Clock By Blog Tips
Showing posts with label News - TNI. Show all posts
Showing posts with label News - TNI. Show all posts

Wednesday, August 1, 2012

Prajurit TNI Patroli Gabungan di Lebanon


Prajurit TNI yang tergabung dalam satuan tugas Batalyon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-F/UNIFIL, (Indobatt) melaksanakan Patroli Gabungan Bersama dengan Tentara Lebanon LAF (Lebanese Armed Force) dan Tentara FCR (Force Commander Reserve) dari Perancis, bertempat di Area Operasi Indobatt sekitar perbatasan (blue line) antara Lebanon dengan Israel, Minggu (29/7/2012). Patroli dilaksanakan dalam rangka menjaga dan memonitor situasi dan kondisi perdamaian yang sudah tercipta di Lebanon.
Kegiatan patroli yang dilaksanakan meliputi CRLO (Counter Rocket Launcher) yang dilaksanakan oleh tim dari Kompi Dragon bersama FCR disekitar Area Operasi Kompi Adshid al Qusayr, dengan Komandan Tim Lettu Inf Kukuh.

Reece Gabungan dilaksanakan oleh tim dari Kompi Cheetah dengan FCR di seluruh Area Operasi Indobatt, dengan Komandan Tim Lettu Mar Empri.

Untuk kegiatan Foot Patrol dilaksanakan oleh tim dari Kompi Alphard bersama LAF dan FCR, dengan Komandan Tim Letda Inf Irwan Tanjung. Patroli jalan kaki (foot patrol) dilaksanakan di sekitar perbatasan Lebanon-Israel (blue line), dengan start awal dari Markas Kompi Alphard UN Posn 9-63 berakhir di Pos Panorama Point.

Dari seluruh rangkaian kegiatan patroli gabungan bersama yang dilaksanakan selama satu hari, pelaksanaannya berjalan dengan lancar dan aman serta tidak ditemukan hal-hal yang menonjol yang terjadi di Area Operasi Indobatt.

Menurut Komandan Satgas Indobatt Letkol Inf Suharto Sudarsono yang hadir pada saat pelaksanaan debriefing usai pelaksanaan patroli mengatakan, bahwa Patroli Gabungan Bersama ini merupakan program UNIFIL dan Indobatt bekerjasama dengan militer Lebanon (LAF), dengan tujuan untuk mengontrol dan memonitor suasana perdamaian yang sudah tercipta selama ini.    Selain itu, dengan patroli bersama diharapkan dapat meningkatkan hubungan yang baik antar angkatan dalam melaksanakan tugas misi perdamaian di Lebanon.



Ranpur "Anoa" Diinspeksi Tim COE UNIFIL

Tim COE (Contingent Owned Equipment) mengadakan inspeksi dalam rangka Periodic Inspection yang dipimpin Mr Henry di Markas Indo FPC Sudirman Camp Naqoura Lebanon Selatan, Selasa (31/7/2012).

Komandan Satgas Indo FPC (Force Protection Company) XXVI D-2/UNIFIL, Mayor Inf Wimoko, didampingi seluruh staf Satgas menerima kedatangan Tim COE (Contingent Owned Equipment) dalam rangka Periodic Inspection yang dipimpin Mr Henry di Markas Indo FPC Sudirman Camp Naqoura Lebanon Selatan, Selasa (31/7/2012). Inspeksi berlangsung sejak pukul 09.00 dan berakhir pada pukul 15.00, oleh tim yang beranggotakan sepuluh orang Staf UNIFIL baik militer maupun sipil yang bertugas melaksanakan pemeriksaan kesiapan material dan perlengkapan yang dimiliki Satgas Indo FPC.

Menurut Mr Henry, sasaran pemeriksaan ini meliputi Major Equipment dan Self-Sustaiment yang bertujuan mengetahui kesiapan operasional Satgas yang tergabung dalam misi UNIFIL, khususnya Satgas Indo FPC yang berada di Lebanon Selatan, dan juga untuk memastikan perlengkapan yang dimiliki harus sesuai dengan MOU yang telah dibuat antara UNIFIL dan pemerintah Indonesia.

Pemeriksaan ini dikenal dengan nama Periodic Inspection, yang dilakukan setiap tiga bulan sekali. Pemeriksaan kali ini merupakan yang kedua kali dilaksanakan bagi Satgas Indo FPC XXVI D-2/UNIFIL selama menjalankan misi pedamaian di Lebanon Selatan.

Dalam kegiatan tersebut, Perwira Seksi Logistik Indo FPC XXVI D-2, Kapten Kav I Nyoman Artawan, yang bertanggung jawab terhadap kesiapan material Satgas mengatakan, pemeriksaan rutin setiap tiga bulan terhadap kondisi material Satgas dimaksudkan untuk mengetahui sedini mungkin kondisi materiil dan alat perlengkapan yang dimiliki Satgas. Dengan demikian, semuanya selalu dalam keadaan siap operasi dan sesuai dengan MOU yang telah dibuat.

Kendaraan tempur "Anoa", merupakan kendaraan tempur produksi PT PINDAD–Indonesia yang baru datang dari Indonesia, mendapat kesempatan pertama inspeksi dari tim COE UNIFIL. Inspeksi ini meliputi sistem komunikasi, persenjataan, alpal pendukungnya hingga kemampuan laju ranpur. Dari hasil inspeksi ranpur, Anoa dinyatakan memenuhi standar yang telah ditentukan UNIFIL. Keberadaan APC Anoa di UNIFIL menggantikan ranpur sejenisnya yaitu APC VAB NG buatan Perancis.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, Tim COE menyimpulkan bahwa secara keseluruhan Satgas Indo FPC XXVI D-2/UNIFIL memenuhi standar kesiapan material COE yang ditentukan oleh PBB. Namun demikian, kesiapan ini harus selalu dipelihara dalam kondisi apapun, baik saat inspeksi maupun tidak. Demikian pesan Komandan Satgas Indo FPC kepada seluruh personel yang terlibat dalam inspeksi Tim COE UNIFIL kali ini. 


Sumber : Kompas

Thursday, July 12, 2012

75 Prajurit TNI di Lebanon Dapat Penghargaan


Sebanyak 75 prajurit POM TNI Sector East Military Police Unit (SEMPU) Kontingen Garuda XXV-D/UNIFIL (United Nation Interim Force In Lebanon) mendapat penghargaan. Mereka menerima dua penghargaan sekaligus, yaitu SEMPU Insignia (penghargaan sebagai International Military Police di Sector East) dan PAZ Insignia (penghargaan perdamaian versi Spanyol).

Menurut siaran pers Pusat Penerangan TNI, Kamis (12/7/2012), penghargaan itu merupakan bentuk apresiasi dari Dansektor Timur UNIFIL kepada seluruh personel Satgas POM TNI Konga XXV-D/UNIFIL, terutama atas pengabdian sebagai pasukan perdamaian PBB selama enam bulan berturut-turut, sekaligus sebagai insan International Military Police (IMP) di wilayah operasional Sektor Timur UNIFIL, Lebanon Selatan.

Dalam sambutannya, Dansektor Timur UNIFIL Brigadir Jenderal Julio Herrero Isla menyampaikan ucapan terima kasih atas pengabdian prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas POM TNI. Mereka dianggap telah menunjukkan profesionalisme saat melakukan tugas penegakan hukum, disiplin, dan tata tertib terhadap seluruh militer PBB (United Nations) yang berada di Area of Responsibility (AOR) Sektor Timur UNIFIL.
"Dengan profesionalisme dan gencarnya operasi yang dilakukan setiap hari tanpa lelah, dapat mencegah dan menekan angka kecelakaan yang terjadi sehingga tidak menimbulkan kerugian personel maupun material," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Dansatgas POM TNI Sersan Mayor Parjo juga menyerahkan penghargaan (Letter of Apreciation) kepada Dansektor Timur UNIFIL yang selama ini sudah memberikan perhatian dan bimbingan terhadap seluruh prajurit Satgas POM TNI di Lebanon.

