Clock By Blog Tips

Tuesday, February 1, 2011

Rusia Ajak Indonesia 'Main Perang-perangan'


Jakarta -  Militer Rusia mengajak Indonesia ikut dalam latihan bersamanya dengan Australia yang akan digelar April 2011. Hal itu disampaikan Duta Besar Rusia untuk Indonesia Alexander Ivanov saat mengadakan kunjungan kehormatan kepada Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono di Jakarta, Senin. 

Ia mengatakan, latihan bersama militer Rusia dan Australia sudah lama dilaksanakan. "Dan kami berharap Indonesia bisa ikut serta dalam latihan tersebut," kata Ivanov.

Menanggapi itu, Panglima TNI Agus Suhartono mengatakan, pihaknya akan mempertimbangkannya secara matang. Dalam pertemuan tertutup tersebut, dibicarakan pula pengadaan alat utama sistem senjata TNI yang diadakan dari Rusia.

Di era 1960-an sebagian besar alat utama sistem senjata diadakan dari Rusia seperti pesawat tempur dan kapal selam. Terakhir Indonesia membeli 10 pesawat tempur jet Sukhoi dan berencana melakukan pembelian enam unit pesawat sejenis secara bertahap.
 
 
 
Republika

Tanaman Pendeteksi Bom


London  - Para ilmuwan sudah mengembangkan tanaman yang bisa mendeteksi bom. Caranya, mereka "mengajari" protein tanaman untuk mengubah warna saat ada unsur kimia tertentu.

Penerapan hasil penelitian bukanlah hal yang susah, misalnya, tanaman itu bisa digunakan melingkari gerbang keamanan. Saat teroris mendekat dengan bahan peledak,  seluruh tanaman berubah warna menjadi putih.

Daily Mail melaporkan, tanaman itu bekerja karena reseptor protein dalam DNA tanaman secara alami merespon  rangsangan ancaman dengan melepaskan unsur kimia bernama terpenoid untuk menebalkan kulit ari daun, akibatnya  daun mengubah warna.

Penelitian tersebut dikerjakan oleh profesor biologis University of Colorado, June Medford bersama markas besar angkatan bersenjata Amerika Serikat, Pentagon.

"Tanaman tidak bisa berlari atau bersembunyi dari ancaman, sehingga mereka mengembangkan sistem mutakhir untuk mendeteksi dan merespon lingkungan mereka," kata profesor Medford.

Para peneliti merancang program komputer untuk memanipulasi mekanisme pertahanan alami tanaman dengan "mengajari" reseptornya menanggapi unsur kimia  bahan peledak serta polutan  udara dan polutan air.

Reseptor komputer yang didesain ulang tersebut dimodifikasi supaya berfungsi dalam dinding sel tanaman sehingga mereka bisa mengenali polutan-polutan atau bahan peledak dalam udara atau tanah di dekatnya.




Tanaman itu mendeteksi senyawa dan mengaktifkan sinyal internal yang menyebabkan hilangnya warna hijau dan  mengubahnya menjadi dedaunan putih.

"Ide untuk membuat tanaman detektor datang secara langsung dari alam. Kami sudah 'mengajari' tanaman bagaimana mendeteksi hal-hal yang membuat kita tertarik dan merespon dalam cara yang bisa dilihat siapa saja, untuk mengatakan pada kita ada sesuatu yang buruk di sekitar lokasi," kata profesor Medford.

Dia mengatakan kemampuan mendeteksi dari tanaman ini serupa bahkan lebih baik daripada anjing.

Sifat deteksi itu bisa digunakan untuk tanaman apapun dan bisa mendeteksi beberapa polutan sekaligus.

Profesor Medford dan timnya belum lama ini menerima hibah tiga tahun senilai 7.9 juta dolar dari U.S. Defense Threat Reduction Agency untuk membawa penemuan mereka ke "dunia nyata."

Penelitian itu muncul dalam jurnal PLoS ONE.



