Clock By Blog Tips
Showing posts with label Militer Asing. Show all posts
Showing posts with label Militer Asing. Show all posts

Thursday, July 19, 2012

Australia Berencana Beli Kapal Selam Jepang


Petinggi Angkatan laut Australia yang bertanggung jawab atas perencanaan untuk generasi selanjutnya dari kapal selam Australia dan kepala ilmuwan pertahanan sedang mempelajari sebuah kapal selam baru modern yang saat ini berada dalam layanan angkatan laut Jepang.

Admiral Rowan Moffitt, kepala Program Kapal Selam Masa Depan Angkatan Laut Australia, dan Dr. Alexander Zelinsky, Kepala Ilmuwan Pertahanan, melakukan kunjungan ke Jepang beberapa waktu lalu untuk melihat kapal selam kelas Soryu, yang memulai layanan dengan Angkatan laut Jepang sejak tiga tahun lalu. 

Akses ke teknologi kapal selam Soryu dibahas dalam kunjungan ke Australia bulan lalu oleh kepala angkatan laut Jepang, Laksamana Masahiko Sugimoto. Kita ketahui, baru pada bulan Desember lalu Tokyo mencabut embargo ekspor peralatan perang dan pertahanan pasca perang dunia II.

Kapal selam Soryu berbobot 4200 ton dan merupakan kapal selam konvensional dengan ukuran dan kemampuan baru. Kapal selam Soryu termasuk diantara 12 jenis kapal selam baru yang akan mengambil alih "kekuasaan" kapal selam kelas Collins di Australia, ini ditetapkan dalam "white paper" pertahanan Canberra setidaknya hingga tahun 2020.

 "Strategi kami dengan Jepang sejalan, ada beberapa karakteristik yang sangat menarik pada kapal selam Jepang," Admiral Moffit mengatakan. "Jepang juga memiliki hubungan aliansi yang dekat dengan Amerika, seperti halnya Australia juga lakukan. Angkatan laut Jepang beroperasi di Asia dan dilingkungan Pasifik yang sama pula, ini tercermin dari desain dan karakteristik kapal selam mereka." Kapal selam mereka dirancang dengan desain yang sangat baik dan memang untuk itulah kapal selam dibuat," lanjut Admiral Moffit.

Kapal selam Soryu jepang

Namun, teknologi kapal selam cenderung menjadi "mahkota permata" bagi suatu negara, teknologi untuk membuat kapal selam berada di ujung paling ekstrim dari sensitivitas negara. Mereka/produsen pasti melindungi kekayaan intelektual mereka apalagi seperti Jepang yang mengembangkan kapal selam secara mandiri. Sebagaimana AS, Jepang juga memiliki teknologi pembuatan kapal selam yang sangat baik, mereka telah menginvestasikan banyak uang untuk melakukan itu, jadi jelas mereka akan "melindungi" teknologi kapal selam mereka.

Anggaran peremajaan kapal selam Australia untuk tahun ini adalah sebesar 214 juta dolar, dan departemen pertahanan Australia memilih kapal selam dengan desain baru. Beberapa pilihan telah muncul untuk pengadaan kapal selam baru antara lain: mengadaptasi dari kapal selam yang ada, evolusi dan desain dari kapal selam kelas Collins, mengandalkan desain dari Jerman, Perancis atau Spanyol, sampai pembelian penuh unit kapal selam dari negara lain antara lain yang sedang kita bicarakan yaitu Kapal selam Soryu dari Jepang.


Sumber : Altileri

Monday, June 25, 2012

Rusia Akan Buka Kembali Tiga Pangkalan Militer di Artik

Gambaran pangkalan udara di kawasan Artik bisa terlihat seperti Pangkalan Thule di Greenland

Rusia berniat membuka kembali tiga pangkalan militer di kawasan Artik dekat Kutub Utara, yang sudah ditutup sejak akhir Perang Dingin. Pembukaan pangkalan itu terkait persaingan merebutkan kekayaan alam di kawasan kutub dengan Kanada dan Amerika Serikat.

"Kami akan mulai membuka kembali pangkalan-pangkalan udara di kepulauan Novaya Zemlya dan di Naryan-Mar pada musim panas ini," ungkap Mayor Jenderal Igor Makushev, komandan satuan penerbangan Distrik Militer Barat, 31 Mei 2012, seperti dikutip majalah pertahanan IHS Jane's Defence Weekly edisi 13 Juni 2012.

Dua pangkalan tersebut pada era Perang Dingin menjadi basis operasi pesawat-pesawat tempur dan pengebom jarak jauh Uni Soviet. Baik pangkalan udara Rogachevo di Novaya Zemlya maupun Naryan-Mar di provinsi Nenets dekat Laut Barents, sama-sama memiliki landasan pacu beton sepanjang 2.500 meter.

Sementara pangkalan ketiga, yakni di Ostrov Greem-Bell (Pulau Graham Bell) yang terletak di pedalaman Artik memiliki landasan pacu sepanjang 2.100 meter dari permukaan es yang dipadatkan. Dulunya, ada pesawat-pesawat tempur yang ditempatkan di sana.

Nantinya tiga pangkalan itu tak akan menjadi basis pangkalan tetap pesawat tempur atau pengebom. Akan ada staf yang ditempatkan permanen di sana, tetapi fungsi pangkalan itu hanya untuk penerbangan latihan dan kalibrasi.

Pembukaan tiga pangkalan militer era Perang Dingin ini lebih bermakna simbolis untuk menunjukkan keseriusan Rusia dalam perselisihan soal siapa yang berhak menggali kekayaan alam di kawasan Artik. Pangkalan ini juga penting untuk menerbangkan pesawat-pesawat dalam misi pengawasan Rute Laut Utara, yakni rute kapal-kapal dagang melalui kawasan kutub yang dimungkinkan setelah sebagian es mencair akibat pemanasan global.
Sumber : Kompas

Monday, June 18, 2012

Arab Saudi Ingin Membeli 800 Tank Leopard dari Jerman

Tank tempur utama Leopard 2A7 yang akan dibeli Arab Saudi.