Dansektor Timur UNIFIL dianggap mampu menjadikan pasukan POM TNI mendapatkan apresiasi yang positif. Dengan nilai positif yang diraih selama ini, tentunya dapat meningkatkan citra Satgas POM TNI khususnya, serta Kontingen Garuda dan bangsa Indonesia pada umumnya.

Turut serta dalam penyematan penghargaan, antara lain Pasi Pers Mayor Cpm R Irawan Widianto, MBA, Msi; Pasi Info Kapten Pom I Gede Eka Santika; dan Komandan Kompi Markas Kapten Pom Made Oka Dharmayasa.


Sumber : Kompas

Thursday, June 28, 2012

LATMA TNI AU - USAF “COPE WEST 2012” Digelar


TNI Angkatan Udara kembali menggelar latihan bersama Angkatan Udara Amerikat serikat (USAF dengan nama sandi latihan “Cope West 2012”.   Latihan rutin antara Angkatan Udara kedua negara demokrasi besar ini dibuka secara resmi pada hari senin tanggal 25 Juni 2012 bertempat di gedung Terminal Selatan Lanud Halim Perdanakusuma oleh Komandan Wing I Lanud Halim Perdanakusuma Kolonel Pnb Ardhi Tjahjoko selaku Direktur Latihan didampingi Lt Col Rick Richard dari Yokota Air Force Base Jepang yang bertindak sebagai Cope West Detachment Commander.

Latihan bersama antara kedua negara yang sudah berlangsung dari tahun 90 an ini pada awalnya merupakan latihan antara skadron-skadron pesawat tempur kedua angkatan udara, namun dengan berjalannya waktu dikembangkan juga dalam bentuk latihan antara skadron angkut menggunakan pesawat C-130 seperti sekarang ini. 

Latihan ini saling menguntungkan kedua pihak karena selain menjalin keakraban, kerjasama dan menumbuhkan saling pengertian tentang budaya dan prosedur kedua pihak, juga akan memudahkan dan mempercepat koordinasi dalam operasi udara. Khususnya dalam latihan ini ditekankan pada kerjasama dalam cara penanggulangan bencana alam yang sering terjadi di wilayah Asia Pasifik dan khususnya Indonesia sebagai wilayah Khatulistiwa yang menjadi “Sabuk Gunung Api Dunia”, sangat mudah terkena bencana gempa, letusan gunung apai, tsunami, banjir dan ombak besar. Disamping itu saat ini seluruh negara-negara di dunia sudah sepakat untuk saling bekerjasama didalam penanganan bencana, baik karena akaibat alami

Komandan Detasemen USAF Lt Col Rick Richard yang memimpin pesawat C-130 dari Yokota Air Force Base di Jepang menegaskan, “I look forward to working side-by-side with our Indonesian counterparts throughout all aspects of our flying mission,”. Intinya menyebutkan bahwa latihan bersama ini membangun persahabatan dan kerjasama yang baik diantara kedua Angkatan Udara, untuk mempermudah pencapaian tujuan bersama khususnya dalam latihan ini operasi penanggulangan bencana.

Latihan bersama dilaksanakan bertempat di pangkalan Udara Halim Perdanakusuma sebagai markas latihan dan menggunakan area latihan TNI AU Gorda yang dahulunya merupakan landasan peninggalan AU Hindia Belanda dan saat ini dibawah pengawasan Detasemen TNI Angkatan Udara Gorda, Serang, Banten. Pihak USAF mengirimkan tiga pesawat C-130 Hercules dengan 40 personel, dan di sisi lain TNI AU juga mengirimkan pesawat C-130 Hercules dari Skadron Udara 31 Lanud halim Perdanakusuma dengan 80 personel dan melibatkan Paskhas TNI AU. 

Latihan bersama “ Cope West 2012” ini akan berlangsung mulai tanggal 25 - 29 juni 2012 dan, selama latihan akan dilaksanakan kegiatan dropping logistic, dropping personel, terbang malam, terjun statik, serta teknik pengepakan yang kuat untuk menjatuhkan logistik, free-fall serta diskusi kelas mengenai prosedur, taktik, tehnik dan hal-hal lain seputar penggunaan pesawat Hecules dalam berbagai scenario penanggulangan bencana.



Sumber : TNI-AU

Indonesia kirim tim pengamat ke Filipina


Indonesia mengirim 15 pengamat yang tergabung dalam International Monitoring Team (IMT) untuk memantau penerapan perjanjian damai antara Pemerintah Filipina dengan Moro Islamic Liberation Front (MILF) di Filipina Selatan.
Tim pengamat yang terdiri dari 10 personel militer dan lima dari kalangan sipil, dilepas oleh Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, di Jakarta, Rabu.
"Ini merupakan salah satu bentuk kontribusi Indonesia untuk ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial," kata Marty.
Menlu menjelaskan pengiriman tim pengamat tersebut merupakan wujud nyata komitmen Indonesia untuk terus memajukan dan memperkuat hubungan Indonesia dan Filipina.
"Kedua, partisipasi Indonesia dilandasi komitmen Indonesia untuk mendorong terciptanya situasi kawasan yang aman, stabil dan damai," kata Menlu.
Selain itu, partisipasi Indonesia dalam IMT adalah salah satu bentuk nyata untuk menyebarluaskan nilai-nilai dialog dan perdamaian di tingkat internasional.
Sementara itu, Wakil Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) Kolonel (Pnb) TNI-AU Anastasius Sumadi mengatakan tim harus bisa menjembatani untuk menghubungkan Pemerintah Filipina dan MILF.

"Tugas kita adalah pengamat untuk perdamaian. Jadi, kita amati masalahnya apa dan menjembatani," kata Anastasius.
Para anggota IMT menjalani pelatihan selama dua minggu di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI. 
Mereka akan diberangkatkan ke Filipina pada Sabtu 30 Juni 2012 untuk menjalani masa tugas selama setahun, bersama dengan wakil-wakil pengamat dari Malaysia, Brunei Darussalam, Jepang, Norwegia, serta negara Uni Eropa.
 
 
Sumber : Analisa

Monday, June 25, 2012

Dansektor Timur UNIFIL Resmikan Monumen Garuda SEMR


Komandan Sektor (Dansektor) Timur UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) Brigjen Julilo Herrero Isla didampingi Wadan Sektor Timur UNIFIL Kolonel Inf Marzuki Ali, Wadansatgas Indobatt Letkol Mar FJH. Pardosi dan Komandan Kompi Bravo Kapten Inf A.S Ritonga, meresmikan Monumen Garuda SEMR (Sector East Mobile Reserve) di Markas Kompi Bravo, UN Posn 7-3, Marjayoun, Lebanon Selatan, Kamis (21/6/2012).  Peresmian yang dihadiri oleh para Komandan Satgas Batalyon jajaran Sektor Timur UNIFIL ini, ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Dansektor.
Dalam sambutan singkatnya, Jenderal dari Spanyol ini menyampaikan rasa kagumnya, disela-sela waktu istirahat usai melaksanakan tugas personel Indobatt masih bisa berkarya dengan membuat sebuah Monumen Garuda kebanggaan bangsa Indonesia, ”ini benar-benar mengagumkan,” imbuhnya.

Karena rasa kagumnya, Dansektor Timur mengucapkan selamat dan menyampaikan rasa kagumnya kepada perancang monumen tersebut yaitu Serda Bahrun anggota Kompi Bravo, yang menurutnya mempunyai realitas desain yang bagus,” kapan saya bisa dibuatkan monumen seperti ini, ”  selorohnya, kepada sang perancang.

