Clock By Blog Tips

Thursday, July 19, 2012

Australia Berencana Beli Kapal Selam Jepang


Petinggi Angkatan laut Australia yang bertanggung jawab atas perencanaan untuk generasi selanjutnya dari kapal selam Australia dan kepala ilmuwan pertahanan sedang mempelajari sebuah kapal selam baru modern yang saat ini berada dalam layanan angkatan laut Jepang.

Admiral Rowan Moffitt, kepala Program Kapal Selam Masa Depan Angkatan Laut Australia, dan Dr. Alexander Zelinsky, Kepala Ilmuwan Pertahanan, melakukan kunjungan ke Jepang beberapa waktu lalu untuk melihat kapal selam kelas Soryu, yang memulai layanan dengan Angkatan laut Jepang sejak tiga tahun lalu. 

Akses ke teknologi kapal selam Soryu dibahas dalam kunjungan ke Australia bulan lalu oleh kepala angkatan laut Jepang, Laksamana Masahiko Sugimoto. Kita ketahui, baru pada bulan Desember lalu Tokyo mencabut embargo ekspor peralatan perang dan pertahanan pasca perang dunia II.

Kapal selam Soryu berbobot 4200 ton dan merupakan kapal selam konvensional dengan ukuran dan kemampuan baru. Kapal selam Soryu termasuk diantara 12 jenis kapal selam baru yang akan mengambil alih "kekuasaan" kapal selam kelas Collins di Australia, ini ditetapkan dalam "white paper" pertahanan Canberra setidaknya hingga tahun 2020.

 "Strategi kami dengan Jepang sejalan, ada beberapa karakteristik yang sangat menarik pada kapal selam Jepang," Admiral Moffit mengatakan. "Jepang juga memiliki hubungan aliansi yang dekat dengan Amerika, seperti halnya Australia juga lakukan. Angkatan laut Jepang beroperasi di Asia dan dilingkungan Pasifik yang sama pula, ini tercermin dari desain dan karakteristik kapal selam mereka." Kapal selam mereka dirancang dengan desain yang sangat baik dan memang untuk itulah kapal selam dibuat," lanjut Admiral Moffit.

Kapal selam Soryu jepang

Namun, teknologi kapal selam cenderung menjadi "mahkota permata" bagi suatu negara, teknologi untuk membuat kapal selam berada di ujung paling ekstrim dari sensitivitas negara. Mereka/produsen pasti melindungi kekayaan intelektual mereka apalagi seperti Jepang yang mengembangkan kapal selam secara mandiri. Sebagaimana AS, Jepang juga memiliki teknologi pembuatan kapal selam yang sangat baik, mereka telah menginvestasikan banyak uang untuk melakukan itu, jadi jelas mereka akan "melindungi" teknologi kapal selam mereka.

Anggaran peremajaan kapal selam Australia untuk tahun ini adalah sebesar 214 juta dolar, dan departemen pertahanan Australia memilih kapal selam dengan desain baru. Beberapa pilihan telah muncul untuk pengadaan kapal selam baru antara lain: mengadaptasi dari kapal selam yang ada, evolusi dan desain dari kapal selam kelas Collins, mengandalkan desain dari Jerman, Perancis atau Spanyol, sampai pembelian penuh unit kapal selam dari negara lain antara lain yang sedang kita bicarakan yaitu Kapal selam Soryu dari Jepang.


Sumber : Altileri

Roket RX 550 dan Rudal Strategis Untuk Menjaga Perbatasan


Negara tetangga boleh saja banyak uang. Mereka bisa membeli mesin perang canggih dengan uang yang berlimpah. Yang repotnya adalah jika negara tetangga itu mulai bertingkah. Mereka mulai menyusun rencana untuk memperluas wilayah, dengan cara mencaplok perbatasan negara yang bersengketa. Apakah itu mungkin ?. Sangat mungkin, jika negara Indonesia lemah, sehingga gampang ditekan dengan kekuatan militer.
Berbicara tentang uang tidak ada batasnya untuk mereka. Sementara Indonesia harus berpikir 10 kali, untuk membeli mesin perang yang canggih.

Sadar akan situasi ini, Indonesia mulai mencoba mandiri dalam pengadaan alat pertahanan strategis. Salah satunya adalah sistem pertahanan missile/ peluru kendali jarak menengah dan jauh. Senjata ini akan membuat negara lain yang ingin mengganggu Indonesia mulai pikir-pikir.

RX 550 LAPAN
Perjalanan pembuatan Roket dan Missile Indonesia masih panjang dan berliku, jika dibandingkan Jepang, India, Iran dan China.

Namun para ahli LAPAN telah berjanji akan membuat roket Indonesia yang bisa mengarungi ruang angkasa, serta peluru kendali jarak jauh. Coba bayangkan kecanggihan peluru kendali China. Roket mereka berhasil menembak jatuh satelit yang berada di luar angkasa. Jika China mau, mereka bisa menembak semua satelit yang memata-matai negara mereka.


Bagaimana dengan Indonesia ?. LAPAN memiliki rencana ambisius dengan meluncurkan satelit buatan Indonesia ke ruang angkasa pada tahun 2014.

Untuk itu, LAPAN bekerjasama dengan pabrik baja Krakatau Steel, membuat diameter roket lebih besar dari RX 420. Krakatau Steel berhasil mengerjakannya dan terciptalah roket RX 550 (kaliber 550mm).

RX 550 merupakan komponen tingkat pertama dan kedua dari Roket Pengorbit Satelit yang memiliki panjang 8-10 meter. Saat ini roket RX 550 terus menjalani tahap revisi desain. Lapan menargetkan, RX 550 mampu meluncur hingga 500 km dan rampung pada akhir tahun 2012.

Selain menggarap RX 550, LAPAN dan lembaga lembaga strategis lainnya juga sedang merancang roket kendali atau cruisser. Salah satunya diberi nama Roket Kendali Nasional atau RKN 200.

RKN 200 akan menjadi roket tingkat empat yang berfungsi sebagai roket pengorbit satelit. RKN 200 sedang dirancang untuk memiliki tujuh kali kecepatan suara atau 7 Mach.