Rencana Arab Saudi membeli tank tempur utama Leopard dari Jerman ternyata jauh lebih besar dari dugaan semula. Kabar terbaru menyebutkan, negara kaya minyak itu berniat membeli sekitar 600-800 unit tank Leopard dari Jerman.

Demikian dikabarkan surat kabar Jerman, Bild am Sonntag, Minggu (17/6/2012). Sebelum ini, kabar yang beredar menyebutkan Arab Saudi hanya ingin membeli 300 unit tank tempur utama itu.

Dengan jumlah terbaru ini, kontrak pembelian tersebut diperkirakan bernilai total 10 miliar euro (Rp 118,5 triliun), yang berarti akan menjadi salah satu kontrak pembelian terbesar sarana pertahanan yang pernah diterima Jerman. Tank-tank Leopard itu akan diproduksi di Spanyol dengan lisensi dari Jerman.

Hingga saat ini, rencana pembelian itu masih ditentang oleh Kantor Kanselir Jerman, Kementerian Pertahanan dan Kementerian Luar Negeri Jerman. Namun, Kementerian Ekonomi Jerman mendukung penuh rencana tersebut.

Pihak Arab Saudi sendiri menginginkan seluruh kontrak sudah ditandatangani sebelum memasuki bulan Ramadhan, 20 Juli. Kontrak pertama untuk pembelian 300 tank pertama kabarnya sudah siap ditandatangani. 
 
 
Sumber : Kompas
 

Friday, June 15, 2012

Brigade Artileri AS Tetap Mewaspadai Korut

Foto : Pasukan AS di Korsel (armybase)

Para pasukan Amerika Serikat (AS) di Korea Selatan (Korsel) mengusulkan agar brigade artileri tetap berada di bagian utara Kota Seoul. Artileri itu ditempatkan untuk merespons segala bentuk serangan artileri Korea Utara (Korut).

"Pasukan AS menawarkan penempatan Brigade ke-210 yang tergabung dalam infantri kedua agar tetap berada di basisnya, Dongducheon. Brigade itu tidak akan dipindahkan ke wilayah selatan, tepatnya di basis Pyeongtaek," demikian pernyataan militer AS, seperti dikutip Chosun Ilbo, Jumat (15/6/2012).

Sumber dari militer AS mengatakan, bila brigade itu dipindahkan ke selatan, pasukan-pasukan itu akan mengalami kesulitan untuk merespons serangan artileri dari Korut. Saat ini, brigade artileri AS sudah dilengkapi dengan 30 peluncur roket, mereka pun diperintahkan untuk memusatkan sasaran ke artileri jarak jauh milik negeri komunis.

Bila brigade artileri itu tetap berada di Dongducheon, hanya angkatan darat dan angkatan udaralah yang akan dipindahkan ke Pyeongtaek. Seperti diketahui, ancaman-ancaman serangan dari Korut pun sering muncul belakangan ini dan hal itu bukanlah menjadi hal baru.

Sebelumnya, komandan pasukan AS di Korsel, Jendral James Thurman, menyarankan negaranya dan Korsel agar menjaga Komando Pasukan Gabungan. Hal itu dilakukan hingga 2015 mendatang.


Sumber : Okezone

Monday, June 4, 2012

Angkatan Bersenjata China Tingkatkan Kewaspadaan

REUTERS/Guang Niu/Pool/ip

China akan meningkatkan kewaspadaan, tapi tidak menyerang balik, sesudah Amerika Serikat mengumumkan akan menggeser sebagian besar kapal perangnya ke kawasan Asia-Pasifik pada 2020, kata media setempat pada Minggu (3/6).

Pernyataan Letnan Jenderal Ren Haiquan dari Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) itu adalah tanggapan umum pertama Beijing atas pernyataan Menteri Pertahanan Amerika Serikat Leon Panetta pada Sabtu bahwa Pentagon akan memindahkan armada angkatan laut, sehingga 60 persen dari kapal perangnya berada di Asia-Pasifik pada akhir dasawarsa ini, naik dari sekitar 50 persen pada saat ini.

"Pertama, kami tidak akan memperlakukan ini sebagai bencana," kata Ren, yang memimpin perutusan Cina ke pertamuan keamanan kawasan di Singapura, tempat Panetta juga mengumumkan pergeseran tersebut.

"Saya percaya bahwa itu tanggapan Amerika Serikat atas kepentingan negaranya, kesulitan keuangannya dan perkembangan keamanan dunia," kata Ren dalam tanggapannya, yang dilaporkan televisi Phoenix Hongkong.

Beijing sejak lama waspada terhadap niat Amerika Serikat, dengan kian banyak pegaris keras di PLA menyatakan Washington bertekad mengepung Cina dan putus asa akan kebangkitannya.

Ren, wakil ketua Akademi Ilmu Ketentaraan Cina, yang membantu menyusun siasat PLA, menyatakan Beijing tidak akan puas dengan langkah Amerika Serikat.

"Hal kedua adalah bahwa kami tidak memperlakukan ini biasa saja," kata Ren, seperti dikutip Phoenix.

"Kami harus melihat itu sangat rumit dan seseorang kadangkala bahkan menyatakan perkembangan membahayakan dan kami harus meningkatkan kesadaran atas bahaya dan bersiap mengatasi segala macam keadaan rumit dan berbahaya," katanya.

Pencanggihan cepat angkatan laut Cina menimbulkan kekhawatiran di kalangan tetangganya, termasuk di Asia Tenggara, tempat beberapa negara bersengketa dengan Beijing atas persaingan wilayah di laut Cina Selatan. 



Sumber : Media Indonesia

Wednesday, May 23, 2012

Azerbaijan Tolak Gabung Koalisi Militer

Elman Abdullayev

Azerbaijan untuk sementara takkan bergabung dalam koalisi militer apa pun, demikian pernyataan juru bicara Kementerian Luar Negeri Azerbaijan Elman Abdullayev kepada media setempat di Baku.

Menurut Abdullayev, Azerbaijan telah bergabung dengan Gerakan Non Blok (GNB) dan takkan bergabung dengan blok militer apa pun.

