Clock By Blog Tips
Showing posts with label News - Afrika. Show all posts
Showing posts with label News - Afrika. Show all posts

Wednesday, March 28, 2012

Pesawat Tempur Sudan Gempur Sudan Selatan

Foto yang diambil pada 3 Maret 2012 menunjukkan kerusakan lingkungan yang diakibatkan serangan udara Sudan terhadap kilang minyak di El Nar di Unity State pada 29 Februari. Pesawat-pesawat tempur Sudan kembali menggempur wilayah Sudan Selatan pada Selasa (27/3/2012).

Khartoum -  Pesawat-pesawat tempur Sudan melancarkan serangan udara baru ke daerah-daerah kaya minyak Sudan Selatan, Selasa (27/3/2012), kata seorang pejabat Selatan.

Sebelumnya, Sudan membatalkan KTT 3 April antara Presiden Omar al-Bashir dan sejawatnya dari Sudan Selatan Salva Kiir di Juba setelah bentrokan di perbatasan, Senin (26/3/2012), walaupun para pejabat Selatan mengatakan undangan itu masih tetap berlaku.

"Setelah sehari serangan udara dan darat Senin, pagi ini kami mendengar pesawat Antonov kembali datang menjatuhkan dua bom," kata Gideon Gatpan, menteri informasi negara Kesatuan Sudan Selatan.

Ia memperkirakan serangan-serangan udara itu ditujukan pada ladang-ladang minyak tetapi tidak ada kerusakan apapun.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Sudan Al-Obeid Meruh mengatakan pemboman itu adalah tanggapan Khartoum terhadap satu serangan yang dilakukan Selatan dengan senjata-senjata berat pada satu ladang minyak "di dalam wilayah Sudan".

Akan tetapi Kiir mengatakan pesawat-pesawat pembom dan pasukan darat Khartoum menyerang terlebih dulu, Senin memasuki Negara Kesatuan Sudan Selatan sebelum pasukan Juba memukul mundur dan merebut daerah Heglig yang kaya minyak itu.

Militer Sudan mengatakan situasi kembali tenang Selasa dan pasukannya "menguasai sepenuhnya daerah Heglig".

Menlu AS Hillary Clinton mengatakan Khartoum memikul tanggung jawab atas bentrokan senjata di perbatasan "yang sangat menganggu" itu.

"Tanggung jawab besar dipikul Khartoum," kata Hillary kepada wartawan di Washington dan menyatakan pemboman itu dilakukan pemerintah Sudan."

Pernyataan dari Dewan Keamanan PBB menyerukan kedua pihak menghentikan aksi kekerasanmenahan diri dan tidak melakukan tindakan yang mengganggu keamanan di wilayah itu.

Para anggota dewan itu mengatakan mereka "sangat khawatir" akibat aksi kekerasan itu dan menegaskan "perlu segera mengirim bantuan kemanusiaan... untuk mencegah krisis di Kordofan Selatan dan Nil Hulu semakin serius".

Sekjen PBB Ban Ki-moon menyerukan kedua negara menghormati perjanjian-perjanjian yang ada mengenai keamanan perbatasan yang telah mereka capai, kata juru bicaranya Martin Nesirky.

Menteri Informasi Sudan Selatan Barnaba Marial Benjamin mengatakan negaranya tidak akan memulai kembali pertempuran dan tetap menginginkan diselenggarakan KTT pekan depan.

Tetapi Muhammed Atta, kepala badan intelijen Sudan mengemukakan kepada wartawan Selasa malam kondisinya tidak tepat. "Situasi sekarang tidak sehat untuk melakukan perundingan," katanya setelah bentrokan senjata Senin malam.

Badan PBB urusan pengungsi memperingatkan pemboman-pemboman oleh pesawat tempur Sudan Utara menyebabkan lebih dari 16.000 warga Sudan Selatan yang mengungsi berada dalam bahaya dan mendesak mereka yang melarikan diri dari pertempuran antara pemberontak dan pasukan pemerintah di Kordofan Selatan Sudan pindah. 
 
 
 
Sumber : Kompas
 

Tuesday, March 27, 2012

Junta militer Mali ajak Tuareg adakan pembicaraan

Peta negara Mali. (istimewa)

Bamako  - Pemimpin junta militer yang merebut kekuasaan di Mali, Senin (27/3), menyeru gerilyawan Tuareg --yang bergerak maju di bagian utara negeri itu-- agar menghentikan aksi mereka dan mengadakan pembicaraan.

Kapten Amadou Sanogo, pemimpin junta --yang menyebut dirinya Komite Nasional bagi Pemulihan Demokrasi dan Pemulihan Negara (CNRDRE), mengeluarkan seruan tersebut dalam pidato melalui televisi Senin malam.

"Kami sudah menyeru agar menghentikan permusuhan dan datang ke meja perundingan sesegera mungkin," kata pernyataan itu.

"Semua bisa dirundingkan kecuali kesatuan wilayah nasional dan persatuan negara kami," ia menambahkan, sebagaimana dikutip AFP --yang dipantau ANTARA News di Jakarta, Selasa pagi.

Pemimpin militer Sanogo sudah mengundang gerilyawan untuk mengadakan pembicaraan di dalam satu pernyataan pada akhir pekan lalu.

Ada kemarahan di kalangan tentara mengenai cara pemerintah menangani konflik sehingga mengakibatkan kudeta tersebut. Junta telah menyatakan kudetanya dipicu oleh kelemahan yang diduga dilakukan oleh pemerintah dalam menghadapi aksi perlawanan Tuareg.

