Clock By Blog Tips
Showing posts with label Program Nuklir. Show all posts
Showing posts with label Program Nuklir. Show all posts

Tuesday, July 17, 2012

Clinton Isyaratkan Aksi Militer pada Nuklir Iran

Presiden Israel Shimon Peres (kanan) dan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton menghadiri konferensi pers bersama di Yerusalem (Getty Images/Lior Mizrahi)

Menlu AS Hillary Clinton mengatakan Washington akan menggunakan "semua elemen kekuatannya" untuk mencegah Iran memiliki bom nuklir. Karena itu, AS kini melakukan "konsultasi" dengan Israel untuk cara-cara yang akan ditempuh.

Selama berkunjung ke Israel, ia mendesak negara-negara yang terlibat konflik perlu mengedepankan perdamaian. Pada kesempatan ini ia tidak hanya menyinggung perdamaian Israel-Palestina, tetapi juga terkait perdamaian dunia yang kini terancam oleh nuklir Iran.

Clinton mengatakan Iran belum memutuskan untuk mengekang ambisi nuklirnya. Oleh sebab itu, Washington tidak akan berhenti untuk mencegah Iran mendapatkan bom nuklir.

"Kami akan menggunakan semua unsur kekuatan Amerika untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir," katanya dalam sambutannya yang menyiratkan ancaman aksi militer.

Clinton yang telah tiba di Israel pada Minggu malam lalu telah mengadakan pembicaraan dengan pejabat tinggi Israel termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Presiden Shimon Peres, Menteri Pertahanan Ehud Barak dan Menteri Luar Negeri Avigdor Lieberman.

Meskipun Israel telah memperingatkan nuklir Iran akan menimbulkan ancaman eksistensial bagi negara Yahudi dan telah menolak untuk mengesampingkan serangan militer terhadap fasilitas nuklirnya, Peres menyatakan keyakinannya seiring dengan sikap keras Washington terhadap Teheran.

"Saya pikir kami telah membangun koalisi dan langkah-langkah yang telah diambil mulai memiliki dampak. Kedatangan AS ke Israel adalah awal yang tepat," katanya kepada Clinton.



Sumber : JaringNews

 

Thursday, June 28, 2012

Putin dukung hak Iran gunakan tenaga nuklir secara damai

Presiden Rusia Vladimir Putin (REUTERS/Alexsey Druginyn/RIA Novosti/Pool)

Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan mendukung hak Iran menggunakan tenaga nuklir secara damai.

Saat berbicara dalam acara jaringan TV "Rusia 24" pada Selasa sore, Putin menekankan bahwa Moskow percaya Iran berhak menggunakan tenaga nuklir secara damai, dengan jaminan program nuklirnya tidak untuk membuat senjata nuklir.

Dia menambahkan, "Meskipun masalah Iran adalah tidak sederhana, saya percaya masalah ini harus diselesaikan melalui cara damai dan dialog serta melalui mengamati 'hak-hak' Iran".

Iran juga harus menawarkan jaminan kepada masyarakat dunia bahwa program nuklirnya tidak akan mengarah pada produksi senjata atom dan proliferasi senjata pemusnah massal, tambah Putin.

Presiden Putin dalam pertemuan terakhir dengan Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad di Beijing mengatakan, bahwa Moskow akan selalu mendukung hak Iran untuk menggunakan energi nuklirnya untuk kepentingan damai.

Dia telah mengatakan bahwa Iran dapat menggunakan energi nuklir hanya untuk tujuan damai, dan menambahkan bahwa Moskow benar-benar berkomitmen untuk non-proliferasi senjata nuklir, demikian seperti yang dilaporkan IRNA.


Sumber : Antara
 

Monday, April 9, 2012

Korut siapkan uji nuklir bawah tanah


Seoul - Korea Utara diduga menyiapkan uji nuklir di tengah meningkatnya ketegangan akibat rencana peluncuran roket jarak jauh Korea Utara, kata pejabat intelejen seperti dikutip kantor berita Korea Selatan, Yonhap.

Citra satelit menunjukkan negara komunis itu menggali terowongan baru bawah tanah pada sarana uji nuklir Punggye-ri di bagian timur lautnya, tempat dua uji nuklir pernah dilakukan pada 2006 dan 2009.

"Korea Utara melakukan persiapan rahasia untuk uji nuklir ketiganya di Punggye-ri, Provinsi Hamkyong Utara, di mana negara itu pernah melakukan dua uji coba nuklir pada waktu sebelumnya," kata pejabat yang tak ingin disebutkan namanya. 

Citra satelit komersil menggambarkan ada timbunan tanah dan pasir pada pintu masuk terowongan di instalasi Punggye-ri.

Tanah tersebut dipercaya diangkut ke instalasi untuk menutup terowongan sebelum melakukan uji peledakan nuklir.

Korut mengatakan akan meluncurkan roket jarak jauh Unha-3 antara 12-16 April untuk menerbangkan apa yang mereka katakan sebagai satelit ke orbit. Namun sejumlah negara besar di Asia Timur menduganya sebagai dalih untuk menyamarkan rudal balistik yang dilarang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.



Sumber : Antara

Monday, April 2, 2012

Israel Punya Ratusan Senjata Nuklir, PBB tak Berdaya?


Dengan memiliki lebih dari 300 hulu ledak nuklir serta menyimpannya di Palestina pendudukan, Israel pantas menyandang julukan gudang senjata pemusnah massal di kawasan. Apalagi Israel merupakan rezim ilegal di kawasan yang tidak tunduk pada Traktat Non Proliferasi Nuklir (NPT). Israel juga tidak mengizinkan tim investigasi Badan Energi Nuklir Internasional (IAEA) untuk meninjau instalasi nuklirnya.