HSFTB
Pembuatan roket kendali memang rumit, karena Indonesia belum menguasai guide missile-nya. Sejak tahun 2010 guide missile tersebut dipelajari dengan membuat pesawat tanpa awak High Speed Flying Test Bed, HSFTB.

HSFTB merupakan wahana terbang turbojet, untuk menguji sistem kendali dengan memeriksa beragam parameter dinamika terbang yang tepat dan akurat.


Selain untuk roket pengorbit satelit, HSFTB berguna sebagai tahapan membuat rudal nasional dan UAV tingkat advance.

Wahana terbang HSTFB menganalisa anomali trayektori, menguji signifikansi perbaikan peralatan, serta menguji strategi terbang agar mencapai sasaran.

Informasi dari pesawat HSFTB ditransfer ke RKN 200 untuk merevisi kemampuan flight control system (rate gyro, akselero dan GPS), sistem tracking rocket jarak jauh (Multi Gain IMU), serta teknologi UAV (komunikasi data).

Pesawat yang dijadikan acuan dalam proses desain HSFTB LAPAN adalah Long range missile: Storm Shadow/SCALP EG buatan Konsorsium Eropa, serta AGM-158 Joint Air-to-Surface Standoff Missile, Lockheed Martin, USA.



Sumber : theglobal-review

China Telah Mengembangkan UAV Untuk Operasi Anti Intervensi dan Isolasi


Sebuah situs berita yang disponsori oleh Washington yang berbasis di Jamestown Foundation, mengatakan investasi berkelanjutan China dalam penelitian UAV menjadikan negara itu sebagai negara pembuat UAV kedua setelah Amerika Serikat, dan perkembangan UAV yang cepat akan memungkinkan Beijing untuk mengganggu situasi di selat Taiwan dan Laut Cina Selatan.

UAV selama ini telah memegang peranan penting bagi angkatan laut Cina untuk melakukan "operasi anti intervensi dan isolasi daerah," dan kendaraan UAV tersebut akan digunakan terutama pada kapal-kapal induk, katanya.

Mingguan Jane Defense melaporkan bahwa Angkatan Laut Jepang menampilkan dua gambar yang diambil oleh pesawat pengintainya yang menunjukkan tiga kapal Angkatan Laut China melintasi jalur air Miyako ke Pasifik barat pada 29 April lalu. Pada salah satu foto terlihat tiga buah UAV sedang berlatih take-off dan mendarat secara vertikal di dek belakang kapal fregat Jenis 054A China "Zhoushan." Berdasarkan gambar, para analis pertahanan berspekulasi bahwa UAV siluman China tersebut memiliki kemampuan yang baik dan dapat membawa beban seberat 34 kilogram selama enam jam.

Camcopter S-100 buatan Austria

Ketika melakukan misi pengintaian, UAV memiliki banyak jenis sensor yang dipasang di tubuh mereka. Sasaran gambar direkam oleh UAV, lalu ditransfer ke frigat (salah satu tipe kapal perang) di laut menggunakan operator data link, mingguan tersebut melaporkan. Mingguan Jane Defense melaporkan bahwa UAV China yang terlihat oleh Kementerian Pertahanan Jepang tersebut serupa dengan Camcopter S-100 yang dibuat oleh Schiebel Corp - Austria.

Tapi Schiebel Corp mengatakan penjualan S-100 UAV sipil ke China pada tahun 2010 lalu telah sejalan dengan peraturan Uni Eropa dan menekankan bahwa UAV yang ditunjukkan pada foto-foto itu bukanlah S-100s. Namun Schiebel Corp mencurigai militer China telah mengembangkan kembali secara independen produk UAV yang mereka beli pada tahun 2010 lalu itu. Darimana pun asal UAV tersebut, James C. Bussert, editor pada Majalah Signal yang berbasis di AS, mengatakan dalam sebuah artikelnya bahwa hanya dengan memiliki UAV tersebut, bukan berarti cukup bagi Tentara Pembebasan Rakyat (sebutan bagi angkatan bersenjata China) untuk mengalahkan kapal induk AS.


Sumber : altileri
Ketika melakukan misi pengintaian, UAV memiliki banyak jenis sensor yang dipasang di tubuh mereka. Sasaran gambar direkam oleh UAV, lalu ditransfer ke frigat (salah satu tipe kapal perang) di laut menggunakan operator data link, mingguan tersebut melaporkan. Mingguan Jane Defense melaporkan bahwa UAV China yang terlihat oleh Kementerian Pertahanan Jepang tersebut serupa dengan Camcopter S-100 yang dibuat oleh Schiebel Corp - Austria.

Sumber: http://altileri.blogspot.com/2012/07/pesawat-tak-berawak-uav-china-lumpuhkan-kapal-induk-amerika.html
Saya harapkan toleransi Anda untuk mencantumkan sumber. Terimakasih

Jong-Un Sandang Pangkat Baru di Militer Korut


Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un baru saja diangkat menjadi Marsekal di negara komunis tersebut. Menurut kantor berita resmi milik pemerintah Korut, Korean Central News Agency (KCNA), (18/7), pangkat tersebut sebelumnya dipegang oleh almarhum ayah Jong-Un yang juga mantan pemimpin besar Korut, Kim Jong-Ill.

Bulan Februari lalu, Kim Jong-Ill yang meninggal karena serangan jantung pada Desember tahun lalu mendapat pangkat  kehormatan generalissimo yang merupakan pangkat militer tertinggi. “Sebuah keputusan telah diambil untuk memberikan gelar Marsekal Republik Rakyat Demokratik Korea (Korut) kepada Kim Jong-Un, pemimpin utama Tentara Rakyat Korea,” KCNA mengabarkan, sebagaimana dilansir oleh AFP.

KNCA menambahkan, keputusan ini diambil Selasa (17/7) oleh beberapa instansi tinggi negara dan partai, KCNA menambahkan. Kim Jong-Un sebelumnya diangkat menjadi Jenderal pada bulan September 2010. Promosi dirinya sebagai Marsekal dilakukan beberapa hari setelah negara tersebut memberhentikan panglima Angkatan Darat, Ri Yong-Ho sebagai bagian reshuffle untuk memperkuat peranan Jong-Un di militer negara tersebut.