Aksi perlawanan terakhir mereka diselesaikan pada 2009. Namun banyak petempur Tuareg pergi untuk mendukung pemimpin Libya yang terbunuh Muamar Gaddafi dan kembali ke wilayah tersebut dengan membawa senjata berat dan tertempa di medan laga setelah Gaddafi terbunuh tahun lalu.

Serangan mengejutkan mereka terhadap beberapa kota kecil di Mali utara telah mengalahkan militer yang tak memiliki persenjataan baik dan relatif lemah.

Pada hari yang sama, Amerika Serikat menyatakan Washington akan membekukan sebagian bantuan buat Mali, setelah kudeta pekan sebelumnya, yang diperkirakan berjumlah 60--70 juta dolar AS. Namun AS menyatakan akan terus memberi bantuan makanan dan kemanusiaan.

"Kami sekarang telah mengambil keputusan untuk membekukan bantuan kami buat pemerintah Mali, selama menunggu situasi mereda," kata wanita juru bicara Departemen Luar Negeri AS Victoria Nuland. "Kami ingin melihat pemerintah terpilih dipulihkan sesegera mungkin."

"(Namun) kami akan terus ... menyediakan bantuan pangan dan kemanusiaan buat mereka yang kehilangan tempat tinggal akibat konflik di Mali utara dan mereka yang terpengaruh oleh krisis pangan di wilayah tersebut. Tapi bantuan lain pemerintah-ke-pemerintah akan dihentikan," kata Nuland kepada wartawan dalam taklimat hariannya.

Lima hari setelah kudeta, negara Afrika Barat tersebut masih dilanda ketidaktenangan, sementara keberadaan Presiden Amadou Toumani Toure masih belum diketahui. Para pemimpin kudeta tak mendapat dukungan dari negara tetangga Mali dan negara lain di dunia, sementara rakyat negeri tersebut bingung dengan nasib negara mereka.


Sumber : Antara

Monday, January 9, 2012

Sudan Selatan, Pasar Baru Senjata AS


Sudan Selatan akan menjadi pasar baru senjata Amerika Serikat setelah Presiden Barack Obama menyetujui penjualan peralatan militer dan senjata ke negara baru berdiri itu.

Situs televisi al-Alam, Ahad (8/1) melaporkan, Gedung Putih mengumumkan bahwa Presiden Obama dalam sebuah instruksi kepada Menteri Luar Negeri Hillary Clinton, menyetujui penjualan senjata, peralatan tempur, dan pelayanan militer ke Sudan Selatan.

Obama mengeluarkan sebuah memorandum pada Jumat lalu, memberitahu Menlu dan Kongres bahwa ia telah menambahkan Sudan Selatan ke daftar negara-negara yang memenuhi syarat untuk membeli senjata dari AS.

Seorang pejabat AS mengatakan, Washington akan tetap memberi bantuan keamanan kepada Sudan Selatan, bantuan-bantuan yang dimulai sebelum mereka memperoleh kemerdekaan pada 9 Juli 2011.

Di pihak lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Victoria Nuland mengatakan, AS dan Sudan Selatan sedang mengkaji kerangka hubungan pertahanan masa depan, tapi hingga kini belum ada keputusan tentang hal itu. Ditambahkannya, "Sejak awal bahkan sebelum mereka merdeka, kami menyambut perundingan dengan para pejabat di wilayah itu terkait bagaimana menjamin keamanan perbatasan dan isu-isu pertahanan di masa mendatang."

"Pembicaraan sedang berlangsung. Saya tidak sadar bahwa kita telah sampai pada kesimpulan tentang apa yang mungkin mereka butuhkan dan apa yang mungkin bisa kita berikan", katanya. (IRIB Indonesia/RM)


Sumber :Irib-Radio Iran


Baca juga 

Friday, November 4, 2011

Serangan Udara AS Bunuh Lebih Dari 120 Orang Dalam 2 Hari


Setidaknya 127 orang telah tewas dalam serangan terpisah oleh pesawat tak berawak AS di Somalia dan wilayah kesukuan Pakistan dekat berbatasan dengan Afghanistan selama dua hari terakhir.

Pada hari Kamis, 41 orang tewas dan 33 lainnya terluka ketika militer AS melancarkan serangan dengan menggunakan pesawat tak berawak di pinggiran kota Hoomboy, yang terletak di wilayah selatan Somalia.

Sementara itu, sedikitnya tiga orang tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS non-sanksi-PBB di wilayah barat laut Pakistan di Waziristan Utara pada hari Kamis.

Para pejabat keamanan setempat mengatakan pesawat tak berawak menembakkan dua rudal dalam serangan itu.

Pada hari Rabu, AS kembali melancarkan serangan udara di desa-desa Qeydar dan Marodile, yang terletak di antara Guriceel dan kabupaten Balanbale di wilayah Somalia tengah dari Galguduud.

AS mengatakan serangan udara bertarget para militan. Namun, laporan telah menunjukkan bahwa sebagian besar dari mereka yang tewas dalam serangan udara tersebut adalah warga sipil.
 