Menurut Sekjen Liga Arab, Nabil el-Arabi, hal inilah yang mendorong negara kawasan dan dunia menuntut masyarakat internasional khususnya organisasi terkait seperti PBB dan IAEA untuk serius menindak Israel. 

Dalam pernyataan di KTT Liga Arab ke 23-di Baghdad, dia menilai organisasi internasional ini sepertinya tumpul akibat pelanggaran Barat yang mengintervensi serta menekan organisasi ini, khususnya terkait Israel.

Dukungan pemerintah Barat membuat Israel kian congkak dan berani memproduksi senjata pemusnah massal serta menimbunnya. Bahkan rezim ilegal ini tak segan-segan menggunakan bom uranium yang diperlemah saat menyerang Jalur Gaza.

Eskalasi ancaman dan polusi nuklir Israel kian membuat negara kawasan dan dunia khawatir. Kondisi ini diperkuat dengan semakin banyaknya tuntutan dunia untuk menangani secepatnya dampak mematikan program nuklir rezim Zionis Israel.



Sumber : Republika

Rusia: Nuklir Iran tanpa Aspek Militer

Deputi Menlu Rusia, Sergei Ryabkov

Rusia sangat yakin bahwa program nuklir Iran sama sekali tidak berunsur militer. Menurut Deputi Menlu Rusia, Sergei Ryabkov, pihaknya sangat yakin tak ada bukti kuat terdapat komponen militer dalam program Iran.

Pernyataan Ryabkov terlontar menyusul aksi AS, Israel, dan sekutunya yang terus menuding Iran punya tujuan militer dalam program nuklirnya.

Iran sendiri bersikukuh menolak tudingan itu dan menyatakan program nuklirnya punya tujuan damai.
Badan Energi Atom Internasional (IAEA) sndiri telah melakukan sejumlah inspeksi ke fasilitas nuklir Iran. Mereka pun tak pernah menemukan bukti bahwa program nuklir Iran bertujuan untuk memproduksi senjata nuklir.


Sumber : Republika

Thursday, February 23, 2012

IAEA Dilarang Masuk Fasilitas Militer Iran


Teheran - Badan pengawas nuklir PBB mengatakan Iran menghalangi tim pemeriksanya untuk mengunjungi sebuah fasilitas penting militer, BBC melaporkan, Rabu (22/2/2012).

Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) mengatakan sampai saat ini belum ada kesepakatan yang dicapai untuk memeriksa fasilitas militer Parchin di selatan Teheran meskipun ada "upaya intensif" untuk itu.

Tim pemeriksa berusaha mengklarifikasi "kemungkinan dimensi militer" dari program nuklir Iran. Selama ini Iran menyatakan program nuklirnya bersifat damai dan untuk keperluan sipil, namun Barat mencurigai negara itu mengarah pada pembuatan senjata nuklir.

IAEA mengatakan timnya kembali dari Iran tanpa mencapai kesepakatan setelah dua hari perundingan. Perundingan pertama pada Januari lalu juga gagal menghasilkan kesepakatan.

"Mengecewakan karena Iran tidak menerima permintaan kami untuk mengunjungi Parchin," kata Direktur Umum IAEA Yukiya Amano dalam pernyataannya.

Badan itu mencurigai Parchin menjadi tempat pengujian peledak terkait senjata nuklir dalam beberapa tahun terakhir.

Hingga saat ini Teheran belum memberi menanggapi pernyataan terbaru dari badan PBB yang bermarkas di Vienna, Austria itu.

Penolakan untuk memberi izin mengunjungi Parchin itu bukan hal mengejutkan karena hingga kini negosiasi antara Iran dn IAEA tidak mengalami kemajuan berarti.

Evaluasi tim IAEA dari kunjungan tersebut kemungkinan bakal membentuk laporan berikutnya soal program nuklir Iran. Laporan itu diperkirakan bakal rampung akhir Februari ini.

Namun pada November 2011, IAEA mengatkan bahwa informasi yang menyebut Iran melakukan sejumlah tes yang "relevan pada pengembangan peralatan peledak nuklir".

Hal ini mendorong Amerika Serikat dan Eropa memutuskan untuk memperketat sanksi terhadap Iran, termasuk melakukan tindakan menyasar industri minyak negara itu.

Ketegangan terus meningkat terkait spekulasi bahwa Israel akan melancarkan serangna militer terhadap fasilitas nuklir Iran.


Sumber : Kompas

Wednesday, February 22, 2012

Lindungi Nuklir, Iran Gelar Latihan Militer


Militer Iran menggelar latihan perang selama empat hari di wilayah selatan negara tersebut. Latihan ini mencakup upaya pertahanan serangan udara yang potensial dilakukan ke berbagai instalasi nuklir.

Seperti diberitakan The Telegraph, melansir kantor berita IRNA, latihan digelar mulai Senin waktu setempat mencakup radius 118 ribu km di selatan Iran. Latihan ini diberi nama "Sarollah" atau Balasan Tuhan.

Selama empat hari, militer akan melakukan manuver penyerangan rudal, artileri anti pesawat tempur, radar dan pesawat jet. "Latihan ini bertujuan untuk memperkuat koordinasi antara militer dan Garda Revolusi dalam melindungi fasilitas yang sensitif, terutama instalasi nuklir," tulis IRNA.

Latihan ini dilakukan setelah datang ancaman dari Israel yang merencanakan serangan udara terhadap fasilitas nuklir Iran. Rencana Israel ini ditentang oleh Amerika Serikat dan Menteri Luar Negeri Inggris yang lebih memilih menjatuhkan sanksi dan embargo.

