Clock By Blog Tips
Showing posts with label Terorisme. Show all posts
Showing posts with label Terorisme. Show all posts

Wednesday, November 16, 2011

Teroris Ingin Hidupkan Kegiatan Militer

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Saud Usman Nasution, di Jakarta, Selasa (15/11/2011), menunjukkan senjata jenis M16 yang disita dari para tersangka yang ditangkap Sabtu dan Minggu lalu.

Jakarta - Jaringan teroris Abu Omar bertujuan mengumpulkan senjata api dan memasoknya, termasuk untuk jaringan teroris lain, supaya menghidupkan kembali kegiatan militer. Hal ini diungkapkan Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Saud Usman Nasution saat menunjukkan senjata sitaan dari kelompok ini di Gedung Humas Polri, Jakarta, Selasa (15/11/2011).

"Dari keterangan para tersangka yang sudah diperiksa mereka ingin menghidupkan kegiatan kemiliteran," ujar Saud.

Dalam kegiatan ini, mereka belajar untuk mempersiapkan diri melakukan penculikan secara cepat, penggunaan senjata api, bongkar pasang senjata api dan menembak secara akurat. Kegiatan ini disebut Idad.
Latihan militer ini juga sengaja dilakukan untuk memerangi kaum Syiah di Indonesia yang dianggap sebagai musuh mereka. "Mereka bertujuan untuk memerangi kaum Syiah di Indonesia," lanjutnya.

Dana untuk kegiatan militer ini didapat kelompok Abu Omar dari menjual senjata kepada kelompok lain dan mengumpulkan uang dari masing-masing anggota. Salah satunya dengan menjual lima pucuk senjata untuk kelompok yang menyerang Pos Brimob di Ambon.

Namun, Saud enggan menyebut kelompok yang berafiliasi dengan jaringan Abu Omar "Karena ini masih kita kembangkan tidak perlu kita sebutkan kelompoknya kan," tandas Saud.

Seperti yang diketahui, kelompok ini mendapat pasokan senjata dari Filipina dan diambil di beberapa tempat perbatasan termasuk dari Nunukan, Kalimantan Timur. Penangkapan terduga teroris anak buah Abu Omar, itu sebagai hasil pengembangan dari penangkapan Omar sebelumnya di Kalimantan Timur, Juli lalu. Mereka dikenal sebagai Kelompok Kaltim yang tercatat pernah terkait peledakan bom di Bali.
Sumber : Kompas

Tuesday, September 13, 2011

CIA Tahu Tentang 11/9 Sekitar bulan April dan Mei 2001 '


Analis intelijen AS dan whistleblower 11/9, Susan Lindauer, mengatakan CIA dan Badan Intelijen Pertahanan tahu tentang serangan 11 September dari bulan April dan Mei 2001.

"CIA dan Badan Intelijen Pertahanan tahu tentang serangan 11/9 dari sekitar bulan April dan Mei 2001. Saya menemukannya ketika kolega CIA saya memerintahkan saya dengan mengancam kontak saya di kedutaan Irak di New York dengan perang di peristiwa 11/9 dan Irak gagal untuk menyediakan intelijen lebih lanjuti kepada kami yang akan dapat membantu kami menggagalkan itu, " kata Lindauer PessTV AS.

Irak bersikeras bahwa itu tidak menyerahkan ke AS, katanya. Setelah bertahun-tahun sanksi menghancurkan "Irak sedang mencari perdamaian dan jika mereka punya intelijen pada konspirasi 11/9 mereka sepenuhnya menyadari bahwa mereka perlu untuk menyerahkannya dan mereka ingin melakukan itu."

Lindauer, penulis “Extreme Prejudice: The Terrifying Story of the Patriot Act and the Cover Ups of 9/11 and Iraq” ("Prasangka Extreme: Kisah Menakutkan dari Patriot Act dan Penutup 11/9 dan Irak" mengatakan bahwa dia telah memperingatkan pada bulan Agustus 2001 untuk keluar dari New York karena "serangan dianggap sudah dekat. "

Sebagai Aset Intelijen AS, Susan Lindauer bertugas sebagai anti-terorisme di Kedutaan Besar Irak di New York dari 1996 sampai dengan invasi. Tak lama setelah meminta untuk bersaksi di depan Kongres tentang unsur-unsur sukses Intelijen Pra-Perang, Lindauer menjadi salah satu Amerika non-Arab pertama kali ditangkap pada Patriot Act sebagai "Agen Irak."



Sumber : islamtimes.org

Monday, September 5, 2011

AS Bekingi Terorisme Negara di Filipina

Presiden Filipina Gloria Arroyo dan Presiden AS Barrack Obama

Kabel diplomatik yang dirilis oleh Wikileaks mengkonfirmasi bahwa pasukan keamanan yang didukung AS di Filipina telah melakukan berbagai tindak pembunuhan, penculikan, dan penahanan sewenang-wenang. Sejak tahun 2004 hingga 2010, ratusan aktivis sipil dan wartawan tewas, diculik, dan ditangkap atas tuduhan palsu oleh pemerintah Filipina, yang didukung secara ekonomi dan militer oleh AS. 

Sejumlah NGO Filipina yang kritis pada pemerintahan baik dibawah rezim Marcos sampai rezim Arroyo telah menggugat terorisme negara ala Filipina itu. Gugatan itu bahkan telah termuat luas di berbagai media massa Filipina, Senin (5/8/2011). Mereka mempersoalkan tindakan brutal aparat keamanan Filipina yang didukung diam-diam oleh AS.

Pelanggaran yang dilakukan oleh pasukan keamanan Filipina begitu luas sehingga mereka meraih perhatian masyarakat internasional, yang mengarah ke isolasi lebih lanjut mantan Presiden Gloria Macapagal-Arroyo – yang bertugas pada 2001-2010.

Manila adalah salah satu penerima bantuan militer AS terbesar di antara negara-negara Asia baru-baru ini meskipun negara tersebut mempunyai catatan terburuk pelanggaran hak asasi manusia dalam sejarah.
 
 
 
 

Thursday, July 7, 2011

Taktik Baru Teroris : Bom Dipasang dalam Tubuh


Washington - Departemen Keamanan Dalam Negeri dan Badan Keamanan Transportasi Amerika Serikat (TSA) memperingatkan seluruh negara di dunia soal taktik baru yang bakal dipakai para pengebom bunuh diri. Mereka diduga akan menanam bahan peledak itu dalam tubuh mereka untuk menghindari alat pendeteksi yang kian canggih di bandar udara.

Siasat semacam itu bakal dipakai oleh pelaku yang akan meledakkan diri dalam pesawat yang sedang terbang. Pihak Intelijen Amerika meyakini pengebom bunuh diri lelaki bakal memasang bahan peledak itu dalam usus buntu atau pantat mereka. Sementara, pelaku perempuan menanam bom itu dalam payudara.

“Departemen Dalam Negeri telah mengidentifikasi potensi ancaman teroris bakal menanam bahan peledak dalam tubuh mereka untuk beraksi,” tulis lembaga itu dalam peringatannya.

Selama ini, pengebom bunuh diri selalu menyembunyikan bahan peledak dalam tas, sepatu, atau pakaian dalam mereka. Sasaran serangan mereka pun kerap ditujukan di pesawat, pusat perbelanjaan, kereta, dan bus.