Hadir pada acara tersebut para Komandan Satgas jajaran Sektor Timur UNIFIL antara lain, Dansatgas Batalyon Kontingen Spanyol (Spanbatt), India (Indbatt), Nepal (Nepbatt), Malaysia (Malcoy), Wadansatgas SEMPU dan para perwira staf jajaran Sektor Timur UNIFIL lainnya.

Pada kesempatan lain usai acara peresmian, Wadan Satgas Konga XXIII-F/UNIFIL (Indobatt), Letkol FJH. Pardosi mewakili Komandan Satgas memberikan Jam Komandan kepada seluruh personel Kompi Bravo.

Dalam arahannya, Wadansatgas mengucapkan terimakasih dan rasa bangganya kepada anggota Kompi Bravo dan seluruh anggota jajaran Indobatt, atas pelaksanaan tugas yang telah dilaksanakan dengan baik dan tidak ada yang melakukan pelanggaran. Menurutnya, prestasi yang telah dicapai selama ini merupakan buah dedikasi  dan kerja keras seluruh anggota jajaran Indobatt untuk selalu memberikan karya yang terbaik demi kesuksesan misi perdamaian UNIFIL di Lebanon.

Authentikasi :
Perwira Penerangan Satgas Konga XXIII-F/UNIFIL, Lettu Inf Suwandi






Sumber : the-globalreview



Monday, June 11, 2012

TNI AD Latihan Bersama Militer AS

Pembukaan latihan bersama TNI AD RI bersama angkatan darat Amerika Serikat di lapangan Kostrad Singosari Malang, Jawa Timur, Senin (11/6/2012).

Untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan,  TNI Angkatan Darat (AD) melakukan latihan bersama dengan militer AD Amerika Serikan di wilayah Asia Fasifik (USARPAC) di lapangan kompleks Divisi Infateri 2 Kostrad, Singosari, Malang, Jawa Timur, Senin (11/6/2012).

Latihan bersama (Latma) tersebut diberi nama Garuda Shield 2012. Dalam acara pembukaan, Panglima Kostrad Letnan Jenderal TNI M Munir menyampaikan, Garuda Shield merupakan salah satu bentuk kerjasama militer antara TNI AD dan AD Amerika Serikat. "Latihan bersama ini adalah yang ke 6 kalinya sejak 2007 lalu. Pada tahun 2009 lalu juga pernah melibatkan tujuh negara. Dan latihan bersama ini, dimulai pada 11 Juni hingga 22 Juni mendatang," jelasnya.

Dengan latihan tersebut katanya, peserta latihan bisa mencapai kemampuan taktik atau teknik dan proses operasi sebagai pasukan multinational dalam proses pengambilan keputusan dengan tetap menjunjung tinggi hukum HAM dan humaniter. "Urgensi dari latihan ini, karena prajurit TNI AD sering dilibatkan dalam misi pasukan penjaga perdamaian sehingga perlu untuk mempererat hubungan kerja sama operasi perdamaian. Selain itu, juga mempererat hubungan kerjasama antara US Army Pasific dengan TNI AD," katanya.

Latihan bersama tersebut, kata Letnan Jenderal TNI M Munir, melibatkan 456 personel TNI AD dan 104 personel USARPAC. Adapun kegiatan yang akan dilakukan diantaranya, geladi posko (CPX) yang akan dilaksanakan di PLDC rindam Brawijaya dan geladi lapang (FTX) akan dilaksanakan di daerah latihan di Rindam V Brawijaya Sidodadi Lawang, Malang, serta Karya Bhakti (ENCAP) yang dilaksanakan di Purwosari, Pasuruan. 
 
 
Sumber : Kompas
 

Tuesday, June 5, 2012

Indonesia-AS gelar latihan militer gabungan

(USS Germantown (navyphotos.net))
Hari senin (4/6/2012), tiga kapal perang Amerika Serikat (AS) merapat di Perairan Situbondo, Jawa Timur. Angkatan Laut Amerika Serikat akan melakukan latihan militer bersama dengan Angkatan Laut Indonesia.

Tiga kapal perang AS antara lain USS Germantown, USS Van de Grift, dan USCGS Waesheberangkat dari pelabuhan Tanjung Perak Minggu pagi.

Ketiga kapal perang tengah melakukan konvoi (senin) dengan tiga kapal perang milik AL Indonesia, KRI Sultan iskandar Muda-367, KRI Silsas Ppare-384, KRI Banda Aceh-593 untuk memulai latihan militer bersama.

"Hari ini (senin), kami akan memulai latihan militer bersama dengan AL Indonesia," ungkap juru bicara kapal perang Germantow, Ensign Jason Tross

Kerja sama AL Indonesia dan AS, The Cooperation Afloat Readiness and Train (CARAT) rutin diadakan selama 18 tahun terakhir. Latihan militer ini rutin digelar unutk meningkatkan keterampilan dan kekompakakan operasional militer antar pasukan AL. Latihan ini akan berakhi pada 7 Juni mendatang.

CARAT tidak hanya diikuti oleh AL Indonesia dan AS, AL Bangladesh, Brunei, Kamboja, Indonesia Malaysia, Filipina, dan Thailand juga mengikuti latihan militer ini.


Sumber : Sindo

TNI Di Lebanon Berpratoli Dengan Tentara Prancis


Satgas Batalyon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-F/UNIFIL (Indobatt) melaksanakan patroli bersama Komandan Pasukan Cadangan atau "Force Commander Reserve" United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dari Prancis, di sekitar wilayah yang menjadi tanggungjawab Indobatt, Lebanon Selatan, Kamis (31/5).
 
Perwira Penerangan Satgas Konga XXIII-F/UNIFIL, Lettu Inf Suwandi, melalui pesan elektronik kepada ANTARA, di Jakarta, Jumat, mengatakan kegiatan patroli dengan sandi ADP 462 (Area Domination Patrol) ini merupakan rangkaian kegiatan latihan bersama personel Indobatt dengan tentara Perancis yang dilaksanakan selama tiga hari, dimulai dari tanggal 29 hingga 31 Mei 2012.

Dalam pelaksanaan patroli itu, kata dia, Indobatt menurunkan satu tim patroli dari Kompi Dragon berkekuatan sembilan personel dengan dua kendaraan tempur jenis Anoa dan sebagai Komandan Tim Lettu Inf IGK Pramitha. Sedangkan dari FCR mengerahkan satu tim patroli berkekuatan 12 personel dengan dua kendaraan tempur dipimpin oleh Letnan T Malinowsky.



Menurut dia, kegiatan patroli diawali dengan koordinasi singkat oleh komandan tim berkaitan dengan penentuan formasi patroli, rute yang akan dilewati serta tindakan taktis dan administrasi yang dilakukan apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Pelaksanaan patroli dimulai pukul 19.00 LT hingga pukul 23.00 LT dengan rute yang dilalui yaitu dari Adshid al Qusayr menuju Ett Taibeh. Setelah berhenti sejenak di chek point Ett Taibeh dilanjutkan menuju daerah Al Qantara, Ghandouriyah dan kembali ke Adshid al Qusayr. Pelaksanaan patroli pun berjalan lancar dan aman.

Ia mengatakan, dalam kegiatan latihan bersama ini, selain patroli ADP juga dilaksanakan kegiatan latihan lainnya yaitu, patroli BAP (Batalyon Area Patrol) yang dilaksanakan oleh Ki Cheetah dan Ki Alphard, gladi peta, display senjata dan kegiatan olahraga bersama. Seluruh rangkaian kegiatan latihan dibawah koordinasi langsung Kasiops Indobatt Kapten Inf Risa.

