Clock By Blog Tips

Tuesday, August 9, 2011

Kargo Senjata Selundupan ke Suriah Dicegat, Al-Mustaqbal Dicurigai


Berbagai laporan dari Lebanon menyatakan bahwa tentara negara ini menyita muatan senjata kedua yang akan dikirim ke Suriah, Ahad (7/8). Sebelumnya, pada hari yang sama, kargo senjata pertama juga berhasil dicegat sebelum masuk ke Suriah.

Jaksa penuntut militer Lebanon telah menjatuhkan tuduhan penyelundupan senjata ke Suriah terhadap dua warga Lebanon.

Para aparat keamanan Lebanon menyatakan bahwa dua warga itu ditangkap saat bersiap-siap menyelundupkan senjata ke kota Banyas di Suriah.

Jumat lalu, tentara Lebanon juga menangkap sejumlah penyelundup senjata setelah mereka menerima kiriman senjata di pelabuhan Beirut.

Setelah diinterogasi, kedua warga Lebanon itu mengaku telah menyelundupkan senjata dari pelabuhan Beirut ke kota pelabuhan Banyas di Suriah sebanyak 30 kali.

Para pejabat cukai juga merilis statemen yang menyebutkan bahwa kargo yang disita berisi 248 senapan termasuk, senapan sniper dan shotgun, serta amunisi dan bom plastik dalam jumlah besar.

Para pemerhati mengungkapkan kekhawatiran mereka terkait kota tujuan penyelundupan senjata itu dan menyatakan bahwa di Banyas ada Abdul Halim Khaddam, mantan wakil presiden Suriah yang terkenal sangat menentang pemerintah.

Para penyelundup senjata itu berasal dari kota Tripoli, Lebanon, yang dalam beberapa waktu terakhir menjadi ajang protes anti-Suriah.

Pasukan keamanan menambahkan, para penyelundup berafiliasi dengan partai al-Mustaqbal, pimpinan mantan perdana menteri Lebanon, Saad Hariri, yang memiliki banyak pendukung di Tripoli.

Hilal Khashan, profesor sains politik di American University di Beirut, dalam hal ini mengatakan, "Hubungan antara mantan perdana menteri Lebanon, Rafiq Hariri, dan mantan wapres Suriah, Abdul Halim Khaddam, sangat dekat. Sebenarnya, Khaddam juga termasuk ‘orang bayaran' Hariri, dan bahwa pada pemakaman Hariri, satu-satunya pejabat Suriah yang hadir adalah Khaddam."

Pada bulan April lalu, televisi Suriah menayangkan pengakuan tiga tersangka yang menerima uang dan senjata dari seorang anggota parlemen dari partai al-Mustaqbal, dalam rangka melancarkan serangan brutal di Suriah.

Namun, sumber-sumber dari partai al-Mustaqbal, menepis keterlibatannya dan menekankan bahwa pihaknya tidak berperan apa-apa di Suriah.
 
 
 
 
 
 
Sumber :Irib-Radio Iran

0 komentar:

Post a Comment