Clock By Blog Tips
Showing posts with label Nasional. Show all posts
Showing posts with label Nasional. Show all posts

Thursday, March 22, 2012

Presiden SBY Buka Forum Dialog JIDD 2012

Presiden SBY ketika menyampaikan sambutan pembukaan Dialog Pertahanan Jakarta atau Jakarta International Defense Dialogue 2012 di JICC, Rabu (213) siang. (foto: rusman/presidensby.info)

Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono dengan didampingi Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-Moon, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro dan Menteri Luar Negeri Marty Natalegaw, memukul gong tanda dibukannya Forum Jakarta International Defense Dialogue (JIDD) yang kedua tahun 2012. JIDD 2012 saat ini diselenggarakan dari tanggal 21 sampai dengan 3 Maret 2012 bertempat di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta.
 
Pada kesempatan JIDD 2012 ini dihadiri PM dan Menhan Timor Leste Xanana Gusmao dan mantan Presiden Filipina Fidel Ramos serta Asistant Director of National Intelligent for Partner Engagement National Intelligence Amerika Serikat, Michael Flynn. Pada kesempatan ini Forum JIDD 2012 juga mengundang President Cooperative Cyber Defense Centre of Excellence Ilmar Tamm dan Under Secretary General and Emergency Relief Coordinator UN OCHA, Valerie Amos.

Presiden SBY, Sekjen PBB Ban Ki-moon, dan PM Timor Leste Xanana Gusmao mengunjungi gerai pameran, pada pembukaan Dialog Pertahanan Jakarta (JIDD) 2012 di JCC, Rabu (213) siang. (foto: rusman/presidensby.info)


Disamping itu juga, Forum JIDD 2012 yang mempertemukan para pemimpin, perwira militer, akademisi dan pembuat kebijakan dari seluruh wilayah Asia Pasifik dan sekitarnya dihadiri delegasi negara-Asia, Eropa, Amerika dan Australia. Beberapa Menteri Pertahanan Negara ASEAN dan Negara Erophapun, seperti Malaysia, Singapura, Belgia, Brunei Darussalam dan Filipina dan sejumlah panglima angkatan bersenjata negara di Asia siap menghadiri forum dialog tersebut. Lebih dari perwakilan 40 negara dan 50 orang pembicara internasional lainnya bersama 1.300 perserta mengahidiri Forum Dialog Pertahanan terbesar di ASEAN. 
 
Pada kesempatan tersebut juga akan diadakan Asia Pacific Security and Defence Expo 2012 (APSDEX) yang diikuti oleh berbagai perusahaan, industri pertahanan dalam negeri, asosiasi dan industri Internasional terkemuka. 
Sumber : DMC

Pasukan PBB Kekurangan Perangkat Militer

Sekjen PBB - Ban Ki Moon

Pasukan Penjaga Perdamaian dari PBB tidak akan mampu menanggulangi sendirian berbagai permasalahan di berbagai wilayah konflik. Untuk itu, PBB perlu bantuan tenaga dan perlengkapan militer dari negara lain untuk membantu mereka dalam upaya menciptakan perdamaian.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki Moon, dalam pidatonya pada Jakarta Internasional Defense Dialog di JCC, Senayan, Rabu 21 Maret 2012. Menurutnya, saat ini PBB mengalami kekurangan perangkat, di antaranya helikopter dan tenaga ahli.

"Operasi perdamaian PBB saat ini kekurangan sedikitnya 44 helikopter tempur lagi. Ini sangat diperlukan dalam melindungi warga sipil, terutama di beberapa wilayah terpencil, dengan sedikitnya akses jalan dan berbahaya," kata Ban.

Selain butuh helikopter, Ban juga mengatakan bahwa mereka masih kekurangan tenaga personel polisi, dan para ahli di bidang penegakan hukum dan reformasi sektor keamanan, kehakiman dan pemasyarakatan.

Untuk itu, ujarnya, PBB memerlukan bantuan dari berbagai negara dalam melakukan tugas perlindungan mereka. "Saya mendesak anda untuk mencari tahu apa yang bisa anda sumbangkan," kata Ban.

Kontribusi internasional sangat vital dalam berbagai misi perdamaian PBB. Dia mencontohkan betapa bantuan helikopter oleh Ukraina saat krisis di Pantai Gading membantu PBB dalam melindungi rakyat sipil.