Latihan ini juga digelar bertepatan dengan kedatangan lima delegasi dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA) ke Teheran. Dalam kunjungannya, IAEA akan mencari tahu, dan memastikan penggunaan nuklir Iran. Dalam pertemuan antara IAEA dan pemerintah Iran, diharapkan akan menghasilkan kesepakatan konkrit.



Sumber : Vivanews

John Baron: Aksi Militer Terhadap Iran Akan Menjadi Bencana


London - Sanksi yang diberlakukan Barat terhadap Iran dinilai telah gagal. John Baron, seorang anggota parlemen Inggris, mengatakan, kebijakan kontroversial itu telah gagal, karena Teheran tidak akan menghentikan program nuklirnya.

Rencananya, parlemen Inggris akan membahas program nuklir Iran pada Selasa (21/2). Selain itu, parlemen Inggris juga akan mengambil voting soal usulan sejumlah anggota parlemen untuk menghindari aksi militer terhadap Iran. Usulan tersebut telah diserahkan kepada parlemen oleh John Baron. Dia adalah anggota parlemen Inggris yang menentang opsi militer ke Iran.

Baron menandaskan bahwa opsi militer ke Iran harus berdasarkan pada bukti-bukti kuat. Laporan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) tentang program nuklir Iran menunjukkan tidak adanya bukti kuat yang menjelaskan aspek militer program nuklir Teheran.

''Kenyataan yang harus kita terima adalah sanksi-sanksi Barat anti-Iran telah gagal, karena kebijakan ini telah usang dan Teheran tidak akan menghentikan program nuklirnya,'' tutur Baron.

Menurut dia, langkah militer terhadap Iran akan menjadi bencana bagi kawasan. Ia menilai Opsi militer tidak akan pernah sukses, sebab teknologi tidak dapat dilenyapkan dengan aksi militer. Jika langkah ini diteruskan maka kita akan menghadapi bencana.


Sumber : Republika

Monday, January 30, 2012

AS: Iran Bisa Bikin Bom Atom Dalam Setahun


Washington - Pemerintah Amerika Serikat terus menuding Iran bermaksud mengembangkan senjata nuklir. Bahkan menurut Menteri Pertahanan (Menhan) AS Leon Panetta, Iran bisa mengembangkan bom nuklir dalam waktu satu tahun.

Ditegaskan Panetta, pemerintah AS tidak ingin Iran mengembangkan senjata nuklir. "Amerika Serikat -- presiden telah menjelaskan ini -- tidak menginginkan Iran mengembangkan senjata nuklir," kata Panetta dalam program "60 Minutes" di stasiun televisi CBS.

"Itu garis merah bagi kami. Dan itu jelas garis merah bagi Israel sehingga kami memiliki tujuan yang sama di sini," imbuh Panetta seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (30/1/2012).

Ditegaskan Panetta, jika Washington mendapat laporan intelijen bahwa Iran terus berupaya mengembangkan senjata nuklir, maka AS akan mengambil langkah-langkah apapun yang diperlukan untuk menghentikannya.

Ketika ditanya apakah langkah itu juga mencakup aksi militer, Panetta berujar: "Tak ada opsi yang dikesampingkan."

"Konsensusnya adalah jika mereka (Iran) memutuskan untuk melakukan itu, kemungkinan butuh waktu setahun bagi mereka untuk bisa memproduksi sebuah bom dan kemudian kemungkinan satu atau dua tahun lagi untuk menempatkan bom itu pada wahana yang akan membawanya," kata Panetta.

Pada November 2011 lalu, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengeluarkan laporan terbaru mengenai program nuklir Iran. Disebutkan bahwa informasi intelijen yang dikumpulkan dari sekitar 10 negara dan sumber-sumber badan pengawas nuklir PBB itu menunjukkan, Iran telah melakukan kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan perangkat nuklir.

Pemerintah Iran bersikeras bahwa program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai, yakni sebagai pembangkit energi bagi kepentingan rakyat sipil.


Sumber : Detik

Tuesday, January 17, 2012

Iran Tekankan Zona Bebas Senjata Nuklir Tim-Teng

Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Salehi

Teheran - Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Salehi mengatakan, negaranya membuat proposal untuk pembentukan zona bebas senjata nuklir di Timur Tengah.

Pada 2010 lalu, dilakukan sebuah pertemuan untuk meninjau Perjanjian Non-Poliferasi Nuklir (NPT), pada saat itu Perserikatan Bangsa-Bangsa juga didesak untuk mengadakan konferensi zona bebas senjata nuklir di Timur Tengah pada 2012 yang akan dihadiri oleh seluruh negara di kawasan itu.

Salehi mengatakan, Iran menjadi salah satu negara inisiator dari zona bebas senjata nuklir di Timur Tengah dan selalu menaati hukum internasional. Pada saat yang sama, Salehi langsung menuding Israel, sebagai satu-satunya negara di Timur Tengah yang memiliki senjata nuklir dan menjadi ancaman wilayah tersebut. Demikian seperti diberitakan MNA, Selasa (17/1/2012).

Menteri Luar Negeri Iran itu juga menekankan agar konferensi tersebut harus memusatkan isu kepada pemilikan senjata nuklir. Salehi menilai, Israel hingga saat ini tidak menunjukkan komitmennya terhadap Badan Atom Internasional (IAEA).

Meski mengalami banyak tudingan terkait kepemilikan senjata nuklir, Iran tetap mengatakan, nuklirnya digunakan untuk kebutuhan damai seperti halnya pembangkit listrik.

Iran juga sudah berulangkali dikunjungi oleh IAEA yang melakukan inspeksi terhadap fasilitas nuklirnya. Hingga saat ini, belum ada bukti kongkrit yang menunjukkan bahwa Negeri Persia itu menciptakan senjata pemusnah massal melalui program nuklirnya.