Dansatgas Indobatt Letkol Inf Suharto Sudarsono didampingi Wadansatgas Letkol Mar FJH Pardosi, berharap latihan bersama ini dapat dijadikan pengalaman bagi masing-masing personel untuk meningkatkan profesioanalismenya dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas misi perdamaian di Lebanon.



Sumber : Dephan

Thursday, May 31, 2012

Pilot Garuda Terima Anugerah Pangkat Tituler


Tiga pilot perusahaan penerbangan Garuda Indonesia (GI) menerima anugerah pangkat militer Tituler Letnan Kolonel (Lerkol) dari TNI Angkatan Udara. Tiga pilot yang akan diperbantukan sebagai pilot TNI AU itu, Vira Nugraha Parantha Soemakno, Doddy Darmawan, dan Hilman Nugraha.

    Siaran pers Dinas Penerangan TNI AU yang diauthentikasi Kasubdis Dokumentasi dan Produksi Dispenau, Kolonel ( Sus) Basuki Mindarwono yang diterima Suara Karya di Jakarta, Rabu (30/5), mengatakan penganugerahkan pangkat Tituler ini berdasarkan Keputusan Panglima TNI Nomor : Kep / 157 / III / 2012 tanggal 15 Maret 2012.

    Pertimbangan penganugerahan pangkat adalah, untuk tercapainya establishment crew VIP pesawat Boeing 747 400 Skadron Udara 17 Lanud Halim Perdanakusuma.

    Penyematan pangkat militer Tituler Letnan Kolonel telah dilakukan beberapa waktu lalu oleh Komandan Lanud Halim Perdanakusuma, Marsma TNI Asep Adang Supriyadi. Ikut hadir Asistena Personil Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsda TNI I.B Putu Dunia dan Asisten Operasi KSAU Marsda TNI R. Agus Munandar.

    Seperti diketahui, TNI AU pernah mendapatkan hibah beberapa pesawat Boeing 747-400 dari PT Garuda Indonesia. Untuk memperkuat kesiapan operasional pesawat, maka ketiga pilot Garuda diperbantukan di TNI AU, khususnya di Skadron Udara 17 Lanud Halim Perdanakusuma.

    Tidak hanya menjalin kerjasama dengan stakholder dari instansi pemerintah dan swasta, dikatakan Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara ( Kadispenau) Marsma TNI Azman Yunus, jajarannya terus berupaya menjalin harmonisasi dengan media massa.

    Silaturahmi yang dilakukan Dispenau dengan media massa melalui Press Tour dan Outbond 'Media Dirgantara 2012' di KotamaTNI AU Malang. Kegiatan itu sendiri diikuti oleh 30 wartawan dari berbagai media cetak dan elektronik.

    Press Tour dan Outbond rencananya berlangsung selama tiga hari, 30 Mei - 1 Juni 2012 bertempat di Lanud Abdutahman Saleh, Depo Har 30. Sedangkan Outbond akan dilaksanakan di Batalyon 464 Paskhas.



Sumber : Suara-Karya

Wednesday, May 30, 2012

TNI Rayakan Pengabdian 55 Tahun di Misi Perdamaian Dunia


Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., menghadiri Hari Pasukan Perdamaian Dunia atau Peacekeepers Day ke-64, di Auditorium PMPP TNI Sentul Bogor, Selasa (29/5/2012). Demikian rilis yang dikirim ke redaksi Tribunnews.com.

Peringatan tersebut merupakan hari yang didedikasikan kepada prajurit pasukan pemelihara perdamaian, yang diperingati setiap tanggal 29 Mei sejak tahun 2003, berdasarkan ketetapan dalam Resolusi Majelis Umum PBB No : A/RES/57/129 tahun 2002.  Istilah resmi dari peringatan ini adalah the International Day of United Nations Peacekeepers.

Peringatan Peacekeepers Day “55 Tahun Pengabdian TNI dalam Misi Pemeliharaan Perdamaian Dunia, bertujuan untuk menghormati para prajurit yang telah gugur dalam misi pemeliharaan perdamaian PBB dan untuk menghormati profesionalitas, dedikasi dan keberanian para prajurit yang terlibat dalam berbagai misi pemeliharaan perdamaian PBB di seluruh dunia.

Dalam sambutannya Panglima TNI mengatakan bahwa Peringatan Hari Perdamaian Internasional merupakan pertama kalinya diselenggarakan oleh TNI. Hal ini dilakukan sebagai penghormatan dan penghargaan bagi segenap veteran Peacekeepers serta bagi para Peacekeepers TNI yang sedang menjalankan tugas mulia di Kongo, Darfur, Sudan Selatan, Liberia, Lebanon, Suriah dan Haiti.  Dalam melaksanakan misi perdamaian dunia, TNI telah membuktikan perannya sebagai prajurit profesional yang patut di banggakan dengan berpegang prinsip ‘To Win The Hearts And Minds Of The People.’
         
Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa tekad yang kuat telah terpatri pada setiap dada prajurit TNI, bahwa misi yang diembannya di suatu negara yang sedang dilanda konflik adalah bukan untuk menciptakan peperangan, namun lebih pada upaya untuk menciptakan perdamaian abadi atas dasar nilai kemanusiaan serta rasa keadilan.


             Diakhir acara, Panglima TNI menyerahkan Dag Hammarskjold Medal kepada Bapak Darmojuri selaku orang tua almarhum Sertu Supriyatno yang telah gugur dalam misi PBB di Kongo.  Sementara itu, Komandan PMPP Brigjen TNI Imam Edy Mulyono, M.Sc menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba menulis artikel dan lomba fotografi yang telah diselenggarakan sebagai bagian dari Peringatan Hari Pasukan Perdamaian Dunia beberapa waktu lalu. Sebagai juara I penulis artikel : Mayor Chb Sandy Maulana Prakasa (Puspen TNI); juara II : Donny Sopian (Dosen Fakultas Ilmu Bahasa Universitas Andalas Medan); dan juara III : Reyhan Al Qadrie (Siswa SMA Harapan Mandiri Medan). Pemenang lomba fotografi  juara I : Pungkas Nataatmaja ; juara II : Murtanto  dan juara III : Hendro Prasto.

            Acara ini dihadiri oleh para Kepala Staf Angkatan dan pejabat tinggi TNI, Wakil Menteri Luar Negeri RI, Perwakilan PBB di Jakarta, beberapa Duta Besar dan Atase Pertahanan negara sahabat yang ada di Jakarta, serta mantan-mantan Peacekeepers TNI dan segenap mahasiswa Universitas Pertahanan.


Sumber : TribunNews

KRI Sultan Hasanudin-366 Singgah Di Colombo


KRI SHN-366 disambut dengan merplug prajurit  Angkatan Laut Sri Lanka. Sebelum merapat di dermaga, KRI SHN-366 disambut oleh dua kapal perang Angkatan Laut Sri Lanka yaitu Fast Atack Craft Dvora Class P-417 dan P-424. Dua kapal tersebut sempat menunjukkan kemahirannya dengan melakukan manuvra-manuvra taktis yang sangat menarik. 

Setelah berlayar mengarungi ganasnya Samudera Hindia selama tiga hari dari Belawan, KRI Sultan Hasanuddin (SHN) -366 dari jajaran Satuan Kapal Eskorta Komando Armada RI Kawasan Timur (Satkor Koarmatim) yang membawa Satgas Maritim TNI Konga XXVIII/D UNIFIL tiba di Colombo, Sri Lanka, belum lama ini, Rabu (23/5). KRI SHN-366 disambut dengan merplug prajurit  Angkatan Laut Sri Lanka. Sebelum merapat di dermaga, KRI SHN-366 disambut oleh dua kapal perang Angkatan Laut Sri Lanka yaitu Fast Atack Craft Dvora Class P-417 dan P-424. Dua kapal tersebut sempat menunjukkan kemahirannya dengan melakukan manuvra-manuvra taktis yang sangat menarik. 

