Tuesday, January 11, 2011
Wow, Diterjang Peluru Lima Kali Tidak Cedera
HELMAND - Seorang tentara yang bertugas di Afghanistan secara ajaib berhasil selamat setelah ditembak sebanyak lima kali oleh anggota Taliban.
DANJEN KOPASSUS Terima Kunjungan Kehormatan Perwira Senior RPK ABDB Brunei
Danjen Kopassus Mayjen TNI Lodewijk F. Paulus, menyambut secara resmi kedatangan Perwira Senior Resimen Pasukan Khas (RPK) ABDB Brunei Darussalam, Kolonel Haji Harith , di Makopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Selasa (11/1).
Kedatangan Perwira Senior Pasukan Khas Brunei diawali dengan jajar kehormatan dan dilanjutkan ke ruang rapat Makopassus. Dalam kesempatan tersebut, Danjen Kopassus menyampaikan terima kasih atas kunjungan Perwira Senior Resimen Pasukan Khas Brunei Darusssalam yang merupakan kehormatan bagi pemerintah RI khususnya Kopassus serta berharap kerjasama antara kedua Angkatan Bersenjata yang selama ini telah terjalin dengan baik dapat lebih ditingkatkan di masa yang akan datang.
Sementara itu, Perwira Senior Pasukan Khas Brunei menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan serta kerjasama yang telah terjalin dengan baik selama ini, terutama dibidang peningkatan sumber daya manusia Angkatan Bersenjata Brunei melalui pendidikan dan berharap hubungan kerjasama tersebut dapat ditingkatkan di masa mendatang dalam rangka menjalin kerjasama dan persahabatan antar Angkatan Bersenjata kedua Negara.
Sebelum mengakhiri kunjungannya kedua penjabat saling tukar menukar cinderamata dan foto bersama.
Dalam kunjungan tersebut, Perwira Senior Pasukan Khas Brunei didampingi Athan Brunei Darussalam di Jakarta serta Staf dari Resimen Pasukan Khas. Sedangkan Danjen Kopassus didampingi Ir Kopassus, Dangrup 3/Kopassus, Dansat 81/Kopassus dan Para Asisten Danjen Kopassus.
Kedatangan Perwira Senior Pasukan Khas Brunei diawali dengan jajar kehormatan dan dilanjutkan ke ruang rapat Makopassus. Dalam kesempatan tersebut, Danjen Kopassus menyampaikan terima kasih atas kunjungan Perwira Senior Resimen Pasukan Khas Brunei Darusssalam yang merupakan kehormatan bagi pemerintah RI khususnya Kopassus serta berharap kerjasama antara kedua Angkatan Bersenjata yang selama ini telah terjalin dengan baik dapat lebih ditingkatkan di masa yang akan datang.
Sementara itu, Perwira Senior Pasukan Khas Brunei menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan serta kerjasama yang telah terjalin dengan baik selama ini, terutama dibidang peningkatan sumber daya manusia Angkatan Bersenjata Brunei melalui pendidikan dan berharap hubungan kerjasama tersebut dapat ditingkatkan di masa mendatang dalam rangka menjalin kerjasama dan persahabatan antar Angkatan Bersenjata kedua Negara.
Sebelum mengakhiri kunjungannya kedua penjabat saling tukar menukar cinderamata dan foto bersama.
Dalam kunjungan tersebut, Perwira Senior Pasukan Khas Brunei didampingi Athan Brunei Darussalam di Jakarta serta Staf dari Resimen Pasukan Khas. Sedangkan Danjen Kopassus didampingi Ir Kopassus, Dangrup 3/Kopassus, Dansat 81/Kopassus dan Para Asisten Danjen Kopassus.
(Pen Kopassus/Dispenad)
Upaya AS Redakan Ketegangan
![]() |
| Menhan AS Robert Gates dan Menhan China Liang Guanglie |
MENTERI-menteri pertahanan Amerika Serikat dan China sepakat memperbaiki hubungan kedua negara kuat tersebut. China sendiri tetap memperingatkan bahwa hubungan bisa memburuk kembali jika permintaan Beijing tidak dituruti Washington.
Menhan AS Robert Gates dan Menhan China Liang Guanglie setuju membentuk kelompok kerja untuk mempersiapkan dialog yang lebih rutin dan formal untuk membahas isu-isu strategis.