(ANTARA News)
 

Laporan PBB: Korut Miliki Lokasi Nuklir Rahasia


PBB - Korea Utara memiliki sedikitnya satu fasilitas nuklir militer rahasia, kata satu tim pakar kepada Dewan Keamanan PBB dalam sebuah laporan yang menyerukan pelaksanaan sanksi-sanksi yang lebih keras, kata para diplomat, Senin waktu setempat.

Pekerjaan pembangunan fasilitas itu mungkin dimulai tahun 1990-an tanpa menimbulkan kecurigaan, kata para diplomat yang melihat laporan itu yang mungkin dibicarakan oleh satu komite sanksi-sanksi Dewan Keamanan PBB dalam beberapa hari ke depan.

Berita itu didasarkan pada bukti dari pakar nuklir Amerika Serikat Siegfried Hecker yang telah diajak pihak berwenang Korea Utara (Korut) mengunjungi satu lokasi rahasia itu November tahun lalu.

Hecker mengemukakan ada ratusan sentrifugal di kompleks Yongbyon ketika ia mengunjungi lokasi fasilitas nuklir Korut itu. Laporan itu mengutip peryataan dia yang mengatakan Korut telah memperleh bantuan asing untuk membangun fasiitas itu, kata seorang diplomat kepada AFP tetapi tidak bersedia namanya disebutkan.

"Laporan itu menyatakan sentrifugal di Yongbyon telah dioperasikan paling tidak pada satu fasilitas lainnya sebelum dipindahkan dari sana," kata diplomat itu.

"Peralatan itu telah dipasang setidaknya tahun 1990-an dan dibangun dengan bantuan pihak asing," kata seorang diplomat lainnya, yang juga tidak bersedia namanya disebutkan karena laporan tiu tidak disiarkan kepada publik.

Tim pakar dibentuk untuk memantau dua babak sanksi yang ditetapkan Dewan Keamanan PBB terhadap Korut karena program nukirnya.

"Mereka mengatakan lebih banyak lagi perusahaan dan individu akan dikenakan peraturan sanksi-sanksi itu," kata diplomat tersebut.

Nama-nama baru yang akan menghadapi larangan perjalanan dan pembekuan asset bisa ditambahkan pada peraturan sanksi-sanksi tanpa memerlukan satu satu resolusi baru Dewan Keamanan PBB yang kemungkinan akan ditentang China.

Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya di Dewan Keamanan PBB yang beranggotaan 15 negara itu telah mendesak dilakukan sanksi-sanki yang lebih keras.

Tim itu bertemu Hecker setelah ia mengunjungi Korut. Tidak seorangpun dari para pakar itu diizinkan mengunjungi Yongbyon atau fasiltias nuklir lain Korut.

Korut telah mengatakan pihaknya memiliki sebuah bom plutonum. Korut mengatakan pihaknya melakukan uji-uji coba bom nuklir tahun 2006 dan 2009.

Korut mengaku bahwa uranium yang diperkaya dengan kadar rendah telah dibuat di Yongbyon dengan sentrifugal-sentrifugal setelah kunjungan Hecker itu. Pihak berwenang Korut menegaskan uranium itu adalah untuk reaktor air ringan "damai".

Para pakar PBB membuat 10 rekomendasi termasuk menambahkan lagi para pejabat nuklir dan perusahaan-perusahaan Korut dalam daftar sanksi-sanksi.

Negara-engara tetangga seharusnya juga memperketat pengawasan terhadap Korut, kata laporan-laporan itu.

Korut mengusir para pemeriksa nuklir dari PBB keluar dari Yongbyon tahun 2002 sebelum mundur dari Perjanjian Non Proliferasi Nuklir (NPT), perjanjian yang melarang penyebaran senjata-senjata nuklir.

Laporan itu tidak menyebut nama negara yang diduga membantu Korut tetapi pihak Barat menuduh Iran dan Korea Utara bekerja sama menyangkut teknologi nuklir, AFP melaporkan.


