Clock By Blog Tips
Showing posts with label News. Show all posts
Showing posts with label News. Show all posts

Wednesday, December 29, 2010

Menkeu Cairkan Dana Remunerasi Besok?


Pencairan tunjangan kinerja (remunerasi) akan diterima pegawai, TNI/Polri pada Januari 2011. Kementerian Keuangan akan mencairkan anggaran masing-masing Kementerian/Lembaga pada bulan Desember.

Menurut Dirjen Perbendaharaan Negara Kementerian Keuangan Herry Purnomo, Kementerian Keuangan tengah memproses penyelesaian Daftar Isian  Pelaksanaan Anggaran (DIPA).
"Sekarang dalam penyelesaian DIPA-nya, kami selesaikan dalam 1-2 hari ini," kata dia kepada VIVAnews.
Remunerasi adalah tunjangan yang akan diberikan kepada pegawai atau karyawan atas perbaikan kinerja. Buntutnya, total penghasilan yang akan diterima oleh pegawai akan meningkat.

Herry mengatakan pencairan dana itu akan diberikan langsung kepada Kementerian. Namun masing-masing pegawai akan menerima remunerasi itu pada Januari. "Sampai ke masing-masing pegawai mungkin Januari," ujarnya.

Seperti diketahui Kementerian Keuangan sendiri menyiapkan dana remunerasi sebesar Rp13,5 triliun. Dana itu akan diberikan kepada 11 K/L melakukan reformasi birokrasi tahun ini. Namun untuk tahun ini, hanya 9 K/L yang sudah disetujui DPR, sisanya menunggu dibahas tahun depan.

Ke 9 instansi adalah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian PPN/Bappenas, BPKP, Kepolisian RI, TNI, Kementerian Pertahanan, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan.

• VIVAnews 
Beware | Interesting

Tuesday, December 28, 2010

Dansatgas MPU XXV-C dan Wadan Sektor Timur Melaksanakan Air Recce

             










Air Recce merupakan kegiatan pengamatan langsung dari udara dengan menggunakan pesawat / helikopter. Pada kesempatan ini Komandan Satgas MPU XXV-C Letkol Cpm Dwi Prasetyo Wiranto dan Wadan Sektor Timur Kolonel Laut (E) Joko Edi Supriyanto, S.Sos melaksanakan kegiatan Air Recce bersama. 

Kegiatan Air Recce yang dilaksanakan tanggal 27 Desember 2010 tersebut berlangsung selama lebih kurang 2 jam. Selain 4 orang crew heli anggota dari Batalyon Spanyol (Spanbatt), personel Air Recce yang lain adalah Pasiops Satgas MPU XXV-C Lettu Pom Krisna Hariyanto dan beberapa anggota Staf Sektor Timur.


          Penerbangan yang menggunakan Heli Bell 212 buatan Amerika Serikat dengan nomor register UNO 289 tersebut mengudara tepat pukul 11.00 waktu setempat yang akan melintasi rute-rute hotspot yang berada di wilayah Sektor Timur seperti Blue Line, Bravo 82, UNP 4-28, UNP 8-33 dan terus kembali ke Sektor Timur melalui jalur utara.

Tujuan dari pengamatan melalui udara (Air Recce) ini adalah untuk memberikan view (gambaran) dan pemahaman yang lebih baik terhadap daerah-daerah yang menjadi wilayah operasional Sektor Timur secara keseluruhan melalui jalur udara. Hal ini dilakukan karena tidak memungkinkannya kondisi bila dilakukan melalui jalur darat (Road Recce) ataupun melalui peta. 


Disamping itu juga untuk mendapatkan posisi pengamatan yang lebih baik, karena adanya beberapa perubahan daerah operasional dari beberapa Batalyon Satgas yang belum tercantum di peta. 

Puspen TNI
Beware | Interesting

Seragam Baru Tentara Korut Khawatirkan Korsel

SEOUL - Beberapa tentara Korea Utara (Korut) yang ditempatkan di sepanjang perbatasan dengan Korea Selatan (Korsel) tampak mengenakan seragam mirip dengan yang digunakan pasukan Korsel.

Mereka seperti sedang melakukan latihan. Demikian laporan dari pihak Kementerian Pertahanan Korsel.

"Langkah Korut ini membuat kami harus memasok sejumlah seragam baru kepada para tentara kami agar tidak terjadi kebingungan di lapangan," ujar seorang  pejabat seperti disitat AFP pada Selasa (28/12/2010).

"Kami telah memastikan bahwa ada beberapa tentara Korut di garis depan perbatasan yang mengenakan seragam dengan pola mirip seragam pasukan Korsel," ujar pejabat itu lagi.

"Menurut kami, pasukan khusus Korut yang ditempatkan di sana tengah melakukan latihan untuk mengacaukan konsentrasi pasukan kami dengan mengenakan seragam tersebut," tandasnya.

Militer Korsel saat ini telah mulai memasok seragam dengan pola yang baru. Mereka juga berusaha mempercepat proses distribusi seragam menyusul strategi Korut ini.