Jenis bahan peledak yang mungkin ditanam dalam tubuh itu adalah PETN (PentaeryTetranitrate). Ledakan PETN seberat 8 ons saja bisa menembus baja setebal 12,7 sentimeter. Tentu sangat mudah membuat lubang besar di pesawat.

PETN ini dimasukkan dalam plastik ukuran kecil kemudian dipasang dalam tubuh lewat operasi. Ledakan dipicu dengan menyuntikkan TATP (Triacetone Triperoxide) hingga menyentuh plastik berisi bahan peledak itu. Yang dikhawatirkan cara itu disamarkan seperti menyuntik obat diabetes.

PETN adalah kandungan utama dalam bom plastik Semtex yang dipakai oleh Richard Reid saat gagal meledakkan diri dalam pesawat American Airlines tujuan Paris-Miami pada Desember 2001.







Tempo

Friday, May 20, 2011

Amerika Serikat Perpanjang List Teroris


Departemen Luar Negeri AS mengatakan Tentara Islam, yang terkait erat dengan klan kuat di Gaza, Doghmush, itu juga bertanggung jawab atas sejumlah serangan roket terhadap Israel dan serangan terhadap warga sipil Mesir pada tahun 2009 yang mengakibatkan korban dan kematian.

Amerika Serikat, Kamis, memasukkan Tentara Islam (AOI), kelompok bersenjata di Palestina yang berbasis di Jalur Gaza dan dipersalahkan atas berbagai serangan, dalam daftar hitam terorisme. Sebelumnya, beberapa tahun lalu Amerika juga memasukkan HAMAS dan Jihad Islam ke dalam list teroris.

Tentara Islam menjadi terkenal pada tahun 2006 saat kelompok itu bekerja dengan Hamas untuk menangkap tentara Israel Gilad Shalit dan juga terlibat dalam penculikan wartawan BBC Alan Johnston pada 2007.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan Tentara Islam, yang terkait erat dengan klan kuat di Gaza, Doghmush, itu juga bertanggung jawab atas sejumlah serangan roket terhadap Israel dan serangan terhadap warga sipil Mesir pada tahun 2009 yang mengakibatkan korban dan kematian.

"AOI sebelumnya bekerja dengan Hamas dan berupaya untuk mengembangkan kontak dekat dengan al Qaida, "kata Departemen Luar Negeri di pernyataannya, mencatat bahwa kelompok itu juga mengeluarkan sebuah pidato untuk pemimpin al Qaeda Osama bin Laden setelah ia dibunuh di Pakistan dalam penggerebekan oleh pasukan AS pada 2 Mei.
Departemen Luar Negeri sekarang memiliki 48 kelompok dalam daftar resmi organisasi teroris asing termasuk Hamas, yang menguasai Jalur Gaza.
 
 
 
 
 
 
Islam times
 

Thursday, May 12, 2011

AS Nyatakan Komandan Gerilyawan Haqqani Teroris


Washington - Amerika Serikat menyatakan Badruddin Haqqani, komandan sebuah kelompok gerilyawan yang bermarkas di Pakistan, sebagai "teroris global yang ditandai secara khusus", langkah yang akan membekukan asetnya di bawah jurisdiksi AS.

Tindakan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton itu, yang berdasarkan pada perintah eksekutif yang ditargetkan terhadap terorisme dan mereka yang membantunya, juga melarang perorangan dan kelompok AS melakukan transaksi dengannya.

"Tindakan ini akan membantu mengurangi aliran keuangan dan bantuan lain kepada orang berbahaya itu," kata Deplu AS dalam satu pernyataan untuk mengumumkan tindakan tersebut, yang secara resmi dikenal sebagai "penandaan".

Haqqani adalah putera komandan perang Pashtun Afghanistan Jalaluddin Haqqani, yang mendirikan kelompok yang disebut Jaringan Haqqani. Kelompok Haqqani itu telah memerangi pasukan asing di Afghnaistan timur dan beroperasi dari markas di Waziristan Utara di Pakistan baratlaut.

Kelompok itu mencapai keterkenalan di Afghanistan pada tahun 1990-an, mendapat senjata dan dana dari Badan Intelijen Pusat (CIA) AS dan Arab Saudi untuk memerangi pendudukan Uni Soviet. Mereka memiliki hubungan yang telah berlangsung lama dengan Inter-Service Intelligence militer Pakistan, badan intelijen penting negara itu.

Tindakan AS itu dapat memperburuk hubungan antara AS dan Pakistan, yang telah tegang akibat serangan Amerika yang menewaskan pemimpin Al Qaida Osama bin Laden di Pakistan dan karena tuduhan AS bahwa Pakistan berbuat terlalu sedikit untuk memerangi gerilyawan.

Pejabat penting militer AS, pemimpin para Kepaka Staf Gabungan Mike Mullen, telah mengatakan pada satu jaringan televisi Pakistan bahwa badan intelijen Pakistan masih memiliki hubungan dengan jaringan Haqqani.

AS telah menyampaikan bukti pada Pakistan mengenai apa yang mereka anggap sebagai ancaman yang meningkat dari jaringan itu, termasuk yang diduga keterlibatannya dalam serangkaian pemboman, termasuk di antaranya pemboman yang ditargetkan terhadap pangkalan udara penting NATO di Bagram, Afghanistan.

Deplu AS melukiskan Badruddin Haqqani sebagai komandan operasional jaringan itu, yang mereka katakan sebagai garis terdepan aktivitas gerilyawan di Afghanistan dan bertanggungjawab atas banyak serangan besar, demikian Reuters melaporkan.





(ANTARA News) 

Al Qaeda Janjikan Teror

 
Dubai - Pemimpin cabang Al Qaeda yang beroperasi di jazirah Arab, Nasser al-Wuhayshi, Rabu (11/5), menjanjikan aksi teror yang lebih besar dan lebih buruk daripada yang dilakukan selama ini. Ia mengatakan, operasi Al Qaeda akan terus berjalan meski Osama bin Laden telah tewas.

Menurut Al Wuhayshi, dalam pernyataan yang dimuat situs kelompok militan As-Ansar, perang melawan musuh-musuh Al Qaeda tidak dipimpin oleh Osama sendiri.

”Jangan menganggap remeh perang ini. Akan datang yang lebih besar dan buruk, dan kalian akan menghadapi sesuatu yang lebih intens dan menyakitkan,” kata pemimpin Al Qaeda di jazirah Arab (AQAP), salah satu sayap Al Qaeda paling agresif.

Sayap Al Qaeda lainnya, Brigade Abdullah Azzam, juga mengunggah pernyataan berisi ancaman teror baru di salah satu forum diskusi kelompok militan di internet, Rabu. ”Kami bersumpah akan meneruskan peperangan,” tutur kelompok tersebut, seperti dikutip oleh jaringan pemantau kelompok militan, SITE Intelligence Group.

Amerika Serikat, yang menjadi sasaran utama Al Qaeda, semakin khawatir dengan ancaman kelompok militan di Yaman. AS memperingatkan, Yaman bisa menjadi tempat Al Qaeda untuk menyusun kembali kekuatan.
Yaman saat ini masih terus dilanda aksi demonstrasi massa yang menuntut pengunduran diri Presiden Ali Abdullah Saleh. AS dan negara-negara tetangga Yaman berusaha keras mencari cara peralihan kekuasaan yang damai agar negara itu tidak kolaps dan menjadi pusat operasi Al Qaeda.