"Kami mungkin gagal tanpa kontribusi satu negara: Ukraina, yang meminjamkan kami tiga helikopter tempur di saat kritis. Dengan helikopter tersebut, dan bantuan tentara Prancis, kami mampu mencegah tentara pemerintah membunuh warga sipil dan pasukan kami," ujar Ban.

Peristiwa yang dimaksud Ban adalah perebutan kekuasan di Pantai Gading usai pemilu. Presiden terpilih tidak dapat berkuasa karena presiden sebelumnya yang kalah dalam pemilu, menolak turun dan mempertahankan istananya dengan menyewa tentara bayaran dan memanfaatkan isu etnis. Banyak warga sipil yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

"Saya mendapatkan pelajaran penting dari peristiwa ini, bahwa persatuan komunitas internasional dan kemampuan dalam membantu PBB untuk melaksanakan tugasnya sangat penting," kata Ban.



Sumber : VivaNews

Wednesday, March 21, 2012

Indonesia berambisi 10 besar pengirim pasukan perdamaian

Kunjungan Sekjen PBB Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) memakai cenderamata berupa helm pasukan perdamaian United Nations (UN) yang diterima dari Sekjen PBB Ban Ki-moon (kiri) di Auditorium Indonesia Peace and Security Centre (IPSC), Sentul, Bogor, Jawa Barat, Selasa (20/3). Selain melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Yudhoyono, Ban Ki-moon mengunjungi IPSC di Sentul, Bogor untuk melihat secara langsung sarana dan fasilitas yang tersedia di pusat misi pemeliharaan perdamaian itu. (FOTO ANTARA/Widodo S. Jusuf)

Bogor - Indonesia berambisi untuk masuk dalam sepuluh besar negara pengirim pasukan perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa, mengatakan Indonesia berkeinginan untuk mengirim pasukan pemeliharaan perdamaian hingga mencapai 10 ribu personil.


"Sekarang kami memiliki tujuan yang lebih tinggi untuk menjadi salah satu dari sepuluh besar negara di dunia yang berkontribusi sampai 10 ribu personil," kata Presiden dalam pengantarnya sebelum Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menyampaikan pidato berjudul "UN Peacekeeping: Challanges and Opportunities for Indonesia".


Kehadiran Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian seluas 261,712 hektar di Desa Sukahati, Kecamatan Citeureup, Sentul, Kabupaten Bogor, menurut Presiden, adalah salah satu upaya untuk memenuhi tujuan tersebut.

Pusat pemeliharaan tersebut dibangun sejak 2010 dan dijadwalkan selesai pada tahun anggaran 2014. Selain menjadi pusat misi pemeliharaan perdamaian, lokasi itu juga menjadi tempat pasukan gerak cepat, pelatihan penanggulangan antiteror, universitas pertahanan, pusat pelatihan bahasa, latihan penanggulangan bencana, dan latihan olahraga militer.


Pusat pemeliharaan yang telah diresmikan oleh Presiden Yudhoyono pada 19 Desember 2011 itu diharapkan dapat menjadi lokasi pelatihan bagi pasukan perdamaian yang akan diberangkatkan ke daerah konflik.

Pesiden Yudhoyono menyatakan pasukan pemelihara perdamaian tidak hanya harus memiliki keahlian militer namun juga keterampilan untuk mengenal budaya dan bahasa penduduk setempat.


"Mereka harus bisa bekerja dengan pasukan militer dari berbagai negaradan juga memiliki keahlian antiteror serta misi penyelamatan. Mereka juga harus memiliki pengetahuan tentang budaya dan bahasa negara setempat," tuturnya.

Saat ini, Indonesia mengirimkan pasukan perdamaian sekitar 1.900 personil yang bertugas di Lebanon Selatan.

Indonesia sekarang termasuk dalam 20 besar negara pengirim pasukan pemeliharaan perdamaian di bawah bendera PBB.

Sementara itu, Ban Ki-moon mendapatkan kejutan ketika berkunjung ke Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian. Pada acara jamuan makan siang, Ban Ki-moon mendapat sajian nasi tumpeng untuk merayakan ulang tahun ke-41 pernikahannya.

Ban Ki-moon yang melawat ke Indonesia didampingi oleh istrinya, Ban Soon-taek, didaulat untuk memotong nasi tumpeng disaksikan oleh Presiden Yudhoyono.

Ban Ki-moon menikahi Soon-taek pada 1971 dan dikaruniai tiga anak.