Senin (16/7) lalu, Pyongyang mengangkat Hyon Yong-Chul sebagai wakil marsekal. Langkah tersebut membuka kemungkinan Hyon segera diangkat menggantikan Ri sebagai panglima AD.

“Karena Hyon diberikan pangkat wakil marsekal, Jong-Un tampaknya membutuhkan pangkat militer yang lebih tinggi lagi mengingat perannya sebagai pimpinan tertinggi angkatan bersenjata negara tersebut,” kata Cheong Seong-Chang, seorang pengamat dari Sejong Institute yang berbasis di Korea Selatan.

“Ini adalah satu-satunya gelar yang tersisa bagi Jong-Un setelah dia mengambil alih semua posisi tinggi di partai maupun militer,” katanya.


Sumber : JPNN

Wednesday, July 18, 2012

Korut Tunjuk Wakil Panglima Militer Baru



Pemimpin tertinggi Korut Kim Jong-un di hadapan pasukan militer Korut.

Korea Utara menunjuk Hyon Yong-chol sebagai wakil panglima militer yang baru, demikian kantor berita Korut, KCNA.

Penunjukan Hyon diambil sehari setelah panglima militer, Ri Yong-ho, dicopot dari semua jabatan resminya karena alasan “sakit”.

Menurut KCNA, keputusan itu dibuat oleh Komisi Militer Pusat, Partai Buruh Korea serta Komisi Nasional Pertahanan Korut.

Tetapi keterangan ini tidak menyebut apakah Hyon akan mengambil alih secara penuh kepemimpinan militer Korut yang diduduki empat panglima.

Selain merupakan anggota komite pusat partai yang terdiri 120 orang, tidak banyak yang tahu tentang sosok Hyon, .

Hyon sebelumnya merupakan salah seorang dari empat wakil panglima militer Korut.

Wartawan BBC Lucy Williamson di Seoul, Korsel, melaporkan, penunjukan Hyon sebagai wakil panglima militer menunjukkan bahwa dia bakal bersinar dalam perpolitikan Korut.

Kalangan pengamat, lanjut Lucy, masih menunggu apakah Hyon akan mendapatkan promosi lanjutan sebagai panglima militer, jabatan yang sebelumnya diduduki Ri Yong-ho. 

Sebelum dicopot dari jabatannya, Ri ditunjuk sebagai panglima militer tiga tahun lalu oleh Kim Jong-il, pemimpin Korut saat itu, yang meninggal pada Desember 2011.

Sebagai panglima militer, Ri secara teratur muncul dalam acara-acara kenegaraan, mendampingi Kim Jong-il.
Ri Yong-ho dikenal pula sebagai salah satu dari tujuh pejabat tinggi yang menemani Kim Jong Un, pemimpin tertinggi Korut sekarang, saat mengikuti mobil jenazah yang berisi jasad ayahnya menuju tempat pemakaman
Ri secara luas dianggap sebagai tokoh dalam lingkaran pemimpin Korut yang baru dan berperan membantunya dalam memperkokoh posisi kekuasaannya.

Alasan di balik pencopotan Ri, bagaimanapun menimbulkan spekulasi dan mengundang analisa para pengamat tentang kiprah kepemimpinan Kim Jong-un, pemimpin tertinggi Korut saat ini, yang dipandang kurang berpengalaman.


Sumber : incafnet

AL AS Tembak Kapal Nelayan India di Lepas Pantai UEA, Seorang Tewas

(AP/MC3 Daniel Meshel, US Navy). Gambar yang dikeluarkan oleh Angkatan Laut AS tanggal 19 Juni 2012 memperlihatkan USNS Rappahannock (kanan) tengah berlayar di Laut Merah. Kapal tersebut, Selasa (17/6), menembak kapal nelayan India.

Tentara AS di kapal pengisi BBM Angkatan Laut AS melepaskan tembakan ke kapal motor kecil di lepas pantai Uni Emirat Arab (UEA), Selasa (17/7), setelah kapal itu mengabaikan peringatan agar tidak mendekat. Seorang pejabat pertahanan AS yang tidak bersedia disebutkan namanya mengatakan satu orang tewas dan tiga lain cedera dalam penembakan itu.

Ia menambahkan kapal itu diyakini melaju menjauhkan diri setelah penembakan tersebut.

Jurubicara Komando Pusat Angkatan Laut AS menolak berkomentar mengenai korban dan menyerahkan masalah itu kepada pihak berwenang di UEA. Para pejabat di negara itu tidak bisa dihubungi untuk diminta keterangan mereka.

Kapal motor itu mengabaikan serangkaian peringatan agar berhenti ketika bergerak mendekati kapal AS Rappahannock di perairan dekat pelabuhan Jebel Ali, UEA, kata Komando Pusat Angkatan Laut AS dalam sebuah pernyataan.

"Awak kapal AS berulang kali berusaha memperingatkan operator kapal itu agar tidak mendekat," katanya, dengan menambahkan bahwa insiden itu kini masih diselidiki.

Angkatan Laut AS memperkuat pasukan di kawasan kaya minyak itu sejak terjadi ketegangan dengan Iran pada Desember menyangkut program nuklirnya, dan Teheran telah mengancam menutup Selat Hormuz yang strategis di Teluk selatan.

AS menempatkan dua kapal induk pesawat di kawasan itu -- USS Abraham Lincoln dan USS Enterprise -- dan melipatgandakan armada penyapu ranjau di daerah tersebut dari empat menjadi delapan kapal pada 23 Juni.

Penempatan itu bertujuan mengirim pesan tegas kepada Iran menyangkut ancamannya untuk meranjau Selat Hormuz, yang dilewati oleh sekitar seperlima minyak dagang dunia.

Sementara itu, India menyerukan Uni Emirat Arab Selasa (17/7), untuk menyelidiki penembakan fatal itu, kata kementerian luar negeri India.