Pekan lalu AS melancarkan serangan pesawat tempur tak berawak (drone) terhadap Anwar al-Awlaqi, seorang ulama Yaman kelahiran AS, yang diduga memiliki kaitan dengan AQAP. Namun, serangan itu gagal dan hanya menewaskan dua perwira menengah AQAP.

Di AS seorang warga Yaman bernama Rageh Almurisi (28) ditahan aparat keamanan, Minggu, setelah berusaha mendobrak pintu kokpit pesawat Boeing 737 milik American Airlines menjelang pendaratan di Bandara San Francisco.

Pihak berwenang AS belum mengetahui motif tindakan Almurisi tersebut dan belum menemukan hubungan pria ini dengan organisasi teroris. Namun, hakim James Larson menolak permohonan pembebasan dengan jaminan atas Almurisi.

Pemimpin baru
Spekulasi terus bermunculan tentang siapa yang akan menggantikan Osama bin Laden sebagai pucuk pimpinan Al Qaeda. Pemimpin nomor dua Al Qaeda, Ayman al-Zawahiri, disebut-sebut sebagai calon terkuat pengganti Osama.

Akan tetapi, hingga saat ini organisasi militan tersebut belum mengumumkan secara resmi siapa pengganti Osama.

Para pengamat menduga, perpecahan di tubuh Al Qaeda dan perkembangan revolusi di dunia Arab membuat organisasi itu mungkin tak akan menunjuk pemimpin baru.

Menurut Rita Katz dan Josh Devon, yang menulis laporan di SITE Intelligence Group, belum tentu Al Qaeda akan membutuhkan pemimpin baru. ”Selama (Al Qaeda) bisa terus menyampaikan pesan-pesan mereka, kelompok itu tetap akan menjadi panutan bagi komunitas jihad global,” tulis Katz dan Devon.

Beberapa nama tokoh Al Qaeda muncul sebagai kandidat pemimpin organisasi, seperti Abu Yahia al-Libi, yang memegang komando Al Qaeda di Afganistan, atau Saif al-Adel, warga Mesir yang terlibat dalam pengeboman Kedubes AS di Kenya dan Tanzania, 1998.

Apabila Al Zawahiri jadi menggantikan Osama, ia menghadapi tantangan berat untuk membangkitkan kembali Al Qaeda yang sudah lemah. Selain ia dikabarkan tak disenangi oleh beberapa pihak di dalam Al Qaeda, Al Zawahiri juga harus menghadapi kenyataan, dunia Arab, yang diharapkan menjadi basis gerakan organisasi ini, kini telah berubah.

”Osama telah menjadi bagian dari masa lalu, seperti rezim-rezim di Arab yang sudah digulingkan. Sungguh suatu kebetulan, para penguasa otoriter Arab kolaps dan Osama tewas di tahun yang sama,” kata Khalil el-Anani, pengamat gerakan jihad.

Moazzam Begg, warga Inggris yang sempat ditahan di penjara Guantanamo karena dituduh terlibat Al Qaeda, mengatakan, kelompok itu mungkin akan mengubah strategi, dengan memperbanyak serangan skala kecil dan mengurangi serangan terhadap warga sipil.

  ”Ada kesadaran yang diterima luas bahwa serangan terhadap warga sipil tidak populer, dan pendapat rakyat itu yang saat ini dominan. Perubahan di Arab saat ini akan jauh menutupi isu siapa pengganti Osama,” ujar Begg.





Kompas

Monday, May 9, 2011

Rumah Osama Jadi Pusat Komando


Washington -  Kompleks rumah mewah yang dihuni Pemimpin Al-Qaeda Osama Bin Laden ternyata merupakan pusat komando aktif gerakan tersebut.

Seorang pejabat senior intelijen Amerika Serikat (AS) menyatakan bahwa Osama mengendalikan jaringan teroris dari rumahnya di Abbottabad,Pakistan. Klaim ini memupus informasi yang sebelumnya menyebutkan bahwa Osama memimpin Al-Qaeda dari satu gua ke gua lainnya secara perpindahpindah di pegunungan Afghanistan. Setelah sejumlah dokumen yang disita dari kediaman Osama,Paman Sam mengklaim Osama mengendalikan organisasinya dari sebuah kompleks vila yang tenang tersebut.

Pejabat yang enggan disebutkan namanya itu menyatakan, berbagai bukti yang disita pasukan AS setelah penggerebekan pekan lalu yang menewaskan Osama menjadi “harta karun”terbesar yang dida-patkan Amerika Serikat (AS). Berbagai bukti berupa video dan dokumenitumenunjukkanbahwa kediaman Osama menjadi tempat penting bagi Al-Qaeda.

“Kompleks rumah di Abbottabad merupakan komando aktif dan pusat kontrol bagi pemimpin tertinggi Al-Qaeda dan semuanya jelas bahwa dia bukan hanya pemikir strategi bagi kelompok itu,”kata pejabat intelijen itu, seperti dikutip Reuters.“ Dia juga aktif dalam perencanaan operasional dan mengendalikan keputusan taktis.” Menurut pejabat senior AS, penggerebekan pada Senin (2/5) di Pakistan oleh pasukan komando AS menghasilkan sumber informasi terbesar dari teroris senior.

Tim pejabat AS telah meneliti komputer,DVD, peranti keras, dan dokumen yang disita dari rumah Osama di Abbottabad,Pakistan utara, tempat Osama mungkin bersembunyi sekitar lima tahun terakhir. “Ini merupakan kesuksesan prestasi intelijen dalam satu generasi,”katanya. Barang-barang yang ditemukan di kompleks itu antara lain rekaman audio dan video, tulisan tangan, komputer, dan alat perekam. Surat-surat pribadi Osama dan pihak-pihak lain juga ditemukan di sana.

Direktur CIA Leon Panetta menyatakan, barang-barang yang ditemukan semakin memastikan betapa pentingnya memburu Osama. Kementerian Pertahanan AS kemarin merilis sejumlah video amatir Osama bin Laden yang disita dari tempat pemimpin Al-Qaeda itu ditembak mati pekan lalu. Rekaman video itu memperlihatkan Osama sedang menonton dirinya di televisi dan mempersiapkan pesan video yang ditujukan kepada AS.

Dalam konferensi pers di Washington DC,Pentagon juga merilis video propaganda yang direkam Osama. Totalnya ada lima video yang disita saat pasukan komando Amerika dari satuan elit Navy SEAL menggerebek kediaman Osama.Dalam video pertama, yang direkam pada Oktober atau November 2010, Osama terlihat mengenakan songkok putih dan jubah putih ketika dia berbicara di depan kamera.

Penampilan seperti itu menjadi gaya pidato video sebelumnya yang dibuat pemimpin Al-Qaeda itu. Tidak ada suara di film tersebut, tapi aparat Pentagon menyatakan video itu memuat pesan kepada AS. Menurut seorang pejabat intelijen,bagian audio itu memang sengaja dihilangkan.“ Tidak pantas untuk menyebar kata-kata yang diucapkan teroris dan pesan propagandanya, apalagi Osama bin Laden,”kata pejabat intelijen itu seperti dikutip dari CNN. 