(ANTARA News) 

Tentara Mesir Blokade Jalan Menuju Tahrir Square


Jalanan menuju ke pusat lokasi aksi massa Mesir, Tahrir Square  diblokade militer dengan tank, batu dan kawat berduri. Blokade ini dibangun untuk mencegah aksi massa dalam jumlah besar hari ini. Selain menuju Tahrir Square, jalanan menuju Kairo dari luar kota juga ditutup. 

Berdasarkan pantauan Tempo, ribuan orang dari berbagai daerah di Mesir sudah berada dan bermalam di TS. Mereka berada di sana untuk mengikuti gerakan 1 juta orang turun ke jalan hari ini. Sesekali massa yang berkumpul berteriak "Mubarak Turun". 

Para demonstran juga mengikuti perkembangan berita dari 4 layar besar yang menyiarkan berita-berita dari Al-Jazeera Arabis. Layar-layar ini tersedia di pinggir sungai nil yang tidak jauh dari TS. 

Puluhan ribu orang telah turun ke jalan enam hari belakangan di kota Kairo, Suez, Alexandria, hingga Al Arish dekat perbatasan Palestina. Mereka menuntut Presiden Hosni Mubarak mundur. 

Massa juga meminta pemerintah melakukan reformasi untuk mengurangi pengangguran dan meningkatkan standar hidup. 

Akibat kondisi yang kacau di Kairo, banyak keluarga di Mesir yang kesulitan mendapatkan makanan pokok seperti roti dan beras.

LANTAMAL I Terlibat Operasi ”Kuda Laut Toba-2010”

Rapat Muspida Sumut Bentuk Operasi Kuda Laut Toba-2010 (sergainews.com)

Rapat koordinasi pengamanan dan penindakan pelaku pencurian bahan bakar minyak (BBM) dengan pembocoran pipa di Instalasi Medan Group (IMG), Pertamina telah dilaksanakan pertengahan Oktober 2010 di Ruang Prima XP Kantor Pertamina Pemasaran Region I, Jalan Yos Sudarso Medan, didalam koordinasi tersebut melibatkan kerja sama unsur dari TNI AD (Kodam I/BB) TNI AL (Lantamal I), Polda Sumut didukung Pemrop Sumatera Utara/Pemkab Deli Serdang berserta Intansi terkait lainnya yang menghasilkan suatu program pengamanan operasi terpadu dan terkooordinasi dengan sandi Kuda Laut Toba-2010″.
 
Komandan Lantamal I Laksamana Pertama TNI Amri Husaini memberikan respon yang sangat positif dalam meningkatkan pengamanan dan penyelamatan di dalam perairan Belawan ini, khususnya di dalam penanggulangan terhadap pencurian BBM di jalur penyaluran minyak di perairan Belawan ini.

Kita akan tingkatkan fasilitas-fasilitas pengamanan, terutama di setiap pos-pos pengamanan di objek vital dalam memberikan penanggulangan terhadap hal-hal yang tidak diinginkan, terutama pengamanan jalur pipa milik Pertamina, tuturnya.

Respon positif dari Danlantamal I diwujudkan melalui Operasi Satgasla Kuda Laut Toba 2010 yang telah digelar mulai tanggal 20 s.d. 31 Januari 2010 mempunyai tugas pokok melaksanakan penertiban dan menegakkan hukum di laut dalam rangka menertibkan dan menindak pelaku pencurian BBM di instalasi pipa laut Pertamina yang terpasang di sekitar perairan Belawan, agar sistim pendistribusian BBM Pertamina Medan tidak terganggu.

