Clock By Blog Tips

Thursday, April 5, 2012

Latihan Militer AS-Israel Takkan Pengaruhi Turki

Foto : Latihan militer Nobel Dina (habermonitor)

Pada Minggu pekan lalu, Angkatan Udara dan Angkatan Laut Israel menggelar latihan militer gabungan di Laut Mediterania bersama armada tempur Amerika Serikat (AS) dan Yunani. Latihan itu diklaim bukan ditujukan untuk mengancam Turki.

Pejabat AS melaporkan bahwa latihan militer Noble Dina juga tidak dimaksudkan untuk mensimulasikan peperangan, dan tidak ditujukan untuk mewaspadai sejumlah negara yang ada di sekitar Mediterania.

"Tidak ada skenario dalam latihan militer ini, ini adalah latihan milter untuk mewaspadai peperangan dengan kapal selam. Latihan ini juga digelar untuk meningkatkan kewaspadaan angkatan laut, meningkatkan komunikasi, mengatasi terorisme, dan melindungi wilayah maritim," ujar pejabat AS, seperti dikutip Haaretz, Kamis (5/4/2012).

Noble Dina merupakan latihan perang antara Angkatan Laut AS dan Israel yang sudah dibentuk pada 1998 silam. Namun sejak 2009, latihan ini melibatkan pihak ketiga yakni, Yunani.

Sebelumnya, adapula latihan militer yang bernama Reliant Mermaid. Latihan itu dilakukan oleh AS, Israel, dan Turki. Namun saat ini, hubungan Turki dan Israel kian menegang dan Turki sudah memutus segala bentuk kontak dengan Negera Yahudi itu.

Ketika ketegangan antara Turki dan Israel ketegangan berlangsung, latihan Reliant Mermaid tetap digelar pada Agustus 2010 dan 2011. Meski demikian, Turki menolak untuk berpartisipasi.

Turki sendiri belum mengeluarkan komentarnya untuk menyikapi latihan militer Noble Dina yang berlangsung pada awal April ini.




Sumber : Okezone

India Resmi Miliki Kapal Selam Nuklir


Angkatan Laut India secara resmi memiliki sebuah kapal selam bertenaga nuklir yang dibeli dari Rusia dengan harga US$1 juta.

Kapal selam yang diserahkan Rusia kepada India, Rabu (4/4), itu akan dicicil pembayarannya selama 10 tahun ke depan.


Dengan kapal selam nuklir ini, India kembali ke jajaran elite negara-negara yang memiliki persenjataan nuklir.

Negara-negara yang memiliki kapal selam nuklir adalah Amerika Serikat, China, Rusia, Inggris, dan Prancis.

Sebelumnya India juga pernah mengoperasikan kapal selam bertenaga nuklir juga buatan Rusia hingga 1991. Dan saat ini India tengah mengembangkan kapal selam nuklir buatan dalam negeri yang diharapkan selesai dibangun akhir tahun ini.

Kapal selam kelas Akula II berbobot mati 8.140 ton itu dibangun di Rusia dan awalnya diberi nama K-152 Nerpa. Kemudian nama itu menjadi INS Chakra II setelah bergabung dengan AL India.

Kapal selam itu diserahkan ke Angkatan Laut oleh Menteri Pertahanan India AK Antony dalam sebuah upacara militer di Vishakhapatnam, Bengal.

Setelah bergabung dengan AL India, kapal ini akan diawaki 80 orang pelaut yang dipimpin Kapten P Ashokan. 



Kapal selam yang berlayar dari pelabuhan Vladivostok, Rusia 40 hari lalu itu kini menjadi kebanggan militer India. Namun demi menyesuaikan dengan perjanjian antipersenjataan nuklir, INS Chakra II tidak akan membawa persenjataan nuklir. Kapal itu hanya akan membawa misil biasa.

Keberadaan INS Chakra II diharapkan bisa memberikan keuntungan dalam operasi-operasi Angkatan Laut India. Kapal selam ini mampu menyelam selama tiga bulan tanpa harus khawatir kehabisan bahan bakar.

Sebelumnya kapal selam ini akan diserahkan pada 2009 lalu namun penyerahan terpaksa diundur karena muncul kesalahan teknis saat uji coba.

India kini tengah mengembangkan kapal selam nuklirnya sendiri, yang dinamakan Arihant. Kapal selam itu diharapkan bisa dioperasikan akhir tahun ini.