Kedatangan KRI SHN-366 disambut  Staf Atase Pertahanan (Athan) Indonesia di Sri Lanka Mayor Inf Edward dan Commander of Colombo Naval Headquarters LCDR Paranavitana dan stafnya dengan berkunjung ke KRI SHN-366. Kunjungan kedua pejabat tersebut disambut dengan akrab oleh Komandan Satgas Maritim TNI Konga XXVIII/D Letkol Laut (P) Dato Rusman SN di Lounge Room Perwira dan dilanjutkan makan malam. 

Pada keesokan harinya, Komandan Satgas Maritim TNI Konga XXVIII/D melakukan courtesy call ke Commander of Western Fleet  Command Sri Lanka Navy Rear Admiral DS. Udawaththa di Colombo. Kedatangan Komandan Satgas disambut dengan hangat dan penuh keakraban di ruang kerja Panglima Armada Barat Angkatan Laut Srilanka ini, Selanjutnya acara diakhiri tukar menukar cindera mata dan foto bersama. Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Kedutaan Besar RI untuk Srilanka yang beralamat di 400/50 Sarana Road Colombo-7, Sri Lanka. 

Kedatangan Dan Satgas diterima oleh Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) Bpk. Abert Abdi dan staf dari Athan Mayor Inf Edward dan Bpk. Zulkifli. Pada kesempatan tersebut, Dan Satgas diajak berkeliling untuk melihat lebih dekat lingkungan Kedubes RI. Areal Kedubes RI kurang lebih 1,5 hektar ini nampak asri, ditanami pohon dan tanaman seperti di Indonesia, antara lain pohon nangka, pisang, rambutan, kelapa dan lain-lain. Disini juga mempunyai koleksi gamelan jawa dan lukisan-lukisan bernuansa pewayangan. Kunjungan diakhiri dengan penyerahan cindera mata dari Komandan Satgas kepada KUAI dan dilanjutkan makan siang bersama. 

Pada hari yang sama, KRI SHN-366 mendapat kunjungan dari personel Sri Lanka Navy. Prajurit Angkatan Laut Sri Lanka tersebut berjumlah 50 orang terdiri dari 5 perwira dan bintara serta tamtama, baik yang bertugas di kapal perang maupun bertugas di staf. Mereka berkeliling melihat dari dekat mengenai peralatan dan persenjataan KRI Sultan Hasanuddin-366 dengan didampingi perwira KRI SHN-366.

Setelah bersandar di Colombo selama 2 hari untuk melaksanakan bekal ulang logistik, pada hari Jum’at 25 Mei 2012 KRI Sultan Hasanuddin-366 bertolak menuju persinggahan berikutnya yaitu Salalah, Oman. Keberangkatan KRI Sultan Hasanuddin-366 dilepas oleh KUAI Bpk.Albert Abdi dan beberapa staf Kedubes dan Athan. Waktu yang ditempuh menuju Salalah kurang lebih 4 hari 6 jam dengan kecepatan rata-rata 17 knot. 


Sumber : TNI AL

Friday, May 25, 2012

Keberadaan Militer di Natuna Sudah mendesak



Panglima Daerah Militer I/Bukit Barisan Mayor Jenderal TNI Lodewijk Freidrich Paulus menegaskan bahwa keberadaan pasukan di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau sudah mendesak.

"Ini dilakukan demi menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari ancaman negara asing. Karena itu saya akan menambah jumlah pasukan di Natuna," katanya pada kunjungan kerja ke Natuna, 24-25 Mei, Jumat (25/5) di Ranai.

Selain tujuan tersebut, salah satu faktor jarak antara Natuna dan Batam terlalu jauh. "Jika ada di Natuna, fungsi kontrol dapat dilaksanakan secara baik dan pembinaan akan lebih optimal," jelasnya.

Saat ini, lanjutnya jumlah personil Batalyon Khusus yang terdiri dari dua kompi di Natuna secara bertahap akan dilakukan penambahan hingga berjumlah satu batalyon.

"Tentunya dilakukan secara bertahap," ujarnya sambil menekankan pentingnya dukungan dari bupati, Forum Kerja Perangkat Daerah (FKPD), tokoh masyarakat dan masyarakat sendiri.

Ia mengatakan dengan keberadaan kekuatan militer, salah satunya saling bekerja sama semua unsur termasuk TNI, ancaman kedaulatan dan keutuhan NKRI dari negara asing dapat ditanggal.

"Coba lihat Singapura yang hanya negara kecil, namun memiliki kekuatan militer dan selalu ditunjukkan. Itu menekankan bahwa Singapura adalah negara yang kuat," sebutnya.

Menurut dia pengalaman Bangsa Indonesia pada kasus Sempadan dan Ligitan juga Ambalat menjadi pelajaran sangat penting bagaimana NKRI dilecehkan.

"Sehingga kita perlu memperkuat kekuatan ini, tentunya tidak hanya TNI AD saja. Tetapi secara gabungan seluruh TNI," ucapnya yang sudah lima kali ke Natuna, kawasan perbatasan ini.

Jika sistem ini sudah tercipa dengan baik, lanjutnya apapun ancaman akan dapat ditangkal. "Tentunya kolaborasi dengan kepolisian dan pemerintah daerah," ujarnya.

Faktor lain, saat ini pemerintah melakukan peningkatan anggaran sebesar 34 persen untuk alat utama sistem senjata (alusista). "Peningkatan ini cukup besar," tambahnya.



Sumber : Republika

Baca Juga
Sebuah rahasia besar : TERMINATOR dari Uni Soviet. Seorang sejarawan Amerika Jeff Strasberg dalam bukunya mengemukakan bukti bahwa dalam periode 1936-1941 Uni Sovyet sedang mengerjakan proyek rahasia untuk membuat tentara super. Strasberg mengemukakan, percobaan tersebut melibatkan sekitar 300 relawan dari usia muda. Para prajurit relawan tersebut bukan "diisi" dengan bahan kimia atau dibius. Mereka menanamkan elktroda emas di otak mereka yang akan menghilangkan rasa sakit mereka. Rangka kaki mereka dilapisi dengan implan titanium berikut tungkai mereka yang berguna untuk melindungi jaringan lunak dari cedera tembak atau bahkan ranjau darat. Dalam hal ini, cedera tidak akan mengancam dan tidak akan menyebabkan hancurnya tulang kaki.

Sumber: http://altileri.blogspot.com/2012/05/ungkap-rahasia-tentara-terminator-rusia.html
Silahkan sahabat copy bila artikel ini dianggap bermanfaat. Saya harapkan toleransi sahabat untuk mencantumkan sumber, minimal teks biasa semisal: altileri.blogspot.com. Terimakasih
Sebuah rahasia besar : TERMINATOR dari Uni Soviet. Seorang sejarawan Amerika Jeff Strasberg dalam bukunya mengemukakan bukti bahwa dalam periode 1936-1941 Uni Sovyet sedang mengerjakan proyek rahasia untuk membuat tentara super. Strasberg mengemukakan, percobaan tersebut melibatkan sekitar 300 relawan dari usia muda. Para prajurit relawan tersebut bukan "diisi" dengan bahan kimia atau dibius. Mereka menanamkan elktroda emas di otak mereka yang akan menghilangkan rasa sakit mereka. Rangka kaki mereka dilapisi dengan implan titanium berikut tungkai mereka yang berguna untuk melindungi jaringan lunak dari cedera tembak atau bahkan ranjau darat. Dalam hal ini, cedera tidak akan mengancam dan tidak akan menyebabkan hancurnya tulang kaki.