Pihak kementerian yakin Korut memiliki 200.000 personel pasukan khusus, di mana 50.000 di antaranya diduga telah disebar di sepanjang garis perbatasan dengan Korsel
 
okezone
Beware | Interesting

AS Tingkatkan Keamanan Kedutaan Besar

(Kedubes Meledak di Roma Foto: Para petugas memeriksa & berjaga-jaga ; arsipberita.com)

WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) meningkatkan prosedur keamanan pada hari Senin 27 Desember 2010, setelah percobaan pengeboman di Kedutaan Besar Yunani di Roma, Italia.

"Kami telah memberitahu seluruh Kedubes AS di seluruh dunia untuk memperketat masuknya surat," ungkap juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Mark Toner seperti dikutip AFP, Selasa (28/21/2010).

"Bersama dengan pemerintah kota Roma, kami terus memonitor situasi keamanan dengan pihak berwenang setempat," lanjut Toner.

Toner menambahkan personil Kedutaan Besar AS di Roma, Italia untuk memberitahukan pihak keamanan regional Italia, bila memang menemukan sesuatu yang mencurigakan. Pemberitahuan ini dilakukan untuk pihak Kedubes AS ataupun rumah dari personil kedubes AS di Roma.

Pernyataan Toner sendiri dikeluarkan setelah kedutaan Yunani di Italia menerima paket yang diduga berisi bom. Pencegahan pengiriman paket berisi bom itu, langsung diikuti dengan sekira sepuluh peringatan yang dilayangkan sekira sepuluh kedutaan besar asing di Roma.
okezone

China Perketat Pengawasan terhadap Intel Korsel

SEOUL - China saat ini tengah memperketat pengawasannya terhadap sejumlah intel Korea Selatan (Korsel) yang tertangkap telah mengumpulkan informasi intelijen mengenai Korea Utara (Korut) di negeri tirai bambu itu. Beijing bahkan memenjarakan salah satu dari para tersangka meskipun Seoul telah melakukan pembelaan.

Seperti dilansir AFP pada Selasa (28-12-2010), intel itu tengah mencoba mengumpulkan informasi mengenai nuklir dan program peluru kendali Korea Utara (Korut) ketika pihak China menangkapnya pada Juli tahun lalu. Kementerian Pertahanan China masih menolak memberikan komentar mengenai hal ini.

Sebuah surat kabar menyebut pria yang diidentifikasi sebagai Mayor Cho itu ditangkap di kota Shenyang, bagian timur laut China. Informasi itu didapatkan dari pertemuan dengan seorang pejabat militer China.

Mayor Cho diketahui membayar dolar miliknya kepada petugas China untuk mendapatkan informasi terkait dengan pengembangan nuklir dan peluru kendali milik Korut. Dia dijatuhi hukuman penjara selama 14 bulan, walaupun Seoul telah mengajukan permohonan untuk membebaskannya.

Agen intelijen yang tertangkap biasanya dapat dibebaskan dan dikembalikan ke negaranya setelah negara asalnya menuliskan surat pernyataan agar sang agen tidak mengulangi perbuatannya.

Penjatuhan hukuman penjara bagi Mayor Cho telah memunculkan suara-suara sumbang dari para agen Korsel. Pasalnya, Cho ditahan bersama dengan para pelaku perampokan dan penipuan
okezone 
Beware | Interesting

Korut Balik Mengancam

Ilustrasi ; Korut Siap Luncurkan Nuklir ke Pasukan AS-Korsel (tribunnews)

KOREA Utara memperingatkan akan berkobar sebuah "perang suci" melawan Selatan dengan menggunakan penangkal nuklir, Kamis. Pernyataan ini disampaikan tak lama setelah Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak melancarkan seruan "balasan tanpa ampun" jika wilayah selatan diserang lagi.

Kedua belah pihak menaikkan retorika bersamaan dengan latihan militer Korea Selatan (Korsel) di perbatasan kedua negara. Sebelumnya Korea Utara (Korut) juga mengancam akan menjadikan Korsel sebagai abu dan mencela tetangganya yang lebih kaya itu sebagai penghasut perang. 

"Untuk mengatasi manuver musuh yang mendorong situasi ke tepi jurang perang, pasukan revolusioner kami membuat persiapan untuk memulai perang suci setiap saat diperlukan dengan nuklir," kata kantor berita KCNA mengutip Menteri Angkatan Bersenjata Kim Yong-chun. 

Meski berkali-kali mengancam dengan senjata nuklir, para analis mengatakan Korut tidak punya jalan mengoperasikan perangkat nuklir. Korut sebenarnya sudah melakukan berbagai isyarat damai, misalnya dengan menawarkan kesempatan inspektur nuklir PBB yang mengkhawatirkan pengembangan program senjata nuklirnya. 

Korut dikatakan telah melakukan teknik ”flip-flop”. Sebelumnya mengancam Korsel dengan perang nuklir sebelum latihan militer, sehari kemudian mengabaikan latihan berlangsung. ”Lalu meluncurkan inisiatif perdamaian, dan sekarang, hanya beberapa hari kemudian, sekali lagi mengancam perang nuklir, "kata Mark Hibbs dari Carnegie Endowment for International Peace. 