 
 
Sumber : islamtimes

Monday, October 31, 2011

NATO Resmi Akhiri Misinya di Libya 31 Oktober


Berlin - Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) pada Jumat (28/10) memutuskan akan mengakhiri misinya di Libya pada 31 Oktober kendati penguasa baru negara itu meminta aliansi tersebut untuk melanjutkan patroli udara sampai akhir tahun ini. Pesawat-pesawat tempur NATO akan mengakhiri misinya pada Senin (31/10) setelah melancarkan lebih 26.000 serangan dan membom hampir 6.000 sasaran dalam operasi yang membantu pasukan pemberontak menggulingkan penguasa kawakan Moammar Khadafi.

"Operasi di Libya akan berakhir pada 31 Oktober 2011. Tugas militer kami kini sudah selesai," tulis Sekjen NATO Anders Fogh Rasmussen di Twitter setelah para dubes aliansi itu secara resmi sepakat mengakhiri misi tersebut.

NATO pekan lalu sudah mengambil keputusan pendahuluan untuk mengakhiri operasi pada 31 Oktober setelah mempertimbangkan bahwa penduduk sipil selamat dari serangan-serangan pasca kematian Khadafi dan kejatuhan Sirte.

Keputusan resmi Jumat diambil sehari setelah Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat memutuskan akan mengakhiri mandat yang memberi izin aksi militer di Libya mulai pukul 23.59 waktu Libya (04.59 WIB) pada 31 Oktober.

Menlu Inggris William Haque mengatakan, keputusan PBB menunjukkan bahwa negara itu telah memasuki "era baru" tapi pemimpin sementaranya, Mustafa Abdel Jalil pada Rabu memperingatkan bahwa pasukan loyalis Khadafi masih menjadi ancaman.

Resolusi itu, kata Haque pada Kamis merupakan "tonggak penting lain menuju masa depan demokratis dan aman bagi Libya."

Ketika ditanya mengenai peranan mendatang NATO di Libya, Rasmussen mengatakan, "Saya tidak memperkirakan peranan besar NATO di Libya pada masa pasca konflik."

"Jika diminta, kami bisa membantu pemerintah baru Libya dalam perubahan menuju demokrasi, misalnya dengan reformasi sektor pertahanan dan keamanan, namun saya tidak memperkirakan tugas baru di luar itu," tambahnya.

Dewan Keamanan PBB memutuskan membatalkan mandat NATO meski pemerintah sementara Libya meminta DK menunggu keputusan Tripoli apakah akan meminta bantuan NATO mengamankan perbatasannya.

Libya era Khadafi digempur pasukan internasional sesuai dengan mandat PBB yang disahkan pada 17 Maret.

Sebanyak 21 kapal NATO berpatroli aktif di Laut Tengah sebagai bagian dari penegakan embargo senjata terhadap Libya.

Aliansi 28 negara itu sejak 31 Maret juga memimpin serangan-serangan udara terhadap pasukan darat rejim Khadafi. Barat. 




Sumber : Analisa


Thursday, October 27, 2011

NTC Minta NATO Perpanjang Misinya di Libya Satu Bulan Lagi


Menteri Perminyakan dan Keuangan Kantor Eksekutif Dewan Transisi Nasoinal Libya (NTC), Ali al-Tarhuni, Rabu (27/10), menyatakan bahwa para pejabat baru Libya meminta perpanjangan misi pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Libya hingga satu bulan.


Fars News melaporkan, al-Tarhuni menyatakan, para pejabat Libya masih menginginkan kehadiran pasukan NATO di negara ini hingga satu bulan mendatang.

Di depan para wartawan di Benghazi, al-Tarhuni menegaskan, "Kami berharap NATO melanjutkan misinya di Libya sekurang-kurangnya hingga satu bulan mendatang."

Al-Tarhuni yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Tinggi Keamanan Libya, mengemukakan permintaan itu di saat beberapa hari lalu, NATO mengumumkan bahwa misi pasukan aliansi internasional itu di Libya berakhir pada tanggal 31 Okober setelah menjalankan misi selama tujuh bulan.

Laporan lainnya dari Libya menyebutkan, sumber-sumber di utara Niger mengkonfirmasikan bahwa Seif al-Islam, putra Gaddafi yang sedang menjadi buron Interpol, telah mendekati perbatasan Niger, namun belum melintasi perbatasan. (RIB/MZ/PH)
 

Sumber :Irib-Radio Iran



Baca Juga 

Friday, October 21, 2011

Akhir Perjalanan Hidup Khadafi


Dewan Transisi Nasional Libya (NTC) mengumumkan bahwa mantan pemimpin Libya, Moammar Khadafi, tewas tertembak di kampung halamannya, Sirte, Kamis 20 Oktober 2011. Dilaporkan, Khadafi tertembak di beberapa bagian tubuhnya.

Dilansir dari kantor berita Reuters, sebelumnya juru bicara NTC Abdel Majid Mlegta mengatakan Khadafi tertangkap dan ditembak di kedua kakinya pada Kamis dini hari. Kala itu, kata Mlegta, Khadafi yang berada dalam konvoi berusaha kabur ketika pesawat NATO menyerang.

"Dia juga tertembak di kepala. Iring-iringannya dihujani tembakan dan dia tewas," katanya.

Berita kematian Khadafi disambut gembira oleh warga Libya di Tripoli. Mereka meniup terompet dan menembakkan peluru ke udara. "Ini adalah kemenangan bagi rakyat Libya," kata Menteri Penerangan NTC, Mahmoud Shammam.