Sumber : Antara


Baca juga

Monday, November 21, 2011

PKS: Pangkalan Militer AS Demi Amankan Freeport


Jakarta - Kehadiran pangkalan militer Amerika Serikat di Darwin, Australia, untuk kepentingan pengamanan PT Freeport Indonesia (FI). Apalagi, kini FI sedang mendapat perhatian serius dari masyarakat dan pemerintah Indonesia.

Anggota Komisi I DPR, Syahfan Badri Sampurno, mengaku heran dengan adanya pangkalan militer tersebut. Apalagi, tidak ada masalah keamanan hingga harus ada pangkalan militer. Untuk itu, kuat dugaan kalau AS mengincar FI.

"Jelas sekali kepentingan Amerika Serikat. Indonesia serta negara-negara ASEAN harus menolak pangkalan militer di Darwin ini,” tegas Syahfan melalui rilis yang diterima INILAH.COM, Minggu (20/11/2011).

Menurutnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono perlu mengambil sikap tegas. Apalagi sampai AS harus menurunkan militernya. Dia mencurigai, hibah pesawat tempur sebagai bentuk untuk membungkam Indonesia.
“Dikhawatirkan bila pemerintah tidak menyikapi ini sebagai ancaman, maka sinyalemen hibah F-16 sebagai bagian dari upaya pembungkaman akan mendapat pembenaran,” ujar Syahfan.

Rezim militer AS di hampir semua negara yang didirikan pangkalan militer, tidak pernah baik. Rakyat yang akan menjadi korban dari keberadaan ini.

"Hampir di setiap negara di mana AS mendirikan pangkalan, di sana akan ada ancaman stabilitas keamanan dan yang menderita nantinya adalah rakyat juga,” katanya.

Untuk itu, melalui Komisi I DPR, nantinya pihaknya akan mendesak penolakan ini.



Sumber : Inilah,com

RI - Australia Gelar Latihan Militer Nonperang


Nusa Dua - Pemerintah Indonesia dan Australia sepakat menggelar latihan militer nonperang. Latihan tahunan yang diproyeksikan juga akan melibatkan militer Jepang dan Amerika Serikat ini fokus pada pengerahan kekuatan militer untuk penanggulangan bencana alam.

Kesepakatan tersebut diambil dalam pertemuan bilateral Perdana Menteri Australia Julia Gillard dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Hotel Ayodya Resort, Nusa Dua, kemarin (20/11). "Latihan militer nonperang ini juga melibatkan badan penanggulangan bencana negara-negara ASEAN serta milter China," ujar Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha usai pertemuan satu jam tersebut.

Menurut Julian, persiapan latihan militer tersebut akan dibicarakan dalam serangkaian pertemuan intensif lembaga-lembaga teknis awal tahun depan. "Latihan bersama ini juga agar publik tahu, militer juga memiliki kewajiban untuk terlibat aktif menanggulangi ancaman non-tradisional, seperti bencana alam," terangnya.

Presiden SBY menyambut gembira tawaran tersebut dan sepakat bahwa militer juga harus dilibatkan dalam kesiapan penanggulangan bencana. "Pengalaman di Aceh dan Nias menunjukkan penanggulangan bencana dapat cepat dilakukan dengan melibatkan militer," kata Julian mengutip presiden.

Dua kepala pemerintahan kemarin juga membicarakan keamanan pasokan pangan di kawasan ASEAN, utamanya terkait banjir di Thailand yang berlangsung cukup lama. Banjir dikhawatirkan berdampak pada pasokan pangan regional, karena sejumlah negara di Asia Tenggara masih menggantungkan pemenuhan cadangan pangannya pada impor beras dari Thailand.

"Kalau tidak cepat ditangani bisa berdampak luas pada perekonomian dan kesejahteraan rakyat di kawasan. Sebab nasi masih menjadi makanan pokok dan Thailand adalah produsen utama. Makanya perlu penanganan cepat," papar Julian.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin juga membicarakan isu keamanan terbaru di Papua. Kepada mitranya, Presiden SBY menegaskan bahwa pemerintah pusat tidak pernah menginstruksikan penggunaan kekerasan di Papua."Presiden tadi menegaskan bahwa penanganan konflik oleh TNI dan Polri yang berlebihan sehingga melanggar HAM, pasti akan ditindak. Namun para pelaku kerusuhan dan serangan juga harus ditindak," terangnya.