Taktik ”flip-flop” bagian upaya Korut membuat semua orang menebak-nebak dan memberinya nilai tawar. ”Korut juga terkejut melihat respons internasional dingin dan terukur saat menyambut tawaran IAEA (Badan Energi Atom Internasional) inspeksi,” kata Mark.

Jurnas
Beware | Interesting

Pesawat AS Tembak 15 Taliban


Miranshah - Sebuah serangan pesawat tak berawak milik AMerika Serikat (AS) berhasil menewaskan 15 anggota Al-Qaeda. Serangan ini juga menghancurkan sebuah kendaraan dan rumah di Warizistan Utara atau wilayah sabuk suku barat laut Pakistan.

Serangan tersebut menghantam wilayah desa Mir Ali, 25 kilometer (16 mil) timur Miranshah, kota utama distrik suku Waziristan Utara. Wilayah ini dikenal sebagai benteng utama pejuang Al-Qaeda di Pakistan yang berbatasan dengan Afghanistan.

"Setidaknya 15 orang militan tewas dalam serangan rudal AS, yang menargetkan kendaraan dan bangunan,"kata seorang pejabat keamanan senior Pakistan.

"Empat rudal menghantam kendaraan dan dua rudal lainnya menghantam bangunan kompleks," tambahnya.

Sampai saat ini, identitas korban tewas belum jelas. Namun, para pejabat berwenang percaya bahwa sebagian besar dari mereka adalah warga Pakistan, sedangkan yang lainnya merupakan gerilyawan asal Afghanistan atau negara Arab lainnya

wartanews
Beware | Interesting

Monday, December 27, 2010

Presiden Lee: Korsel Tidak Takut Perang


Presiden Korea Selatan (Korsel), Lee Myung Bak, menyerukan agar rakyatnya tetap bersatu dan berdiri bersama dalam melawan provokasi dari Korea Utara (Korut). Lee juga mengatakan tidak takut berperang dengan Korut dan akan membalas setiap serangan yang dilakukan oleh negara komunis tersebut.

Hal ini disampaikan Lee pada sebuah siaran radio, Senin, 27 Desember 2010, seperti dilansir dari laman CNN. Dia mengatakan bahwa persatuan seluruh rakyat adalah yang terpenting dalam keadaan seperti saat ini. Ketegangan antara kedua Korea semakin meningkat saat Korsel tidak mengindahkan ancaman Korut untuk tidak melakukan latihan militer.

“Tidak ada perbedaan antara kalian dengan saya jika terkait masalah keamanan nasional, karena hidup kita dan keselamatan bangsa dipertaruhkan. Mata mereka (Korut) selalu terbuka untuk melihat kesempatan ketika terdapat perpecahan dalam hati dan pikiran kita,” ujar Lee.

“Jika kita menunjukkan kepada Korut bagaimana bersatunya kita, mereka tidak akan berani menantang kita,” lanjut Lee lagi.

Ketegangan kedua Korea terjadi sejak Maret lalu saat Korut dituduh menenggelamkan kapal perang Korsel dan menewaskan 42 orang. Ketegangan kembali meningkat pada 23 November lalu saat Korut menembakkan artileri ke pulau Yeonpyeong, menewaskan empat orang.

Lee mengatakan serangan tersebut adalah provokasi Korut yang dilakukan tanpa berpikir panjang. Dia mengatakan bahwa negaranya telah lama bersabar dan tetap tidak bertindak keras demi terciptanya perdamaian.

Namun, setelah beberapa kejadian lalu, Lee sadar bahwa bersabar dan diam tidak akan menciptakan ketenangan di Semenanjung Korea. Lee bersumpah akan melakukan pembalasan yang tidak kalah kerasnya jika Korut kembali melancarkan provokasinya.

“Kami semua akhirnya sekarang sadar bahwa perang dapat dicegah dan perdamaian dapat terwujud hanya jika provokasi seperti itu dibalas dengan serangan yang lebih besar. Takut perang tidak pernah akan membantu mencegah perang,” ujar Lee.

Korsel baru saja melaksanakan latihan perang terbesarnya dalam sejarah angkatan perangnya pada Kamis, 23 Desember 2010. Latihan ini melibatkan 800 personel dan lebih dari 100 jenis persenjataan, diantaranya adalah misil anti-tank, pesawat jet dan senjata artileri lainnya.

Latihan ini sebelumnya mendapat ancaman dari Korut, namun tidak diindahkan dan tetap dilaksanakan. Sebelumnya, pihak Korut mengatakan siap melancarkan perang suci dengan Korsel seusai latihan militer tersebut.

“Pasukan revolusi Korut siap sepenuhnya untuk melancarkan perang suci untuk keadilan ala Korea dengan didasarkan atas perjanjian anti nuklir kapanpun diperlukan,” ujar Menteri Pertahanan Korut, Yong Chun, seperti dilansir dari kantor berita KCNA, Kamis, 23 Desember 2010.