Dalam video lain, Osama terlihat menonton televisi. Dalam video berbeda, Osama terlihat menonton acara mengenai dirinya di tayangan stasiun televisi berbahasa Arab. Dia tampak duduk di lantai sambil menutupi badan dengan sesuatu yang mirip selimut atau jas, sambil memegangi remote control. Ketika menyaksikan tayangan televisi itu, Osama mengelus jenggot, yang tampak lebih putih daripada yang terlihat di video propaganda.

“Anda bisa melihat di video ini, Osama tidak mewarnai janggutnya. Jelas sekali dia menginginkan film ini untuk didistribusikan,” ujar seorang pejabat sambil menunjukkan video itu,dikutip dari AFP.“Anda juga dapat melihat bahasa tubuhnya kepada orang yang merekamnya agar fokus pada wajahnya ketika Osama menembakkan senjata.” Menurut pejabat intelijen AS itu, video-video itu menunjukkan bahwa pemimpin Al- Qaeda itu sangat peduli dengan pencitraannya.

“Dia (Osama) sangat hati-hati menjaga citranya,”katanya. Anehnya, tidak ada yang terlihat dalam video-video itu yang menunjukkan Osama berada di kompleks rumah tempat dia dibunuh pasukan Amerika. Perilisan klip video itu bagian dari upaya lanjutan pemerintah AS untuk meyakinkan pihak- pihak yang meragukan bahwa Osama tewas dalam serangan operasi khusus tersebut.

Dari Pakistan, istri Osama mengatakan,dia tinggal bersama pemimpin Al-Qaeda itu selama lima tahun di Abbottabad. Seorang pejabat keamanan Pakistan mengatakan bahwa istri Osama menuturkan bahwa suaminya tidak pernah meninggalkan rumahnya. Pemimpin oposisi di parlemen Pakistan Chaudhry Nisar Ali mendesak Presiden Asif Ali Zardari dan Perdana Menteri (PM) Yousuf Raza Gilani untuk mengundurkan diri.





Sindo

Saturday, May 7, 2011

Al-Qaeda Kukuhkan Osama Tewas


AL-Qaeda mengukuhkan kematian pemimpinnya, Osama bin Laden, seperti disebutkan dalam satu pernyataan yang dikeluarkan kelompok itu dan dimuat di forum-forum internet militan.

Pernyataan itu menyebutkan darah Osama tidak akan "sia-sia" dan bahwa al-Qaeda akan terus menyerang Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya.

Kematian Bin Laden akan menjadi "kutukan" bagi AS dan mendesak agar dilakukan pemberontakan di Pakistan, kata pernyataan itu menambahkan.

"Darah Osama akan tetap ada, dengan izin Allah Yang Maha Kuasa, kutukan yang akan mengejar Amerika dan agen-agennya, dan akan mengejar mereka di dalam atau di luar negara-negara mereka," demikian bunyi pernyataan tersebut.

"Kegembiraan mereka akan menjadi dukacita dan darah mereka akan bercampur dengan air mata. Kami menyerukan kepada kaum Muslimin di Pakistan tempat Sheikh Osama terbunuh, agar bangkit dan memberontak."

Osama bin Laden ditembak mati hari Senin ketika pasukan komando AS menyerbu komplek rumahnya di kota Abbottabad, dekat dengan komplek akademi militer Pakistan.

Sejumlah unjuk rasa dilakukan di segenap pelosok Pakistan pada Jumat sebagai protes terhadap serangan Senin itu.

Pernyataan tersebut menambahkan, akan segera diedarkan rekaman suara pemimpin al-Qaeda itu yang berbicara seminggu sebelum kematiannya.





Jurnas


Friday, May 6, 2011

Anjing Juga Diterjunkan untuk Sergap Osama


Tim pasukan elit Navy Seal juga menerjunkan seekor anjing pelacak bahan peledak di rumah persembunyian Osama bin Laden di Abbottabad, Pakistan.

Anjing tersebut, menurut seorang pejabat keamanan AS, Kamis, bertugas mengedus seisi rumah untuk mengetahui kemungkinan ada bahan peledak di situ.

Perancang operasi penyergapan tersebut menyertakan anjing pelacak mengingat Osama dan jaringan Al-Qaeda dikenal sering menggunakan bahan peledak, termasuk bom bunuh diri, dalam aksi mereka.

Informasi terbaru dari pejabat AS lainnya mengungkapkan bahwa Osama bin Laden tidak bersenjata saat ditembak oleh personil Navy Seal, tapi di dekatnya ada senapan AK-47 dan sebuah pistol.

"Dia tidak mau menyerah," kata pejabat itu, sehingga personil Navy Seal menembak dada dan kepala Osama. Setelah menembak, mereka menggeledah kamar Osama, dan menemukan sepucuk AK-47 dan sebuah pistol.

Informasi terbaru ini yang disampaikan seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya oleh AFP, Kamis, berbeda dengan berbeda dengan versi sebelumnya yang disampaikan oleh pejabat kantor kepresiden AS Gedung Putih, yang menyebut bahwa Osama melawan dengan senjata api.

Keterangan dari Gedung Putih pada Selasa lalu menyebut bahwa selama 40 menit aksi penyergapan itu diwarnai dengan baku tembak antara personil Navy Seal dengan orang-orang yang ada di dalam rumah tersebut.

Osama pun, menurut keterangan tersebut, melawan dengan menggunakan senjata api, dan menggunakan istrinya sebagai tameng.

Namun, berdasarkan informasi terbaru dari pejabat itu, tidak terjadi tembak menembak gencar. Hanya satu orang dari pihak Osama yang melakukan penembakan, yaitu kurir Osama. Dia ditembak di paviliun yang berada di sisi rumah tiga lantai tersebut.

Ketika memasuki lantai dasar rumah utama, personil Navy Seal menembak mati saudara lelaki kurir itu. Dia ditembak karena menunjukkan gelagat membahayakan karena salah satu tangannya ditaruh di punggungnya, yang diduga membawa senjata.

Di lantai dua personil Navy Seal menembak hingga tewas anak lelaki Osama karena dia menunjukkan gelagat akan menyerang.

Di lantai tiga, di kamar Osama personil Navy Seal meminta Osama menyerah, tapi dia tidak mau nurut, sehingga langsung ditembak.

Menurut pejabat itu, secara prosedur tindakan keras yang dilakukan personil Navy Seal sudah benar. Karena mereka memasuki rumah yang kemungkinan sudah dipasangi bom, dan menghadapi musuh yang dikategorikan sangat berbahaya, yang kemungkinan menggunakan jaket bom bunuh diri.

Dari rumah Osama itu, tim penyergap selain membawa pergi mayat Osama, juga memboyong lima komputer, dan puluhan media penyimpan data seperti hardisk dan flashdisk.





Warta Kota

Wednesday, May 4, 2011

Berikut Alasan AS Tak Libatkan Pakistan Sergap Osama

Direktur Central Intelligence Agency (CIA) Leon Panetta

WASHINGTON - Pakistan sama sekali tidak dilibatkan bahkan tidak diberi tahu Amerika Serikat dalam operasi penyergapan Osama bin Laden di Kota Abbottabad pada Minggu 1 Mei lalu. Lantas apa alasannya?