Hasil dari pelaksanaan Operasi Satgasla Kuda Laut Toba 2010 telah disampaikan oleh Kadiskum Lantamal I Letkol Laut (KH) Leonard Marpaung, S.H. selaku Ketua Tim Penegakkan Hukum didampingi Dansatkamla Lantamal I Mayor Laut (P) Asep Budiman selaku Dansatgasla, kepada Koordinator Keamanan Depo Pertamina Labuhan Belawan bapak Suparman dan Kepala Operasi IMG Bapak Syafrijal pada acara evaluasi sebelas hari berjalannya operasi tersebut, Senin 31 Januari 2011 di Posko Satgasla Kuda Laut 2010 gedung R. Mulyadi Mako Lantamal I disaksikan Danlantamal I serta Asops Danlantamal I, Kolonel Laut (P)Tri Satriya Wijaya.


Puspen TNI - LANTAMAL I  

AS Kerahkan Marinir ke Mesir


Amerika Serikat (AS) mengerahkan pasukan Marinir ke Mesir untuk membantu pengamanan Kedutaan Besar mereka di Kairo dan proses evakuasi warga Amerika di tengah kemelut di Negeri Piramid itu. Presiden Barack Obama juga mengirim utusan khusus untuk membantu mengatasi konflik politik di negara sekutu utama AS di Timur Tengah itu.

Menurut stasiun berita NBC News, pemerintah AS mengirim tambahan pasukan untuk menjaga Kedutaan Besar AS di Kairo. Sebanyak 10 sampai 12 prajurit Marinir ditempatkan di Kedubes AS di Kairo. 

Kendati Kairo terus dilanda gelombang demonstrasi dan kerusuhan, Kedubes AS tetap bekerja. Para staf inti mereka bahkan tengah sibuk mempersiapkan evakuasi ribuan warga Ameriksa dari Mesir.

Kementerian Luar Negeri AS juga mengirimkan beberapa agen Biro Keamanan Diplomatik untuk membantu kebutuhan pengamanan kepentingan AS di Kairo. Saat ini, ribuan warga negara AS di Mesir akan dievakuasi ke Larnaca, Siprus.

Sementara itu, Obama mengirim utusan khusus ke Mesir untuk mendesak Presiden Hosni Mubarak melakukan reformasi pemerintahan. Hal ini diharapkan dapat mengakhiri kekerasan dan kerusuhan yang terjadi di Mesir.

Menurut kantor berita Associated Press, Obama mengirimkan mantan Duta Besar AS untuk Mesir, Frank Wisner, ke Kairo pada Senin, 31 Januari 2011. Wisner yang menjadi dubes AS di Mesir pada 1986-1991 akan bertemu dengan pejabat tinggi Mubarak, dan kemungkinan juga akan bertemu dengan Mubarak langsung.

“Ini adalah kesempatan bagi Wisner yang mempunyai hubungan dengan para tokoh kunci di Mesir, untuk bertemu mereka dan melakukan apa yang diperintahkan Presiden Obama," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri P.J. Crowley.

"Pada waktu yang sama, Wisner juga akan mencari tahu apa yang para petinggi Mesir ini pikirkan,” lanjut Crowley lagi.

Crowley juga mengatakan bahwa AS percaya Mesir harus menegakkan hukum terkait banyaknya kekerasan dan penjarahan pada protes menentang pemerintah. Sebelumnya, juru bicara Gedung Putih, Robert Gibbs, tidak sepakat dengan langkah Mubarak merombak kabinet. Dia mengatakan saat ini yang diperlukan adalah aksi nyata, bukan pengangkatan pejabat baru.

Gedung Putih, ujarnya, menyerukan Mesir untuk menggelar pemilu yang adil dan bebas di Mesir. Namun AS tidak mengatakan apakah Mubarak harus mencalonkan diri lagi atau tidak.

“Pemerintah AS bukanlah yang menentukan siapa yang akan dipilih, pertanyaannya adalah apakah pemilu itu akan jadi pemilu yang bebas dan adil atau tidak. Itulah yang akan kita tekankan,” ujar Gibbs.