• VIVAnews
Beware | Interesting

Korut: Kesabaran Kami Ada Batasnya


SEOUL - Korea Utara (Korut), Senin (27/12), mengatakan, kesabarannya ada batasnya menyusul pelaksanaan serangkaian latihan perang Korea Selatan (korsel). Negear itu juga menuduh Amerika Serikat memperkeruh ketegangan di semenanjung Korea dengan mendukung unjuk kekuatan Seoul.

Harian partai komunis, Rodong Sinmun, sebagaimana dikutip kantor berita resmi Korut, mengatakan, latihan tersebut merupakan sebuah persekongkolan berbahaya Seoul dengan Washington yang akan mengarah ke kehancuran. Korsel telah melaksanakan serangkaian latihan perang, termasuk sebuah latihan dengan AS sejak Korut menggempur sebuah pulau di dekat perbatasan Laut Kuning yang dipersengketakan sehingga menewaskan empat warga Korsel, termasuk dua warga sipil. Pihak Pyongyang mengatakan, gempuran peluru artileri tersebut merupakan balasan terhadap  latihan Korsel yang menjatuhkan peluru artileri ke perairan yang dinyatakan sebagai wilayah Korut.

Serangan pertama ke wilayah warga sipil di Korsel sejak perang pada 1950-1953 itu dengan segera meningkatkan ketegangan. Korsel pada 20 Desember mengadakan latihan ulangan di Yeonpyeong yang didukung oleh sekitar 20 pasukan AS. Korut tidak melakukan ancamannya untuk melancaran serangan baru dan yang lebih mematikan.

Kamis pekan lalu, dalam suatu unjuk kekuatan lainnya, Seoul mengerahkan sejumlah tank, artileri dan jet tempur dalam latihan penembakan dengan peluru tajam di daratannya.
"Walau ada persekongkolan berbahaya antara AS yang bertujuan memicu perang dan hasutan perang dari Korsel, tidak ada bentrokan di Laut Kuning berkat pengendalian diri kami dan tekad (kami) pada perdamaian yang kuat," kata harian itu. "Namun kesabaran kami ada batasnya," kata koran itu, yang mencemooh Seoul yang bergantung pada Washington bagi perlindungan militer. 

AS memiliki 28.500 tentara di Korsel. "Musuh (Korsel), yang tidak akan dapat menopang kekuatannya tanpa perlindungan AS, berusaha untuk menyerang kita dengan bergantung pada tuannya, tetapi yang menanti mereka hanyalah kehancuran," tulis koran itu.

Kompas
Beware | Interesting

Angkasa Pura I Tandatangani MOU Dengan TNI AL Garap Bandara Juanda


Jakarta - Bertempat di Gedung Kementerian BUMN lantai 21 Ruang Garuda 1, Rabu (22/12), PT Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola Bandara Internasional Juanda Surabaya, bersama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL), menandatangani Nota Kesepahamantentang pemanfaatan tanah dan fasilitas pada lokasi di Sebelah Selatan Runway Bandara Juanda. Penandatanganan ini dilakukan oleh Direktur Utama PT Angkasa Pura I Tommy Soetomodengan Kepala Staf TNI AL Laksamana Madya TNI Soeparno.

"Pembuatan Nota Kesepahaman ini dilandasi oleh semangat upaya pencapaian visi masing-masing pihak dalam meningkatkan pelayanan kepada publik," ujar Direktur Utama Angkasa Pura I Tommy Soetomo.

Pertumbuhan penumpang dan pertumbuhan jumlah pergerakan pesawat di Bandara Internasional Juanda Surabaya telah meningkat secara pesat dan hal tersebut mengakibatkan perlu adanya penambahan serta perluasan area terminal. "Oleh karenanya, Angkasa Pura I tentu harus menyiapkan fasilitas prasarana Bandara dalam mendukung pertumbuhan trafik tersebut," kata Tommy. Dia juga menambahkan bahwa Angkasa Pura I dan TNI AL sepakat untuk melaksanakan pengembangan Bandara yang dimaksudkan untuk dapat mengatasi peningkatan kapasitas penumpang.

Pemanfaatan atau penggunaan tanah maupun bangunan fasilitas Bandara terdiri dari fasilitas sisi udara, tempat parkir pesawat udara (apron), fasilitas PKP-PK, serta marka dan rambu, ditambah dengan fasilitas sisi darat, yang terdiri dari bangunan terminal penumpang, bangunan operasi, jalan masuk, jalan-jalan kendaraan lainnya, dan tempat parkir kendaraan.

Milik TNI AL

Lahan Sebelah Selatan Runway Bandara Juanda tersebut saat ini kepemilikannya berada di bawah TNI AL. Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding=MoU)diperlukan untuk mengatur tata cara umum pemanfaatan danpenggunaan tanah maupun bangunan fasilitas bandar udara di sebelah selatan landasan pacu Bandara.

Dengan dilaksanakannya penandatangan MoU tersebut, kedua pihak sepakat bahwa pemanfaatan dan penggunaan tanah dan fasilitas di Sebelah Selatan Runway nantinya akan dikelola oleh PT Angkasa Pura I (Persero). Pada lahan Sebelah Selatan tersebut berdiri terminal eksisting yang sebelumnya juga sempat digunakan sebagai Terminal Bandara Juanda sampai dengan tahun 2008.