Kunjungan Gates ke China itu menandai berakhirnya ketegangan kedua negara. China sempat memutus hubungan pertahanan dengan AS karena AS menjual senjata ke Taiwan. China juga memprotes manuver angkatan laut AS di Laut Kuning. Gates kini mengundang panglima militer China untuk berkunjung ke Washington. Lawatan empat hari Gates itu berlangsung sepekan sebelum kepergian Presiden China Hu Jintao ke AS.
"Beijing bisa memutus hubungan militer dengan AS lagi jika AS masih menjual senjata ke Taiwan karena hal itu merusak kepentingan China," tegas Liang. Dia dan Gates membantah soal isu perlombaan senjata antara China dan AS
MI
Beware | Interesting
Korea Selatan-Jepang Bicarakan Pakta Militer
KOREA Selatan dan Jepang berencana melakukan perundingan militer untuk berbagi data intelijen dan menyediakan layanan medis dan bahan bakar bagi militer masing-masing. Ini bisa menjadi kesepakatan militer pertama untuk Korsel dan Jepang sejak Jepang mengakhiri penjajahan di Korsel pada 1945.
Seoul dan Tokyo memiliki hubungan perdagangan dan diplomatik, namun mungkin kesepakatan militer menjadi isu sensitif di Korsel. Banyak warga Korsel masih marah atas penjajahan Jepang yang berlangsung 35 tahun.
Saat ini Tokyo dan Seoul sama-sama disibukkan oleh masalah agresi Korea Utara, termasuk oleh kasus penembakan artileri Korut ke pulau milik Korsel pada 23 November.
Kesepakatan militer itu nantinya bertujuan memperkuat kerja sama pertahanan dan berbagi data intelijen penting, terutama soal Korut, dan saling membantu dalam misi pasukan penjaga perdamaian di luar negeri. Sebuah sumber menyatakan belum ada tanggal pasti tentang penandatanganan kerja sama itu.
Sebelum perundingan dimulai, selusin aktivis berunjuk rasa di dekat Kedubes Jepang di Seoul. Mereka meneriakkan slogan menentang kerja sama Korsel-Jepang.
MI
Beware | Interesting
Jet Siluman China Terbang Perdana
![]() |
BEIJING - Media pemerintah China, Selasa (11/1/2011), memuat foto-foto yang bermaksud menampilkan penerbangan perdana jet tempur siluman pertama, J-20, negara itu, tepat saat Menteri Pertahanan AS, Robert Gates, berkunjung ke Beijing.
Foto-foto itu, yang diterbitkan di website resmi Global Times dan Xinhua dikatakan telah diambil oleh para penggemar penerbangan, menunjukkan jet tempur yang diduga J-20 terbang di atas kota Chengdu di baratdaya China. Menurut laporan itu, yang mengutip para saksi mata, pesawat itu melakukan satu uji coba terbang selama 15 menit sebelum mendarat dengan sukses.
Berita itu muncul saat Gates mengujungi Beijing, satu tahun setelah China menghentikan hubungan militer dengan Amerika Serikat terkait dengan penjualan senjata bernilai miliaran dollar AS dari Washington kepada Taiwan. Pemunculan berita itu juga hanya beberapa hari setelah untuk pertama kali terungkap bahwa China tampaknya sudah merampungkan sebuah prototipe jet tempur siluman pertama, yang menyoroti hasrat Beijing modernisasi teknologi militernya.
Foto-foto itu, yang diterbitkan di website resmi Global Times dan Xinhua dikatakan telah diambil oleh para penggemar penerbangan, menunjukkan jet tempur yang diduga J-20 terbang di atas kota Chengdu di baratdaya China. Menurut laporan itu, yang mengutip para saksi mata, pesawat itu melakukan satu uji coba terbang selama 15 menit sebelum mendarat dengan sukses.
Berita itu muncul saat Gates mengujungi Beijing, satu tahun setelah China menghentikan hubungan militer dengan Amerika Serikat terkait dengan penjualan senjata bernilai miliaran dollar AS dari Washington kepada Taiwan. Pemunculan berita itu juga hanya beberapa hari setelah untuk pertama kali terungkap bahwa China tampaknya sudah merampungkan sebuah prototipe jet tempur siluman pertama, yang menyoroti hasrat Beijing modernisasi teknologi militernya.
Kompas
Beware | Interesting
550 Anggota Brimob Diceramahi HAM
Jakarta - Sekitar 550 anggota Brigade Mobil Polri mengikuti sosialisasi hak asasi manusia (HAM) di Markas Komando Brigade Mobil Polri, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, hari ini (Selasa, 11/1/2011).