Gibbs juga mengatakan bahwa pemerintah AS tidak memihak pada krisis yang terjadi di Mesir. “Kami tidak memihak mereka yang di jalanan ataupun yang di pemerintahan,” ujar Gibbs.



VIVAnews 

DPR Dengarkan BJ Habibie tentang Teknologi Dirgantara


Jakarta -  Komisi I DPR mengundang pakar teknologi dirgantara yang juga mantan Presiden Prof BJ Habibie dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) di gedung DPR Jakarta, Senin (31/1).

Dalam RDPU beragendakan pembicaraan tentang pengembangan industri pertahanan strategis nasional itu dibuka oleh Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso dan selanjutnya diserahkan kepada Ketua Komisi I Mahfud Siddiq.

"Kami berharap DPR bisa mendapatkan berbagai masukan yang berharga dari Bapak Habibie terkait bidang keahliannya selama ini," ujar Priyo.

Hal senada juga ditegaskan Mahfud Siddiq. Politisi PKS itu mengatakan bahwa pendapat dan pandangan-pandangan Habibie sangat dibutuhkan mengingat mantan Presiden RI tersebut merupakan salah satu sosok yang meletakkan fondasi bangunan kebangkitan teknologi Indonesia.

Diharapkan ke depan, kata Mahfud, Indonesia bisa memiliki industri strategis pertahanannya sekaligus mandiri dalam berbagai aspek yang mendukungnya. Berbagai pandangan Habibie itu juga dimaksudkan sebagai masukan untuk penyusunan RUU usul inisiatif DPR tentang Pengembangan dan Pemanfaatan Industri Strategis untuk Pertahanan.

Habibie dalam pemaparannya di depan anggota DPR menceritakan tentang kondisi awal bangsa Indonesia yang mencoba bangkit dengan kemandirian teknologinya. Ketika dirinya dipanggil mantan Presiden Soeharto untuk membantu pembangunan Indonesia melalui pengembangan teknologi, pada hakikatnya Soeharto hanya melanjutkan pendahulunya, mantan Presiden Soekarno.

"Jadi tekad (saya) membangun industri strategis itu, bukan karena memenuhi panggilan Pak Harto, tapi karena Pak Harto itu ingin melanjutkan cita-cita Bung Karno agar bangsa ini unggul di pentas internasional," ujarnya



Media Indonesia

Rusia Tak Akan Embargo Alutsista untuk Indonesia


Jakarta - Pemerintah Rusia menjamin tidak akan melakukan embargo terhadap alutsista yang pengadaannya dari Rusia. Jaminan ini disampaikan Duta besar Rusia untuk Indonesia H.E. Mr. A. Ivanov, saat bertemu Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E., di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, (Senin 31/1), seperti disampaikan dalam siaran pers Mabes TNI yang diterima redaksi Liputan6.com.

Dalam pertemuan itu Dubes Rusia H.E. Mr. A. Ivanov didampingi oleh Atase Pertahanan Colonel Vladimir Afanasenkof dan Mr. Vadim Varaksin dari Rosoboronexport. Sebelum bertemu dengan Panglima TNI,  Dubes H.E. Mr. A. Ivanov disambut dengan upacara jajar kehormatan di Plasa Mabes TNI. 

Dalam kunjungan tersebut  H.E. Mr. A. Ivanov juga menyampaikan ajakan kepada TNI untuk ikut dalam latihan militer bersama antara Rusia dan Australia, yang rencananya akan diselenggarakan pada pertengahan April 2011. Menjawab ajakan itu Panglima TNI menyatakan akan mempertimbangkannya.


liputan6

Militer Mesir Dukung Pergerakan Rakyat


KAIRO - Tuntutan rakyat Mesir yang mengingnkan Presiden Husni Mubarak turun dari jabatannya didukung oleh pihak militer. Militer Mesir menganggap tuntutan itu legal.

Pihak militer bersumpah tidak akan menyerang protes anti-pemerintah yang akan berlangsung hari ini. 