MoU juga menyatakan bahwa pengaturan bentuk imbalan penggunaan tanah atau bangunan dapat berupa sewa, pinjam pakai, dan kerjasama pemanfaatan. Masa berlaku MoU ini adalah selama kurun waktu 5 tahun. Lebih lanjut penjabarannya akan dituangkan dalam bentuk perjanjian khusus yang konkrit pelaksanaannya akan dilakukan awal tahun 2011.


detik


Beware | Interesting

Korsel Siapkan Pelatihan Militer di 23 Tempat


Seoul - Korea Selatan (Korsel) siap melakukan pelatihan menembak di laut di 23 tempat mulai Senin tetapi tidak di dekat daerah-daerah perbatasan laut yang disengketakan dengan Korea Utara, demikian keterangan militer Korsel.

Militer berencana akan melakukan pelatihan dengan menggunakan peluru tajam di pantai sekitar semenanjung Korea 27-31 Desember, kata Gabungan Kepala staf, Ahad.

Tetapi, pihak militer menjelaskan, pelatihan menembak itu tidak akan diselenggarakan dekat perbatasan maritim dengan Korea Utara (Korut) di Laut Kuning,kata pemerintah.

"Ini adalah bagian dari pelatihan reguler yang melibatkan pasukan angkatan darat, laut dan udara dan Badan Pembangunan Pertahanan yang dikelola pemerintah juga akan melakukan uji coba amunisi di lepas pantai barat," kata juru bicara Gabungka Kepala Staf (JCS) kepada AFP.

Seoul pada 20 Desember melakukan pelatihan artileri menggunakan peluru tajam di Yeonpyeong, satu pulau perbatasan yang ditembaki Korut dalam satu serangan yang menewaskan empat warga Korsel termasuk dua warga sipil.

Pelatihan pertama menggunakan peluru tajam di pulau itu sejak serangan 23 November itu menimbulkan kemarahan Pyongynag, kendatipun tidak akan melakukan tindakan balasan.

Ketegangan lintas perbatasan tidak mereda sejak penembakan bulan lalu itu, serangan pertama terhadap satu daerah sipil sejak Perang Korea 1950-1953 berakhir.

Pyongyang mengatakan pihaknya akan melakukan pembalasan atas satu latihan menembak Korsel yang peluru-pelurunya jatuh di dalam perairan yang diklaimnya adalah wilayah Korut.


(ANTARA News) 
Beware | Interesting
 

Obama Kunjungi Pangkalan Militer AS di Hawaii


Kaneohe: Presiden Amerika Serikat, Barack Obama dan Ibu Negara Michelle Obama, Sabtu (26/12), mengunjungi markas militer AS di Hawaii. Obama dan keluarga merayakan Natal dengan pria dan wanita berpakaian seragam.

Kunjungan itu mendadak pada pukul 3.30 waktu setempat atau Ahad 02.30 GMT, saat keluarga Obama itu tengah menghabiskan liburan Natal di Hawaii. Obama dan keluarga menghabiskan 1,5 jam dengan marinir, berjabat tangan, berfoto dan membagi makanan Natal.

Obama telah mengunjungi pangkalan itu pada saat liburan Natal sebelumnya pada 2008 dan 2009. Sabtu dini hari, presiden dan ibu negara menyampaikan penghormatan pada anggota militer AS dan minta rakyat AS mendukung pria dan wanita berpakaian seragam itu.

"Hari ini, kita juga memikirkan orang-orang yang tidak dapat berada di rumah pada hari libur, khususnya semua orang-orang sebangsa kita yang bertugas di luar negeri," kata Obama dalam pidato radionya Sabtu, yang ia sampaikan bersama dengan isterinya.

Michelle Obama minta rakyat AS mendukung tentara secara pribadi atau melalui kerja sukarela pada organisasi yang membantu keluarga militer. "Dan siapa saja dapat mengirim paket perawatan atau kartu telpon yang telah dibayar lebih dulu ke garis depan, atau memberi sesuatu hadiah yang sangat penting: ucapan sederhana `Terima kasih`," kata Michelle.

Sejak pindah ke Gedung Putih pada Januari 2009, Obama telah melipat-tigakan jumlah tentara AS di Afghanistan. Alhasil jumlahnya meningkat menjadi sekitar 100.000 orang.

Pada waktu yang sama, ia mengurangi jumlah tentara AS yang ditempatkan di Irak menjadi sekitar 50.000 personil. Penarikan penuh pasukan AS djadwalkan pada tahun depan.(Ant/RAS)

metronews
Beware | Interesting

Februari, Korsel dan Cina Lakukan Perundingan Pertahanan

Menteri Pertahahan Korsel Kim Kwan-jin (ft-therightperspective.org)

SEOUL .- Menteri-menteri Pertahanan Korea Selatan dan Cina akan mengadakan pembicaraan di Beijing pada bulan Februari untuk membahas provokasi militer Korea Utara dan isu-isu keamanan regional.