Usai bertemu Perdana Menteri Gillard, Presiden SBY juga sempat bertemu Perdana Menteri Kamboja Hun Sen. Kedua pemimpin berdiskusi tentang keketuaan ASEAN serta membahas latihan militer nonperang yang ditawarkan Australia pada Indonesia dan negara-negara ASEAN.
 
 
 
Sumber : JPNN

Thursday, November 10, 2011

Makna Pahlawan Jangan Alami Devaluasi


Heroisme dan kepahlawanan di Indonesia tidak boleh mengalami devaluasi. Karena itu, kepahlawanan masa kini harus diwujudkan dengan kreativitas dan aktivitas nyata yang bermakna mendalam bagi rakyat banyak.

Para kreator dan aktor yang mampu membebaskan rakyat dari ketidakadilan, kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan, merupakan kekuatan penerus spirit kepahlawanan, yang seyogianya digelorakan untuk memperkuat integrasi nasional.

Para aktor dan kreator yang heroik tentu anti-KKN, dan mengabdikan hidupnya demi kebajikan dan kemanusiaan, sepi ing pamrih rame ing gawe (sunyi dari kepentingan pribadi, namun giat bekerja/berkarya nyata)

Para sosiolog dan sejarawan sering menyebutkan bahwa karakteritik seorang pahlawan sejati adalah keberanian, kebangsawanan hati dan jiwa serta kejujuran hati nuraninya dalam menilai setiap keadaan,

Sang pahlawan adalah sosok semasa hidupnya berani bertindak karena benar. Ia selalu bersedia berkorban untuk kepentingan orang banyak/umum. Ia tidak mudah goyah di tengah-tengah godaaan untuk menghimpun kekayaan dan kekuasaan bagi diri sendiri. Orientasi yang konstan dari seorang pahlawan sejati adalah kepentingan bersama diatas segala-galanya dan ini mutlak untuk diharuskan.

Nilai kepahlawan itu sendiri sebenarnya tidak terbatas pada suatu masa atau suatu bidang kehidupan tertentu saja. Potensi dan intuisi kepahlawan itu sendiri akan selalu ada dan hidup di dalam diri orang yang memiliki bakat untuk itu, dan ini akan selalu ada disegala zaman dan disegala bidang kehidupan.

Antropolog Universitas Diponegoro Semarang, Agus Maladi Irianto menilai, nilai-nilai kepahlawanan harus direvitalisasi agar sesuai konteks permasalahan yang dihadapi dewasa ini. Makna kepahlawanan saat ini tidak dapat lagi dipahami dalam konteks perjuangan fisik seperti yang dilakukan para pejuang di zaman penjajahan dulu, namun harus disesuaikan dengan situasi terkini.

Menurutnya, makna kepahlawanan lebih tepat diberikan kepada orang-orang yang memiliki kreativitas dan daya saing tinggi yang berjasa besar bagi pembangunan masyarakat dan lingkungan sekitarnya.

Dengan gelar kepahlawanan yang bermakna mendalam bagi rakyat, integrasi nasional diharapkan bisa terjaga. Selain itu, masyarakat dapat diilhami dan disemangati oleh spirit heroisme yang kontekstual dengan zamannya. Sehingga tidak ada devaluasi dalam memaknai kepahlawanan di negeri ini. Kepahlawanan harus dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan masyarakat, lalu bangsa dan negara. 



Sumber : Inilah.com

Presiden SBY Pimpin Upacara Ziarah Nasional

Taman Makam Pahlawan Nasional - Kalibata

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Kamis (10/11) pagi dijadwalkan menghadiri upacara ziarah nasional memperingati hari Pahlawan 2011.

Kepala Negara dijadwalkan memimpin upacara peringatan hari pahlawan di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta Selatan pada pukul 08:10 WIB.

Sesuai dengan tradisi tahunan, upacara peringatan hari pahlawan ditandai dengan mengheningkan cipta secara nasional dan pembacaan doa bagi arwah para pahlawan.

Setelah upacara, Presiden didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono akan menaburkan bungan di pusara sejumlah pahlawan serta tokoh negara yang dimakamkan di taman makam pahlawan tersebut.

Wakil Presiden Boediono dan Herawati Boediono juga dijadwalkan mendampingi Presiden dalam acara tersebut. Juga para menteri dan sejumlah pejabat negara lainnya dijadwalkan hadir.



Sumber : Inilah