"Saat ini Azerbaijan setia pada kebijakan independennya dan takkan bergabung dengan blok militer apa pun, termasuk NATO. Pada saat yang sama, Azerbaijan menelusuri jalur integrasi ke dalam Lembaga Atlantik-Eropa. Keanggotaan dan integrasi adalah dua hal yang agak berbeda," ia menjelaskan.

Tahun lalu, saat mengomentari bersatunya Azerbaijan ke dalam GNB, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri di Baku Elxan Poluxov mengatakan keputusan untuk bergabung dengan GNB tak bertentangan dengan keinginan Baku bergabung dengan Eropa, yang sejak dulu selalu dibatasi oleh kondisi.

Saat berpidato di hadapan para kepala negara dan pemerintah mengenai Afghanistan pada Senin (21/5) di Chicago, Amerika Serikat, Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev mengatakan, "Azerbaijan akan melanjutkan misi pemelihara perdamaiannya di Afghanistan sampai akhir 2014 dan selanjutnya, jika perlu."

"Sejak awal, Azerbaijan telah melancarkan setiap upaya guna menjamin perdamaian dan keamanan di Afghanistan," kata Presiden Azerbaijan itu sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu (23/5).

Azerbaijan dan tetangganya, Georgia, adalah negara persinggahan penting bagi tentara AS dan NATO dan pasokan ke Afghanistan melalui jaringan pelabuhan dan jalan darat, yang dikenal sebagai Jaringan Distribusi Utara.

Azerbaijan memberi sumbangan satu pleton buat Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF), pimpinan NATO, di Afghanistan pada 2002 dengan tujuan memberi bantuan bagi terwujudnya perdamaian, keamanan dan ketenangan di Afghanistan.




Sumber : Gatra

Arab Saudi Beli Jet Inggris Rp 27 Triliun


Kementerian Pertahanan Arab Saudi telah menandatangani kesepakatan pembelian bernilai fantastis dengan Inggris untuk membeli jet-jet latih, yang akan digunakan oleh Angkatan Udara Saudi. Tidak tanggung-tanggung, nilai pembelian tersebut mencapai US$ 3 miliar (sekitar Rp 27,7 triliun)!

Dalam kesepakatan pembelian tersebut juga mencakup simulator, peralatan pelatihan dan darat serta suku-suku cadang. Demikian disampaikan seorang pejabat Kementerian Pertahanan Saudi seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (23/5/2012).

Dikatakan pejabat yang tidak disebutkan namanya itu, jet-jet baru tersebut akan membantu meningkatkan kemampuan pilot-pilot Saudi "untuk menggunakan jet-jet tempur generasi keempat dengan penuh profesionalisme dan efisiensi."

Menteri Pertahanan Saudi Pangeran Salman bin Abdul Aziz pada April lalu melakukan lawatan ke Inggris terkait kesepakatan pembelian tersebut. Inggris merupakan pemasok besar senjata bagi kerajaan kaya minyak tersebut.

Pada tahun 2006 lalu, Saudi memesan 72 jet tempur Eurofighter Typhoon dalam kesepakatan pembelian senilai US$ 32,9 miliar. Pesawat multifungsi tersebut dirancang oleh konsorsium firma-firma Eropa di mana perusahaan Inggris, BAE Systems memiliki 33 persen saham.


Sumber : Detik

China: Negara Sahabat Jangan Takut

Tipe 071 (Yuzhao-kelas) adalah kapal perang amfibi dari PLAN - Tentara Pembebasan Rakyat China Angkatan Laut. dibangun oleh galangan kapal yg berbasis di Shanghai Hudong-Zhonghua, dan layanan masuk pertama pada akhir-2007.

China kembali menyoroti kebijakan militer Amerika Serikat (AS) di Asia dan mengutarakan keberatannya terhadap rencana Pentagon yang hendak membangun misi spionase maya secara agresif. China sendiri menanggapinya dengan meningkatkan kekuatan militer dan berpesan agar negara-negara sahabat tidak khawatir dengan itu.

    "Pembangunan kekuatan militer China, diperbolehkan. Bila satu negara tidak memusuhi China, negara itu tidak akan khawatir akan peningkatan kekuatan militer kami," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hong Lei, Minggu (20/5).

    Pentagon turut menuding China melakukan aktivitas intelijen di dunia maya yang ditujukan ke Pemerintah AS serta perusahaan-perusahaan milik Negeri Paman Sam. China juga dituding mengeksploitasi teknologi perdagangan Barat dan membeli senjata anti-misil dalam jumlah banyak.

    Pada 2012, anggaran militer China mencapai 106 miliar dolar AS atau sekitar Rp 985 triliun atau meningkat 11,2 persen dibanding tahun sebelumnya.

    AS sangat khawatir, kekuatan militer China dapat mengganggu aktivitas kapal tempur AS yang ada di wilayah Pasifik. AS juga mengklaim, anggaran militer China melebihi Rp 985 triliun karena China melakukan pembelian senjata dari luar negeri dan memperkuat senjata nuklirnya.

    Negeri Paman Sam akhirnya memutuskan untuk menjual 66 jet tempur F16 ke Taiwan, dalam rangka meningkatkan kemampuan pertahanan negara tersebut dan Taiwan pun akhirnya menyambut keputusan AS.

    Seiring dengan pemotongan anggaran pertahanan oleh Pentagon, AS tampaknya hanya dapat mengerahkan beberapa kapal perangnya ke kawasan Asia. Sementara, China bersiap memperbaharui kekuatan angkatan lautnya dan meluncurkan kapal baru.

    Perusahaan pembuat kapal di Shanghai, China, Hudong Zhonghua meluncurkan produk barunya yakni kapal perang amphibi 071. Bersamaan dengan itu, para pengamat menilai bahwa hal itu akan semakin meningkatkan pengaruh China di kawasan Asia.

    Kapal perang dan kapal selam China tercanggih, saat ini sudah dilengkapi dengan sistem pertahanan anti-serangan udara. Menurut laporan dari Pentagon pada 2011 lalu, China memiliki 75 kapal tempur besar, 60 kapal selam, 55 kapal tempur dengan ukuran sedang dan juga kapal amphibi.