Direktur Central Intelligence Agency (CIA) Leon Panetta menjelaskan, negaranya tidak ingin mengambil risiko dengan melibatkan Pakistan dalam operasi yang dilakukan pasukan elite Navy Seal selama 40 menit itu.

Kepada majalah Time, Panetta berujar, ”Sudah diputuskan bahwa usaha apa pun untuk bekerja sama dengan pihak Pakistan bisa membahayakan misi. Mereka (Pakistan) mungkin akan memperingatkan target (Osama). Selama bertahun-tahun Pemerintah Pakistan membantah bahwa Osama berada di negara itu, tapi AS menemukan dia berada di 30 mil (50 kilometer) dari Ibu Kota Pakistan, dekat dengan akademi militer.”

Aksi sepihak ini menimbulkan ketegangan baru militer AS dengan Pakistan. Terlebih Pakistan dituding menyembunyikan Osama meski AS sudah memburunya selama 10 tahun.

Serangan ini juga kritik keras oleh Kementerian Luar Negeri Pakistan dan menyebut penyergapan itu sebagai “serangan sepihak dan ilegal”.

Pesawat pengebom B-2
Panetta melanjutkan, Presiden Barack Obama sendiri yang memilih opsi penyerangan, termasuk mengerahkan pesawat pengebom B-2 atau menembaki langsung rumah Osama.

Serangan udara besar-besaran, lanjut Panetta, akhirnya dibatalkan di saat-saat akhir dengan alasan berisiko tinggi menciptakan kerusakan masif dan korban jiwa dari pihak sipil.

Keputusan untuk membatalkan serangan udara itu diambil setelah Obama meminta pendapat dari Vice Admiral William McRaven, Kepala Komando Operasi Gabungan terkait dengan operasi ini.

Sebenarnya serangan menggunakan misil masih diperdebatkan hingga Kamis malam pekan lalu, atau sehari sebelum Obama menyetujui serangan hanya menggunakan helikoter.





okezone

Pasca Tewasnya Osama, Obama Dapat Pujian dan Kecaman


Washington -  Kongres Amerika Serikat (AS), Selasa, memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap Presiden AS Barack Obama pascatewasnya pemimpin teratas Al-Qaeda, Osama bin Laden. Penilaian terbalik justru datang dari media Jerman yang mengecap Obama sebagai seorang teroris lantaran memerintahkan pembunuhan terhadap Osama bin Laden dan menguburnya ke dasar laut. 


Dalam sebuah jamuan makan malam, Senin malam waktu Washington (Selasa pagi WIB), seluruh anggota Kongres AS memberikan apresiasi dengan berdiri sambil bertepuk tangan saat Barack Obama sekali lagi mengungkapkan tewasnya Osama bin Laden. Dukungan itu diperkirakan akan memuluskan jalan Obama menjelang pencalonannya kembali dalam pemilihan Presiden AS tahun depan.


Sementara itu, surat kabar yang berpusat di Berlin, Junge Welt, dalam edisi Selasa, mengecap Presiden AS Barack Obama sebagai seorang teroris. Pasalnya, Obama memerintahkan pembunuhan terhadap Osama bin Laden. 
Dengan judul berita utama "Teroris Bunuh Osama bin Laden", harian itu menyatakan AS jelas ingin memusnahkan pemimpin Al-Qaeda tersebut dan bukan menyeretnya ke pengadilan. Koran tersebut juga menyatakan bahkan sekutu AS di NATO tidak mengecam pembunuhan yang dianggap melanggar hukum internasional tersebut. 


Osama bin Laden yang dituding sebagai otak serangan teror yang menghancurkan di AS pada 11 September 2001, tewas pada Minggu (1/5) di Abottabad, Pakistan, dalam baku tembak dengan personel pasukan khusus AS.
Obama menyaksikan penyergapan Osama Melalui Kamera Tim Navy Seal


Jenazah Osama sendiri dilaporkan telah ditenggelamkan di laut dari geladak sebuah kapal induk AS karena tidak tersedia alternatif lain untuk menguburkannya dalam waktu 24 jam sesuai dengan hukum Islam, kata penasihat kontraterorisme dan keamanan dalam negeri Presiden AS Barack Obama, John Brennan, Selasa.


Kontroversi sekitar kematian Osama bin Laden muncul. Seorang pemimpin Taliban di Pakistan menyatakan bahwa Osama bin Laden masih hidup hingga kini. Orang yang dikabarkan tewas itu bukan Osama. Sejumlah media massa juga meragukan wajah berlumuran darah itu adalah wajah Osama bin Laden. Melalui beberapa olah wajah, kantor berita AP memastikan bahwa wajah yang muncul di banyak media bukan wajah Osama bin Laden. 


Namun, keraguan itu segera dibantah oleh Pemerintah AS melalui tes DNA yang telah mereka lakukan segera setelah tewasnya Osama. 


Senin (2/5) malam waktu setempat, mereka mengatakan yakin 99,9 persen bahwa tes DNA telah membuktikan bahwa pria yang tewas di Pakistan, Minggu lalu, adalah Osama bin Laden.


Para ilmuwan, kata para pejabat AS itu, sebagaimana dilansir Daily Mail, Selasa (3/5), telah membandingkan contoh-contoh forensik dari sesosok mayat yang tewas di sebuah persembunyian di Pakistan dengan yang diambil dari otak adik perempuan Osama bin Laden yang meninggal di sebuah rumah sakit di Boston beberapa tahun lalu. Foto-foto mayat itu juga telah diserahkan kepada para ahli pengenal wajah, yang kemudian membandingkannya dengan foto-foto yang tak terbantahkan sebelumnya dari pemimpin jaringan Al Qaeda itu.

Mantan Kanselir Jerman Helmut Schmidt, Kecam Pembunuhan Osama, Langgar Hukum Internasional

Bukti-bukti lain, termasuk foto, tinggi badan (6 kaki, 6 inci), dan lokasi di tempat persembunyian Al Qaeda, mungkin akan ditambahkan untuk memberikan semua bukti kepada pihak AS bahwa itu adalah Osama bin Laden. Pemimpin Al Qaeda itu memiliki 51 saudara kandung dan tiri.


Pejabat lainnya membeberkan pengakuan seorang wanita yang diyakini salah seorang istri Osama yang mengonfirmasi bahwa lelaki yang tewas itu memang Osama bin Laden. 


John Brennan mengatakan, pemakaman Osama bin Laden tidak menyalahi hukum Islam, seperti yang diragukan banyak pihak.


"Pemakaman Bin Laden tetap dilakukan sesuai dengan ajaran dan paktik-praktik dalam Islam. Itu dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum Islam," kata Brennan kepada wartawan dalam sebuah brifing di Gedung Putih, Selasa.
Rakyat AS merayakan tewasnya Osama Bin Laden

Menurut Brennan, pihaknya sejak awal telah menyiapkan penguburan seperti itu dan ingin memastikan bahwa hal tersebut dilakukan secara tepat.


Seorang pejabat senior Departemen Pertahanan AS menuturkan, upacara keagamaan itu dilakukan di atas dek kapal USS Carl Vinson di Laut Arab. Upacara tersebut dimulai Senin pukul 01.10 dan selesai pukul 02.10 waktu AS. 