Sosialisasi HAM disampaikan oleh Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar. Acara yang dibuka oleh Kepala Polisi RI Jenderal Timur Pradopo itu dihadiri Direktur Jenderal Lembaga
Pemasyarakatan Untung Sugiono dan para pegiat HAM, termasuk Jhonson Panjaitan.
"HAM merupakan rencana aksi nasional, yang menjadi bagian untuk menyempurnakan proses hukum yang berkelanjutan," ujar Timur dalam sambutannya.
Sementara itu Patrialis menyampaikan, pemerintah tidak pernah mengabaikan permasalahan HAM. "Kita sedikitpun tidak pernah mengabaikan persoalan HAM di tengah bangsa kita," tegasnya.
"Kita juga bersyukur setelah reformasi bangsa ini memiliki satu komitmen, bagaimana paradigma bangsa kita ke depan, juga kita bicara masalah demokrasi, juga masalah hukum," ujarnya
Inilah.com
Korut Kritik Penolakan Korsel
SEOUL - Korea Utara (Korut) mengkritik penolakan Korea Selatan (Korsel) atas tawaran berunding yang diajukan Pyongyang. Korut menekankan mereka benar-benar tulus ingin memperbaiki hubungan dengan Korsel, setelah hubungan di antara kedua negara diwarnai tensi yang memanas dalam beberapa bulan terakhir.
Surat kabar pemerintah Korut Minju Josun mencela Seoul karena sudah memadamkan api harapan terciptanya hubungan yang lebih baik antara dua Korea. Kemarin, Pyongyang telah mengajukan tawaran kepada Seoul untuk berdialog setelah melepaskan serangkaian tembakan mematikan ke pulau milik Korsel tahun lalu.
Seoul jelas menunjukkan keraguan pada niat tulus Korut, ditunjukkan dengan menolak tawaran tersebut. Ide ini hanya akan diterima Korsel apabila Korut mau bertanggung jawab atas serangkaian tindakan provokatif yang mereka lakukan tahun lalu.
Korut juga harus terlebih dahulu menunjukkan komitmennya untuk menghentikan program nuklir sebelum melanjutkan proses perundingan.
Seperti disitat AFP pada Selasa (11/1/2011), Juru Bicara Kementerian Unifikasi Korsel menyebut ada sesuatu yang tersembunyi dalam tawaran damai Korut. Mereka hanya ingin menunjukkan kepada komunitas internasional seolah-olah mereka menginginkan perdamaian.
"Mereka yang mempertanyakan ketulusan kami harus membaca pernyataan (tawaran berunding) kami dengan cermat. Kami menawarkan proses perundingan dan negosiasi yang luas namun tanpa syarat," ujar pihak editorial Minju Josun.
"Terkait dengan apakah kami tulus atau tidak, mereka baru bisa menilainya ketika kita sudah duduk bersama dalam satu meja perundingan," sebut surat kabar itu lagi, sembari menyerukan agar Seoul tidak lagi memfitnah dan memprovokasi Pyongyang
okezone
UNIFIL Perluas Area Operasi Indobatt
Satgas Batalyon Infanteri Mekanis Kontingen Garuda XXIII-E/Unifil (Indobatt) diberikan kepercayaan dan tanggung jawab oleh United Nation Interim Force In Lebanon (UNIFIL) untuk menggelar operasi perdamaian di wilayah perluasan Sektor Timur (Sector East). Sebelumnya Area operasi tersebut merupakan wilayah Sektor Barat (Sector West) yang merupakan Area Operasi Batalyon Perancis (Frenchbatt).
Perluasan wilayah operasi Sector East yang diberikan oleh UNIFIL kepada Indobatt ini, merupakan penilaian positif UNIFIL terhadap kinerja serta kesungguhan seluruh prajurit Indobatt sebagai duta bangsa Indonesia dalam mengemban misi perdamaian PBB di Lebanon. Area Operasi yang dipercayakan UNIFIL kepada Indobatt terdiri dari tiga wilayah, yaitu : Qabrikha, Tulin dan As Suwwanan. Ketiga wilayah tersebut di cover oleh Kompi E Mekanis Satgas Yonif Mekanis Konga XXIII-E/Unifil (Indobatt) yang sebelumnya sebagai satgas Force Protection Company 2.