Sumber : Okezone

Friday, January 13, 2012

Jenderal Israel: 2012 akan Terjadi Hal-hal tak Wajar pada Iran

Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad bersama para ilmuwan nuklir negaranya

Teheran  - Iran kehilangan ilmuwan nuklirnya keempat kali. Bom yang dilemparkan pengendara motor ke dalam mobil yang ditumpangi sang ilmuwan Mostafa Ahmadi Roshan, 32 tahun, telah membunuhnya dan juga pengemudinya. 

Iran terang-terangan menuding Israel dengan badan intelijennya, Mossad berada dibalik peristiwa itu. Tuduhan itu beralasan.

Pasalnya sebelum insiden serangan bom terhadap ilmuwan nuklir , media Israel sempat menyoroti komentar Kepala Staf Israel, Letnan Jenderal Benny Gantz, yang mengatakan pada 2012 akan terjadi hal-hal yang tidak wajar pada Iran.

Melihat situasi itu, Sekretaris Dewan Keamanan Rusia, Nikolai Patrushev, memperingatkan setelah pembunuhan tersebut kemungkinan akan terjadi eskalasi militer terhadap Iran. “Israel mendorong Amerika ke arah itu dan bahaya nyata dari sebuah serangan militer AS terhadap Iran," katanya.



Sumber : Republika

Thursday, January 12, 2012

Korut Bakal Uji Coba Nuklir


Seoul – Korea Utara (Korut) diperkirakan akan melakukan uji coba tembak rudal jarak jauhnya tahun ini, untuk memperkuat otoritas dan meningkatkan pencitraan militer pemimpin baru mereka,Kim Jong-un.

Institute for Foreign Affairs and National Security (IFANS) dari Korea Selatan (Korsel) juga memperkirakan adanya kemungkinan besar serangan terbatas ke Korsel oleh komandan militer yang berkompetisi untuk mendemonstrasikan kesetiaan kepada Jong-un. “Korut bisa meningkatkan ketegangan dengan menguji tembak sebuah rudal dan menggelar uji coba nuklir ketiga, karena Jong-un harus mendemonstrasikan kepemimpinannya dan mengonsolidasikan kekuasaannya di rezim itu,” papar IFANS dalam laporannya yang dikutip Reuters kemarin.

Lembaga think tank Kementerian Luar Negeri Korut itu memperingatkan“petualangan militer” oleh Jong-un, dan memprediksikan uji coba itu bakal digelar pada semester kedua tahun ini atau awal 2013, sekitar digelarnya pemilu presiden Korsel. IFANS juga memaparkan, Jong-un tampaknya akan mengambil “tindakan berisiko” untuk memperkuat rezimnya dengan memperlihatkan pencapaiannya. “Secara khusus, Jong-un mungkin berusaha melakukan tes bom nuklir untuk memaksimalkan dampak internasional dan memamerkan pencapaiannya,” papar IFANS, dikutip AFP.

Laporan institut itu memaparkan, uji coba nuklir berikutnya bisa menggunakan material dari fasilitas pengayaan nuklir Korut, yang diungkapkan akhir 2010. Pyongyang menyebutkan program itu damai untuk menghasilkan listrik. Korut diduga memiliki cukup material dari program plutonium untuk menghasilkan puluhan senjata nuklir. Namun, mereka masih belum memiliki kemampuan teknis untuk mengecilkan dan memasang hulu ledak nuklir padapuncakrudal.Negaraterisolasi itu kali pertama menguji material nuklir pada 2006.

Selama bertahun-tahun,kekuatan regional telah berusaha menghentikan program senjata nuklir Pyongyang yang diklaim penting untuk menghadapi Amerika Serikat (AS) dan Korsel,yang tidak memiliki kesepakatan damai untuk mengakhiri perang Korea 1950–1953 secara formal. Analis memaparkan,Korut tampaknya tidak akan menyerahkan ambisi nuklirnya. Perundingan enam negara mengenai perlucutan nuklir Korut sudah terhenti sejak Desember 2008. AS dan mitra negosiasi lainnya memaparkan, Korut seharusnya menutup fasilitas pengayaan uranium sebelum negosiasi dimulai lagi.

Menurut IFANS,perundingan enam negara bisa dilanjutkan pada semester awal tahun ini, tapi diperkirakan kemajuan akan sulit dicapai. Hubunganantar-Koreamembeku sejak Seoul menuduh Pyongyang menorpedo sebuah kapal perang dan menewaskan 46 pelautnya pada Maret 2010. Korut membantah tuduhan itu, tapi malah menembaki sebuah pulau di perbatasan Korsel pada November 2010 dan menewaskanempatorang. Menurut laporan IFANS,serangan serupa bisa terjadi “kapan saja”.

Di bawah kepemimpinan baru, Korut terus meningkatkan kritik keras terhadap pemerintahan konservatif Korsel. Jong-un, yang diangkat sebagai “penerus hebat” setelah ayahnya, Kim Jong-il, meninggal bulan lalu telah memfokuskan diri untuk mempromosikan citra garis keras untuk memenangkan dukungan militer. Para analis menuturkan, Jong-un berusaha membuktikan bahwa dia akan meneruskan kebijakan songun ayahnya. Kebijakan itu memprioritaskan kesejahteraan militer di atas kepentingan warga sipil.

Sumber : SINDO

Tuesday, November 15, 2011

Jerman Tolak Intervensi Militer di Iran


Brussels - Pemerintah Rusia dan China dengan tegas menolak intervensi militer atas masalah nuklir Iran. Pemerintah Jerman pun memiliki sikap yang sama.