Duta besar India untuk negara kaya minyak tersebut telah meminta pemerintahan UEA untuk menyelidiki keadaan sebenarnya insiden tragis itu, kata jurubicara kementerian Syed Akbaruddin.

Ia menambahkan bahwa kedubes India di Washington menghubungi badan berwenang di AS dan menjanjikan "penyelidikan penuh", sementara duta besar AS untuk New Delhi Nancy Powell telah menelepon "untuk menyampaikan rasa penyesalannya atas jatuhnya korban jiwa".

Para pengamat mengatakan Washington akan berupaya keras untuk mengetahui adanya dampak diplomatik terhadap hubungan mereka dengan India, dimana mereka mencoba untuk mempromosikan diri sebagai sekutu penting Asia untuk mengimbangi pengaruh China dan sebagai satu pasar ekspor baru bagi perusahaan AS.

Pejabat pertahanan AS mengatakan kapal nelayan itu telah mengabaikan peringatan untuk tidak mendekati kapal pengisi BBM USNS Rappahannock, dan bahwa pelaut di atas kapal Amerika mengkhawatirkan kapal nelayan tersebut melakukan sebuah ancaman.

Kedutaan AS di New Delhi telah mengeluarkan wpernyataan yang menyampaikan "permintaan maaf AS kepada keluarga kru kapal yang menjadi korban" namun mengatakan mereka tidak memperdulikan peringatan dan mendekati kapal AS dengan cepat.(Ant/Rtr/AFP/echo)


Sumber : Analisa

Australia Beli Pesawat Tempur F/A-18F


Pejabat pertahanan Australia beberapa waktu lalu pergi ke Amerika Serikat untuk mengunjungi Lockheed Martin, produsen Jet tempur siluman F-35 JSF Lightening II, hal ini dimaksudkan untuk mengkonfirmasi tentang jadwal pengiriman jet tempur F-35 untuk Australia. 

Negara ini berencana membeli hingga 100 unit fighter F-35 dan telah menempatkan rencana pembelian awal sebanyak 14 unit. Angkatan Udara Australia diperkirakan akan segera menggunakan jet tempur siluman canggih F-35 yang pertama pada tahun 2018. 

Meskipun ada jaminan dari Lockheed Martin bahwa 14 fighter F-35 pertama akan dikirim ke Australia tepat waktu, pejabat pertahanan Australia yakin bahwa pengiriman fighter generasi baru tersebut ke RAAF (AU Australia) tidak akan terlaksana sebelum tahun 2020 atau bahkan bisa melewati tahun 2020.

Sebagai pertimbangan atas F/A-18F Super Hornets yang sudah tua dan akan segera mengakhiri masa baktinya di RAAF, dan untuk menjembatani kesenjangan dalam kekuatan pertahanan udara Australia (sebelum F-35 dikirimkan), Australia kembali menimbang opsi untuk membeli 18 unit atau lebih F/A-18F Super Hornets dengan total biaya sebesar 1,6 miliar dolar. Pemerintah Australia sebelumnya telah juga telah menandatangani kesepakatan dengan AS pada tahun 2007 untuk pembelian 24 unit F/A-18F Super Hornets yang dikirimkan secara bertahap.



Sumber : altileri

Unjuk Kekuatan Militer Meriahkan Quatorze Julliet


Sejumlah warga antusias menaiki tank tempur andalan Angkatan Darat Prancis yang dipamerkan dalam parade militer 14 Juli lalu.

Hampir sebulan sudah cuaca di Paris mengalami anomali. Dalam bahasa Jawa situasi dem i kian biasa diistilahkan salah mong so. Juli yang menjadi ba gi - an musim panas dan se ha rus nya bermandikan sinar men tari mendadak lebih sering di be kap mendung dan hujan, ter ka dang diselingi angin ken cang. Berhari-hari kondisi ini stagnan, tidak ada pergantian suasana.

“Banyak pengusaha di wilayah pantai yang me nangis,” ujar seorang teman. “Mereka seharusnya sudah ‘panen raya’ karena berkah sinar men - tari, tapi mesti mengerutkan kening akibat hujan dan men - dung,” tambahnya. Namun apa yang terjadi pada 14 Juli yang lalu terbilang benar-benar mengherankan. Jika pada hari-hari se be lum - nya awan kerap hitam, pada hari itu terang-benderang. Alam seolah memberikan ke in - dahan terbaiknya, tepat pada Hari Kemerdekaan Prancis. Pada perayaan “tujuh be las - an” Negara Anggur tersebut, hari benar-benar cerah.

Sempat di pengujung acara gerimis kecil terselip, tetapi secara ke - se luruhan cuaca sangat bersahabat. Quatorze Julliet (baca: kators Julie) demikian ungkapan po pu - ler warga Prancis dalam menyambut hari kemerdekaan mereka, sepadan dengan perayaan 17 Agustus di Indonesia. Jika di Tanah Air HUT ke mer - dekaan dimaknai sebagai hari kemenangan dari belenggu penjajahpada1945, maka14Juli di Prancis adalah ke mer de kaan hasil perjuangan me le lah kan yang dirintis sejak 1789 (awal meletusnya Revolusi Prancis). Kemerdekaan itu adalah pesta kemenangan revolusi rak yat atas kesewenang-wenang an (tirani) kaum aris tokrat (kerajaan).

Perayaan ini senantiasa disambut gegap gempita bukan hanya oleh warga asli Paris, tetapi juga para wisatawan mancanegara yang tak henti mengaliri negeri romantis ini. Satu di antara beragam aca ra yang paling kesohor dalam pe ra - yaan tersebut adalah pa ra de militer. Tahun ini, parade mi liter di bawah tanggung jawab Kepala Angkatan Bersenjata Prancis Admiral Edouard Gui - llaud dan dikomandoi lang sung Jendral Bruno Dary.