Rusia diharapkan bisa memberi bantuan pelatihan bagi awak Arihant kelak. Rusia dan India dikenal sebagai sekutu lama India di mana 70% persenjataan India dipasok dari Rusia.




Indonesia Tambah Tiga Kapal Selam pada 2015

                                              ANTARA/Asep Fathulrahman/w

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, Indonesia akan menambah tiga kapal selam dari dua yang sudah ada saat ini dalam upaya pengamanan wilayah laut Indonesia.

"Sekarang kapal selam baru ada dua, kita akan tambah lagi tiga yang sekarang masih dipesan di Korea. Harapannya 2015 sudah bisa beroperasi," kata Purnomo Yusgiantoro usai menerima Brevet Hiu Kencana di Kapal Selam KRI Nanggala-402 di Perairan Selat Sunda di Cilegon, Banten, Rabu.

Ia mengatakan, tambahan armada tersebut untuk memperkuat pengamanan wilayah maritim Indonesia termasuk memperkuat kapal-kapal Angkatan Laut yang di permukaan.

Sementara itu Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno mengharapkan setelah 2014 masuk satu kapal, selanjutnya satu lagi diharapkan bisa dioperasikan pada awal 2015 dan tahun selanjutnya satu kapal dikerjasamakan dengan Korea.

Sebelumnya, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono menyematkan brevet kehormatan Hiu Kencana kepada Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Kapolri Jenderal Timur Pradopo dan KSAD Jenderal Pramono Edhie Wibowo.

Penyematan brevet kehormatan Hiu Kencana tersebut, dilaksanakan dalam upacara militer di dalam kapal selam KRI Nenggala-402 pada kedalaman 45 meter di bawah permukaan laut perairan Selat Sunda, Banten.

"Penyematan brevet kehormatan Hiu Kencana dimaksudkan sebagai salah satu bentuk penghargaan kepada Menhan, Kapolri dan Kasad yang selama ini telah mendukung pembangunan dan pengembangan kekuatan TNI Angkatan Laut," kata Laksamana Soeparno dalam siaran persnya.

Acara tersebut dihadiri juga Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Soeparno, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat, Wakil Gubernur Banten Rano Karno, dan sejumlah pejabat Kementerian Pertahanan dan TNI.




Enam Pesawat Super Tucano Dipastikan Tiba Agustus


Enam pesawat EMB-314 Super Tucano buatan Brasil akan tiba pada Agustus 2012 di Pangkalan TNI Angkatan Udara Abdurahman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Kepastian itu dikatakan Panglima Komando Operasi  TNI-AU II (Pangkoopsau II) Marsekal Muda Ismono Widjajanto, di Malang usai upacara serah terima jabatan (Sertijab) Komandan Lanud (Danlanud) Abduracham Saleh, Selasa (3/4).

"Pengiriman pesawat buatan Brasil ini akan dilakukan secara bertahap, dan dari total 18 pesawat taktis yang dipesan, enam pesawat dipastikan tiba bulan Agustus 2012," katanya.

Sedangkan untuk penerbang yang akan mengawaki pesawat itu, akan diambilkan dari penerbang lama pesawat tempur taktis lama OV-10F Bronco yang ada di berbagai skadron udara.

"Kedatangan pesawat tempur Super Tocano ini akan menggantikan pesawat tempur taktis OV-10 F Bronco buatan North American Rockwell Amerika Serikat yang sudah dinyatakan grounded, dan tiba kali pertama ke Indonesia ketika itu tahun 1976," katanya.

Rencananya, pesawat Super Tucano akan digunakan untuk misi operasi taktis dalam membantu pasukan di darat sebab pesawat tersebut memiliki keunggulan "close air support".

Pesawat Super Tucano memiliki mesin tunggal buatan Empresa Braziliera de Aeronautica, dan memiliki kemampuan menembakkan asap ke darat secara cepat untuk menunjukkan posisi musuh.

Selain itu, pesawat itu tidak hanya sebagai pesawat latih, namun juga memiliki kemampuan untuk misi penghancuran.



Punya Nuklir dan Kapal Selam Canggih, Israel Ancam Keamanan Global


Untuk memperkuat ketahanan militernya, Israel terus menerus menambah pasokan senjata dan peranti perangnya. Disebutkan belum lama ini, armada kapal selam Israel kian canggih saja.