Proses beralihnya Area Operasi dari Sector West kepada Sector East melalui beberapa tahapan pembahasan. Diawali dengan digelarnya rapat penataan kembali (Reconfiguration meeting) wilayah Area Operasi UNIFIL tanggal 19 Desember 2010 yang dihadiri oleh seluruh Komandan Kontingen dan seluruh Komandan Batalyon di jajaran UNIFIL, termasuk di dalamnya Letkol Inf Hendy Antariksa selaku Komandan Satgas Yonif Mekanis Indonesia (Indobatt). Rapat tersebut dipimpin oleh Kepala Staf (Chief Of Staff) UNIFIL, Brigjen Xavier Whiellemont.
Reconfiguration meeting tersebut membahas tentang penetapan batas wilayah Sector East dan Sector West berkenaan dengan rencana penyerahan sebagian wilayah Sector West kepada Sector East. Pada kesempatan itu juga dibahas rencana waktu proses pelaksanaan serah terima (Hand Over/Take Over) ketiga wilayah operasi yang dimaksud.
Tahap selanjutnya digelar rapat intern antara Indobatt dengan Frenchbatt yang dilaksanakan pada tanggal 27 Desember 2010 di At Tiri Markas Frenchbatt, untuk membahas secara teknis proses Hand Over/Take Over ketiga wilayah tersebut. Pada kesempatan itu juga dilaksanakan perkenalan atau sosialisasi keberadaan Indobatt kepada Mayor dan Mukhtar yang merupakan pejabat lokal setempat (Local Authority).
Dari hasil rapat yang telah disepakati, secara teknis proses Hand Over/Take Over dilaksanakan selama 12 hari, dimulai dari tanggal 29 Desember 2010 sampai dengan tanggal 9 Januari 2011. Proses Hand Over/Take Over tersebut meliputi pelaksanaan Patroli Bersama (Joint Patrol/Induction Patrol) antara Tim Patroli Indobatt dengan Tim Patroli Frenchbatt di wilayah Qabrikha, Tulin dan As Suwwanan. Joint Patrol tersebut dilaksanakan dalam rangka pengenalan rute patroli, check point area, situasi wilayah serta sosialisasi keberadaan satgas baru (Indobatt) di ketiga wilayah tersebut.
Berdasarkan FRAGO 03-001-11 (Fragmentary Order) tentang Perluasan Area Operasi Indobatt (Indobatt Expanded AOR), maka pada tanggal 10 Januari 2011 secara resmi ketiga wilayah tersebut menjadi tanggung jawab Indonesian Battalyon (Indobatt).
Puspen TNI
Serial Latihan Tactman & Rasap Exercise
Kehadiran Maritime Task Force/UNIFIL di wilayah Lebanon terbukti cukup berpengaruh terhadap terciptanya situasi kondusif di sekitar wilayah perbatasan LebanonIsrael. Hal ini tidak terlepas dari peranan MTF (Maritime Task Force) yang melaksanakan kegiatan MIO (Maritime Interdiction Operation) di wilayah Perairan Lebanon sebagai salah satu pilar utama dalam pelaksanaan Mandat UNSCR 1701 dan 1884. Dalam pelaksanaannya, kegiatan tersebut dikoordinir oleh MIO Commander yang dituntut untuk mampu melaksanakan identifikasi dan penentuan status seluruh kontak yang melewati/berada di AMO (Area of Maritime operation) berdasarkan laporan permukaan dan kontak udara guna membangun RMP (Recognized Maritime Picture) dan AMP (Air Maritime Picture).
Tuntutan tersebut seringkali menempatkan unsur-unsur frigate MTF khususnya yang berasal dari Negara NATO dengan kemampuan sewaco (sensor wepon and command systems) yang memadai dan sustainability terhadap cuaca buruk untuk mengemban fungsi sebagai MIO Commander. Namun demikian kehadiran KRI Frans Kaisiepo-368 yang ditunjang profesionalisme prajurit pengawak, dan kemampuan sewaco yang memadai mampu menampilkan performa yang meyakinkan dalam berbagai kegiatan operasi MTF telah meraih simpati dan kepercayaan, hal tersebut dapat terlihat dengan ditunjuknya kembali KRI Frans Kaisiepo-368 sebagai MIO Commander.
Selama menjalankan tugas sebagai MIO Commander, selain diisi dengan latihan internal juga dimanfaatkan untuk melaksanakan latihan bersama dengan unsur MTF lainnya melalui serial latihan Tactical Maneuvering Exercise. Selain bertujuan untuk memelihara profesionalisme prajurit pengawak, latihan ini merupakan salahsatu bentuk latihan dasar untuk melatih kerja sama kapal-kapal dalam suatu satuan tugas/task force.