    Meski China mengerahkan armada tempurnya, Negeri Panda itu berniat akan terus mengintensifkan kontak militer dengan AS yang akan menempatkan pasukannya di Asia. Kerja sama itu digagas oleh Wakil Presiden China Xi Jinping yang diperkirakan akan menjadi Presiden China, menggantikan Hu Jintao.

    Menanggapi hal itu, Menteri Pertahanan AS Leon Panetta masih mendesak China agar bersifat lebih transparan ketika melakukan peningkatan kekuatan militer.



Sumber : Suara Karya

Wednesday, May 16, 2012

US Army Buka Batalyon Tempur Wanita


US Army atau Angkatan Darat Amerika  kini membuka peluang bagi para wanita yang ingin bergabung  dalam batalyon  tempur,upaya  ini dilakukan  untuk memecahkan  hambatan formal  yang selama ini terjadi atas peran tentara  wanita dan tentara pria  di medan pertempuran seperti yang selama ini terjadi di medan pertempuran di Iran dan Afghanistan.

Perubahan kebijakan menurut AP  diumumkan awal tahun ini dan kini  sedang dilakukan  pengunian  di sembilan brigade Angkatan Darat sebelum  dilakukan  pembukaan secara  resmi. Ini membuka ribuan lapangan kerja non tempur untuk prajurit wanita setelah pengalaman selama dekade terakhir menunjukkan perempuan berjuang dan tewas bersama tentara laki-laki pula.

Lebih dari 250.000 pekerjaan masih tetap tertutup bagi perempuan.

Pekerjaan baru dalam batalyon tempur di personil, intelijen, logistik, sinyal korps, medis dan kapelan. Tentara juga membuka pekerjaan yang pernah seluruhnya tertutup bagi perempuan, seperti mekanika untuk tank dan artileri dan peluncur roket anggota awak.


Sumber : TribunNews

Friday, April 27, 2012

Iran: Barat Mengakui Kekuatan Militer Kami


Seorang pejabat tinggi militer Republik Islam Iran mengatakan, Barat telah mengakui peran berpengaruh Iran dalam perkembangan regional.

Mayor Jenderal Tabatabaei, Wakil Direktur Badan Intelijen Angkatan Bersenjata Iran mengatakan, alasan mengapa Barat kembali ke meja perundingan dengan Tehran adalah Barat telah menyadari peran berpengaruh Iran dalam persamaan regional, khususnya perkembangan terakhir di dunia Arab. 

Dia menambahkan, kepemimpinan Republik Islam, persatuan nasional dan kesiapan penuh Angkatan Bersenjata Iran sebagai alasan utama yang menghalangi Barat untuk mempraktikkan ancaman berperang terhadap Iran.

Amerika Serikat, lanjut Tabatabaei, selalu mengejar doktrin hegemoninya selama ini dan perkembangan internasional dalam beberapa dekade terakhir, termasuk perang Afghanistan dan Irak, berasal dari prinsip tersebut.

Pejabat tinggi militer Iran itu juga menyinggung tentang status tinggi Iran dalam bidang intelijen dan menilai bahwa Iran mengenal musuh dengan baik melalui pemantauan intelijen.

Iran dan enam kekuatan dunia (Inggris, Cina, Perancis, Rusia, Amerika Serikat ditambah Jerman/kelompok 5+1) telah mengadakan putaran pembicaraan baru di kota Istanbul, Turki pada 14 April.

Teheran menyambut dimulainya kembali pembicaraan berdasarkan landasan umum dan menjelaskan tidak akan bernegosiasi terkait setiap hak fundamentalnya.


Sumber : Republika

Friday, April 20, 2012

Jong Un Serukan Militer yang Kuat


Pemimpin baru Korea Utara Kim Jong Un menekankan niatnya untuk membangun kekuatan militer negara itu.

Surat kabar Rodong Sinmun milik partai berkuasa Partai Pekerja mengeluarkan pernyataan resmi pertama Kim Jong Un sebagai Sekretaris Pertama partai, menggunakan halaman pertama dan kedua pada edisi Kamis (19/4/12).

Surat kabar itu menyatakan Kim menyampaikan pernyataan tersebut kepada eksekutif partai pada tanggal 6 April sebelum memegang jabatan tertingginya itu.

Dalam pernyataan itu Kim menyatakan sebuah negara tidak bisa mempertahankan hak kemandirian serta keberlangsungan hidupnya jika kekuatan militernya lemah. Ia menyatakan Korea Utara harus melanjutkan program memperkuat kekuatan militernya, seraya menambahkan bahwa industri pertahanan Korea Utara harus mengembangkan lebih banyak lagi persenjataan dengan kualitas tertinggi menggunakan teknologi mutakhir.

Kim juga menyatakan Korea Utara akan terus melakukan upaya mencapai sebuah Korea bersatu, guna memenuhi wasiat dari mendiang kakek dan bapaknya Kim Il Sung dan Kim Jong Il. Kim menyatakan dengan jelas dalam pernyataan resminya ini bahwa ia akan mempertahankan kebijakan mengutamakan militer yang digagas oleh bapaknya dalam upaya memperoleh karisma.

Pendekatannya ini meningkatkan kekhawatiran bahwa Korea Utara mungkin akan melakukan uji coba nuklir ketiganya setelah peluncuran rudal balistik jarak jauh pekan lalu yang gagal yang disebut negara itu sebagai roket pembawa satelit. 
 
 
 
 

Thursday, April 19, 2012

India Berhasil Luncurkan Rudal Jarak Jauh

Rudal Agni-V mampu mencapai sasaran hingga Jakarta dan Beijing serta dapat memuat hulu ledak nuklir.

India berhasil melakukan uji coba peluncuran rudal jarak jauh yang jangkauannya bisa mencapai Jakarta, Beijing dan sejumlah wilayah selatan Eropa. Peluncuran rudal bernama Agni-V ini berlangsung di Pulau Wheeler pada hari Kamis (19/4/2012) pagi waktu setempat.