Pernyataan sikap pemerintah Jerman itu disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Jerman Guido Westerwelle setibanya di Brussels, Belgia.

"Kami tidak ambil bagian dalam pembicaraan mengenai intervensi militer," kata Westerwelle seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (14/11/2011).

"Kami yakin pembicaraan seperti itu kontra-produktif dan kami menolaknya," tandas pejabat tinggi Jerman itu yang berada di Brussels untuk mengikuti pertemuan para Menlu Uni Eropa.

Spekulasi serangan Israel ke Iran kian berhembus kencang setelah pekan lalu, Presiden Israel Shimon Peres mengatakan bahwa kemungkinan serangan Israel atas fasilitas nuklir Iran kini semakin mungkin. Terlebih setelah dirilisnya laporan Badan Tenaga Atom Internasional alias IAEA yang menyebutkan adanya bukti kredibel mengenai riset senjata nuklir yang tengah dilakukan Iran.

Negara-negara Barat selama ini mencurigai Iran diam-diam berupaya memproduksi senjata nuklir lewat program nuklir yang dijalankannya. Namun pemerintah Iran terus membantahnya. Ditegaskan Iran bahwa program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai, yakni sebagai pembangkit energi bagi kepentingan rakyat sipil.


Sumber : Detik

Friday, November 11, 2011

Rusia dan China Tolak Sanksi Iran


Moskow - Rusia dan China menolak sanksi baru terhadap Iran, meskipun laporan terbaru Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menuduh Teheran berupaya mengembangkan persenjataan nuklir.


Deputi Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Gennady Gatilov menegaskan bahwa sanksi tambahan akan dianggap komunitas internasional sebagai instrumen untuk perubahan rezim di Iran. “Pendekatan itu tidak dapat diterima oleh kami,dan Rusia tidak berminat untuk mempertimbangkan proposal semacam itu,” papar Gatilov pada kantor berita Interfax kemarin.

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Rusia mengeluarkan pernyataan yang menganggap laporan IAEA tidak mengandung informasi baru yang fundamental. IAEA menyatakan memiliki informasi yang mengindikasikan Iran melakukan berbagai tes yang relevan dengan pengembangan peralatan peledak nuklir. Laporan yang dipublikasikan di laman Institute for Science and International Security menjelaskan,riset yang dilakukan Iran termasuk beberapa model komputer yang hanya bisa digunakan untuk pengembangan pemicu bom nuklir.

Adapun Kemenlu China kemarin menyatakan sanksisanksi tidak dapat menjadi penyelesaian mendasar bagi program nuklir Iran. Beijing menyerukan dialog untuk mengatasi masalah yang terjadi. “Sanksi-sanksi tidak dapat secara mendasar menyelesaikan isu Iran. Dialog dan negosiasi merupakan jalan tepat bagi isu nuklir Iran,” ungkap juru bicara Kemenlu China Hong Lei pada AFP.“IAEA harus mengklarifikasi laporan itu dengan cara yang objektif melalui kerja sama kuat dengan Iran.

” Amerika Serikat (AS) mengusulkan tekanan tambahan terhadap Iran setelah kemunculan laporan IAEA. Sedangkan Prancis dan Inggris mendukung AS untuk menyerukan sanksi lebih keras. “Tugas mendesak sekarang ialah semua pihak meningkatkan upaya diplomatik dan mendorong dialog P5+1 dengan Iran,” kata Hong. P5+1 terdiri atas lima anggota tetap Dewan KeamananPerserikatanBangsa- Bangsa (DK PBB) plus Jerman. Pernyataan Hong tersebut menunjukkan beratnya upaya Barat mendapat dukungan China untuk menerapkan sanksi lebih keras terhadap Iran.Namun,Hong memang tidak secara langsung menegaskan “tidak” untuk sanksi baru DK PBB pada Teheran.

Iran sudah menerima empat paket sanksi melalui resolusi Dewan Keamanan PBB terkait program nuklirnya.Sanksi terbaru pada Juni 2010 berupa perluasan embargo persenjataan dan larangan Iran melakukan aktivitas sensitif seperti penambangan uranium. China dan Rusia memiliki sikap lebih lunak terhadap Iran. Dalam beberapa tahun terakhir,China dan Iran menjadi mitra ekonomi utama setelah penarikan sejumlah perusahaan Barat terkait sanksi terhadap Teheran. Pada Juli, Iran dan China menandatangani sejumlah kesepakatan senilai USD4 miliar untuk proyek-proyek infrastruktur di sektor perairan, pertambangan, energi, dan industri.

China saat ini membeli sekitar 20% minyak mentah Iran.Teheran merupakan penyuplai minyak mentah ketiga terbesar bagi China, yang mengirimkan 20,3 juta ton dalam sembilan bulan pertama tahun ini,naik hampir sepertiga dari periode yang sama tahun lalu. China berulang kali menolak proposal Barat untuk sanksi terhadap Iran karena dapat merusak hubungan energi dan ekonomi dengan Iran. Sebagai salah satu anggota tetap DK PBB,Beijing memiliki hak veto untuk semua resolusi. China juga menolak AS dan Uni Eropa (UE) yang menerapkan sanksi sepihak terhadap Iran.

Menurut Beijing,AS dan UE seharusnya tidak mengambil langkah melampaui resolusi PBB. Adapun Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memperingatkan AS dan Israel untuk tidak melancarkan aksi militer apa pun terhadap fasilitas nuklirnya, karena akan dibalas dengan “kepalan besi”. “Musuh-musuh kami, khususnya rezim Zionis (Israel), AS,dan aliansinya,harus tahu bahwa segala bentuk ancaman dan serangan atau bahkan pikiran untuk aksi militer apa pun akan direspons keras,” ucapnya.