"Mayatnya dimandikan dan ditempatkan di atas sebuah kain putih. Seorang pejabat militer membacakan pidato yang telah dipersiapkan, yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Arab oleh seorang penutur asli bahasa itu. Mayat Osama bin Laden ditempatkan pada sebuah papan datar kemudian diluncurkan ke laut," kata pejabat tersebut. 


"Perencanaan atas penguburan Bin Laden sudah dimulai bulan lalu sebagai bagian dari rencana darurat yang harus memperhitungkan berbagai kemungkinan, termasuk penangkapan atau kematian pemimpin teroris tersebut," kata Brennan.


Menurut Brennan, membawa mayat itu ke negara lain dan mencoba untuk mengatur pemakamannya akan menyalahi hukum Islam yang mewajibkan penguburan mayat dalam waktu 24 jam.


Belum ada kepastian bagaimana operasi militer AS bisa menemukan persembunyian Osama bin Laden di Abottabad, Pakistan. (AP/Reuter/CNN/Adi)









Suara Karya

Telepon Pembawa Petaka


Ketika orang kepercayaan Osama bin Laden mengangkat telepon, dia tak tahu tindakannya "mengundang" Navy Seal ke depan pintu rumah bosnya. Begitulah cara Amerika Serikat menemukan Osama bin Laden, orang yang paling mereka cari selama 10 tahun terakhir.

Seperti sudah diberitakan sebelumnya, kunci untuk menemukan persembunyian Osama adalah kurirnya. alasannya cukup sederhana, yakni Osama tidaklah bodoh untuk mengumbar keberadaan dirinya kepada para prajurit. Bahkan para komandan senior di gerakannya pun tak tahu di mana pemimpin mereka.

Osama juga tahu bahwa perangkat telekomunikasi dapat digunakan untuk mendeteksi keberadaan dirinya. Makanya tak ada telepon atau internet di tempat persembunyiannya. Untuk berhubungan dengan para anak buahnya Osama lebih mempercayai seorang kurir. Karena itu lah perburuan pihak AS dipusatkan mencari kurir ini.

Namun mencari siapa sang kurir itu tidak mudah sama sekali. Tahun 2001 seorang tahanan di penjara rahasia CIA "buka mulut" bahwa kurir yang penting itu mempunyai nama perang Abu Ahmed al-Kuwaiti. Pria Kuwait ini disebutnya juga dekat dengan Khalid Sheikh Mohammed, yang merupakan orang nomor tiga di Al Qaeda.

Namun saat CIA menangkap Khalid Sheikh Mohammed, pria itu menamping soal keterlibatan al Kuwaiti. Dia mengaku mengenal al Kuwaiti tapi mengatakan Kuwaiti bukan anggota Al Qaeda.


Di tahun 2004, pihak AS menangkap Hassan Ghul, tokoh penting dalam operasi Al Qaeda. Dalam interogasi dia mengaku al Kuwaiti adalah seorang kurir yang penting dalam organisasi. Secara khusus dia menyatakan al Kuwaiti dekat dengan Faraj al-Libi, yang menggantikan Khalid Sheik Mohammed.

Pengakuan Ghul membawa secercah sinar dalam perburuan ini. "Hasan Ghul ada tonggak dari pencarian terhadap kurir ini," kata seorang pejabar pemerintah AS.

Tahun 2005 al-Libi tertangkap. Dalam interogasi dia mengaku menerima berita promosi dirinya menggantikan Khalid Sheikh Mohammed dari seorang kurir. Namun dia menyebut nama kurir itu dengan nama yang berbeda, dan mengatakan tak kenal dengan al Kuwaiti.

Bantahan al-Libi malah membuat CIA semakin yakin bahwa al Kuwaiti adalah orang yang harus mereka cari untuk menemukan Osama bin Laden. Namun penemuan itu bukan berarti perburuan akan Osama bin Laden sudah usai. Jalan masih panjang karena AS belum tahu nama asli al Kuwaiti, apalagi keberadaannya.

Butuh bertahun-tahun sebelum akhirnya CIA yakin nama asli kurir itu adalah Sheikh Abu Ahmed. Seorang pria keturunan Pakistan yang lahir di Kuwait. Informasi dari tahanan menyebutkan Abu Ahmed adalah prajurit level tengah dalam operasi Al Qaeda. Tugasnya adalah mencarikan tempat persembunyian bagi anggota Al Qaeda dan keluarganya.
 
Sekarang tinggal mencari di mana Abu Ahmed itu berada, yang sayangnya bukanlah pekerjaan mudah. Sumber-sumber CIA tak tahu sama sekali di mana orang itu. Soalnya Osama bin Laden tidak memperbolehkan Abu Ahmed berada di dekat telepon atau komputer.

Bahkan seorang tahanan di penjara di Teluk Guantanamo, Kuba mengatakan Abu Ahmed sudah tewas akibat terluka saat AS menyerbu ke Afghanistan.

Namun, pertengahan tahun lalu Ahmed ini terlibat dalam sebuah percakapan di telepon dengan seseorang yang pesawat teleponnya sudah disadap oleh CIA. Saat itu Abu Ahmed berada di sebuah tempat yang jauh dari tempat persembunyian Osama bin Laden. Namun hal itu sudah cukup bagi CIA untuk mengetahui keberadaan kurir tersebut, dan mulai menguntitnya.

Lalu pada Agustus 2010 secara tanpa sadar Abu Ahmed membawa mata-mata AS ke kompleks persembunyian Osama di Abbottabad, Pakistan utara. Di kota ini al-Libi pernah tinggal. Kompleks itu bertembok tebal dengan ketinggian 5,5 meter dan berkawat berduri.

Lucunya, para intel AS itu sudah tahu soal rumah itu, namun tak menyangka Osama bin Laden ada di sana. Dalam pikiran mereka Osama pasti dikelilingi penjaga dengan senjata berat. Kenyataannya, tak ada penjaga berpatroli di kompleks perumahan di Abbottabad itu.

Setelah diperhatikan ternyata rumah itu tak memiliki sambungan telepon dan internet. Tak ada orang datang dan pergi dari rumah itu. Sadarlah pihak AS bahwa Osama bersembunyi di "tengah keramaian", di sebuah tempat persembunyian yang khusus dibangun untuk tidak menarik perhatian.

Baru pada Februari 2011 para intel benar-benar yakin orang yang paling dicari Pemerintah AS berada di rumah itu. Presiden Obama ingin segera dilakukan tindakan.


"Kami yakin seyakin-yakinnya, dan keyakinan itu terus tumbuh. Kasus intelijen yang ini berbeda. Saat kami melihat kompleks itu kami merasa kompleks ini berbeda dari kompleks-kompleks lain," kata John Brennan, penasihat utama Obama dalam bidang antiterorisme.

Keberadaan kompleks di temgah permukiman membuat operasi menjadi sulit. Apalagi kompleks itu berada di Pakistan. Jika dilakukan serangan udara, akan mengundang masalah diplomatik. "Presiden harus menghitung kekuatan dari informasi itu, dan membuat keputusan yang saya ingat keputusan paling berani dari semua presiden yang saya ingat," kata Brennan lagi.