Sumber: http://altileri.blogspot.com/2012/05/ungkap-rahasia-tentara-terminator-rusia.html
Silahkan sahabat copy bila artikel ini dianggap bermanfaat. Saya harapkan toleransi sahabat untuk mencantumkan sumber, minimal teks biasa semisal: altileri.blogspot.com. Terimakasih
Sebuah rahasia besar : TERMINATOR dari Uni Soviet. Seorang sejarawan Amerika Jeff Strasberg dalam bukunya mengemukakan bukti bahwa dalam periode 1936-1941 Uni Sovyet sedang mengerjakan proyek rahasia untuk membuat tentara super. Strasberg mengemukakan, percobaan tersebut melibatkan sekitar 300 relawan dari usia muda. Para prajurit relawan tersebut bukan "diisi" dengan bahan kimia atau dibius. Mereka menanamkan elktroda emas di otak mereka yang akan menghilangkan rasa sakit mereka. Rangka kaki mereka dilapisi dengan implan titanium berikut tungkai mereka yang berguna untuk melindungi jaringan lunak dari cedera tembak atau bahkan ranjau darat. Dalam hal ini, cedera tidak akan mengancam dan tidak akan menyebabkan hancurnya tulang kaki.

Sumber: http://altileri.blogspot.com/2012/05/ungkap-rahasia-tentara-terminator-rusia.html
Silahkan sahabat copy bila artikel ini dianggap bermanfaat. Saya harapkan toleransi sahabat untuk mencantumkan sumber, minimal teks biasa semisal: altileri.blogspot.com. Terimakasih
Sebuah rahasia besar : TERMINATOR dari Uni Soviet. Seorang sejarawan Amerika Jeff Strasberg dalam bukunya mengemukakan bukti bahwa dalam periode 1936-1941 Uni Sovyet sedang mengerjakan proyek rahasia untuk membuat tentara super. Strasberg mengemukakan, percobaan tersebut melibatkan sekitar 300 relawan dari usia muda. Para prajurit relawan tersebut bukan "diisi" dengan bahan kimia atau dibius. Mereka menanamkan elktroda emas di otak mereka yang akan menghilangkan rasa sakit mereka. Rangka kaki mereka dilapisi dengan implan titanium berikut tungkai mereka yang berguna untuk melindungi jaringan lunak dari cedera tembak atau bahkan ranjau darat. Dalam hal ini, cedera tidak akan mengancam dan tidak akan menyebabkan hancurnya tulang kaki.

Sumber: http://altileri.blogspot.com/2012/05/ungkap-rahasia-tentara-terminator-rusia.html
Silahkan sahabat copy bila artikel ini dianggap bermanfaat. Saya harapkan toleransi sahabat untuk mencantumkan sumber, minimal teks biasa semisal: altileri.blogspot.com. Terimakasih

Prajurit TNI Bantu Pembangunan Kantor Palang Merah di Haiti


Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kizi TNI Kontingen Garuda XXXII-A/MINUSTAH atau Indonesian Engineering Company (Indo Eng Coy), membantu pekerjaan membuka lahan untuk pembangunan kantor Palang Merah (ICRC) di wilayah Saint March, Artibonite, Haiti. 

ICRC merupakan suatu organisasi kesehatan yang memegang peranan penting dalam urusan perdamaian dunia, baik dalam masa damai ataupun dalam masa perang. Keberadaan organisasi ini sangat dibutuhkan di setiap Negara di belahan bumi ini.

Pekerjaan membuka lahan untuk pembangunan kantor Palang Merah di wilayah Saint March yang dilakukan oleh prajurit TNI berdasarkan Engineering Tasking Order (ETO) dari MINUSTAH (Mission des Nations Unies pour la Stabilisation en Haïti), dan dikerjakan oleh Pleton Alat Berat Konga XXXII-A dipimpin Kapten Czi Saepudin selaku Ketua Tim Konstruksi dan Serka Edi Junaidi sebagai pelaksana lapangan.

Rencana pendirian kantor Palang Merah di Saint March merupakan kerjasama antara Palang Merah dari Korea Selatan dan Haiti, dengan dasar bahwa organisasi tersebut merupakan satu payung induk organisasi dibawah MINUSTAH ataupun PBB.

Sementara itu, pihak ICRC (Palang Merah) mengucapkan terima kasih dan salut dengan hasil kerja dan cara kerja Kontingen Garuda yang gigih dengan etos kerja yang tinggi. Mereka mengharapkan akan dapat berkerjasama lagi dengan Indo Eng Coy untuk kegiatan lainnya.

Authentikasi :
Perwira  Penerangan Konga XXXII-A/MINUSTAH, Lettu Czi Rofki Meristika


Sumber :Puspen TNI



Baca Juga

Wednesday, May 23, 2012

Menhan Sumbang Mobil Pintar


Guna meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia (SDM) anak-anak dan orang tua di daerah perbatasan, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Selasa (22/5) secara simbolis memberikan dua unit mobil pintar kepada Panglima Komando Strategi Angkatan Darat (Pangkostrad) Mayjen TNI M Munir di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta. Kedua mobil pintar tersebut akan digunakan oleh Batalyon Kostrad yang sedang melaksanakan tugas di daerah perbatasan Kalimantan Barat dan Malaysia.

Program mobil pintar adalah gagasan dari Ibu Ani Yudhoyono melihat rendahnya minat belajar bagi kebanyakan anak-anak di Indonesia. Seiring perjalanan program ini kemudian dikembangkan  oleh solidaritas istri kabinet Indonesia bersatu (SIKIB) dengan membuat mobil pintar.

“Layaknya, sebuah perpustakaan berjalan, mobil pintar ini dilengkapi dengan perangkat komputer, DVD, TV dan buku-buku belajar yang mengundang daya minat membaca anak-anak dan orang tua serta keluarga Kostrad TNI AD”.

Mobil pintar memiliki faedah yang besar sebagai tempat belajar dan dapat diunggulkan karena mempopulerkan program pembelajaran multi fungsi, yakni mencakup buku bacaan sebanyak 85 persen untuk anak-anak, CD interaktif, arena panggung dan perangkat komputer jenis laptop serta arena permainan edukatif.

Program pembelajaran dirancang untuk mengembangkan seluruh potensi kecerdasan. Program pelayanan pendidikan ini diberikan secara gratis. “Setiap pembelajaran dimulai dengan jingle mobil pintar," kata Purnomo di Jakarta, Selasa (22/5).

Warga pinggiran Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah, mengaku terbantu dengan adanya fasilitas mobil pintar milik perpustakaan Pemko Palangkaraya (TribunNews.com)
 
Menhan menambahkan, program ini merupakan salah satu dari Pendidikan non formal untuk menjangkau masyarakat yang kurang mendapat akses pendidikan, mobil pintar ini juga dimaksudkan untuk dapat lebih menjangkau masyarakat. Hal ini terkait dengan letak geografis Indonesia yang terpisah-pisah dan kebanyakan masyarakat Indonesia tinggal di perdesaan.

“Kami optimis, hadirnya mobil pintar ini sebagai program inovatif yang dapat menjadi solusi bagi masalah tersebut,” tutur Menhan.

Karenanya, Menhan berharap fasilitas ini dapat menunjang kebutuhan belajar anak-anak di perbatasan. “Kemhan berkomitmen akan menyumbangkan kembali empat unit mobil pintar untuk daerah perbatasan dan diharapkan terwujud tahun ini,” janji Menhan.

Menurut Menhan menjelaskan, bahwa saat ini Indonesia memiliki tiga wilayah perbatasan darat, yakni Kalimantan, Papua, dan Timor Leste. “Penyebaran program mobil pintar ini, telah berdasarkan pada tiga daerah tersebut,” pungkas Menhan. 
 