Serupa dengan tahun-tahun se be lumnya, parade memamerkan kekuatan armada Angkatan Udara Prancis dengan me nampilkan jet Alpha, C 135, Mirage F1 CR, Mirage 2000 RDY, Mirage 2000 D, serta Mirage 2000 N. Parade militer kali ini juga diramaikan parade para siswa sekolah militer dan kepolisian seperti Ecole Speciale Mili ta ire de Saint-Cyr, Ecole Militaire interarmes, Ecole Militaire des officiers de la Marine na tio nale, Ecole Militaire des offi ciers de la gendarmerie nationale. Sementara Angkatan Darat Prancis yang populer disebut Armee de Terre seperti tidak mau ketinggalan. Mereka pun turut unjuk gigi dengan me nampilkan kekuatannya.

Pada kesempatan kali ini mereka menampilkan resimen in fan - teri, artileri, resimen terjun, transmisi, pasukan pemburu khusus (chasseurs alpins), dan pasukan elite Prancis yang kesohor di seluruh dunia, yaitu Legion Etrangere. Parade m i - liter ini tentu saja melibatkan pula Angkatan Laut Prancis (Marine Nationale), bahkan satuan motor kepolisian Pran - cis (Escadron Motorcycliste de la Police Nationale). 



Sumber : Sindo

Tuesday, July 17, 2012

Clinton Isyaratkan Aksi Militer pada Nuklir Iran

Presiden Israel Shimon Peres (kanan) dan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton menghadiri konferensi pers bersama di Yerusalem (Getty Images/Lior Mizrahi)

Menlu AS Hillary Clinton mengatakan Washington akan menggunakan "semua elemen kekuatannya" untuk mencegah Iran memiliki bom nuklir. Karena itu, AS kini melakukan "konsultasi" dengan Israel untuk cara-cara yang akan ditempuh.

Selama berkunjung ke Israel, ia mendesak negara-negara yang terlibat konflik perlu mengedepankan perdamaian. Pada kesempatan ini ia tidak hanya menyinggung perdamaian Israel-Palestina, tetapi juga terkait perdamaian dunia yang kini terancam oleh nuklir Iran.

Clinton mengatakan Iran belum memutuskan untuk mengekang ambisi nuklirnya. Oleh sebab itu, Washington tidak akan berhenti untuk mencegah Iran mendapatkan bom nuklir.

"Kami akan menggunakan semua unsur kekuatan Amerika untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir," katanya dalam sambutannya yang menyiratkan ancaman aksi militer.

Clinton yang telah tiba di Israel pada Minggu malam lalu telah mengadakan pembicaraan dengan pejabat tinggi Israel termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Presiden Shimon Peres, Menteri Pertahanan Ehud Barak dan Menteri Luar Negeri Avigdor Lieberman.

Meskipun Israel telah memperingatkan nuklir Iran akan menimbulkan ancaman eksistensial bagi negara Yahudi dan telah menolak untuk mengesampingkan serangan militer terhadap fasilitas nuklirnya, Peres menyatakan keyakinannya seiring dengan sikap keras Washington terhadap Teheran.

"Saya pikir kami telah membangun koalisi dan langkah-langkah yang telah diambil mulai memiliki dampak. Kedatangan AS ke Israel adalah awal yang tepat," katanya kepada Clinton.



Sumber : JaringNews

 

Tambah Armada, Militer AS-RI Kian Erat


Seorang panglima militer AS menyambut baik membesarnya perhatian Washington atas keamanan di kawasan Asia Pasifik. Pergeseran strategi ini diyakini akan turut mempererat hubungan militer antara AS dan Indonesia.

Penilaian itu dikemukakan Laksamana Cecil Haney, Panglima Komando Armada Pasifik Angkatan Laut AS (USPACFLT) di Jakarta hari ini. Dia tengah berada di Indonesia selama dua hari untuk kunjungan pertamanya sebagai Panglima USPACFLT.

"Seperti dikemukakan Menteri Pertahanan Leon Panetta dan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton, Asia Pasifik merupakan kawasan yang penting bagi AS.  Kami pun menaruh komitmen kuat pada kawasan ini dan memperkuat hubungan dengan para mitra yang kredibel dan terpercaya, termasuk Indonesia," kata Haney. 

Maka, lanjut Haney, armadanya pun telah menggelar program latihan bersama seperti Pacific Twelve awal tahun ini di Indonesia dan latihan-latihan lain. Program ini menjadi elemen kunci dalam mempererat hubungan bilateral antara AS dan Indonesia. 

Menteri Panetta mengatakan bahwa pada 2020 AS akan menempatkan 60 persen kekuatan lautnya di Asia Pasifik. Ini otomatis akan menambah jumlah armada pimpinan Haney, yang sudah relatif besar. 

"Dengan kekuatan laut yang saya miliki saat ini, saya punya 50 kapal yang beroperasi di lautan setiap hari dan ini mendukung kegiatan operasional kami, termasuk dalam operasi penanggulangan bencana alam," lanjut Haney.
Dia mengaku tidak bisa memastikan berapa banyak kunjungan yang akan berlangsung dan berapa banyak personel lagi yang terlibat ke Indonesia. Namun semakin eratnya kerjasama kedua negara akan berpengaruh pula bagi makin intensifnya hubungan kedua militer. 

"Bila Pemerintah Anda ingin melibatkan lebih banyak lagi, mungkin bisa kami lakukan. Namun hal itu diserahkan kepada kerjasama antar Pemerintah dan antar Angkatan Laut," kata Haney. 
Sumber : Vivanews

Monday, July 16, 2012

Australia Upgrade Teknologi Tank M113A1


Keluarga kendaraan M113A1 diperkenalkan ke militer Australia pada pertengahan tahun 1960-an, dan ditambahkan varian-varian berikutnya hingga tahun 1979. Saat ini tercatat ada 766 unit kendaraan M113A1 dalam Angkatan Darat Australia. Namun hingga Februari 2005, hanya 520 unit yang masih beroperasi.

Upgrade untuk kendaraan APC (lapis baja pembawa personil) telah diusulkan oleh Departemen Pertahanan Rusia sejak beberapa tahun lalu, mengingat banyaknya M113A1 yang sudah tua, meskipun banyak juga M113A1 yang sudah diperbaiki dan kembali masuk ke layanan. Pemerintah Australia pun menyetujui usulan tersebut, pada tahun 1990-an disetujui untuk meng-upgrade 573 kendaraan (M113AS) yang dimulai pada 1996 hingga 1998 dengan biaya sekitar 40 juta dolar Australia pada tahun 1993. Tetapi biaya akhirnya membengkak lebih dari 40 juta dolar Australia.