Rudal ini mampu membawa sebuah hulu ledak seberat 1,5 ton masuk ke jangkauan rudal Cina dan akan memperkuat penangkal nuklir India ketika berfungsi sepenuhnya pada tahun 2012-2015.

Sebelumnya peluncuran rudal ini direncanakan akan berlangsung pada hari Rabu (18/04) di wilayah timur negara bagian Orissa.

Namun rencana itu batal terlaksana karena adanya badai petir di kawasan itu.

Sejumlah analis mengatakan peluncuran rudal Agni ini akan menjadi semacam titik bagi India untuk menjadi negara dengan kemampuan penangkal rudal nuklir.

Rudal ini juga menjadi salah satu senjata paling diandalkan oleh India.

Perdana Menteri India, Manmohan Singh langsung memberikan selamat kepada ilmuwan yang terlibat dalam peluncuran rudal ini.

Sejarah India

"Peluncuran hari ini merupakan tonggak lain dalam upaya kita mencari keamanan, kesiapan dan juga keberhasilan dalam mengkesplorasi ilmu pengetahuan yang ada," kata Singh.

Tim yang terlibat juga menyatakan kepuasannya dengan peluncuran kali ini.

"Ini merupakan peluncuran yang sempurna. Peluncuran ini telah memenuhi semua parameter dan berhasil mencapai target yang telah ditetapkan sebelumnya," kata Direktur pengujian, SP Das kepada BBC.

Rudal Agni-V memiliki ketinggian 17,5 meter, berbahan bakar padat, memiliki tiga tingkat dan berat luncuran mencapai 50 ton dengan biaya pembuatan mencapai 480 juta dollar AS atau sekitar Rp 4,4 triliun.

Keberhasilan India membuat negara itu kini disejajarkan dengan negara-negara yang telah memiliki rudal jarak jauh seperti China, Rusia, Perancis, Amerika dan Inggris. Satu negara lain Israel kabarnya juga memiliki rudal jenis ini

"Agni-V adalah untuk menjawab persepsi ancaman masa kini, yang dibutuhkan oleh pasukan pertahanan kami,'' kata seorang juru bicara Organisasi Riset dan Pengembangan Pertahanan, DRDO, Ravi Gupta, kepada kantor berita AFP.

"Ini adalah sebuah penangkal untuk mencegah perang dan bukan untuk negara tertentu,'' katanya. 



Sumber : Kompas

Wednesday, April 18, 2012

Peringkat Belanja Militer Negara Rusia Lampaui Inggris dan Prancis


Rusia menjadi negara yang menduduki peringkat ketiga dalam pengeluaran belanja militer dunia dengan nilai transaksi lebih dari US$ 1,7 triliun. Anggaran belanja militer Rusia bahkan sudah melampaui Inggris dan Prancis.            

Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh lembaga riset terkemuka Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) pada Selasa (17/4), Rusia menghabiskan hampir US$ 72 miliar untuk belanja persenjataan pada tahun 2011. Pengeluaran militer di negara-negara barat kebanyakan merosot pada tahun lalu, termasuk Amerika Serikat yang menghadapi defisit anggaran yang serius.  Sementara itu, pengeluaran belanja senjata Rusia dan Tiongkok terus meningkat secara signifikan, dengan angka lebih dari 9% dan 6% dibanding tahun lalu.

Hingga kini, Amerika Serikat tetap menjadi pembelanja militer terbesar, dengan anggaran pertahanan sebesar US$ 711 miliar tahun lalu.  Posisi AS dibayangi oleh Tiongkok, yang tahun 2011 menghabiskan sekitar US$ 143 miliar untuk angkatan bersenjatanya. SIPRI menambahkan Tiongkok telah meningkatkan belanja militer sebesar 170% dalam arti riil sejak tahun 2002.

Rusia menghabiskan hampir US$ 72 miliar pada belanja persenjataan tahun lalu, menyalip Inggris (US$ 62,7 miliar) dan Prancis (US$ 62,5 miliar). Laporan tersebut juga mencatat bahwa Rusia berencana melanjutkan kenaikan belanja militernya, dengan rancangan kenaikan anggaran 53% secara riil hingga 2014.

Namun, SIPRI menyatakan bahwa banyak analis meragukan apakah industri persenjataan militer akan dapat memberikan rencana ambisius setelah beberapa dekade stagnasi pascaruntuhnya Uni Soviet. Meningkatnya belanja militer Tiongkok telah menimbulkan kekhawatiran di antara negara-negara tetangganya, termasuk juga kekuatan dominan Pasifik, AS. 

Menurut Sipri, pengumuman terakhir dari sebagian "poros" AS terhadap Asia  memberikan tanggapan atas keprihatinan tersebut. “Hubungan perdagangan luas dan berkembang yang dilakukan Tiongkok dengan negara-negara di kawasan yang telah dirusak oleh perselisihan - misalnya sengketa perbatasan dengan India, perselisihan Pulau Senkaku (Diaoyu) dengan Jepang, dan diperebutkan perbatasan maritim dengan beberapa negara di Laut China Selatan - yang semua hal itu telah menyebabkan peningkatan ketegangan,” menurut SIPRI.

Namun, laporan SIPRI menyebutkan "perlombaan senjata" di wilayah ini mungkin masih prematur, karena kedua data dan analisis menunjukkan pola campuran tren dalam pengeluaran belanja militer dan akuisisi senjata. Jauh dibandingkan Tiongkok yang menjadi faktor pendorong saja. Dua negara yang khawatir dengan ekspansi Tiongkok tampaknya telah memberikan kontribusi untuk meningkatkan pengeluaran belanja persenjataan yakni  India dan Vietnam. India telah menambah pengeluaran militer sebesar 66% sejak tahun 2002.

Dengan konflik internal dan sengketa panjang dengan Pakistan yang tetap menjadi  isu-isu kunci, India cenderung melihat Tiongkok sebagai saingan untuk kekuatan kawasan regional.  

Vietnam telah meningkatkan anggaran belanja militer sebesar 82% sejak tahun 2003, dan telah banyak berinvestasi di kekuatan angkatan laut dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu dilakukan sebagian karena ketegangan dengan Tiongkok di Laut China Selatan. Tapi belanja militer dari India maupun Vietnam menurun jauh secara riil pada tahun 2011.