Belum ada konfirmasi independen mengenai klaim NTC. Sebelumnya, NTC juga pernah mengumumkan penangkapan dan kematian putra-putra Khadafi yang ternyata tidak benar.



Sumber : vibuletin

Wednesday, October 19, 2011

NATO Belum Siap Akhiri Misinya di Libya


Brussels - Juru bicara NATO mengatakan, Selasa (18/10), bahwa NATO belum siap untuk mengumumkan akhir misinya di Libya, meskipun pasukan pemberontak telah membuat kemajuan di kota Bani Walid dan Sirte, di mana pertempuran berlanjut di "area yang sangat terbatas," AlYoum melaporkan.

Juru bicara Carmen Romero mengatakan kepada wartawan di Brussels, "waktunya sudah mendekati akhir, tapi saya tidak bisa memastikan, bisa saja besok NATO mengambil keputusan untuk mengakhiri operasi" pada kesempatan pertemuan mingguan Duta Besar negara-negara anggota NATO. "Ini terlalu dini untuk menentukan akhir misi, karena masih ada ancaman terhadap penduduk sipil."

Kolonel Roland Lavoie, juru bicara Operasi Unified Protector di Naples, mengatakan bahwa ancaman telah meningkat dalam beberapa hari terakhir.

"Meskipun pertempuran terisolasi di Sirte dan Bani Walid, mayoritas penduduk masih terancam oleh pejuang loyalis Qadzafi yang saat ini berjuang di medan pertempuran," tambah Lavoie.

Sementara itu, pesawat NATO terus melanjutkan penerbangan di atas Libya untuk mengintai dan memantau situasi dan serangan udara telah menurun secara dramatis dalam beberapa pekan terakhir dengan pertempuran terbatas antara pasukan pemberontak dan pasukan loyalis Qadzafi di pusat kota Sirte dan Bani Walid, yang membuat pemantauan udara sangat akurat.

Di Sirte, baku tembak dengan menggunakan senjata berat, artileri berat dan roket terus berlangsung pada Selasa, sementara masih di bawah kendali pasukan loyalis Qadzafi, menurut koresponden AFP.

Kolonel Lavoie mengatakan "pertempuran ini terbatas pada beberapa bangunan di daerah yang sangat terbatas," dan NATO tidak memiliki bukti bahwa pemberontak menargetkan warga sipil.

Pihak berwenang Libya yang baru mengumumkan, Senin (17/10) pembukaan kembali sebagian dari wilayah udara setelah mengadakan kesepakatan dengan NATO sejak PBB memberlakukan zona larangan terbang pada bulan Februari lalu. 




Sumber : PesatNews

Tuesday, October 11, 2011

Dewan Militer Mesir Mengecam Konflik Sektarian

Ketua Dewan Militer Mesir Hussein Tantawi

Kairo - Dewan Militer Mesir mengecam adanya konflik sektarian yang pecah di Mesir dan mengingatkan warga, akan bertindak dengan keras demi keamanan setelah adanya insiden tersebut.

Warga Kristen Koptik mengkritisi Dewan Militer Mesir yang bersikap keras terhadap para demonstran dan menuduhnya akan melakukan balasan.

"Kami ingin perlindungan dari masyarakat internasional," ujar seorang warga Kristen Mesir Walid Romani, seperti dikutip Associated Press, Selasa (11/10/2011).

Bentrokan yang terjadi pada Minggu pekan lalu menjadi sebuah konflik sektarian terparah sejak turunnya mantan Presiden Mesir Husni Mubarak, delapan bulan yang lalu. Sementara itu, pihak militer juga berjanji akan melakukan apa saja untuk menstabilkan kondisi negara dan menggunakan hukum untuk meredam kekerasan.

Warga Kristen juga mengatakan, militer telah gagal menghentikan aksi provokator yang menyusup ke dalam aksi damai tersebut, alhasil terciptalah kekerasan dan 26 orang tewas dalam insiden tersebut.

Kerusuhan di Mesir ini juga membuat Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama khawatir, karena insiden ini bisa saja terjadi saat pemilihan umum digelar di Mesir. Selain AS, Uni Eropa bahkan sudah mendesak Mesir agar melindungi kaum minoritas yakni warga Kristen yang menjadi korban bentrokan tersebut.



Sumber : Okezone

Friday, October 7, 2011

Dewan Militer Masih Ingin Tetap Berkuasa Di Mesir


Partai Kebebasan dan Keadilan Ikhwanul, yang didirikan oleh Ikhwanul Muslimin, memperingatkan Dewan Militer, segera meninggalkan kekuasaannya, sesudah konstitusi baru disetujui.

Dalam pernyataan pers pada hari Selasa, partai mengatakan bahwa Dewan Militer menyatakan bahwa konstitusi baru akan ditulis setelah menyerahkan kekuasaan kepada otoritas sipil, tapi kemudian pernyataan itu diralat, dan mengatakan akan tetap berkuasa sampai konstitusi selesai. Ini hanya menggambarkan Dewan Militer masih ingin tetap berkuasa di Mesir.

Dewan Militer Mesir dalam sebuah pernyataannya akan tetap menjadi "Administrator" dalam urusan negara, dan menjauhkan diri dari politik, dan tidak akan mempengaruhi proses politik di Mesir.

Kalangan muda dari Partai Keadilan dan Kebebasan meminta Presiden Partai Keadilan dan Kebebasan, Mohamed Morsy, menarik tanda tangan persetujuan terhadap pernyataan Dewan Militer yang dikeluarkan setelah pertemuan yang terakhir dengan kekuatan partai-partai politik. Sejauh ini tiga belas partai telah menandatangani pernyataan itu.