Berikut adalah upgrade diterapkan pada M113A1
Proteksi Kit pengaya lapis baja eksternal untuk melindungi dari senjata kaliber hingga 14,5 mm, liners spall internal, penguatan lambung kendaraan untuk meningkatkan perlindungan, tanki bahan bakar pindah dari dalam ke luar. 



Perubahan konfigurasi juga memungkinkan untuk desain karakterisrik kendaraan kamuflase dengan mengurangi profil turret (menara) secara keseluruhan, mengurangi pencitraan radar dan inframerah oleh musuh. Kemampuan Tembak Senjata kaliber .50 baru dengan day/night sight. Mobilitas Mesin baru, transmisi dan setir pengemudi. Untuk memaksimalkan perubahan ini, suspensi, trek dan jalan roda juga diganti. Internal Termasuk kompartemen perbaikan seperti langkah-langkah mitigasi panas dan penyimpanan yang lebih baik dari peralatan eksternal. Sistem bahan bakar dan kelistrikan baru, dan sistem navigasi darat yang menggabungkan GPS dan INS.

Kesimpulan yang tepat untuk upgrade kendaraan ini adalah : varian M113-AS3 memiliki 5 roda jalan per sisi, massa kotor kendaraan adalah 33.069 pon atau 15 ton. Varian AS4 dengan 6 roda di setiap sisi, massa 39.683 pon atau 18.000 kg. Varian meliputi : Armoured Personnel Carrier (M113-AS4 APC). Varian paling umum Armoured Fitters (M113-AS4 AF). Termasuk derek HIAB baru dengan daya angkat 2,4 ton ditingkatkan hingga jarak 4 meter. 38 unit Armoured Recovery Vehicle Light (M806-AS4 ARVL). 12 unit Armoured Ambulance (M113-AS4 AA) Armoured Command Vehicle (M113-AS4 ACV) Armoured Logistic Vehicle (M113-AS4 ALV) Armoured Mortar (M125-AS3 AM).


Sumber : Artileri

Proteksi Kit pengaya lapis baja eksternal untuk melindungi dari senjata kaliber hingga 14,5 mm, liners spall internal, penguatan lambung kendaraan untuk meningkatkan perlindungan, tanki bahan bakar pindah dari dalam ke luar. Perubahan konfigurasi juga memungkinkan untuk desain karakterisrik kendaraan kamuflase dengan mengurangi profil turret (menara) secara keseluruhan, mengurangi pencitraan radar dan inframerah oleh musuh. Kemampuan Tembak Senjata kaliber .50 baru dengan day/night sight. Mobilitas Mesin baru, transmisi dan setir pengemudi. Untuk memaksimalkan perubahan ini, suspensi, trek dan jalan roda juga diganti. Internal Termasuk kompartemen perbaikan seperti langkah-langkah mitigasi panas dan penyimpanan yang lebih baik dari peralatan eksternal. Sistem bahan bakar dan kelistrikan baru, dan sistem navigasi darat yang menggabungkan GPS dan INS.

Sumber: http://altileri.blogspot.com/2012/07/kendaraan-lapis-baja-apc-m113a1.html
Saya harapkan toleransi Anda untuk mencantumkan sumber. Terimakasih

Taiwan Berniat Perpanjang Landasan Pacu di Spratly


Taiwan sedang mempertimbangkan akan memperpanjang landasan pacu di pulau Spratly, langkah yang dikhawatirkan akan memicu ketegangan baru di Laut China Selatan -- wilayah maritim yang diperebutkan oleh beberapa negara, kata laporan media setempat, Minggu (15/7). Jika disetujui, proyek tersebut akan membuat landas pacu bandara di Pulau Taiping lebih panjang 500 meter.

Pulau Taiping terbesar di perairan yang disengketakan dan terletak sekitar 1,4 kilometer dari Taiwan, kata laporan Liberty Times.

"Pihak-pihak berwenang keamanan nasional belakangan ini menyelenggarakan sebuah pertemuan untuk mengevaluasi proposal proyek kendati situasi di Laut China Selatan makin rumit," kata media tersebut dengan mengutip sumber di kantor keamanan nasional. 

Ketegangan di Laut China Selatan baru-baru ini meningkat saat China dan Pilipina terkunci dalam perselisihan maritim menyangkut Dangkalan Scarborough di perairan Pilipina.

Landas pacu, yang saat ini memiliki panjang 1.150 meter itu, dibangun pada 2006 walaupun diprotes oleh negara-negara pengklaim Laut China Selatan, termasuk Vietnam, Brunei, China, Malaysia dan Pilipina.

Seruan bagi peningkatan kemampuan pertahanan Taiwan di wilayah yang disengketakan itu meningkat sementara negara-negara pengklaim lainnya telah mengerahkan lebih banyak pasukan serta menambah fasilitas-fasilitas militer di wilayah tersebut.

Mei lalu, para penjaga pantai Taiwan mengatakan bahwa kapal-kapal penyusup Vietnam tahun lalu berdatangan hingga jumlahnya mencapai 106 kapal, yang tadinya hanya berjumlah 42 pada tahun sebelumnya. 


Sumber : Analisa

Militer RI-China Perluas Kerja Sama Antiteror


Militer Indonesia dan China sepakat untuk memperluas kerja sama antiteror untuk mengantisipasi ancaman terorisme.

Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Darat Mayjen TNI Dedi Kusnadi Thamim di Jinan, Shandong, China, Minggu (15/7), mengatakan ancaman terorisme dari waktu ke waktu semakin beragam sehingga perlu peningkatan kerja antiteror antarnegara.

"Kami sekarang telah memulai latihan bersama antiteror antara Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI-Ad dan pasukan khusus Angkatan Bersenjata China. Ke depan mungkin dapat ditingkatkan menjadi latihan antiteror antarpasukan khusus laut dan udara kedua militer," ujarnya.