Dalam suatu peperangan laut setiap aksi peperangan baik dalam rangka penyerangan maupun pertahanan hampir selalu diawali dengan pergerakan/manuver taktis dimana dalam pelaksanaannya seluruh kapal dalam satuan tugas secara terkoordinir bergerak dengan cepat, dan bersamaan/serentak. Serial latihanTactical Maneuvering Exercise yang berlangsung pada tanggal 09 Januari 2011 ini diikuti KRI Frans Kaisiepo-368, TCG Fatih F-242 (Turkey) dan FGS Auerbach M-1093 (German) diawali dengan penyusunan organisasi untuk bergerak dalam suatu fomasi dalam konteks peperangan laut. Selanjutnya kapal-kapal melaksanakan pembentukan single line formation untuk seterusnya melaksanakan manuver taktis dengan kecepatan tinggi berdasarkan berita taktis yang dikirim melalui radio komunikasi maupun isyarat kibaran bendera. Dalam latihan tersebut KRI Frans Kaisiepo-368dan TCGFatihF-242 dari TG 448.01 yang dilengkapi dengan peralatan sewaco dan kemampuan tempur yang merupakan tulang punggung MTF melaksanakan maneuver taktis pembentukan berbagai formasi untuk mendukung aksi-aksi pertahanan dan mutual defense guna melindungi FGS Auerbach-M1093 dari TG 448.03.
Secanggih apapun unsur-unsur/kapal perang yang dimiliki suatu satuan tugas laut, maneuver taktis tetap merupakan salah satu factor penting dalam aksi-aksi peperangan laut. Serial latihanTactical Maneuvering Exercise melatih kerja sama baik internal kapal dalam hal ini Tim anjungan, Tim komunikasi, Tim CIC (Combat Information Centre) dan Tim Pengawak MesinPendorongan maupun kerja sama dengan kapal counterpart. Kerja sama ini salah satunya dapat tercermin melalui manuver taktis yang cermat, akurat dan cepat yang akan sangat mendukung aksi-aksi dalam konteks peperangan laut untuk meraih kecepatan dan akurasi yang merupakan hal yang esensial guna memperoleh momentum penyerangan tepat yang menentukan kemenangan dalam pertempuran laut, demikian dijelaskan oleh Komandan KRI Frans Kaisiepo-368 Letkol Laut (P) Wasis Priyono, S.T.
Rangkaian kegiatan latihan selama KRI Frans Kaisiepo-368 sebagai MIO Commander diakhiri dengan Latihan RASAP (Replenishment At Sea Approach) antara Frans Kaisiepo-368denganTCG Fatih F-242padatanggal09 Jan 2011 di Zone 1 Center AMO. Latihan RASAP inimelengkapipelaksanaanlatihan RASEX/UNREPyang telah dilaksanakan sebelumnya antara KRI Frans Kaisiepo-368 dengan BNS Osman F-18. Dalam latihan RASAP tersebut KRI Frans Kaisiepo-368 dan TCG Fatih F-242 secara bergantian melaksanakan approach maneuver sebagai receiving ship (kapal penerima) terhadap delivering ship (kapal pemberi). LO LT Jalal Douaihy (LAF Navy) yang menyaksikan langsung rangkaian kegiatan latihan selama on board di KRI Frans Kaisiepo-368 (MIO Commander) memberikan komentar positif : You have very good ship, very clean & smart, well managed and very good handling. The officers & crews is professional, reliable and always eager to have exercise I wander how do u guys train the crew
Walaupun menghadapi tantangan cuaca musim dingin yang kurang bersahabat, seluruh rangkain kegiatan latihan selama KRI Frans Kaisiepo-368 dapat dilaksanakan dengan aman dan lancar berkat kerja sama dan koordinasi yang baik antara unsur-unsur MTF. Komandan KRIFrans Kaisiepo-368, TCG Fatih F-242 danFGS Auerbach M-1093 memberikan apreasiasi yang positif atas keberhasilan dan kelancaran pelaksanaan rangkaian kegiatan latihan. Melalui latihan tersebut profesionalisme dan performa yang ditunjukkan KRI Frans Kaisiepo-368 dalam kegiatan operasi MTF semakin memperkua tkepercayaan dunia internasional bahwa unsur TNI AL yang berpangkalan di Armada Timur ini pantas untuk disejajarkan dengan unsur NATO yang selama ini mendominasi kegiatan operasi Maritime Task Force/UNIFIL.