"Kepada warga Mesir, pihak militer yang mengetahu hak dari rakyat berjanji tidak akan menggunakan kekerasan terhadap rakyat," demikian pernyataan pihak militer seperti dikutip AFP, Selasa (1/2/2011).


Menurut seorang juru bicara pihak militer, kebebasan berekspresi yang damai untuk rakyat akan terus dijamin oleh pihak militer.  


Memasuki hari ketujuh protes anti-pemerintah, pengunjuk rasa terus membanjiri Ibukota Kairo. Mereka menolak kekuasaan pemerintahan Presiden Husni Mubarak yang telah berkuasa selama 30 tahun.


Pihak organisator demo juga mengajak dilakukannya aksi mogok dan menjanjikan jutaan warga yang akan turun ke jalan hari ini. Hingga kini 125 orang dilaporkan tewas selama aksi protes yang berlangsung, sementara ribuan lainnya dilaporkan terluka.
 
okezone
 

Janji Militer Mesir : Tak Akan Ada Kekerasan


Demonstrasi besar-besaran akan digelar di Mesir hari ini. Pihak oposisi meminta jutaan warga turun ke jalan untuk menyuarakan satu tuntutan: mundurnya Presiden Hosni Mubarak.

Ada kekhawatiran aksi akan berakhir dengan bentrok berdarah seperti yang terjadi Selasa 25 Januari lalu, di mana puluhan orang tewas.

Namun, kabar melegakan datang dari pihak militer Mesir. Mereka berjanji tak akan menggunakan kekuatan melawan warga sipil.

Dalam pernyataan yang disiarkan di sejumlah televisi, Senin 31 Januari 2011, militer menjamin 'kebebasan berekspresi' untuk setiap warga negara yang menggunakan cara-cara damai dalam menyuarakan aksinya.

Ini adalah konfirmasi eksplisit pertama yang datang dari pihak militer bahwa tak akan ada tembakan yang akan mengarah ke para demonstran yang turun ke jalan. Meski jika aksi ini berujung pada terjungkalnya pemerintahan Mubarak.

Jika Mubarak yang mantan komandan angkatan udara, kehilangan dukungan dari militer, ini akan jadi pukulan fatal bagi pemerintahannya.

"Kehadiran tentara di jalan-jalan adalah untuk kepentingan Anda, untuk memastikan keselamatan. Angkatan bersenjata tak akan menggunakan kekuatan melawan masyarakat," demikian pernyataan militer Mesir, seperti dimuat Al Jazeera.

"Angkatan bersenjata menyadari legitimasi tuntutan Anda dan akan bertanggung jawab melindungi negara dan masyarakat, menegaskan bahwa kebebasan berekspresi melalui cara damai dijamin untuk semua orang."

Sebaliknya, tentara meminta para demonstran untuk tidak melakukan tindakan sabotase yang melanggar keamanan, dan merusak properti publik dan privat. Militer memperingatkan bahwa mereka tidak akan membiarkan penjahat merampas, menyerang, dan "meneror" warga.


Seperti dilaporkan AP, sekitar 10.000 orang berkumpul di Tahrir Square, yang jadi lokasi utama protes. Mereka memukul  drum, memainkan instrumen, dan menyerukan slogan-slogan tuntutan mundur Presiden Mubarak yang sudah 30 tahun berkuasa di Mesir.

Sementara, Omar Suleiman, wakil presiden baru Mesir, mengatakan  bahwa Mubarak telah menugaskan dia untuk membuka dialog dengan pihak oposisi. Meski tawaran itu ditampik para pemrotes.

Sementara politik bergolak, kondisi ekonomi warga morat-marit. Masyarakat Mesir yang panik berusaha memenuhi kebutuhan logistik di tengah rusuh. Supermarket-supermarket kosong diborong atau dijarah.