Seorang pejabat Kementerian Pertahanan Korea Selatan pada hari Minggu mengatakan, Menteri Pertahanan Kim Kwan-jin dan Menteri Pertahanan Cina Liang Guanglie, secara luas akan membahas bagaimana menggairahkan kembali kerjasama militer antara kedua negara. Ia menambahkan bahwa pejabat-pejabat operasional akan bertemu pada bulan Januari untuk menetapkan agenda pertemuan.

Kantor berita resmi Korea Selatan, Yonhap, mewartakan dalam pembicaraan, Kim Kwan-jin kemungkinan akan mendesak Liang Guanglie untuk berupaya lebih keras dalam menghentikan provokasi militer Korea Utara.

(PRLM)
Beware | Interesting

Friday, December 24, 2010

2011, Korut Akan Uji Coba Nuklir Lagi


Seoul: Korea Utara diduga kembali melakukan uji senjata nuklir ketiganya tahun depan dan prospek untuk pembicaraan bilateral dengan Selatan semakin tipis.

Demikian laporan sebuah riset lembaga Kementerian Luar Negeri Korea Selatan, Jumat (24/12), sehari setelah Pyongyang berikrar untuk melakukan "perang suci" nuklir dan Seoul mengadakan latihan militer besar di dekat perbatasan.

Korea Utara, yang melakukan uji nuklir pada 2006 dan 2009, belum menunjukkan gelagat menyerang Korsel. Tapi uji ketiga dipastikan meningkatkan ketegangan lebih lanjut di Semenanjung Korea.

"Uji coba ketiga untuk mengupayakan perbaikan pada kemampuan produksi senjata nuklir, menjaga ketegangan militer tinggi dan mempromosikan status Kim Jong-un (putra termuda pewaris Kim Jong-il) sebagai pemimpin berikutnya," tambah laporan itu.

Para pengamat menilai, Korut sengaja melakukan itu sebagai taktik. Pyongpan hendak mengajak Korea Selatan, China, Jepang, Rusia, dan Amerika Serikat kembali ke meja perundingan.

"Beberapa bentuk dari pertemuan antara anggota enam-partai bisa diadakan selama 2011 untuk mendiskusikan pengayaan uranium Korea Utara, tapi kemungkinan sangat rendah untuk dicapainya setiap kemajuan yang berarti," kata lembaga ini.

metronews
Beware | Interesting

AS-Rusia Akan Resmikan Perjanjian Nuklir Baru

Senat AS menyetujui untuk memulai perjanjian nuklir baru (Start) dengan Rusia.
WASHINGTON - Pihak Gedung Putih mengatakan Presiden Amerika Serikat (AS) Barrack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev sepakat menyebut perjanjian nuklir baru, atau yang disebut Start, adalah momen bersejarah dalam hubungan AS-Rusia.

"Presiden Medvedev telah menyampaikan ucapan selamat kepada Presiden Obama atas keberhasilan mendapatkan persetujuan Senat AS untuk memulai perjanjian nuklir baru (Start) dengan Rusia. Kedua pihak menganggapnya sebagai momen bersejarah dalam hubungan AS-Rusia," demikian pernyataan dari Gedung Putih seperti dilansir AFP pada Jumat (24/12/2010).

Perjanjian Mengurangi Persenjataan Strategis (Start) akhirnya mendapat restu kelompok Senat setelah pertarungan politik satu bulan lamanya. Pemungutan suara yang dilakukan Senat menunjukkan 71 suara mendukung, sementara hanya 26 suara yang menolak.

Start merupakan salah satu langkah Obama dalam merevitalisasi hubungan dengan Rusia. Perjanjian ini akan membatasi persenjataan nuklir yang dimiliki kedua negara menjadi hanya 1.550 saja. Kedua negara juga tidak diperbolehkan memiliki peluncur dan pengebom dengan jumlah lebih dari 800 buah.

Perjanjian ini juga akan mengaktifkan kembali kegiatan inspeksi yang sempat terhenti sejak perjanjian sebelumnya berakhir setahun lalu
 okezone 
Beware | Interesting

AS Serang Pernyataan "Perang Suci" Korut

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS Philip Crowley
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) mengecam pernyataan sekaligus ancaman Korea Utara (Korut) yang menyatakan siap melakukan "perang suci" melawan Korea Selatan (Korsel). Negara sekutu AS ini tengah mengadakan latihan militer di daerah dekat perbatasan dengan Korut.

Seperti dilansir BBC pada Jumat (24/12/2010), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS Philip Crowley mengatakan pihaknya sama sekali tidak bisa membenarkan kata-kata agresif Korut itu.

Seoul dan Pyongyang memang semakin sering terlibat perang kata-kata di tengah memanasnya tensi di semenanjung Korea. Seoul sendiri sempat menyatakan akan melakukan respon keras terhadap serangan dalam bentuk apapun dari Korut.

Bulan lalu, Korut melepaskan sejumlah tembakan ke sebuah pulau milik Korsel. Serangan tersebut telah mengakibatkan 4 orang dari pihak Korsel tewas.

Pernyataan mengenai perang suci yang disampaikan Menteri Pasukan Bersenjata Korut Kim Yong-chun merupakan pernyataan terkeras Pyongyang sejauh ini, sejak penyerangan ke Pulau Yeonpyeong.