Pada saat yang sama, negara-negara Timur Tengah juga terus meningkatkan anggaran militer mereka. Sementara Aljazair yang khawatir terhadap musim semi Arab dan revolusi di Tunisia dan Libia, ikut menambah pengeluaran militernya tahun lalu hingga 40% besar.



Tuesday, April 17, 2012

Australia percepat penarikan pasukan di Afghanistan


Perdana Menteri Australia Julia Gillard mengatakan akan menarik pasukannya dari Afghanistan lebih cepat dari rencana awal.

Pernyataan ini disampaikan Gillard dalam sebuah pidaro di Canberra menjelang konferensi Nato yang membahas soal Afghanistan di Chicago bulan depan.
Dia mengatakan pasukan Australia akan mulai ditarik keluar tahun ini dan semuanya sudah pulang pada akhir 2013 - bertepatan dengan tahun penyelenggaraan Pemilu di Australia.

Kebanyakan pasukan internasional dijadwalkan meninggalkan Afghanistan pada akhir 2014.

Nato saat ini tengah dalam proses untuk menyerahkan pengawasan keamanan ke pasukan lokal - sejumlah kawasan penting di selatan dan timur sudah diambil alih pasukan Afghanistan.

Saat ini ada sekitar 130.000 pasukan Nato yang bertugas di Afghanistan dari 50 negara asing.

Pengumuman Gillard dalam pidato di hadapan Institut Kebijakan Strategis Australia ini dilakukan sehari setelah pasukan militan menyerang Kabul selama 18 jam dan menewaskan 50 orang.

Presiden Afghanistan Hamid Karzai mengaitkan serangan ini sebagai kegagalan intelejen, terutama bagian Nato, tetapi memuji pasukan Afghan.

Pandangan Berbeda
Gillard mengatakan dia akan mengangkat rencana penarikan pasukan Australia ini saat konferensi Nato di Chicago 21 Mei mendatang.

Sebelumnya Australia menyatakan penarikan penuh pasukan akan berlangsung tahun 2014.

Tetapi perdana menteri mengatakan penarikan akan dimulai saat pasukan Afghan bertanggung jawab atas keamanan di provinsi Uruzgan, tempat dimana pasukan Australia ditempatkan.

Dia mengharapkan sebuah pengumuman terkait hal itu dari Karzai dalam ''beberapa bulan'', setelah itu penarikan akan dilakukan bertahap selama 12 hingga 18 bulan.

"Ketika itu selesai, komitmen Australia akan sangat berbeda dari apa yang ada saat ini,'' kata Gillard.
Australia juga akan berkomitmen untuk membayar ''bagian yang adil'' atas bantuan internasional dan pendanaan militer bagi pasukan keamanan Afghanistan setelah 2014.

Gillard juga mempertimbangkan untuk mempertahankan sejumlah pasukan terbatas untuk melatih pasukan Afghan.

Australia memiliki sekitar 1.550 tentara yang bertugas di Afghanistan, kebanyakan di Uruzgan.
Sejak 2001, 32 tentara Australia tewas di Afghanistan, menurut data media Australia.

Percepatan pemulangan pasukan ke tahun 2013 ini bagaimanapun dipandang sebagai langkah politik dalam negeri yang dilakukan oleh Gillard karena bertepatan dengan tahun Pemilu.

Popularitas pemerintahan minoritas Gillard saat ini tengah menurun dan sejumlah pengamat menilai Partai Buruh kemungkinan bisa kalah saat Pemilu mendatang.


Sumber : BBC

Thursday, April 12, 2012

Israel memproduksi senjata nuklir


Negara Israel memiliki pembangkit nuklir di bagian selatan kota Dimona, di gurun Negev, dan diyakini memiliki persenjataan dengan hulu nuklir yang luar biasa.

Israel, seperti halnya India, Pakistan, dan Korea Utara tidak tergabung dalam penandatanganan Perjanjian "Nuclear Non-Proliferation".

Reaktor utama di kota Dimona, yang secara resmi dinyatakan dipergunakan untuk keperluan sipil, merupakan hasil kerjasama dengan Perancis dan mulai beroperasi sejak awal 1960.

Beberapa tahun setelah itu, agen intelijen Amerika Serikat, CIA,  menyimpulkan bahwa Israel telah memproduksi senjata nuklir di lokasi reaktor nuklirnya.

Sampai dengan tahun 1986, seorang teknisi di Dimona bernama Mordechai Vanunu menyatakan bahwa pengembangan persenjataan nuklir Israel telah jelas, dinyatakannya kepada koran Sunday Times sebagaimana pernah diberitakan oleh The Guardian dan dipantau oleh ANTARA News, di Jakarta, Rabu.

Pada tahun 2006, Ehud Olmert secara tidak sengaja menyatakan mengenai kemampuan nuklir Israel ketika dia berbicara kepada sebuah TV Jerman.

"Iran secara terbuka dan publik, mengancam bakal menghapus Israel dari peta dunia. Dapatkah kamu katakan bahwa ini sama tingkatnya, ketika mereka memiliki senjata nuklir seperti Amerika, Perancis, Israel, dan Rusia?", kata Ehud Olmert saat itu.

Secara formal, Israel mengatakan bahwa Iran bukan satu-satunya negara yang mengembangkan senjata nuklir di Timur Tengah dan telah memancing untuk memberlakukan kebijakan garis keras untuk mengekang ambisi nuklir Iran. Perdana Menteri Benyamin Netanyahu menyatakan Iran yang dipersenjatai dengan nuklir merupakan masalah keamanan yang dihadapi oleh negara Israel.



Sumber :  Antara

Tuesday, April 10, 2012

Batalyon S-400 Rusia Mulai Beroperasi di Kaliningrad


Moskwa - Harian Izvestia di Rusia melaporkan, satu batalyon sistem pertahanan rudal antiserangan udara S-400 Triumf telah mulai beroperasi di kawasan enklaf Rusia di Kaliningrad, yang terletak di tengah negara-negara Baltik anggota NATO. Sistem pertahanan tersebut menjadi bagian dari Armada Laut Baltik Rusia.