Kepanikan juga terjadi di Bandara Internasional Kairo, ribuan orang asing yang khawatir berusaha dievakuasi secepatnya dari Mesir.


vivanews

Menlu : Keamanan di Mesir Semakin Parah

Tank Mesir Diserbu Pengunjuk rasa (foto : CNN)
Jakarta - Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan situasi keamanan di Mesir semakin parah. Bahkan sebuah kantor polisi yang berada dekat dengan kantor KBRI dirusak para pendemo.

"KBRI sendiri lokasinya lebih dekat ke tempat di mana demonstran berkumpul, bahkan tadi saya mendgar informasi dari Pak Dubes, kantor polisi yang di sebelah KBRI sudah dihancurkan oleh massa dan keadaan makin tidak menentu. Jadi sudah diputuskan untuk mengevakuasi warga kita," katanya usai rapat terbatas dengan Presiden Susilo Bambang Yodoyono di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (31/1/2011).

Sekarang pihak keamanan, lanjutnya, sudah tidak lagi terlihat. Tinggal tentara yang mengamankan situasi di Kairo. "Memang konsentrasi kita bukan di KBRI-nya tapi pada warga kita, KBRI yah bekerja, justru pada saat inilah seperti pada saat di Tunisia waktu lalu KBRI akan mengesampingkan hal-hal keamanan kantor kita, tapi warga kita," paparnya.

Saat ditanya soal jumlah dana untuk evakuasi Marty enggan untuk membeberkan. "Pos Deplu saya belum denger jumlahnya. Sudah, nanti kita ngobrol lagi nanti ya,” tukasnya sambil berlalu.

okezone

Pakistan Gandakan Pengoperasian Senjata Nuklir


Washington - Pakistan telah menggandakan persediaan senjata nuklirnya selama beberapa tahun terakhir hingga mencapai 100 senjata yang dioperasikan.




Laporan The Washington Post mengungkapkan hanya dalam empat tahun yang lalu, persenjataan nuklir Pakistan diperkirakan sebanyak 30 hingga 60.




"Mereka telah memperbanyak jumlahnya secara tajam," sebagaimana laporan yang mengutip Presiden Institut Ilmu Pengetahuan dan Keamanan Internasional, David Albright









Berdasarkan produksi plutonium dan pengayaan uranium tingkat tinggi yang meningkat pada akhir-akhir ini, Islamabad diperkirakan memiliki persenjataan yang mencapai hingga 110, kata Albright.




Sebagai hasilnya, Pakistan pada saat ini telah mengungguli India sebagai lawan persenjataan nuklirnya, demikian harian itu menambahkan bahwa India diperkirakan memiliki 60 hingga 100 senjata.




Dalam kesempatan terpisah, sejumlah orang bersenjata di Pakistan barat daya menyerang tiga truk yang baru kembali dari misi mengirim perbekalan bagi pasukan NATO di Afghanistan, kata polisi.




Serangan itu terjadi di dekat kota Wadh, sekitar 380 kilometer sebelah selatan Quetta, ibu kota provinsi bergolak kaya minyak dan gas Baluchistan yang berbatasan dengan Iran dan Afganistan.




Dari Peshawar dilaporkan, sejumlah jet tempur dan helikopter meriam Pakistan membom tempat persembunyian militan di kawasan suku dekat perbatasan Afganistan, Jumat, menewaskan 28 gerilyawan, kata seorang pejabat.




Ia menyatakan, 30 militan juga terluka dalam operasi itu, dan delapan rumah milik mereka terbakar.




Sebelumnya, Afganistan dan Pakistan setuju untuk membentuk komisi bersama yang terdiri dari diplomat, perwakilan militer dan intelijen agar perdamaian terwujud di kawasan, kata pernyataan menteri luar negeri kedua negara.




Menlu Afganistan Zalmay Rassoul bersama sejawat Pakistannya Shah Mahmood Qureshi mengatakan dalam konferensi bersama di Islamabad bahwa komisi tersebut akan memberikan dorongan pada proses perdamaian yang berjalan dan meningkatkan usaha perdamaian dan keamanan di kawasan itu.