 
 

Tuesday, May 22, 2012

150 Pasukan Yonif 711 "Baku Tembak" di Pegunungan Palu

Latihan perang TNI (Ilustrasi)

Sebanyak 150 pasukan Batalyon Infanteri (Yonif) 711/Raksatama Palu, Senin, menggelar latihan perang di Pegunungan Liku, Kecamatan Palu Utara. Instruktur latihan Kapten (Inf) Alderman mengatakan, latihan perang itu dilakukan dari pagi hingga malam hari agar membiasakan prajurit menghadapi situasi yang sesungguhnya.

Latihan itu berlangsung selama empat hari dengan materi yang berbeda. Alderman mengatakan, pada latihan hari pertama prajurit dilatih untuk menghadapi sergapan lawan dan memburu musuh yang lari ke perbukitan.

Dalam latihan tersebut, sejumlah prajurit yang sedang berpatroli tiba-tiba diserang segerombolan orang bersenjata. Pasukan yang diberondong tembakan kemudian keluar dari truk dan membalas tembakan ke arah pengacau keamanan.

Beberapa saat kemudian terjadi kontak tembak antara anggota TNI dan kelompok pengacau keamanan. Ketika gerombolan pengacau keamanan sudah terdesak, pasukan TNI kemudian mengejar pelaku penembakan.

Alderman mengatakan, dipilihnya lokasi Pegunungan Liku karena dataran tinggi itu mirip gunung-gunung yang ada di Papua dan Timor Leste.

Dia juga mengatakan, tujuan diadakan latihan tersebut adalah untuk meningkatkan kemampuan prajurit serta menjaga kondisi fisik pasukan. Menurutnya, latihan itu bisa dilakukan secara berkala agar kemampuan prajurit tetap terjaga.

"Kita juga harus siap jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk mengamankan negara. Jangan sampai ketika ada ancaman, kita tidak siap," katanya.



Sumber : Republika


Wednesday, May 16, 2012

Tim Kopasus & Federasi Panjat Tebing Indonesia Temukan Kotak Hitam Sukhoi


Upaya Tim SAR gabungan mencari kotak hitam pesawat Sukhoi Superjet 100 yang menabrak Gunung Salak, Bogor, Rabu (9/5), akhirnya membuahkan hasil. Blackbox yang menyimpan rekaman pembicaraan pilot dengan menara pengawas itu ditemukan tadi malam.

Menurut Komandan Korem 061/Suryakancana Kolonel (Inf) AM Putranto, kotak hitam Sukhoi Superjet 100 tersebut ditemukan tim dari Kopassus TNI-AD dan Federasi Panjat Tebing Indonesia. "Setelah diperiksa KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi), dipastikan bahwa bagian pesawat yang ditemukan Kopassus merupakan kotak hitam," jelasnya di Bogor.

Kotak hitam yang berbobot 5 kg sebenarnya berwarna oranye, tetapi saat ditemukan sudah menghitam bekas terbakar. Black box merupakan kunci untuk menentukan penyebab kecelakaan pesawat.

Dalam jumpa pers di Bandara Halim Perdanakusuma, kemarin siang, Ketua KNKT Tatang Kurniadi menyatakan pembacaan data rekaman kotak hitam akan dilakukan di Indonesia. Adapun hasil investigasi akan diumumkan satu tahun mendatang.

Saking pentingnya kotak hitam, sebanyak 512 orang dari Tim SAR Gabungan ditambah 12 orang dari Tim SAR Rusia tanpa kenal lelah melakukan pencarian. Keberadaan kotak hitam bahkan sempat memicu polemik, apakah akan dibaca di Indonesia atau di Rusia jika ditemukan.


Pihak Rusia, negara pembuat Sukhoi Superjet 100, pun akhirnya berjanji menyerahkan kotak hitam kepada Indonesia jika mereka yang menemukannya. "Sesuai peraturan internasional, kalau SAR Rusia menemukan kotak hitam, akan menyerahkan ke Indonesia," kata Ketua Tim SAR Rusia Cupalenkov.

Kondisi memprihatinkan

Sejauh ini, kondisi Tim SAR yang sudah tujuh hari berjibaku di Puncak Gunung Salak memprihatinkan. Kolonel AM Putranto selaku penanggung jawab lapangan Basarnas menjelaskan Tim SAR telah berhasil mengangkut 31 kantong jenazah ke RS Polri Jakarta.

Sebanyak tiga kantong jenazah berhasil diturunkan dari lokasi jatuhnya pesawat yang berada di sekitar ketinggian 2.000 meter dari permukaan laut, kemarin. Menurut Putranto, masih ada beberapa kantong lagi yang siap diturunkan.

Putranto mengatakan Tim SAR yang masih ditugaskan untuk menyelesaikan proses evakuasi termasuk mengambil potongan tubuh korban yang berada di atas pohon. Rencananya operasi masih dilanjutkan selama tiga hari ke depan, sebab sesuai ketentuan, evakuasi mestinya dihentikan pada hari ketujuh yang jatuh kemarin.

Ia membantah informasi yang menyebutkan Tim SAR telah mengevakuasi salah satu pramugari pesawat yang kondisinya masih utuh. Sebelumnya juga diberitakan pilot pesawat ditemukan memakai parasut. Penemuan parasut di pesawat sipil itu menghebohkan. Parasut hanya digunakan dalam pesawat militer.

Anggota KNKT Rusia Sergey Korostiev menjelaskan parasut itu sebenarnya berasal dari survival kit yang disiapkan jika pesawat mendarat darurat. "Berkaitan dengan parasut, saya mau informasikan bahwa parasut itu ada di dalam satu boks (kotak) kontainer yang merupakan kit kalau pesawat harus mendarat darurat," kilahnya.

Kisah Lettu Taufik Menemukan Black Box SSJ 100
Bagi Letnan Satu Infantri Taufik Akbar, tanggal 15 Mei 2012 menjadi hari bersejarah baginya.
Itu setelah ia berhasil menemukan black box pesawat Sukhoi Super Jet (SSJ) 100, yang jatuh di Tebing Manik, Gunung Salak, Bogor pada 9 Mei 2012. Taufik sengaja diturunkan Kopassus untuk mencari kotak hitam pesawat nahas buatan Rusia.

Lettu Inf Taufik Akbar
Bersama Letnan Satu Incas Yunus, Sertu Diding, Serda Ahmad Baso, dan Serda Chairil, Taufik diturunkan ke lokasi evakuasi Puncak Salak Satu, menggunakan helikopter.

Setelah itu, mereka langsung bekerja menyusuri tebing, untuk mencari barang yang sangat dicari-cari tersebut.

"Sebenarnya, dari puncak salak ke tebing tempat pesawat jatuh, medannya cukup curam. Namun, kami ada tali, jadi menggunakan tali," ungkap Taufik di Pos Pusat Evakuasi Balai Embrio Ternak Kementerian Pertanian, Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Bogor, Selasa (15/5/2012).

Tapi, untuk mencapai tebing tempat ekor pesawat berada, menurut Taufik harus dilengkapi dengan perlengkapan yang matang dan keterampilan khusus.



"Tebing kemiringannya 80 sampai 90 derajat, sehingga dibutuhkan tali dan kemampuan untuk menuruni tebing," tuturnya.

Sebelum menemukan black box, tim Taufik sempat menemukan barang yang diduga black box, karena warnanya kuning. Namun, ternyata itu hanya Emergency Locator Transmitter (ELT).

Kemudian, Taufik melakukan pencarian lebih pagi. Sejak pukul 08.00 WIB, ia bersama empat rekannya, dan dibantu dua anggota Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), melakukan pencarian black box.
Setelah dua jam, baru lah black box tersebut ditemukan.

"Ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB," ucapnya.