Dedi menambahkan selain untuk mempererat kerja sama yang telah berjalan baik, perluasan kerja sama antiteror antara militer Indonesia dan China juga bertujuan meningkatkan profesionalisme satuan pasukan khusus kedua negara. "Perluasan kerja sama juga penting untuk mengantisipasi ancaman terorisme yang makin beragam terutama di kawasan Asia Tenggara dan Asia Pasifik," kata Dedi.

Kopassus dan pasukan khusus China untuk kedua kalinya menggelar latihan bersama dengan sandi 'Sharp Knife II/2012' di Pangkalan Latihan Terpadu di Jinan, Shandong, China, 3 - 15 Juli 2012. Setiap komando pasukan khusus mengerahkan 76 personel untuk mengikuti latihan antiteror. 


Sumber : MI

Friday, July 13, 2012

Pentagon Akui Kehebatan Sistem Rudal Iran


Pentagon ternyata mengakui kehebatan sistem rudal Iran. Disebutkan bahwa sistem rudal Iran telah meningkat dan akan menunjukkan kekuatan tangguh dalam mempertahankan wilayahnya.

"Iran telah meningkatkan tingkat mematikan dan efektivitas sistem-sistem yang ada dengan memperbaiki keakuratan dan mengembangkan muatan submunisi baru yang memberikan kekuatan pengrusak atas wilayah yang lebih luas," demikian laporan Pentagon yang dilansir Bloomberg, Jumat (13/7/2012).

Laporan Pentagon bertanggal 29 Juni itu, ditandatangani Menteri Pertahanan AS Leon Panetta. Laporan tersebut disampaikan ke empat komite pertahanan Kongres AS pekan lalu. Pembuatan laporan ini guna memenuhi instruksi tahun 2010 untuk memberikan penilaian rahasia dan tidak rahasia mengenai kekuatan militer Iran.

Dalam laporan itu ditekankan, peningkatan kemampuan rudal Iran terjadi secara pararel dengan pelatihan reguler rudal balistik yang terus terjadi di seluruh Iran dan tambahan kapal-kapal dan kapal selam baru.

Sebelumnya pada Juli lalu, unit Korps Garda Revolusi Islam atau Islamic Revolution Guards Corps melakukan uji coba rudal-rudal yang diproduksi di dalam negeri. Rudal yang diuji coba tersebut termasuk Shahab (Meteor) 1, 2, 3, Khalij Fars (Teluk Persia), Tondar (Kilat), Fateh (Kemenangan) and Zelzal (Gempa) serta Qiam (Kebangkitan).

Pemerintah Iran telah berulang kali menegaskan bahwa kekuatan militernya bukan ancaman bagi negara-negara lain. Ditegaskan bahwa doktrin pertahanan Iran semata-mata untuk berjaga-jaga.



Sumber : Detik

Thursday, July 12, 2012

75 Prajurit TNI di Lebanon Dapat Penghargaan


Sebanyak 75 prajurit POM TNI Sector East Military Police Unit (SEMPU) Kontingen Garuda XXV-D/UNIFIL (United Nation Interim Force In Lebanon) mendapat penghargaan. Mereka menerima dua penghargaan sekaligus, yaitu SEMPU Insignia (penghargaan sebagai International Military Police di Sector East) dan PAZ Insignia (penghargaan perdamaian versi Spanyol).

Menurut siaran pers Pusat Penerangan TNI, Kamis (12/7/2012), penghargaan itu merupakan bentuk apresiasi dari Dansektor Timur UNIFIL kepada seluruh personel Satgas POM TNI Konga XXV-D/UNIFIL, terutama atas pengabdian sebagai pasukan perdamaian PBB selama enam bulan berturut-turut, sekaligus sebagai insan International Military Police (IMP) di wilayah operasional Sektor Timur UNIFIL, Lebanon Selatan.

Dalam sambutannya, Dansektor Timur UNIFIL Brigadir Jenderal Julio Herrero Isla menyampaikan ucapan terima kasih atas pengabdian prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas POM TNI. Mereka dianggap telah menunjukkan profesionalisme saat melakukan tugas penegakan hukum, disiplin, dan tata tertib terhadap seluruh militer PBB (United Nations) yang berada di Area of Responsibility (AOR) Sektor Timur UNIFIL.
"Dengan profesionalisme dan gencarnya operasi yang dilakukan setiap hari tanpa lelah, dapat mencegah dan menekan angka kecelakaan yang terjadi sehingga tidak menimbulkan kerugian personel maupun material," tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Dansatgas POM TNI Sersan Mayor Parjo juga menyerahkan penghargaan (Letter of Apreciation) kepada Dansektor Timur UNIFIL yang selama ini sudah memberikan perhatian dan bimbingan terhadap seluruh prajurit Satgas POM TNI di Lebanon.

Dansektor Timur UNIFIL dianggap mampu menjadikan pasukan POM TNI mendapatkan apresiasi yang positif. Dengan nilai positif yang diraih selama ini, tentunya dapat meningkatkan citra Satgas POM TNI khususnya, serta Kontingen Garuda dan bangsa Indonesia pada umumnya.

Turut serta dalam penyematan penghargaan, antara lain Pasi Pers Mayor Cpm R Irawan Widianto, MBA, Msi; Pasi Info Kapten Pom I Gede Eka Santika; dan Komandan Kompi Markas Kapten Pom Made Oka Dharmayasa.


Sumber : Kompas

Presiden: Rencana Pembelian Leopard Tak Perlu Dirisaukan


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, tidak perlu ada yang dirisaukan terkait rencana pemerintah membeli tank Leopard produksi Jerman, karena peruntukannya memang diperlukan untuk menjaga kedaulatan dan pertahanan nasional. "Saya pastikan semua itu terbuka dan transparan, kami tidak pernah menggunakan tank tempur untuk menembaki rakyat kami. Dan itu harapan kami dengan harapan peaceful, dan sebuah negara memerlukan minimum essential force," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam keterangan pers di Istana Merdeka Jakarta, Selasa sore usai melakukan pertemuan bilateral dengan Kanselir Jerman Angela Merkel.