Sumber : Eramuslim

Tuesday, October 4, 2011

Pertempuran terus berlangsung di Sirte


Tripoli  - Sebanyak delapan pejuang Dewan Transisi Nasional (NTC) Libya  tewas dan 39  luka-luka di Sirte Senin, saat pertempuran berlangsung di kota kelahiran pemimpin yang ditumbangkan Muamar Gaddafi, kata sumber dekat para anggota garis depan NTC.

Pada Senin, satu regu infanteri NTC di Sirte dikepung oleh pasukan pro-Gaddafi yang menembakkan mortir dalam baku tembak dan mengakibatkan korban di pihak NTC, kata seorang fotografer Xinhua, yang saat ini berada di dekat Sirte dengan para pejuang NTC, mengutip sumber tersebut.

Beberapa anggota regu berhasil ditarik keluar, kata sumber itu kepada Xinhua.

Sementara itu, pesawat-pesawat pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang turut menggempur Gaddafi, terus melanjutkan misi serangan udara mereka Senin di atas Sirte, di mana pertempuran telah berlangsung selama berminggu-minggu.

Para petinggi NTC sebelumnya menegaskan bahwa salah satu putra Gaddafi, Muatassim sedang bersembunyi di Sirte.

NTC berusaha untuk memulai serangan terhadap kota Sirte dalam beberapa hari terakhir, tapi tetap kecewa atas perlawanan yang kuat oleh sisa-sisa kekuatan Gaddafi.

Mustassim, salah seorang putra Muamar Gaddafi, bersembunyi di sebuah rumah sakit di kota asal ayahnya, Sirte, kata seorang juru bicara pemerintah sementara Libya NTC di satu saluran televisi, Senin. (H-AK)




Sumber : ANTARA News


Monday, October 3, 2011

Penguasa Militer Mesir Setuju Amandemen Undang Undang Pemilu

 
Kairo - Penguasa militer yang saat ini menjadi pemerintah sementara Mesir, Minggu (2/10) setuju untuk mengamandemen undang-undang pemilu yang kontroversial menyusul ancaman boikot pemilihan oleh puluhan partai politik.
 
Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata, yang menerima kekuasaan ketika presiden Hosni Mubarak terguling pada Februari, setuju untuk mengamandemen undang-undang baru itu guna memungkinkan partai-parrai politik mengajukan calon untuk sepertiga kursi yang sebelumnya dicadangkan bagi calon-calon independen.

Keputusan itu dibuat setelah pertemuan antara kepala staf militer Sami Enan dan anggota-anggota Koalisi Demokratik, yang mengumpulkan puluhan kelompok politik, termasuk Ikhwanul Muslimin yang berpengaruh dan partai liberal Wafd.

Mereka pada pertemuan itu -- dan puluhan kelompok lagi -- berkeberatan dengan Pasal 5, yang menetapkan bahwa duapertiga kursi akan berada dalam sistem daftar partai dan sisanya untuk independen.

Kamis mereka mengancam untuk memboikot pemilihan, kecuali pasal yang kontroversial itu dihapuskan, yang memancing masalah kredibilitas pemilihan pertama Mesir pasca-Mubarak.

Mereka juga meminta pengaktipan undang-undang yang akan melarang politisi korup mencalonkan diri untuk jabatan selama 10 tahun.(Ant/AFP)
 
 
 
 
Sumber : Analisa

Tuesday, September 20, 2011

Sudan Utara dan Selatan setuju buka 10 perlintasan perbatasan

Menteri Pertahanan Sudan Abdelrahim Mohamed Hussein bertukar nota perjanjian dengan rekannya dari Sudan Selatan John Kong Nyuon dengan disaksikan mantan Presiden Afrika Selatan Thabo Mbeko di Khartoum, Minggu (18/9). Sudan dan Sudan Selatan menandatangani perjanjian keamanan perbatasan pada hari Minggi, maju selangkah atas hubungan kedua negara yang selama ini tegang akibat kekejaman di wilayah perbatasan dan berbagi pendapatan minyak. (FOTO ANTARA/REUTERS/Mohamed Nureldin Abdallah/djo/11)

Khartoum  - Sudan Utara dan Selatan setuju, Ahad, untuk membuka 10 perlintasan di perbatasan bersama keduanya, yang telah ditutup selama berbulan-bulan, pada pertemuan tingkat tinggi pertama sejak selatan menyatakan kemerdekaan pada Juli lalu.

"Hari ini kami sepakat untuk membuka 10 perlintasan perbatasan, guna mempercepat gerakan orang dan komunikasi antara rakyat kedua negara," kata Menteri Pertahanan Sudan Abdelrahim Mohammed Hussein pada wartawan di Khartoum, ibu kota Sudan.

Timpalan Hussein dari Sudan Selatan, John Kong, melukiskan pertemuan itu, yang diperantarai oleh panel mediasi Uni Afrika yang dipimpin oleh mantan presiden Afrika Selatan Thabo Mbeki, sebagai "berhasil".

Baru pekan lalu, menteri informasi Sudan Selatan mengeluhkan bahwa blokade barang, yang diterapkan oleh Khartoum pada Mei, telah menimbulkan inflasi yang sulit dikendalikan, tantangan besar yang dihadapi negara yang masih muda itu, lapor AFP.