Ini adalah batalyon ketiga S-400 yang dioperasikan Angkatan Bersenjata Rusia. Dua batalyon sebelumnya ditempatkan di sekitar kawasan ibu kota Moskwa.

Pertengahan Maret lalu, Kepala Staf AU Rusia Mayor Jenderal Viktor Bondarev mengatakan, satu batalyon lagi sedang dalam proses penempatan di Nakhodka, di Rusia timur jauh. Rusia berencana memiliki 28 resimen S-400, yang masing-masing memiliki dua batalyon, pada 2020.

Sistem pertahanan udara terbaru itu akan ditempatkan di kawasan maritim dan perbatasan dengan negara lain.

S-400 adalah sistem rudal darat-ke-udara jarak menengah-jauh, yang dirancang untuk mencegat segala bentuk ancaman serangan udara, mulai dari pesawat berawak, pesawat tak berawak, hingga rudal jelajah dan rudal balistik. Jarak tembak rudalnya mencapai 400 kilometer dan ketinggian 30 kilometer.

Rusia menyatakan tak akan menjual sistem S-400 ke negara lain.


Sumber : Kompas

Baca lainnya

Monday, April 9, 2012

Roket Korea Utara Siap Meluncur

Jepang Menyiapkan Rudal Pertahanan terhadap Peluncuran Roket Korea Utara (ibtimes.com)

Pyongyang - Roket jarak jauh milik Korea Utara kini sudah bersiap di lokasi peluncuran. Pihak Pyongyang, Korea Utara, sejauh ini menegaskan, roket ini disiapkan untuk membawa satelit untuk keperluan sipil ke luar angkasa, dan bukan sebuah misil balistik yang bisa saja membawa hulu ledak nuklir.

Wartawan kantor berita AFP, Minggu (8/4/2012), melaporkan, rezim komunis Korut utara yang biasanya tertutup penuh rahasia, tanpa diduga bersedia menerima kunjungan wartawan asing ke pusat luar angkasa Tongchang-Ri. Upaya membawa wartawan asing ini diduga untuk mengkonter tuduhan bahwa Roket Unha-3 ini adalah sebuah misil balistik.

Rezim Korut menegaskan, pihaknya akan meluncurkan satelit dengan roket Unha-3 antara tanggal 12 April gingga 16 April memperingati perayaan 100 tahun kelahiran pendiri Korut Kim Il-sung. Hari kelahiran Kim pada 15 April.

Satelit ini menurut pihak Korut untuk keperluan riset sains bertujuan damai. "Sungguh tak masuk akal mengatakan (roket) ini sebuah percobaan misil," ujar Jang Myong-Jin, kepala Pusat Luar Angkasa Korut.

Menurut Jang, peluncuran ini sudah direncanakan sejak lama, bertepatan dengan peringatan 100 tahun kelahiran Presiden Kim Il Sung. "Kami tidak melakukan ini untuk provokasi," tambahnya.

Roket ini akan membawa satelit Kwangmyongsong-3 (Bintang terang) ke orbit guna mengobservasi bumi dan mengumpulkan data soal sumber alam dan hutan. Pihak barat curiga Korut yang miskin sebenarnya tidak perlu melakukan pengiriman satelit ke orbit.

Jika misi ini berjalan sukses, maka akan semakin memperkuat citra Kim Jong Un yang kini memimpim Korut, sebagai seorang pemimpin Korut yang kuat menyusul kematian ayahnya Kim Jong Il bulan Desember lalu.

Misi ini juga akan memperkuat citra Kim Jong-Un yang tak kalah dengan kakeknya, Kim Il Sung yang juga merupakan pendiri Korut.

Kehadiran sekitar 50 wartawan asing di pusat luar angkasa Korut yang baru di Semanjung Cholsan, di Korut barat laut ini, merupakan yang pertama kalinya dilakukan rezim Pyongyang. Cholsan hanya sekitar 50 kilometer dari perbatasan negara itu dengan China.

Wartawan asing yang datang dengan kereta api khusus ini bisa melihat roket kontroversial tadi dari jarak sekitar 50 meter. Roket dicat warna putih dengan tulisan berwarna biru langit. Namun tidak terlihat indikasi akan segera diluncurkan.

Rencana peluncuran roket ini membuat Jepang mempersiapkan sejumlah misil pertahaan di pusat kota Tokyo. Roket Korut ini setinggi 30 meter dan berdiameter 2,5 meter. Wartawan asing juga bisa melihat dari dekat satelit yang menurut pihak Korut, memiliki berat 100 kilogram berbentuk kotak dengan lima antenna, ditutup dengan panel surya guna memasok listrik.

Korut diyakini memiliki cukup plutonium untuk membuat enam samai delapan bom. Korut melakukan uji coba senjata atom pada Oktober 2006 dan Mei 2009. Uji coba ini dilakukan setelah tiga bulan mereka sukses melakukan uji misil. 
 
 
 
Sumber : Kompas
 

Thursday, April 5, 2012

Latihan Militer AS-Israel Takkan Pengaruhi Turki

Foto : Latihan militer Nobel Dina (habermonitor)

Pada Minggu pekan lalu, Angkatan Udara dan Angkatan Laut Israel menggelar latihan militer gabungan di Laut Mediterania bersama armada tempur Amerika Serikat (AS) dan Yunani. Latihan itu diklaim bukan ditujukan untuk mengancam Turki.

Pejabat AS melaporkan bahwa latihan militer Noble Dina juga tidak dimaksudkan untuk mensimulasikan peperangan, dan tidak ditujukan untuk mewaspadai sejumlah negara yang ada di sekitar Mediterania.

"Tidak ada skenario dalam latihan militer ini, ini adalah latihan milter untuk mewaspadai peperangan dengan kapal selam. Latihan ini juga digelar untuk meningkatkan kewaspadaan angkatan laut, meningkatkan komunikasi, mengatasi terorisme, dan melindungi wilayah maritim," ujar pejabat AS, seperti dikutip Haaretz, Kamis (5/4/2012).