“Garda Revolusi, angkatan bersenjata, dan bangsa kami akan menjawab semua serangan dengan tamparan keras dan kepalan besi,” ujar Khamenei, dikutip Reuters.Pernyataan tegas ini untuk menjawab ancaman Israel untuk menyerang fasilitas nuklir Iran. Sementara itu,pakar Soviet menolak tuduhan media AS bahwa dia menjadi otak di balik program nuklir Iran.Menurut media AS, dia yang membantu Teheran hingga batas membuat bom atom. Laporan IAEA menyatakan ada indikasi seorang pakar asing membantu Iran mengembangkan sistem detonasi bahan peledak tinggi.

Namun, IAEA tidak menyebut nama pakar tersebut. The Washington Postmenyebut nama pakar asing itu ialah Vyacheslav Danilenko dan menyatakan dia membantu Iran selama lima tahun terakhir. Surat kabar Rusia, Kommersant, melacak keberadaan Danilenko,76. Menurut Kommersant, Danilenko selama beberapa dekade bekerja di salah satu pusat riset persenjataan nuklir rahasia Rusia yang di era Uni Soviet disebut Chelyabinsk-70.“Saya bukan pakar nuklir dan saya bukan pendiri program nuklir Iran,” kata Danilenko pada Kommersant.

Dia menolak berkomentar lebih banyak. Kommersant menyatakan, Danilenko merupakan satu dari beberapa pakar terhebat dunia untuk bidang detonasi nanoberlian,menciptakan berlian ukuran nano dari ledakan konvensional untuk berbagai fungsi, mulai dari pelumas hingga medis.



Sumber : SINDO

Jika Diserang, Iran Akan Balas Dengan Kekuatan Penuh

Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei

Teheran - Iran bersumpah akan membalas setiap serangan atau ancaman aksi militer dengan kekuatan penuh guna menghancurkan musuh-musuh. Pernyataan itu disampaikan setelah pemerintah Israel menyerukan dunia untuk bertindak guna mencegah Iran memiliki senjata nuklir.

"Iran akan membalas dengan kekuatan penuh terhadap setiap agresi atau bahkan ancaman guna menghancurkan para agresor," kata pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei kepada para taruna di sekolah tinggi militer Teheran.

Menurut Khamenei, pesan tersebut ditujukan kepada musuh-musuh Iran, khususnya Amerika Serikat dan antek-anteknya serta rezim Zionis Israel.

"Iran bukan negara yang akan tinggal diam dan cuma mengamati ancaman dari negara-negara materialis rapuh yang sedang dimakan oleh cacing-cacing dari dalam," kata Khamenei seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (11/11/2011).

"Siapa pun yang punya pikiran menginvasi Republik Islam Iran atau bahkan jika pemikiran itu hanya melintas di otak -- harus siap menerima pukulan keras dan tinju baja militer, Garda Revolusioner dan Basij (milisi) atau dengan kata lain bangsa Iran," cetus Khamenei.

Peringatan keras itu disampaikan di tengah meningkatnya sepkulasi serangan Israel ke Iran guna menghancurkan program nuklirnya. Beberapa hari lalu, Presiden Israel Shimon Peres mengatakan, aksi militer Israel ke Iran saat ini semakin mungkin dilakukan.



Sumber : Detik

Friday, October 7, 2011

Utusan Nuklir Korsel Adakan Pembicaraan di AS



Seoul - Kepala utusan nuklir baru Korea Selatan (Korsel), Kamis (6/10) bertolak ke Amerika Serikat untuk mempersiapkan pertemuan puncak di sana pekan depan dan mengadakan pembicaraan mengenai masalah Korea Utara (Korut), kata kementerian luar negeri. Perjalanan itu terjadi hanya sehari setelah Lim Sung-Nam ditunjuk untuk tugas tersebut, menggantikan Wi Sung-Lac yang menjadi duta besar untuk Rusia.

Selama berada di Amerika sampai Sabtu, Lim dan para pejabat AS akan membahas upaya-upaya untuk menghidupkan kembali perundingan enam negara mengenai perlucutan senjata nuklir Korut yang macet, kata kementerian tersebut.

Pembicaraan bertujuan untuk mengkoordinasikan sikap bersama sebelum Presiden Lee Myung-Bak dan Barack Obama mengadakan pertemuan puncak di Washington pada 13 Oktober.

Korut meninggalkan forum enam pihak pada April 2009 dan menggelar uji senjata nuklir kedua sebulan kemudian.

Sekarang Korut kembali perundingan nuklir enam negara tanpa syarat.

Tetapi Amerika Serikat dan Korsel, mengatakan Korut pertama-tama harus menunjukkan pihaknya serius tentang proses itu, terutama dengan menutup program pengayaan uranium yang dapat dikonfigurasi ulang untuk membuat bom.

Bulan lalu, utusan nuklir Korut dan Korsel mengadakan pertemuan kedua dalam sebulan untuk mencoba meletakkan dasar bagi dimulainya kembali perundingan enam negara. Tidak ada kemajuan yang signifikan dilaporkan. (Ant/AFP)



Sumber : Analisa

Wednesday, September 28, 2011

AS dan Ukraina Tandatangani Kerja Sama Nuklir


New York -  Ukraina dan Amerika Serikat telah menandatangani perjanjian, Senin, untuk merumuskan keinginan para pemimpin mereka untuk bekerja sama dalam mencegah meluasnya teknologi nuklir dan mengamankan material nuklir yang lepas. Nota kesefahaman itu ditandatangani oleh Menlu Ukraina Konstatyn Gryschenko dan Menlu AS Hillary Clinton, yang bertemu di sela sidang Majelis Umum PBB di New York.