Kedua pihak setuju, Ahad, untuk bertemu bulan depan, setelah konsultasi oleh komite teknik bersama yang bertanggungjawab pada demarkasi perbatasan, guna memutuskan di mana menetapkan 10 tempat perlintasan itu.

Keamanan dan garis pemisah perbatasan Sudan yang sangat luas dengan tetangganya yang baru merdeka masih merupakan satu dari beberapa masalah penting yang belum terpecahkan sejak pembagian Sudan, khususnya mengingat tiga konflik yang meletus di wilayah perbatasan dalam beberapa bulan belakangan ini.

Pada Juli, 300 tentara Ethiopia yang disetujui PBB telah ditugaskan untuk memantau zona penyangga yang didemiliterisasikan sepanjang 10 kilometer pada masing-masing sisi perbatasan sepanjang 2.000 kilometer yang rapuh.

Pertempuran tanpa henti di negara bagian Kordofan Selatan dan Blue Nile di perbatasan Sudan, antara militer dan bekas pemberontak yang memiliki hubungan kuat dengan selatan, telah mendorong Khartoum untuk menuduh selatan memasok pemberontak itu dan menimbulkan kekacauan di utara.

Juba membantah dengan keras tuduhan itu, yang menteri pertahanan Sudan telah redakan, Ahad.

"Tidak ada tuduhan terhadap pemerintah Sudan Selatan dan tidak ada perbedaan antara kami mengenai Blue Nile dan Kordofan Selatan," kata Hussein. 



Sumber : ANTARA News 



Friday, September 16, 2011

Pemukim Yahudi Siap Perang Guna Gagalkan Negara Palestina

Sekalipun PBB memberi keanggotaan penuh kepada Palestina, pemukim Yahudi di Tepi Barat siap mencegah negara Palestina jadi kenyataan di lapangan. "Kita harus tetap berjaga dan tahu cara mempertahankan diri kita jika perlu," kata Shaul Goldstein, pemimpin Dewan regional bagi kelompok permukiman Gush Etzion di bagian selatan Tepi Barat Sungai Jordan

"Kita harus menuntut hak kita di tanah ini dan berhenti memikirkan berdirinya negara Palestina, sehingga kita dapat memusatkan perhatian pada cara hidup sebagai tetangga yang baik dengan orang Palestina," tambah Goldstein yang juga anggota partai Likud, pimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Palestina akan secara resmi mengajukan permintaan mereka bagi keanggotaan penuh PBB kepada Sekretaris Jenderal Ban Ki-moon pada 20 September, ketika para pemimpin dunia memulai pertemuan di New York dalam Sidang Ke-66 Majelis Umum PBB.

Media Israel telah melaporkan militer telah melatih tim keamanan pemukim Yahudi untuk menghadapi setiap gelombang kerusuhan Palestina yang mungkin mengikuti pengesahan PBB bagi upaya keanggotaan tersebut, termasuk dalam penggunaan gas air mata dan teknik mengendalikan massa.

Ketegangan meningkat awal September, setelah tentara Israel menghancurkan tiga rumah di permukiman terdepan Migron, dekat Ramallah. Beberapa jam kemudian, masjid di desa Qusra, di sebelah tenggara Nablus, dirusak ketika dua ban dibakar di tempat penyimpanan barang di lantai dasar, kata warga. Mereka menuduh pemukim Yahudi sebagai pelaku semua tindakan tersebut.

Coret-coretan dalam bahasa Yahudi di tembok luar masjid berisi penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW, Bintang Daud dan kata "Migron". Pemukim garis keras telah mensahkan apa yang mereka sebut kebijakan "price tag". Berdasarkan kebijakan itu, mereka menyerang orang Palestina dan harta mereka sebagai reaksi atas tindakan pemerintah Israel terhadap permukiman mereka.

Sejak peristiwa Qusra, dua masjid lagi dan satu universitas Palestina telah dicoret-coret dengan graffiti serupa dalam bahasa Yahudi, mobil telah dibakar dan pohon zaitun dirobohkan dalam serangan yang dikatakan pejabat keamanan Palestina dilakukan oleh pemukim.

Militer menyatakan "pelaku corat-coret" yang tak dikenal telah menyerang kendaraan militer di dekat satu pangkalan di Ramallah. Mereka mengiris ban dan menyemprotnya dengan tulisan "price tag".

Gula juga dimasukkan ke dalam tangki bahan bakar dua kendaraan berat yang digunakan dalam penghancuran Migron, sehingga mesin kendaraan tersebut rusak, kata militer.

Anggota parlemen dari partai Likud, Zeev Elkin, yang juga adalah warga kabupaten Gush Etzion, percaya pemukim "harus menekan pemerintah Israel agar mengirim pesan kepada orang Palestina bahwa mereka akan menderita banyak kerugian dalam permintaan keanggotaan PBB".

"Pemerintah Otonomi Palestina harus mengerti akan ada harga yang harus dibayar bagi permintaan ini, yang mengakhiri kesepakatan yang ditandatangani pada masa lalu," katanya.

Tuesday, September 13, 2011

NATO Lanjutkan Operasi di Libya


Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) memutuskan tetap melanjutkan operasi di Libya hingga keadaan memungkinkan. "Rezim Khadafy masih melakukan kekerasan kepada rakyat sipil. Makanya, kami siaga untuk melanjutkan operasi di Libya," tutur Sekretaris Jenderal NATO Anders Fogh Rasmussen menegaskan.