Puspen TNI
Khawatir Persenjataan Baru, AS Kejar China
WASHINGTON – Menteri Pertahanan AS Robert M. Gates yang bertolak menuju China untuk melakukan kunjungan selama tiga hari di negara tersebut mengatakan bahwa Pentagon kini tengah meningkatkan investasi dalam berbagai jenis persenjataan, jet tempur, serta teknologi. Hal itu dilakukan guna menanggapi unjuk kekuatan militer dari China.
Seperti dikutip New York Times, Gates mengatakan bahwa upaya China yang mengembangkan jet tempur siluman perdananya serta peluru kendali anti-pesawat terbang yang mampu menghantam kapal pengangkut pesawat AS, menjadi alasan di balik upayanya memprioritaskan pengembangan persenjataan Amerika.
"Mereka (China) jelas berpotensi membahayakan sebagian kemampuan kami, dan kami harus memerhatikannya, kami harus menanggapinya secara sesuai dengan program-program kami," tambahnya.
Terkait klaim China mengembangkan jet tempur silumannya sendiri, J-20, Gates mengatakan bahwa meski hal itu menjadi kekhawatiran, pihaknya masih mempertanyakan sejauh apa kemampuan siluman pesawat itu.
Persenjataan Amerika yang dimaksud Gates adalah investasi dalam pesawat pengebom jarak jauh berkemampuan nuklir yang berhenti dikembangkan Pentagon pada 2009 dan juga generasi baru pengacak sinyal elektronik untuk Angkatan Laut yang dikembangkan guna mengacaukan kemampuan peluru kendali menemukan dan menghantam targetnya.
Dalam pengarahan singkat Pentagon Kamis lalu, Gates mengatakan bahwa pengacak sinyal tersebut akan mendongkrak kemampuan Angkatan Laut AS untuk bertempur dan bertahan di pertempuran di laut.
Gates juga menyinggung mengenai kelanjutan investasi dalam Joint Strike Fighter, jet tempur terbaru Pentagon yang berkemampuan mengelak dari pantauan radar.
Akan tetapi, ia kabarnya mengkhawatirkan upaya pengembangan militer China selama empat tahun menjabat menteri pertahanan.
"Kami telah sejak dulu mengawasi perkembangan-perkembangan ini. Saya selalu meresahkan pengembangan peluru kendali antikapal dan balistik sejak saya menjabat (menteri pertahanan). Kami tahu bahwa mereka mengembangkan pesawat siluman. Saya rasa mereka mungkin telah melakukan pengembangan pesawat yang lebih jauh dibanding yang awalnya diprediksikan intelijen kami," kata Gates.
Komentar Gates tersebut sama dengan komentar Laksamana Madya David Dorsett, direktur intelijen AL AS yang pada hari Rabu pekan lalu mengatakan kepada sejumlah wartawan bahwa jet baru China itu bukan hal yang mengejutkan intelijen AS. Tapi, ia mengakui bahwa AS meremehkan kecepatan China melakukan pengembangan.
Para pengkritik data intelijen AS mengenai China mengatakan bahwa pengembangan peluru kendali, kapal selam, pesawat, serta senjata antisatelit dan dunia maya oleh China telah diremehkan para analis AS selama lebih dari satu dekade.
"Saya tak pernah bilang bahwa pesawat siluman mereka bukan masalah," kata Gates. "Yang saya katakan, pada 2020 atau 2025, masih akan ada perbedaan besar dalam jumlah pesawat generasi kelima milik AS dibanding negara lain di dunia.."
"Saya tetap dengan pernyataan itu, meski ada sejumlah perubahan program yang kami lakukan dalam Joint Strike Fighter," kata Gates, merujuk pada F-35, sebuah jenis jet tempur yang berukuran lebih kecil dan juga berkemampuan lebih kecil yang dihentikan pengembangannya.
Awal pekan ini, sejumlah situs dan surat kabar militer China memublikasikan purwarupa dari pesawat siluman yang dikembangkan oleh negara tersebut.
Pentagon kemudian menepis kekhawatiran dan menyatakan bahwa China masih membutuhkan waktu bertahun-tahun sebelum dapat mengembangkan pesawat siluman.
Lawatan ke China tersebut merupakan kunjungan pertama dari seorang menteri pertahanan AS sejak tahun 2005. Gates mengaku berharap dapat mengembangkan hubungan militer yang dekat dengan China guna menghindari kesalahan perhitungan.
suara media
Subscribe to:
Posts (Atom)