Obama lalu memilih 24 anggota Navy Seal dari Team Six untuk melakukan penyerbuan ini dengan keakuratan seperti operasi otak.

Senin dini hari dua helikopter meninggalkan Jalalabad di timur Afghanistan. Mereka memasuki wilayah udara Pakistan mengandalkan teknologi tinggi untuk mengelabui radar. Sudah ditetapkan operasi itu adalah misi bunuh dan tangkap. AS telah menyatakan tak membunuh orang tanpa senjata, tapi sudah jelas dari awal siapa pun di balik dinding itu tak mempunyai keinginan menyerah.

Seal menemukan keluarga Osama bin Laden di lantai kedua dan ketiga salah satu bangunan di kompleks itu. Tembak-menambak terjadi, Ahmed dan saudara laki-lakinya tewas, lalu Seal membunuh Osama bin Laden dengan tembakan di atas mata kiri. Operasi itu berlangsung selama 40 menit.

Militer AS lalu mengadakan penggeledahan di kompleks dan terbang dengan semua dokumen, hard drive, dan DVD yang meungkin akan memberi mereka informasi soal semua operasi Al Qaeda.
 
 
 
 
 
wartakota

Densus Tangkap Dua Teroris

Ilustrasi : latihan pengamanan KTT-18

APARAT kepolisian kembali berhasil menangkap beberapa orang yang diduga anggota jaringan terorisme.

Dua terduga dan tersangka terorisme yang membantu Muhammad Syarif dalam melancarkan aksi bom bunuh diri di Masjid Al- Dzikra di Kompleks Mapolresta Cirebon, pertengahan April 2011, berhasil ditangkap oleh Densus 88 Antiteror Mabes Polri. Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar mengungkapkan, dua terduga teroris itu berinsial M dan Andre alias Hasyim. M ditangkap di Tegal, Jawa Tengah, pada saat berdagang di pasar malam pada Senin (2/5), sedangkan Andre dibekuk di kawasan Cempaka Putih,Jakarta Pusat,lima hari lalu.Andre saat ini berstatus tersangka, sementara M masih sebagai saksi.

“Keduanya diduga memiliki dan menguasai bahan peledak terkait dengan bahan peledak yang dimiliki Syarif,” ungkap Boy di Mabes Polri, Jakarta, kemarin. Tertangkapnya dua tersangka ini merupakan hasil dari pengembangan penangkapan Ahmad Basuki dan Dede Alias Arif beberapa waktu lalu di Cirebon.Saat ini,M ditahan di salah satu tempat di Cirebon, sedangkan Andre ditahan di Bareskrim Mabes Polri. Dengan tertangkapnya dua orang ini, total tersangka peledakan bom bunuh diri di Mapolresta Cirebon menjadi empat tersangka. “Hingga sekarang (kemarin) pemeriksaan masih dilakukan untuk mengejar dugaan kepemilikan bahan peledak.

Petugas di lapangan masih mengejar kepemilikan bahan peledak dari dua orang tersebut.Mudah-mudahan bisa ditemukan,”tandasnya. Polisi, jelas Boy, masih melakukan pengembangan lebih lanjut dugaan adanya orangorang yang terlibat dalam insiden itu. Tidak menutup kemungkinan, ujarnya, jumlah tersangka akan terus bertambah seiring dengan pengembangan kasus yang dilakukan polisi.Boy mengaku belum mengetahui detail peran dan fungsi kedua orang tersebut dalam aksi peledakan. Sementara itu,berdasarkan kesaksian sejumlah pedagang di pasar malam Lapangan Dwi Windu Desa/Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, memang diakui adanya penangkapan tiga orang pedagang.

Seorang saksi mata, Herman,50, mengatakan, pada Senin (2/5) malam sekitar pukul 11.00 WIB, sekitar lima personel yang diduga anggota Densus 88 tiba-tiba menyergap tiga pedagang yang berada di salah satu stan yang menjajakan aksesori dan pakaian. Dua orang yang ditangkap tersebut diketahui bernama Feri, Ipin, dan satunya lagi belum diketahui identitasnya.“Sekitar lima petugas menangkap tiga orang yang ada di stan samping saya,”ungkap Herman.





Sindo

Ternyata Osama Bin Laden Masih Hidup!


Islamabad - Pimpinan Taliban Pakistan mengklaim bahwa Osama Bin Laden masih hidup. Pihak Taliban menilai tuduhan tewasnya Bin Laden amat tidak berdasar. 

Sebelumnya Presiden Amerika Serikat Barack Obama memastikan bahwa Bin Laden terbunuh dalam sebuah operasi militer AS di wilayah Abbottabad, Pakistan. Pemimpin jaringan teroris Al Qaeda tersebut tewas dalam sebuah baku tembak.

Seperti dilansir Bloomberg, Selasa (3/5/2011), klaim bahwa Osama Bin Laden masih hidup ini, dilontarkan oleh Pemimpinan Taliban Pakistan yang mengirimkan pernyataan mereka kepada televisi Pakistan GEO TV.
Osama Bin Laden dinyatakan tewas dalam pertempuran saat tim kecil militer AS menyerang sebuah rumah kecil di Abbotabbad. Pihak AS sendiri sudah memastikan bahwa Bin Laden memang sudah tewas setelah melakukan tes DNA.

Klaim mengenai Osama Bin Laden masih hidup ini tentunya dapat menimbulkan kebingungan. Terlepas dari sudah keluarnya hasil tes DNA yang dilakukan AS.

Seperti dikutip dari Arrahmah.com, Komandan Waliur Rahman, seorang komandan Mujahidin di Pakistan, menyatakan bahwa Syeikh Usamah bin Ladin masih hidup dan berada dalam kondisi sehat.

“Aku tidak bertemu secara langsung dengan Syeikh Usamah, namun saya dapat mengonfirmasikan dengan jelas kebenaran bahwa Syeikh Usamah bin Ladin masih hidup dan dalam keadaan baik,” ujar Waliur Rahman dalam statemen video yang diambil Arrahmah dari forum Islam Ansar, mengutip siaran berita BBC Arab.





Suara Media

Tuesday, May 3, 2011

Kabul Seru NATO Kejar Teroris di Luar Afghanistan

Presiden Afghanistan Hamid Karzai

Kabul - Presiden Afghanistan Hamid Karzai Senin menyambut baik laporan tentang tewasnya pemimpin jaringan Al Qaida Osama bin Laden di Pakistan, dan menyeru pasukan yang dipimpin NATO untuk mengejar teroris di luar Afghanistan.

Osama bin Laden, yang dianggap sebagai gembong teror yang kegiatannya telah mendorong Washington dan negara-negara sekutu, demikian Xinhua-OANA melaporkan.

Untuk mengerahkan lebih dari 140.000 tentara di Afghanistan, tewas di Pakistan Ahad malam.

"Osama tewas oleh pasukan Amerika di Abbotabad Pakistan kemarin, dan saya berharap dengan meninggalnya kegiatan teroris akan berakhir," kata Karzai pada konferensi para tetua yang diadakan di istananya, di ibu kota Kabul.