Kepala Negara mengatakan kerjasama pertahanan Indonesia dengan Jerman memiliki dimensi yang luas, selain pelatihan, saling mengunjungi dan juga kerjasama di bidang industri pertahanan juga dilakukan pembelian peralatan pertahanan yang belum bisa diproduksi di dalam negeri.

"Di ASEAN tidak ada lagi hostility tetapi terus terang 20 tahun Indonesia tidak memodernisasi senjata kami sehingga negara kami tertinggal, padahal Indonesia negara besar dan ekonomi besar di Asia saat ini," kata Presiden.

Kerjasama pertahanan merupakan salah satu sektor kerjasama yang disepakati Indonesia dan Jerman yang dituangkan dalam Deklarasi Jakarta sebagai upaya peningkatan kerjasama ke level kerjasama komprehensif.

Kerjasama pertahanan meliputi pelatihan militer, penelitian dan pengembangan, pelatihan bagi tanggap bencana, logistik militer, pelatihan kesehatan militer dan juga pelatihan misi pemeliharaan perdamaian.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan (Kemhan) memastikan membeli Tank Berat (Main Battle Tank) Leopard dari Jerman sebanyak 100 unit dalam rangka modernisasi alat utama sistem senjata TNI Angkatan Darat, padahal sebelumnya Kemhan berencana untuk membeli Tank Leopard dari Belanda.

"Kita telah putuskan membeli Tank Leopard dari Jerman dengan pertimbangan memperoleh kepastian waktu dan target dari volume peralatan militer yang kita perlukan," kata Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin kepada wartawan di Kantor Kemhan, Jakarta, Senin (2/7)

Rencana pembelian MBT Leopard dari Belanda, kata Wamenhan, dihentikan dan difokuskan kepada proses pengadaan pembelian tank yang berasal dari Jerman, sehingga dapat berjalan lancar.

Ia menjelaskan, pertimbangan pembelian Man Battle Tank Leopard dari Belanda tidak diteruskan karena adalah faktor kepastian dari waktu yang diperlukan, namun pihak Belanda tidak memberikan suatu jawaban.

Sjafrie menjelaskan, alokasi anggaran untuk pembelian 100 unit Tank Leopard sebesar 280 juta dolar AS, dengan sistem pinjaman luar negeri, di mana proses pengadaan melalui "grand book" maupun "blue book" baik dari Bappenas maupun Kementerian Keuangan. 


Sumber : Analisa

Wednesday, July 11, 2012

Sumber Militer: Rusia Kirim Enam Kapal Perang ke Suriah

Kapal Perang Rusia Admiral Chabanenko

Rusia mengirim satu armada angkatan laut terdiri atas enam kapal perang dipimpin kapal perusak anti-kapal selam ke pangkalan angkatan lautnya di pelabuhan Tartus, Suriah, kata kantor berita Interfax pada Selasa.

Kapal Laksamana Chabanenko dan tiga kapal pendarat meninggalkan pelabuhan mereka di Severomorsk di Arctic Circle menuju laut Tengah, tempat mereka akan bergabung dengan kapal patroli Rusia Yaroslav Mudry serta satu kapal pendukung, kata sumber militer kepada kantor berita itu.

"Program pelayaran itu termasuk satu persinggahan di pelabuhan Tartus Suriah," kata sumber yang tidak disebut namanya kepada kantor berita itu.

Sumber itu mengatakan kunjungan itu dilakukan sejalan dengan rencana-rencana kesiapan militer armada Rusia. Menurut Interfax, sumber itu menegaskan penggelaran tersebut "tidak ada hubungannya dengan situasi yang meningkat di Suriah."

"Di Tartus kapal-kapal itu akan mengisi pasokan bahan bakar,air dan bahan makanan," kata sumber itu dan menambahkan penggelaran kapal-kapal di Mediterania akan berlangsung sampai akhir September.

Rusia dikecam keras Barat karena tidak memutuskan hubungan militer dengan Suriah kendatipun konflik antara pemerintah itu dan pemberontak menewaskan ribuan orang, demikian AFP.



Sumber: Republika

Tuesday, July 10, 2012

Qatar Ingin Beli Black Hawk Terbaru dari AS

Salah satu varian helikopter UH-60 Black Hawk yang digunakan Angkatan Udara AS

Qatar dikabarkan telah mengajukan permintaan kepada Pemerintah AS untuk membeli 12 unit helikopter multiguna Sikorsky UH-60M Black Hawk, yang merupakan varian terbaru dari heli legendaris tersebut. Jika disetujui Pemerintah AS, nilai kontrak pembelian itu sekitar 1,1 miliar dollar AS (Rp 10,3 triliun).

Demikian diwartakan majalah pertahanan IHS Jane's Defence Weekly (JDW) edisi 20 Juni 2012. Menurut pihak Badan Kerja Sama Pertahanan Keamanan AS (DSCA), nilai kontrak tersebut sesuai dengan permintaan Qatar yang ingin membeli helikopter beserta mesin cadangan, sistem bantuan pertahanan, persenjataan, peralatan penglihatan malam, pelatihan, serta dukungan teknis dan logistik lainnya.

Heli-heli tersebut akan dilengkapi 24 mesin yang sudah terpasang ditambah dua mesin cadangan tipe General Electric T700-GE-701D; 15 unit sistem peringatan serangan rudal bersama AN/AAR-57V(7); 15 unit sistem pendeteksi sinyal radar AN/APR-39A(v)4; 26 pucuk senapan mesin M240H; dan 26 unit teropong penglihatan malam AN/AVS-6.

Selain itu, Qatar juga meminta flares anti-inframerah M206; flares AIRCM (Advanced Infrared Countermeasure Munitions) M211 dan M212; dan senapan mesin Gatling M134D-H dalam jumlah yang belum ditentukan.

Beberapa barang lain yang dipesan meliputi simulator, generator, sarana pengangkut helikopter, suku cadang, dan berbagai dukungan logistik lainnya. 
 
 
Sumber : Kompas