Kalangan analis meyakini pernyataan keras itu mungkin disesuaikan dengan peringatan 19 tahun Kim Jong-il memimpin pasukan bersenjata di negaranya. Peringatan tersebut akan digelar pada hari ini.

"Kami butuh tindakan-tindakan yang konstruktif, bukan pernyataan-pernyataan yang menyerang," ujar Crowley  melalui twitter
 
 okezone
Beware | Interesting

Korut Siap Untuk "Perang Suci"

SEOUL - Korea Utara (Korut) menyatakan mereka siap untuk melakukan "perang suci" dengan menggunakan senjata nuklir mereka. Pernyataan ini dikeluarkan di tengah rangkaian latihan militer Korea Selatan (Korsel). Latihan ini dimaksudkan sebagai pertunjukan kekuatan negara sekutu Amerika Serikat (AS) ini.
Seperti dilansir AFP pada Jumat (14/12/2010), Menteri Pasukan Bersenjata Korut Kim Young-chun juga mengulangi tuduhan yang menyebut latihan Korsel sebagai bentuk persiapan Perang Korea.

"Pasukan bersenjata Korut akan siap sepenuhnya untuk melakukan perang suci Korea, dengan memanfaatkan nuklir, demi keadilan kapanpun diperlukan. Ini sebagai respon dari sifat musuh kami yang membawa situasi perang semakin dekat," ujar Kim.

Ancaman tersebut muncul setelah Presiden Korsel Lee Myung-bak melakukan kunjungan ke kelompok tentara garis depan Korsel. Kim memperingatkan pasukannya agar waspada terhadap kemungkinan serangan baru Korut. Komentar Kim tersebut membuat Kementerian Luar Negeri AS menegur Korut karena dianggap telah bersikap agresif.
 
Setelah serangan ke Pulau Yeonpyeong pada 23 November lalu, Korut kembali menekankan kesiapan pasukannya untuk melakukan serangan lain yang lebih mematikan. Mereka mengklaim akan mengerahkan kekuatan udara di kesempatan selanjutnya.

Latihan Korsel berlangsung di Pocheon, sekira 30 kilometer di sebelah selatan perbatasan dengan Korut. Latihan tersebut berlangsung selama 40 menit dan melibatkan sekira 800 prajurit, 30 tank, 11 personel pengangkut persenjataan, enam pesawt jet, 36 meriam artileri, tiga riket jarak jauh, tujuh helikopter dan perlengkapan militer lainnya
 
okezone
Beware | Interesting

Presiden Korsel: Kita Harus Siapkan Serangan Balasan yang Lebih Kuat


Seoul - Militer Korea Selatan Kamis (23/12/010) telah menyiagakan alat-alat beratnya, termasuk tank, artileri dan jet tempur, untuk menghadapi kemungkinan perang kembali terjadi antara kedua negara, menyusul sebulan setelah Korea Utara melakukan penyerangan di wilayah perbatasan kedua negara tersebut.

Pihak Amerika telah memberikan dukungan kepada Seoul dengan melakukan latihan perang antara militer kedua negara. Pyongyang pun menuduh latihan kedua negara itu sebagai provokasi.

Presiden Korsel Lee Myung-bak bahkan menyempatkan diri untuk mengunjungi tentaranya yang sedang latihan di perbatasan. Dalam kunjungan itu, dia mengatakan kepada tentaranya untuk siap-siap melakukan serangan balik ke Korut.

"Kita harus menyiapkan serangan balasan yang lebih kuat dan lebih besar agar mereka tidak lagi melakukan provokasi," kata Lee seperti dilansir Channelnewsasia, Jumat (24/12/2010).

Kantor berita Yonhap menyebutkan latihan digelar 100 km di selatan perbatasan Korut dengan melibatkan sedikitnya 6 kapal perang.

"Skalanya besar-besaran, kami memakai 36 unit artileri 6K-9. Pesawat tempur F-15 juga latihan menembak. Ada helikopter juga. Hampir semua ambil bagian latihan tembak," ujar pejabat militer setempat.

Berawal dari aksi bombardir Korut ke Pulau Yeonpyeong, Korsel membalas dengan gelar pasukan besar-besaran. Korut mengancam akan menyerang sungguhan jika latihan terus digelar.

Sementara Korut pada pekan ini menawarkan kelanjutan program pemeriksaan nuklir oleh PBB. Muncul spekulasi kalau Korut siap melanjutkan pembicaraan enam pihak yang artinya akan mengurangi ketegangan di semenanjung itu.



detik


Presiden Korsel Tinjau Pasukan di Garis Depan

           Presiden Lee Myung-bak kunjungi pasukan Korsel di dekat perbatasan (AP Photo/ Jo Bo-hee, Yonhap)“Saya kira kesabaran dapat menciptakan perdamaian, tapi kenyataannya tidak demikian"
Militer Korea Selatan (Korsel) kembali melakukan latihan perang sore ini, ditandai dengan tembakan artileri dan bising suara pesawat jet. Latihan ini bertujuan untuk menunjukkan kekuatan militer Korsel kepada Korea Utara (Korut).