Presiden Afghanistan juga menyatakan bahwa tewasnya Osama di Pakistan jelas telah membuktikan bahwa perang melawan teror di desa-desa Afghanistan tidak akan mencapai tujuan yang ditetapkan, melainkan komunitas internasional harus fokus pada sarang-sarang teroris yang aman di luar Afghanistan.

Pemimpin jaringan Al Qaida Osama bin Laden, menurut laporan media tewas oleh pasukan AS operasi khusus di Kabupaten Abbotabad Pakistan.

Presiden Barack Obama mengumumkan Minggu malam bahwa pemimpin Al Qaeda sukar dipahami dan dugaan sebagai arsitek serangan 9/11 terhadap AS Osama bin Laden telah dibunuh oleh operasi militer AS dan dinyatakan meninggal.

"Kematian Osama di Pakistan telah membuktikan keakuratan klaim kita bahwa teroris pusat berada di luar Afghanistan dan tidak di desa-desa Afghanistan," kata Presiden Afghanistan.

Dia menambahkan bahwa Afghanistan bekerja sama dengan masyarakat internasional dalam perang melawan teror.

"Sekali lagi saya menyerukan kepada NATO bahwa perang melawan teroris tidak harus dilanjutkan di desa-desa Afghanistan. Osama dipergoki dan dibunuh di Abbotabad Pakistan dan tidak di desa-desa atau kota-kota Afghanistan," kata Presiden Karzai.

Dalam hal ini ia menambahkan bahwa Osama bin Laden tidak ditemukan di Logar, Mazar, Paktia dan kota-kota Afghanistan lainnya, sebaliknya dia bertempat di Abbotabad Pakistan.

Presiden Karzai juga berharap bahwa kematian Osama bin Laden akan menyebabkan pembatasan kegiatan teroris dan akhirnya kembali kepada perdamaian abadi dan stabilitas di Afghanistan, Pakistan, dan wilayah-wilayah dunia pada umumnya.

Departemen Pertahanan Afghanistan dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan di Kabul menggambarkan tewasnya kepala Al Qaida itu sebagai sebuah kemenangan besar dalam perang melawan teror dan kemunduran utama teroris. 




ANTARA News

Taliban Ancam Balas Kematian Bin Ladin


Kabul - Seorang komandan militer Afganistan yang mengaku bernama Qudos hari ini mengancam akan membalas kematian pemimpin jaringan Al-Qaidah, Usamah Bin Ladin.

Qudos yang bertanggung jawab untuk Provinsi Baghian ini menegaskan terbunuhnya Bin Ladin tidak akan menghentikan jihad. Ia mengakui kematian lelaki berkebangsaan Arab Saudi itu sangat menyakitkan bagi para mujahid. 

Karena itu, ia mengungkapkan Taliban telah meluncurkan sebuah operasi yang disebut denganama Badar sebagai serangan balasan. Nama ini merujuk pada “Perang Badar” ketika pasukan muslimin yang dipimpin Nabui Muhammad bertempur dengan kelompok kafir Qyraisy. 

“Kami akan terus melanjutkan perjuangan kami sampai kami berhasil membebaskan wilayah kami dari orang-orang kafir<” kata Qudos tanpa bersedia menyebut identitas lengkap atau aslinya. 

Bin Ladin terbunuh kemarin dinihari lewat sebuah penyerbuan yang dilakukan pasukan khusus Angkatan Laut Amerika Serikat, SEAL. Serbuan di kediaman Bin Ladin di Kota Abbottabad, Pakistan, itu juga menewaskan seorang putra Bin Ladin dan tiga pria lainnya. 

Bin Ladin diketahui telah tinggal di rumah senilai US$ 1 juta itu sejak September tahun lalu. Di bangunan berlantai tiga itu juga menetap istri muda Bin Ladin serta kurir kepercayaannya dan keluarga mereka. 




Tempo

Ini Dia Para Pimpinan Al Qaeda yang Tertangkap & Terbunuh


ISLAMABAD- Pascaserangan terhadap Menara Kembar World Trade Centre (WTC) di New York, Amerika Serikat, September 2001 lalu, Negeri Paman Sam memburu pihak-pihak yang dituduh bertanggung jawab.

Puncaknya, Minggu 1 Mei kemarin intelijen AS dalam sebuah operasi intelijen berhasil membunuh Osama bin Laden, orang nomor satu paling dicari AS.

Namun Osama bukan satu-satunya pimpinan Al Qaeda yang berhasil dilumpuhkan. Ada beberapa nama lain yang sudah ditangkap atau dibunuh.

Berikut nama-nama pimpinan Al Qaeda tersebut seperti dilansir AFP, Senin (2/5/2011):

1. Abu Zubaida, pria kelahiran Palestina yang juga tangan kanan Osama bin Laden ditangkap pada 28 Maret 2002 di Pakistan.




2. Abdul Rahim An Nashiri, warga Arab Saudi manajer operasi Al Qaeda di Teluk ditangkap di Uni Emirat Arab pada Oktober 2002.



3. Khaled Sheikh Mohammed, orang ketiga berpengaruh dalam serangan 11 September ditangkap di Pakistan pada 1 Maret 2003.




4. Riduan Isamudin alias Imam Hambali, diyakini sebagai pimpinan Al Qaeda di Asia Tenggara, ditangkap pada 14 Agustus 2003 di Thailand. Hambali juga dituding mengarsiteki serangan bom bunuh diri di Bali 2002.


5. Abdul Aziz Al Muqrin, diyakini sebagai pimpinan Al Qaeda di Arab Saudi, terbunuh di Riyadh pada 18 Juni 2004. Pendahulunya, pria asal Yaman, Khaled Ali Haj, terbunuh 3 bulan sebelumnya.


6. Abu Faraj Al Libbi, orang nomor 3 di Al Qaeda dan pimpinan jariangan Al Qaeda Pakistan dintangkap pada 2 Mei 2005 di Pakistan.



7. Abu Qatada, diyakini sebagai ‘duta’ Al Qaeda di Eropa, ditangkap di Inggris pada 11 Agustus 2005.
 

8. Fahd Al Joweir pimpinan Al Qaeda di Arab Saudi terbunuh pada 27 Februari 2006 dekat Kota Riyadh. Pendahulunya, Saleh Al Qufi, terbunuh pada Agustus 2005.


9. Abu Mussab Al zarkawi, pimpinan Al Qaeda di Irak terbunuh dalam serangan udara pasukan Amerika Serikat di utara Baghdad pada 7 Juni 2006.
 
10. Omar Al Farouk, diduga pimpinan Al Qaeda di Asia Tenggara terbunuh dalam serangan tentara Inggris di Basra, selatan Irak pada 25 September 2006.


11. Abu Laith Al Libi, komandan Al Qaeda di Afghanistan, terbunuh dalam serangan misil AS di Pakistan pada 29 Januari 2008.


12. Abu Omar Al Baghdadi, diduga pimpinan Al Qaeda Irak beserta staf militernya, Mustafa Al Masri, tewas dalam serangan pasukan AS di sebelah utara Baghdad, Irak, pada 18 April 2010.



13. Mustafa Al Yazid, pimpinan ketiga Al Qaeda dan kepala operasi di Afghanistan terbunuh pada 1 Juni 2010.



14. Osama bin Laden terbunuh dalam serangan AS di Kota Abbottabad, Pakistan pada 1 Mei 2011.







okezone