Rasmussen menampik kesan kalau keberadaan NATO di Libya lantaran Moammar Khadafy belum tertangkap. "Bukan lantaran alasan itu NATO tetap bertahan di Libya," ujarnya sebagaimana warta Xinhua dan Al-Jazeera pada Senin (12/9/2011).

Ketua Dewan Transisi Nasional Libya Mahmoud Jibril, kemarin, sempat mengatakan kalau pihaknya, dalam waktu seminggu hingga sepuluh hari ke depan, bakal menetapkan pemerintahan sementara di Tripoli. Sementara itu, sampai kini, belum ada informasi tentang posisi Moammar Khadafy.




Sumber : Kompas

Wednesday, August 24, 2011

Pasukan Khadafi Serang Pemberontak dengan rudal Scud

Pasukan pemberontak terus melancarkan serangan ke kubu pemerintah Libya di Tripoli

Benghazi - Pasukan yang setia kepada pemimpin Libya Muammar Khadafi menembakkan rudal Scud dari benteng rezim di Sirte, ke arah benteng pemberontak di Misrata, Selasa malam (23/8/2011).


Sumber pemberontak mengatakan, rudal Scud diluncurkan dari Sirte ke Misrata, dan ledakannnya terdengar keras hingga media center di Misrata. Demikian dikatakan dewan militer dalam sebuah pernyataannya. Hingga saat ini belum ada rincian dan laporan akibat serangan yang mengagetkan pasukan pemberontak itu.

Seperti dikutip dari AFP, pejabat NATO mengatakan, salah satu roket terarah telah menghantam kota Misrata dari Sirte, kota kelahiran Khadafi. "Rudal itu mendarat di daerah pesisir Misrata, kemungkinan di laut atau di pantai," kata juru bicara NATO, Oana Lungescu. "Kami belum mengetahui besarnya kerusakan atau korban," imbuhnya.

Pada 15 Agustus 2011 lalu Amerika Serikat dan NATO mengatakan bahwa pasukan Khadafi memang telah menggunakan Scud untuk pertama kalinya, sejak NATO mulai memerangi rezim berkuasa itu pada 19 Maret 2011 silam. Saat itu pasukan Khadafi menembakkan satu rudal Scud dari arah timur Sirte menuju Brega. Namun tidak menyebabkan kehancuran berarti.

Berdasarkan informasi yang ada, diperkirakan Libya memiliki 240 rudal balistik di gudang senjatanya, dan salah satunya Scud B yang memiliki jangkauan sekitar 300 kilometer (180 mil).




Sumber : www.tribunnews.com

NATO Serang Kompleks Gaddafi di Tripoli


Jet-jet tempur NATO meluncurkan serangan udara yang menargetkan kompleks pemimpin Libya Muammar Gaddafi di Tripoli, di tengah upaya pejuang revolusioner untuk mengamankan Bab al-Aziziyah.


Sumber revolusioner mengatakan kepada televisi al-Arabiya bahwa pasukan NATO melancarkan serangan udara terhadap kompleks Gaddafi pada Selasa pagi (23/8).

Ledakan dan tembakan berat terdengar dari luar kompleks, di mana kekuatan revolusioner telah ditempatkan selama berjam-jam.

Koresponden Press TV di Tripoli melaporkan bahwa rumah sakit di kota itu sedang dibanjiri para korban, tetapi belum ada angka pasti untuk jumlah korban tewas dan terluka.

Pejuang revolusioner Libya menyapu jantung Tripoli pada Senin pagi dan menguasai sebagian besar kota tanpa menghadapi perlawanan yang signifikan dari kekuatan rezim.

Pasukan Gaddafi masih menguasai daerah kecil ibukota, termasuk jalan-jalan di sekitar Hotel Rixos, di mana banyak wartawan Barat menginap.

Sementara itu, kepala Dewan Nasional Transisi Libya (NTC) telah mengumumkan bahwa era Gaddafi telah berakhir.

Sejauh ini, Mesir dan Kuwait telah mengakui NTC sebagai wakil sah rakyat Libya. Rusia dan Cina juga telah mengeluarkan pernyataan yang mengatakan mereka siap untuk menerima keputuasn rakyat Libya.

NTC telah mengumumkan bahwa Gaddafi akan diadili di pengadilan Libya jika dia menyerah. (IRIB/RM/PH)





Sumber :Irib-Radio Iran 

Tuesday, August 23, 2011

Tripoli Dikuasai Oposisi, Khadafi Terjunkan Sniper


TRIPOLI - Tank dan penembak jitu milik Pemerintah Libya tersebar di Ibu Kota Libya Tripoli, setelah pasukan oposisi Libya menerjang ke pusat pemerintahan Libya. Keberadaan Pemimpin Libya Moammar Khadafi pun masih belum diketahui.

Pemimpin Libya yang berusia 69 tahun ini sebelumnya mendesak warganya lewat sebuah rekaman suara agar berperang melawan para tikus yakni oposisi Libya.

Dirinya juga menegaskan akan bersama para pendukungnya hingga akhir nanti. Namun, Khadafi hingga kini Khadafi pun belum ditemukan.

"Khadafi tamat dan kita bebas," ujar seorang pasukan oposisi Libya Abdullah, seperti dikutip Reuters, Senin (22/8/2011).

