerjasama adalah masih sekitar kegagalan pemerintah Indonesia untuk mendesak akuntabilitas bagi pelanggaran HAM oleh pihak keamanan.

"Isu akuntabilitas itu menghentikan keterlibatan terencana [Amerika] dengan Pasukan Khusus Angkatan Darat [Kopassus] dan bisa terasa dalam kegiatan militer-militer lainnya," lanjut memo itu.

AS, menurut kutipan memo tersebut, pada dasarnya menyambut baik reformasi militer Indonesia. Namun reformasi itu bukan berarti sama dengan memenjarakan para jenderal di balik jeruji atas pelanggaran HAM.

Di akhir 2009, atau enam bulan sebelum AS mencabut larangan pelatihan dengan Kopassus, Asisten Menteri Pertahanan, Bill Burns, berkata kepada kalangan pejabat senior Indonesia bahwa pelibatan dengan Kopassus terus menjadi isu yang sulit dan kompleks, terutama di Washington, termasuk di Kongres, terkait dengan akuntabilitas atas aksi-aksi Kopassus di masa lalu.

Kedubes AS, dalam memo itu, berupaya untuk mempermudah proses bagi perwira militer Indonesia yang akan menjalani pelatihan di AS.

Pihak kedubes pun dikabarkan menolak laporan kelompok Human Rights Watch pada 2009 bahwa sejumlah tentara Kopassus telah melakukan pelanggaran HAM di Papua. Bagi Kedubes, laporan itu tidak berimbang dan belum dipastikan kebenarannya.

Pelanggaran HAM seperti yang dilaporkan itu dianggap belum masuk dalam kategori pelanggaran HAM berat. "Dalam insiden-insiden itu, personel Kopassus diduga memukul dan menendang sembilan warga Papua di dalam barak Kopassus. Sejumlah kasus melibatkan orang-orang Papua yang sedang mabuk atau terlibat dalam perilaku yang mengganggu di dekat barak Kopassus," tulis laporan itu.

Jawaban Kementerian Pertahanan
Juru Bicara Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal I Wayan Midhio, ketika dimintai konfirmasi menyatakan bahwa sejumlah memo yang mengomentari Indonesia itu wajar-wajar saja dikeluarkan. "Silakan saja mereka berkomentar, itu hak mereka," kata Midhio saat dihubungi VIVAnews, Jumat 17 Desember 2010.

Soal Indonesia belum mengusut secara hukum pelanggaran hak asasi manusia [HAM] di masa lalu secara konsisten, Midhio menegaskan hal tersebut tidak benar. "Semua pelaku dugaan pelanggaran hak asasi manusia sudah ditangani sesuai prosedur hukum yang berlaku," katanya. "Indonesia konsisten melakukan penegakan hak asasi manusia."

Sedangkan mengenai sejumlah perwira yang mendapatkan promosi, Midhio mengatakan, "Nama-nama sejumlah jenderal yang disebut Amerika terkait pelanggaran HAM sudah ditangani sesuai aturan."
Dia menambahkan, "Jadi yang tidak terlibat, ya tidak dikenakan sanksi.  Dan pelanggaran pun bukan melanggar HAM, tapi abuse of power dan itu sudah ditangani sesuai hukum."

Penegakan HAM ini, kata Midhio, bahkan sudah meningkat sampai ke pencegahan. "Kurikulum HAM itu sekarang sudah masuk ke akademi atau sekolah-sekolah militer."

Sementara soal SBY meminta Amerika menghentikan pelarangan pelatihan Kopassus di Amerika, menurut Midhio, terlalu dibesar-besarkan. Presiden SBY, kata Midhio, tak mungkin mengorbankan politik luar negeri hanya karena masalah Kopassus. "Setahu saya, bukan begitu. Presiden SBY tetap ingin menggalang kerjasama yang bebas dengan negara lain. Masalah Kopassus itu hanya masalah kecil," katanya.

Dan terbukti, kata Midhio, Indonesia dan Amerika Serikat menggalang kemitraan strategis komprehensif yang menyangkut banyak bidang, bukan hanya militer. "Kalau mereka (Amerika Serikat), membesar-besarkan masalah Kopassus, itu urusan mereka," kata Midhio.

• VIVAnews