Setelah itu, ia langsung memasukkan black box yang ditemukan dari timbunan tanah, ke dalam tas ransel, dan diangkat ke Puncak Manik.

Lantas, lima anggota Kopassus membawanya turun lewat jalan Cimelati, Sukabumi. Barang yang dibawa anggota Kopassus tersebut pun tiba di Pos Pusat Evakuasi Balai Embrio Ternak Kementerian Pertanian, Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor.

Setelah diperiksa, ternyata benar barang yang dibawanya adalah kotak hitam pesawat SSJ 100.

Kotak Hitam Ditemukan 100 Meter dari Pecahan Ekor Sukhoi
Black box atau Kotak hitam pesawat Sukhoi Super Jet 100 yang jatuh di Tebing Manik, Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat ditemukan 100 meter dari pecahan ekor pesawat.


Benda tersebut terlempar hingga 100 meter jauhnya karena posisinya berada di ekor pesawat.

"Benda tersebut ditemukan 100 meter di atas ekor pesawat, sehingga tidak nempel atau terlepas dari bodi pesawat yang terletak di bagian ekor," kata Danrem 061 Surya Kencana Kolonel Infantri Anton Mukti Putranto, Pos Pusat Evakuasi Balai Embrio Ternak Kementerian Pertanian, Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Selasa (15/5/2012).

Kotak tersebut ditemukan tim C yang terdiri dari lima orang anggota Kopasus, dengan posisi tertimbun di bawah pohon. "Posisinya sudah terkubur tanah," kata ketua Tim C, Lettu Inf Taufik.

Keyakinan Taufik bahwa barang tersebut kotak hitam, berawal sejak dirinya pernah melihat foto barang tersebut. "Saya pernah ditunjukan foto benda tersebut. Foto kotak hitam pesawat Sukhoi," ucapnya.




Friday, May 11, 2012

Korps Marinir TNI AL Latihan Bersama Marinir AS


Asisten Operasi Komandan Korps Marinir Kolonel Marinir Kasirun Situmorang mewakili Komandan Korps Marinir Mayor Jenderal TNI (Mar) M. Alfan Baharudin secara resmi membuka latihan bersama Korps Marinir TNI AL dengan Marinir Amerika (USMC) di Markas Batalyon Infanteri-5 Marinir, Ujung, Surabaya, Kamis, (10/5/2012).

Latihan bersama Korps Marinir TNI AL dengan Marinir Amerika (USMC) dengan sandi “Marine Air Ground Task Force - Tactical Warfare Simulation” (MTWS) ini akan berlangsung hingga 16 Mei 2012. 

Dalam amanatnya yang dibacakan Asops Dankormar, Komandan Korps Marinir mengatakan kegiatan ini merupakan latihan bersama antara Indonesia dan Amerika Serikat yang dilaksanakan untuk menangani akibat bencana alam guna meningkatkan kerjasama militer kedua negara dengan menyelenggarakan operasi militer selain perang dalam bentuk gladi posko.

Sebagaimana kita ketahui bersama, lanjutnya, wilayah Indonesia terletak diantara lempeng Asia dan Australia serta dilalui oleh cincin api (ring of fire) sehingga rawan terkena bencana alam seperti gempa bumi, tsunami dan meletusnya gunung berapi, kondisi ini juga diperparah dengan kerusakan ekosistem akibat ulah manusia yang mengakibatkan banjir dan tanah longsor. 

“Kondisi tersebut memerlukan manajemen dan koordinasi secara terintegrasi dalam pengerahan militer antar negara yang tentunya berbeda dalam sistem dan metode agar dalam pemberian bantuan dapat dilaksanakan secara cepat, tepat guna dan tepat sasaran, sehingga perlu dilaksanakan latihan bersama untuk menyamakan persepsi dan pertukaran kemampuan, pengalaman serta pemikiran bagi kedua belah pihak dengan mempraktekkan prosedur komando dan staf dalam perencanaan penanggulangan akibat bencana alam,” tambahnya.

Pada akhir amanatnya, orang nomor satu dijajaran baret ungu itu menyampaikan penghargaan kepada penyelenggara dan seluruh peserta latihan dalam melaksanakan latihan ini. Selain itu Komandan Korps Marinir mengharapkan agar peserta latihan dapat membangun rasa hormat antar sesama peserta latihan dan menjaga hubungan baik berdasar persaudaraan prajurit Marinir (marines brotherhood), disamping itu juga agar latihan ini bisa meningkatkan hubungan baik antar kedua negara khususnya Korps Marinir TNI AL dan Marinir Amerika (USMC).

Turut hadir dalam kesempatan itu Paban 3 Lat Sopsal Kolonel Laut (P) Aan Kurnia, Atase Marinir Amerika untuk Indonesia Ltk Marine Avila, Danbrigif-1 Mar Kolonel Marinir Wurjanto, Danmenart-1 Mar Kolonel Marinir Markos, Danmenkav-1 Mar Kolonel Marinir Sarjito, Asops Pasmar-1 Kolonel Marinir Y. Rudi Sulistiyanto, Asintel Pasmar-1 Letkol Marinir Widodo dan para Komandan Satlak di jajaran Pasmar-1.

(Pen Pasmar 1)


Sumber : TNI-AL


Thursday, May 10, 2012

TNI Terapkan Posting System dalam Perbaikan Jalan di Kongo


Prajurit TNI menerapkan “posting system” dalam perbaikan jalan Dungu–Duru hingga Bitima sepanjang 103 Km di Republik Demokratik Kongo.

Prajurit TNI tersebut tergabung dalam Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-I/MONUSCO (Mission de I’Organisation de republic des Nation Unies Pour la Stabilisation en Republique Democratique du Congo) atau Indonesian Engineering Company.

Dalam keterangan pers yang diterima Tribunnews.com, Rabu (9/5/2012), Dansatgas Konga XX-I/MONUSCO Letkol Czi Sapto Widhi Nugroho mengatakan, posting system digunakan sebagai pilihan untuk mengefektifkan dan mendayagunakan sistem kerja alat-alat berat Zeni TNI dari kemungkinan mempercepat proses keausan suku cadang alat berat tersebut.

Mengingat usia pakainya yang sudah memasuki tahun kesembilan sejak penugasan Konga XX-A tahun 2003 hingga sekarang Konga XX-I tahun 2012.

“Posting system ini juga dinilai efektif, karena alat-alat berat tidak perlu bergerak terlalu jauh dari base camp menuju tempat kerja yang berjarak kurang lebih 44,5 km setiap harinya.

"Alat-alat berat yang telah selesai digunakan disimpan di lokasi kerja/mencari tempat aman sekitar lokasi kerja, tanpa kembali lagi ke base camp, hal ini cukup efektif baik dari segi penghematan waktu, tenaga, dan alat”, ujar Letkol Czi Sapto Widhi Nugroho.

Seluruh alat-alat berat yang berada di lapangan, kata Sapto Widhi, mendapat pengamanan dari tentara (FARDC) Forces Army Republik Democratik of Congo, sedangkan dalam melaksanakan pekerjaan pembangunan jalan mendapat pengawalan dari Batalyon Infanteri dari negara Maroko, sehingga Kompi Zeni TNI terfokus pada tugas perbaikan jalan tanpa harus dibebankan lagi untuk tugas pengamanan.

“Dengan penerapan posting system, Prajurit TNI berhasil meningkatkan progres hasil kerja harian rata-rata dari 250–300 M/hari menjadi 400–500 M/hari," urai sapto.

Bahkan untuk perkembangan perbaikan jalan jalur Dungu-Duru sepanjang 78,4 km yang ditargetkan pihak Force Engineer, lanjut Sapto, harus sudah selesai akhir Juni 2012akan dapat diselesaikan lebih awal dari rencana waktu yang di berikan oleh MONUSCO.


Sumber : TribunNews