Latihan dilakukan di tanah latihan di Pocheon, provinsi Gyeonggi, berjarak hanya 30 kilometer dari perbatasan Korea Utara (Korut). Kendaraan artileri menembakkan pelurunya ke arah bukit yang beberapa bagiannya telah diberi nomor sebagai penanda sasaran. Pasukan angkatan darat dan udara lainnya juga melakukan latihan yang sama.

Sebanyak 150 jenis senjata digunakan dalam latihan ini. Termasuk diantaranya adalah misil anti-tank K-1, helikopter penyerang AH-1S, sistem peluncur roket ganda dan enam pesawat tempur F-15K dan KF-16. Sebanyak 800 tentara dilaporkan turut mengikuti latihan

Sementara itu, Presiden Lee Myung-bak meninjau garis depan militer Korsel di  Yanggu, provinsi Gangwon, yang terletak dekat perbatasan dengan Korut. Lee mengatakan bahwa kesiagaan mengantisipasi serangan Korut merupakan salah satu cara menjaga perdamaian di Semenanjung Korea.

“Saya kira kesabaran dapat menciptakan perdamaian, tapi kenyataannya tidak demikian,” ujar Lee seperti dikutip kantor berita Yonhap, Kamis 23 Desember 2010.

Lee juga menekankan pentingnya persatuan nasional untuk menghadapi ancaman dari Korut. Dia mengatakan bahwa Korut mencoba melakukan provokasi untuk memecah belah publik Korsel.

“Kita dapat mencegah Korut melakukan tindakan provokasi melalui persatuan dan reaksi yang kuat,” ujar Lee.

Pada latihan militer Senin kemarin, Korut yang mengancam akan melakukan serangan tidak membuktikan ancamannya dan tidak mengeluarkan komentar apapun. Kali ini, melalui kantor beritanya, KCNA, pemerintah Korea mengatakan bahwa latihan militer tersebut adalah tindakan yang gila dan provokatif.

“Korsel mencoba untuk menyembunyikan niat provokasinya dibalik latihan perang,” tulis kantor berita tersebut.

Kedua Korea masih dalam keadaan bermusuhan, karena Perang 1950-1953 hanya berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai. Tahun ini, ketegangan kedua negara kembali terjadi, saat pada Maret lalu Korut menenggelamkan kapal perang Korsel dan menewaskan 42 awak kapal.

Selain itu, pada 23 November lalu, kedua Korea terlibat baku tembak setelah pulau Yeonpyeong dihujani tembakan artileri Korut. Empat warga Korsel tewas akibat insiden itu.

• VIVAnews 

Thursday, December 23, 2010

Awas, Akan Bergolak Perang Baru di Gaza!


JERUSALEM -  Israel mengancam akan meletuskan perang baru di Jalur Gaza jika Hamas tetap menguasai wilayah itu.

Penegasan tersebut disampaikan seorang perwira militer Israel dalam wawancara dengan BBC, Rabu (23/12).

Ia mengatakan Hamas melakukan konsolidasi besar-besaran sejak aksi militer militer di Gaza dua tahun lalu dan sekarang posisi Hamas menjadi lebih kuat. Penembakan roket dari Gaza meningkat dalam tujuh hari terakhir.

Seorang pejabat di Kementerian Pertahanan Israel mengatakan tank-tank yang dilengkapi sistem pertahanan rudal akan dikerahkan di dekat Gaza dalam waktu dekat.

Sistem ini didesain untuk menghancurkan rudal, seperti Kornet AT-14 buatan Rusia, yang menghantam tank Merkava Mk3 milik Israel awal bulan ini.

"Untungnya rudal tersebut tidak meledak meski berhasil mengenai badan tank. Rudal ini sangat berbahaya," kata Letjen Gabi Ashkenazi, panglima militer Israel dalam rapat tertutup dengan parlemen Israel pada Selasa (21/12).

Ashkenazi mengatakan pihaknya baru menemukan rudal ini karena sebelumnya tidak pernah dipakai bahkan dalam perang di Lebanon.

"Situasi di selatan masih sangat rapuh dan mudah meledak," kata Letjen Ashkenazi.

Sejauh ini tidak ada kelompok di Palestina yang mengaku telah menembakkan rudal Kornet AT-14. Hamas juga diperkirakan tidak berada di balik peningkatan serangan roket ke Israel dari Gaza.

Israel membalas penembakan roket dengan serangan udara. Meski demikian, Israel mengatakan mereka akan meningkatkan serangan ke Hamas meski kelompok ini tidak bertanggung jawab atas penembakan roket ke wilayah Israel.

PBB mengatakan setidaknya 62 warga Palestina tewas akibat serangan Israel di Gaza tahun ini.

Dua tahun lalu Israel melancarkan aksi militer selama 22 hari di Gaza, menewaskan sekitar 1.300 warga Palestina. Korban di pihak Israel tercatat 13 orang. Namun Israel gagal menumbangkan pemerintahan Hamas di Jalur Gaza.

MI
Beware | Interesting