Noble Dina merupakan latihan perang antara Angkatan Laut AS dan Israel yang sudah dibentuk pada 1998 silam. Namun sejak 2009, latihan ini melibatkan pihak ketiga yakni, Yunani.

Sebelumnya, adapula latihan militer yang bernama Reliant Mermaid. Latihan itu dilakukan oleh AS, Israel, dan Turki. Namun saat ini, hubungan Turki dan Israel kian menegang dan Turki sudah memutus segala bentuk kontak dengan Negera Yahudi itu.

Ketika ketegangan antara Turki dan Israel ketegangan berlangsung, latihan Reliant Mermaid tetap digelar pada Agustus 2010 dan 2011. Meski demikian, Turki menolak untuk berpartisipasi.

Turki sendiri belum mengeluarkan komentarnya untuk menyikapi latihan militer Noble Dina yang berlangsung pada awal April ini.




Sumber : Okezone

India Resmi Miliki Kapal Selam Nuklir


Angkatan Laut India secara resmi memiliki sebuah kapal selam bertenaga nuklir yang dibeli dari Rusia dengan harga US$1 juta.

Kapal selam yang diserahkan Rusia kepada India, Rabu (4/4), itu akan dicicil pembayarannya selama 10 tahun ke depan.


Dengan kapal selam nuklir ini, India kembali ke jajaran elite negara-negara yang memiliki persenjataan nuklir.

Negara-negara yang memiliki kapal selam nuklir adalah Amerika Serikat, China, Rusia, Inggris, dan Prancis.

Sebelumnya India juga pernah mengoperasikan kapal selam bertenaga nuklir juga buatan Rusia hingga 1991. Dan saat ini India tengah mengembangkan kapal selam nuklir buatan dalam negeri yang diharapkan selesai dibangun akhir tahun ini.

Kapal selam kelas Akula II berbobot mati 8.140 ton itu dibangun di Rusia dan awalnya diberi nama K-152 Nerpa. Kemudian nama itu menjadi INS Chakra II setelah bergabung dengan AL India.

Kapal selam itu diserahkan ke Angkatan Laut oleh Menteri Pertahanan India AK Antony dalam sebuah upacara militer di Vishakhapatnam, Bengal.

Setelah bergabung dengan AL India, kapal ini akan diawaki 80 orang pelaut yang dipimpin Kapten P Ashokan. 



Kapal selam yang berlayar dari pelabuhan Vladivostok, Rusia 40 hari lalu itu kini menjadi kebanggan militer India. Namun demi menyesuaikan dengan perjanjian antipersenjataan nuklir, INS Chakra II tidak akan membawa persenjataan nuklir. Kapal itu hanya akan membawa misil biasa.

Keberadaan INS Chakra II diharapkan bisa memberikan keuntungan dalam operasi-operasi Angkatan Laut India. Kapal selam ini mampu menyelam selama tiga bulan tanpa harus khawatir kehabisan bahan bakar.

Sebelumnya kapal selam ini akan diserahkan pada 2009 lalu namun penyerahan terpaksa diundur karena muncul kesalahan teknis saat uji coba.

India kini tengah mengembangkan kapal selam nuklirnya sendiri, yang dinamakan Arihant. Kapal selam itu diharapkan bisa dioperasikan akhir tahun ini.

Rusia diharapkan bisa memberi bantuan pelatihan bagi awak Arihant kelak. Rusia dan India dikenal sebagai sekutu lama India di mana 70% persenjataan India dipasok dari Rusia.




Pasukan AS ke Australia untuk Latihan


Sekira 200 pasukan Amerika Serikat (AS) akan memulai tugasnya selama enam bulan di Australia, dimulai hari ini. Pihak militer AS mengatakan, pasukan marinir itu akan menjalani latihan bersama pasukan Australia.

Mendaratnya pasukan Marinir AS ini memang menjadi perdebatan di wilayah Asia-Pasifik. Pengerahan pasukan ini memicu kekhawatiran di China, di mana AS dinilai berupaya mengembangkan strategi militernya untuk menghalau kekuatan China yang terus berkembangan di Asia.

"Kelompok pertama dari pasukan Marinir dari resimen ketiga yang berbasis di Hawaii, akan melakukan latihan perangan dengan pasukan Australia. Mereka juga akan melatihan dengan negara-negara lain di wilayah ini (Asia-Pasifik)," ucap seorang juru bicara Korps Marinir AS seperti dikutip Reuters, Rabu (4/4/2012).

Australia merupakan sekutu AS selama 60 tahun dan lewat wadah kerja sama militer strategis ANZUS, melihat China sebagai rekan perdagangannya. Tentunya Australia harus berhati-hati dalam mengambil kerja sama militer dengan AS.

Sebelumnya setelah AS mengumumkan akan menambahkan kehadiran pasukan marinirnya di Darwin hingga 2.500 personel, China memperingatkan langkah dapat melukai kepercayaan yang sudah dibangun selama ini dengan Australia.

Namun, analis dari hubungan internasional Australian Strategic Policy Institute Rod Lyon mengatakan, China, India dan termasuk Indonesia sudah diberikan pengertian tentang masuk pengerahan pasukan ini. 

Sementara Menteri Pertahanan Australia Stephen Smith menilai kebijakan AS ini menunjukan bahwa dunia sudah berpindah perhatiannya ke wilayah Asia Pasifik dan Samudera Hindia. Baginya tidak ada salahnya bila Australia merespons hal tersebut.

"Dunia perlu menerima kenyataan atas kebangkitan China, kebangkitan Inda dan perpindahan pengaruh politik, ekonomi yang strategis ke bagian wilayah ini (Asia Pasifik)," jelas Stephen Smith.

Kota Darwin juga dekat dengan Indonesia yakni dengan jarak sekira 820 kilometer. Menurut pihak Australia dan AS, dekatnya jarak ini memungkinkan marinir untuk merespons secara cepat bila Asia Tenggara dilanda bencana serta membutuhkan bantuan kemanusiaan.


Sumber : Okezone

Baca juga