Deplu AS mengatakan perjanjian "menyusun keinginan bersama" kedua negara "untuk melaksanakan sepenuhnya komitmen" pemimpin mereka yang dilakukan tahun lalu itu guna "mencegah pengembangbiakan dan mengamankan material nuklir yang rentan".

Pada pertemuan puncak keamanan nuklir pada April 2010, Presiden Ukraina Victor Yanukovich mengumumkan keputusan Ukraina untuk membongkar semua stok uranium yang telah sangat diperkaya (HEU)-nya pada Maret 2012.

AS, di bawah Presiden Barack Obama, telah menawari Ukraina keuangan dan keahlian teknik untuk membantu negara itu membongkar HEU-nya dan memodernisasi fasilitas riset nuklir sipil Ukraina.

"AS akan membantu konversi fasilitas-fasilitas itu supaya beroperasi lebih aman, bahan bakar uranium yang sedikit diperkaya, dan akan membangun sebuah fasilitas sumber neutron di Ukraina," kata deplu dalam sebuah pernyataan.

"Selain kemampuan riset baru, fasilitas sumber neutron akan dapat memproduksi 50 lebih isotop medis yang berbeda untuk merawat kanker dan penyakit lainnya," katanya.

Itu akan memenuhi standar keselamatan tertinggi berdasarkan pada teknologi terakhir, kata deplu menambahkan.

"AS berkomitmen untuk memenuhi semua tonggak bersejarah yang telah disetujui bagi pembangunan fasilitas sumber neutron pada Maret 2012 dan memberikan fasilitas operasional sepenuhnya pada 2014," katanya.

Bantuan keuangan dan teknik AS itu akan berjumlah lebih dari 60 juta dolar AS, tambahnya.

Deplu AS menekankan kemajuan pada kedua front, dengan Ukraina membongkar "satu bagian substansial" HEU-nya dan AS membuat kemajuan substansial pada proyek fasilitas sumber neutron".

Mereka mengharapkan pencakulan pertamanya di Ukraina dalam beberapa bulan mendatang.

"Kerja sama dengan Ukraina mengenai masalah ini merupakan bagian penting dari prakarsa Presiden Barack Obama untuk mengamankan semua material nuklir yang rentan di seluruh dunia," kata deplu.



Sumber : pesatnews 


Tuesday, September 6, 2011

Nuklir AS Mengancam Perdamaian Internasional


Seorang pejabat Iran mengatakan penyebaran senjata nuklir AS di Eropa mengancam keamanan dan keselamatan negara tuan rumah dan membahayakan perdamaian internasional.

Penyebaran senjata nuklir AS di beberapa wilayah negara Eropa melanggar Konvensi Senjata Kimia (KSK), Wakil Tetap Iran kepada Dewan Eksekutif Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) Gharibabadi Kazem berkata.

Dia membuat pernyataan di "Konferensi Internasional Tahunan Dilema Nuklir ke 4: Sekarang dan Mendatang" di Den Haag.

Gharibabadi menyarankan negara-negara Barat untuk fokus pada ancaman nyata yang membahayakan perdamaian dan keamanan internasional, seperti senjata nuklir Israel, bukan menciptakan yang palsu.

"Hal ini mengejutkan bahwa di wilayah sensitif Timur Tengah, sementara Israel bukan anggota setiap perjanjian perlucutan senjata internasional atau pengawasan senjata dan memiliki gudang senjata pemusnah massal termasuk yang nuklir, dimana kebal terhadap setiap kritik," pejabat Iran mengatakan.

Israel, secara luas diyakini sebagai satu-satunya pemilik senjata nuklir di Timur Tengah dengan dideklarasikan memiliki lebih dari 200 hulu ledak nuklir, mengejar kebijakan "ambiguitas yang disengaja" pada program nuklirnya.

Tel Aviv telah menolak tuntutan global untuk bergabung dengan Perjanjian Non-Proliferasi (NPT) dan tidak membenarkan inspeksi oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk mengamati program nuklirnya yang kontroversial.

"Bagaimana bisa negara-negara yang mendukung perlucutan senjata dan non-proliferasi senjata nuklir menutup mata mereka terhadap ancaman yang jelas?" Gharibabadi menuduh.

Dia menekankan sifat damai kegiatan nuklir Iran dan mengatakan, "Tidak ada bukti adanya program untuk membangun senjata nuklir telah ditemukan di Iran."

AS dan sekutunya menuduh Iran mengembangkan program nuklir militer. Pada Juni 2009, Dewan Keamanan PBB memberlakukan babak keempat sanksi terhadap sektor keuangan dan militer Iran di bawah tekanan Barat.

Para pejabat Iran telah berulang kali membantah tuduhan, dengan alasan bahwa sebagai penandatangan NPT dan anggota IAEA, Tehran memiliki hak untuk menggunakan teknologi nuklir untuk tujuan damai.





Sumber : islamtimes.org



woww...

Wednesday, June 8, 2011

Laporan: Delapan Negara Miliki 20.500 Senjata Nuklir


Sebuah lembaga think-tank Swedia melaporkan lebih dari 20.500 senjata nuklir dimiliki oleh delapan negara, termasuk Israel, dengan 5.000 dari senjata nuklir tersebut semuanya siap untuk digunakan secara instan.

"Lebih dari 5.000 senjata nuklir telah ditempatkan dan siap digunakan, termasuk hampir 2.000 senjata nuklir yang disimpan dalam keadaan siaga tinggi," kata Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) dalam laporan tahunannya pada hari Selasa kemarin (7/6), AFP melaporkan.