"Proses konsultasi antara kedua negara telah membangun kepercayaan dan hubungan untuk mencapai tujuan bersama," kata Qureshi.




Rassoul dalam kunjungan di Islamabad tiba pada Kamis untuk pembicaraan mengenai menyeragaman strategi bersama dalam dialog trilateral Afganistan-Pakistan-Amerika Serikat yang akan diadakan pada 22-24 Februari nanti di Washington dan terfokus pada pendekatan bersama menuju sejumlah wilayah prioritas.




Qureshi, yang ditanya mengenai pertemuan trilateral tersebut di Washington, menjawab bahwa dialog itu akan membuka babak baru proses politik.




Kedua pihak telah sepakat membentuk mekanisme bilateral untuk bekerja sama dan berkonsultasi dengan badan kewenangan pada masing-masing negara untuk bantuan legal bersama, seperti isu mengenai tahanan dan masalah konsuler, menurut pernyataan bersama itu.




Zalmay Rassoul menjawab pertanyaan mengenai proses reintegrasi dan rekonsiliasi dan menjawab bahwa para pejuang dan pemimpin Taliban, yang menghormati konstitusi Afganistan, hak asasi manusia dan hak perempuan dapat menjadi bagian dalam proses rekonsiliasi dalam beberapa syarat dan kondisi.









Ia mengatakan proses rekonsiliasi sangat sulit tetapi mengalami kemajuan. "Pakistan dapat memainkan peran aktif dan memfasilitasi pemerintah Afganistan serta warga yang terlibat dalam proses rekonsiliasi, yang dipimpin oleh pemerintah Afganistan dan dimiliki oleh warganya," kata Qureshi.




Ia mengatakan bahwa mekanisme seharusnya bersifat politis dengan badan intelijen turut terlibat dalam proses rekonsiliasi.




Qureshi mengatakan kelompok penghubung sejumlah negara Islam di Afganistan juga akan bertemu di Jeddah bulan depan dan Pakistan akan berpartisipasi secara aktif dalam pertemuan tersebut guna memastikan perdamaian dan keamanan kawasan.












Suara Karya 

Mesir Kerahkan 800 Tentara Ke Sinai


Jerusalem - Mesir telah menggerakkan sekitar 800 tentara ke semenanjung Sinai dengan persetujuan Israel guna meningkatkan keamanan ketika demonstrasi yang dimaksudkan untuk menggulingkan Presiden Hosni Mubarak meluas ke seluruh Mesir.

Ijin pengerahan tentara itu diberikan sebagai jawaban atas permintaan dari Kairo, dan pasukan tersebut telah digelar di sekitar tempat peristirahatan Sharm el-Sheikh di Sinai selatan, kata seorang pejabat Israel.

Dua pejabat lainnya mengkonfirmasi bahwa Israel telah menerima permintaan itu.

Irisan padang pasir yang sangat luas antara Israel dan Mesir itu sebagian besar telah dikosongkan dari militer berdasakan perjanjian perdamaian 1979 antara kedua negara itu. Radio Israel menyatakan "Israel akan melihat cara lainnya" ketika Mesir menempatkan pasukan di Sinai "untuk berusaha meyakinkan situasi terkendalikan" di Mesir.

Israel terakhir mengizinkan Mesir untuk menempatkan pasukan bersenjata di Sinai setelah penarikan tentaranya sendiri dari Gaza pada 2005, dan Mesir menempatkan para penjaga perbatasan di sisi perbatasannya sendiri di Gaza guna mencegah gerilyawan Palestina menyelundupkan senjata.

Mesir adalah negara Arab pertama yang menandatangani perjanjian perdamaian dengan Israel, pada 1979. Menuru ketentuan perjanjian itu, Israel telah menarik pasukannya dari Sinai yang mereka rebut dalam perang Timur Tengah 1967. Negara itu merampungkan penarikannya pada 1982.


tvone