Baku tembak antara pasukan Libya dan oposisi Libya terjadi di komplek perumahan milik Khadafi, Bab Al Aziziya. Khadafi juga masih sangat diwaspadai oleh para oposisi Libya.

Sebelum oposisi berhasil menerobos Kota Tripoli, sempat pula tersiar kabar akan penyakit Khadafi. Khadafi dikabarkan sakit dan dirinya pun mencoba untuk mengevakuasi para keluarganya agar keluar dari Libya.

Oposisi Libya sendirilah yang mengatakan, Khadafi tengah mencari tempat aman untuk berlindung bagi keluarganya karena Kota Tripoli sepenuhnya akan menjadi milik oposisi Libya.





Sumber : international.okezone.com

Babak baru Libya Pasca Tumbangnya Gaddafi


Tumbangnya rezim Gaddafi menandai sebuah babak baru bagi Libya. Barisan Pengawal diktator Libya itu menyerang, dua putra Gaddafi ditangkap, gedung radio dan televisi Libya dikuasai kubu revolusioner.

Lebih dari itu, kota Tripoli berhasil dikuasai kubu oposisi dan Gaddafi sendiri melarikan diri. Mohammad, putra sulung Gaddafi tinggal di rumahnya bersama ibu dan keluarganya. Ia mendapat perlindungan dari rakyat revolusioner meski antara pengawal dan sejumlah pasukan rakyat terjadi baku tembak.

Saif al-Islam yang disebut-sebut sebagai pengganti Gaddafi dan didakwa Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) terlibat dalam aksi kejahatan anti kemanusiaan dilaporkan telah ditangkap. Sejumlah berita juga menyebutkan ditangkapnya Saidi Gaddafi, putra sang diktator Libya lainnya. Sementara itu, Khamis Gaddafi tewas dalam serangan NATO di kota Zlitan dan sebelumnya Saif al-Arab juga tewas akibat serangan NATO tiga bulan lalu.

Mu'tasim Gaddafi yang berperan besar meredam kemarahan rakyat hingga kini belum diketahui keberadaannya. Adapun Hannibal Gaddafi yang baru-baru ini menimbulkan masalah antara Libya dan Swiss juga masih misterius.

Ketua Dewan Militer Gerakan Kebebasan Nasional Libya, Munir Mohammed al-Mabrouk menandaskan, Bab al-Azizia sepenuhnya telah dikosongkan dan dikepung oleh pasukan revolusioner. Al-Mabrouk mengatakan, dengan semakin dekatnya pasukan revolusioner ke Bab al-Azizia, istana sekaligus simbol kekuasaan Gaddafi, sang diktator Libya melarikan diri dan sepertinya kini tengah bersembunyi di sebuah rumah sakit. Al-Mabrouk menambahkan, rakyat revolusiner kini di Tripoli akan bergabung dengan pasukan pengawal kebebasan nasional. Di sisi lain, pasukan NATO juga menyerang Bab al-Azizia dan pasukan pengawal presiden dilaporkan melarikan diri.

Sementara itu, Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) hari ini mengucapkan selamat atas kemenangan kubu revolusioner Libya menggulingkan rezim diktator Gaddafi.

Di balik itu semua, tampaknya kepentingan asing begitu besar bermain dalam kemenangan itu. New York Times melaporkan, hingga Sabtu (20/8/2011), pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan sekutunya telah melancarkan 7.459 serangan tempur ke ribuan target di Libya, mulai dari target roket peluncur hingga ke markas militer besar.

Pertanyaan besar yang hinggap dibenak kita sekarang ini adalah, biaya perang yang begitu besar dikeluarkan NATO, siapa yang harus menebusnya? Bukankah cerita di Libya akan mirip tergulingnya diktator Irak, Saddam Hussein, "Dikuasai negaranya dan dikuras kekayaan alamnya."(IRIB) 




Sumber :Irib-Radio Iran 

Monday, August 22, 2011

Tripoli Jatuh, Warga Tumpah Ruah ke Jalan-Jalan

REUTERS/via REUTERS TV/w

Iring-iringan pasukan pemberontak merangsek masuk ke jantung Ibu Kota Tripoli, Senin (22/8) pagi, setelah pasukan pemerintah pimpinan Moamar Khadafi menyerah. Warga Ibu Kota pun tumpah ruah ke jalan-jalan untuk merayakan kemenangan.

Pasukan pemberontak berhasil menguasai sebagian besar kawasan Ibu Kota Tripoli kecuali distrik Bab Al-Aziziyah, tempat markas Khadafi dan pasukannya.

Pasukan pemberontak mengibarkan bendera-bendera oposisi dan menembakkan senjata ke udara sebagai tanda perayaan.

Lapangan Hijau yang selama ini menjadi simbol Tripoli kini dipadati warga. Oposisi pun mengubah nama lapangan itu menjadi Lapangan Pahlawan.

Baliho-baliho Khadafi di sekitar lapangan itu dirobohkan warga. Selama ini lapangan tersebut digunakan Khadafi untuk aksi dukungan rakyat kepadanya.

Jalan-jalan Ibu Kota pun berubah menjadi ajang pesta kemenangan rakyat.

Putra tertua Khadafi, Mohammed Al Khadafi, kini menjadi tahanan rumah, dan putra keduanya, Seif Al Islam, dilaporkan ditangkap.

Pasukan pengawal presiden juga dilaporkan telah meletakkan senjata. 




Sumber : Media Indonesia