SIPRI menambahkan bahwa rezim Israel, bersama dengan AS, Rusia, Inggris, Perancis, Cina, India, dan Pakistan menimbun lebih dari 20.500 hulu ledak nuklir pada akhir 2010. 

"Negara-negara pemilik senjata nuklir telah memodernisasi dan berinvestasi di perusahaan senjata nuklir mereka, sehingga tampaknya tidak mungkin akan ada perlucutan senjata nuklir yang nyata di masa mendatang," kata Deputi Direktur SIPRI Daniel Nord.

Nord menambahkan bahwa Washington berencana untuk berinvestasi sebesar 92 milyar dolar untuk memperluas arsenal nuklirnya dalam waktu 10 tahun mendatang.

SIPRI juga memperingatkan terhadap adanya perlombaan nuklir antara India dan Pakistan, mengatakan kedua negara tetangga yang saling bersaing ini terus memperluas kapasitas senjata nuklir mereka.

Selain itu, Nord menyatakan keprihatinan atas spekulasi kemungkinan serangan militer oleh AS atau Israel terhadap situs sipil nuklir Iran.
 
 
 
 
 
Eramuslim

Monday, May 30, 2011

Korsel Ungkap Daftar Ratusan Situs Rahasia Korut

Menteri Pertahanan Korsel - Kim Tae-young

Seoul - Korea Selatan telah mengidentifikasi sekitar 100 situs Korea Utara yang terkait dengan program nuklir negara komunis tersebut dan memiliki kapasitas untuk menyerang mereka jika perlu, Menteri Pertahanan Korea Selatan Kim Tae-young mengatakan pada hari Senin
.
"Ada sekitar 100 situs yang berkaitan dengan nuklir" program di Korea Utara, ujar Menteri Kim kepada parlemen pembuat undang-undang selama audit.

"Kami memiliki daftar lengkap dari situs tersebut," katanya, mengungkapkan keyakinan pasukannya bisa menyerang salah satu dari mereka "jika benar-benar jelas serangan Korea Utara akan segera terjadi."

Komentar itu muncul setelah Kim mengatakan pada sidang parlemen bulan lalu bahwa ia tahu situs di mana Utara dapat menyembunyikan persediaan senjata nuklir jika negara komunis itu memang mempunyainya.

"Kami mempunyai cukup informasi mengenai lokasi-lokasi di mana barang yang terkait dengan program nuklir disimpan dan cara penyampaian ditempatkan," kata mantan ketua Kepala Staf Gabungan itu pada hari Senin. Korea Utara telah melakukan dua tes atom yang diketahui dalam tiga tahun terakhir, satu pada bulan Oktober 2006 dan yang lain di Mei tahun ini.

Komunis Utara dan kapitalis Selatan tetap secara teknis berperang sejak konflik 1950-53 yang berakhir hanya dalam gencatan senjata dan bukan perjanjian damai.

Secara terpisah, kementerian pertahanan mengatakan bahwa Utara diperkirakan memiliki 13 jenis virus dan kuman yang dapat digunakan dalam senjata biologis, serta hingga 5.000 ton senjata kimia.

Dalam sebuah laporan ke parlemen, kata kementerian Utara memiliki salah satu timbunan senjata kimia dan biologi terbesar di dunia. Daftar penyakit yang dapat disebabkan oleh senjata biologis termasuk kolera, demam kuning, campak, tifus, demam tipus dan disentri, bunyi laporan tersebut.

Penegasan bahwa Utara memiliki senjata kimia dan biologi, selain nuklir dan persenjataan konvensional, bukanlah hal baru. Tapi laporan hari Senin memberikan rincian lebih lanjut mengenai dugaan gudang senjata biologis.

International Crisis Group mengatakan dalam sebuah laporan pada bulan Juni bahwa senjata kimia dapat dihantarkan oleh artileri atau rudal untuk menimbulkan korban sipil besar-besaran di Korea Selatan.

Sebuah think-tank Brusel mengatakan persediaan senjatanya meliputi antara 2,500-5,000 ton gas mustard, phosgene, agen darah, sarin dan agen saraf.

Jika terjadi perang, maka Korea Selatan memiliki 655,000 militer yang kuat, didukung oleh 28.500 tentara AS harus menghadapi 1,2 juta anggota angkatan bersenjata Korea Utara.

Sebelumnya, Korea Utara telah menerima sejumlah 2.7 trilliun won (US $ 2.29 milyar) dari Korea Selatan dan mitra internasionalnya sejak tahun 1994 sebagai imbalan atas janji-janji untuk potongan program nuklirnya, menurut seorang anggota parlemen pada hari Senin, Yonhap News melaporkan.

Untuk Perjanjian Kerangka Jenewa yang dicapai pada tahun 1994, Utara menerima $ 1.98 milyar dukungan dari Korea Selatan, AS, Jepang dan Uni Eropa, yang banyak digunakan dalam membangun reaktor air ringan, Kwon Young-se yang berkuasa Partai Nasional Grand berkata, mengutip sebuah laporan yang diajukan oleh kementerian luar negeri.

Di bawah perjanjian kerangka kerja itu, Pyongyang berjanji untuk membekukan kegiatan nuklirnya sebagai imbalan untuk satu set dua reaktor air ringan yang dibangun dan dibiayai oleh konsorsium internasional.

Para anggota parlemen juga menunjukkan bahwa anggota pembicaraan enam pihak menyampaikan sekitar 745.000 ton minyak berat, bernilai sekitar $ 310 juta, untuk denuklirisasi Korea Utara di bawah kesepakatan yang dicapai pada 13 Februari 2007 dan merupakan tindak lanjut kesepakatan yang dicapai pada bulan Oktober tahun itu. 
 
 
 
 
 
 
 
Suara Media