Sebelumnya, tiga kapal selam model kapal selam Dolphin telah dikirim ke Israel antara tahun 1998 dan 2000. Pada tahun 2006, Tel Aviv kembali memesan generasi keempat dan kelima untuk dua kapal selam yang lebih canggih.


Kapal keempat dijadwalkan akan dikirim pada tahun 2013 dan yang kelima dan keenam telah dipesan supaya dikirim secara berurut pada tahun 2014 dan 2016.


Suasana di dalam kapal selam Israel Dolphin Class Submarine (unik.casciscus.us)

Tak hanya itu, Israel adalah satu-satunya pemilik senjata nuklir di Timur Tengah dan tidak pernah mengizinkan fasilitas nuklirnya untuk diperiksa inspektur Badan Energi Atom Internsional (IAEA) serta tidak bersedia bergabung dengan Perjanjian Non-Proliferasi (NPT).

Menurut survei pada tahun 2011 yang dilakukan oleh Yayasan Friedrich Ebert bermarkas di Berlin, lebih dari 50 persen masyarakat Eropa percaya bahwa Israel adalah ancaman paling serius terhadap keamanan global.






Sumber : Republika

Pasukan AS ke Australia untuk Latihan


Sekira 200 pasukan Amerika Serikat (AS) akan memulai tugasnya selama enam bulan di Australia, dimulai hari ini. Pihak militer AS mengatakan, pasukan marinir itu akan menjalani latihan bersama pasukan Australia.

Mendaratnya pasukan Marinir AS ini memang menjadi perdebatan di wilayah Asia-Pasifik. Pengerahan pasukan ini memicu kekhawatiran di China, di mana AS dinilai berupaya mengembangkan strategi militernya untuk menghalau kekuatan China yang terus berkembangan di Asia.

"Kelompok pertama dari pasukan Marinir dari resimen ketiga yang berbasis di Hawaii, akan melakukan latihan perangan dengan pasukan Australia. Mereka juga akan melatihan dengan negara-negara lain di wilayah ini (Asia-Pasifik)," ucap seorang juru bicara Korps Marinir AS seperti dikutip Reuters, Rabu (4/4/2012).

Australia merupakan sekutu AS selama 60 tahun dan lewat wadah kerja sama militer strategis ANZUS, melihat China sebagai rekan perdagangannya. Tentunya Australia harus berhati-hati dalam mengambil kerja sama militer dengan AS.

Sebelumnya setelah AS mengumumkan akan menambahkan kehadiran pasukan marinirnya di Darwin hingga 2.500 personel, China memperingatkan langkah dapat melukai kepercayaan yang sudah dibangun selama ini dengan Australia.

Namun, analis dari hubungan internasional Australian Strategic Policy Institute Rod Lyon mengatakan, China, India dan termasuk Indonesia sudah diberikan pengertian tentang masuk pengerahan pasukan ini. 

Sementara Menteri Pertahanan Australia Stephen Smith menilai kebijakan AS ini menunjukan bahwa dunia sudah berpindah perhatiannya ke wilayah Asia Pasifik dan Samudera Hindia. Baginya tidak ada salahnya bila Australia merespons hal tersebut.

"Dunia perlu menerima kenyataan atas kebangkitan China, kebangkitan Inda dan perpindahan pengaruh politik, ekonomi yang strategis ke bagian wilayah ini (Asia Pasifik)," jelas Stephen Smith.

Kota Darwin juga dekat dengan Indonesia yakni dengan jarak sekira 820 kilometer. Menurut pihak Australia dan AS, dekatnya jarak ini memungkinkan marinir untuk merespons secara cepat bila Asia Tenggara dilanda bencana serta membutuhkan bantuan kemanusiaan.


Sumber : Okezone

Baca juga

HMS Dauntless Berangkat ke Atlantik Selatan


Inggris memberangkatkan kapal perusak terbarunya, HMS Dauntless, ke kawasan Samudera Atlantik Selatan, Rabu (4/4/2012). Keberangkatan kapal tersebut terjadi di tengah ketegangan Inggris dengan Argentina terkait peringatan 30 tahun Perang Malvinas.

Kapal perusak Type 45 yang baru dioperasikan AL Inggris (Royal Navy) tahun 2010 itu meninggalkan pangkalannya di Portsmouth di bagian tenggara Inggris, Rabu pagi waktu setempat, untuk menjalankan misi selama enam bulan di wilayah Atlantik Selatan. Pihak Royal Navy tidak menyebutkan negara mana saja yang akan dikunjungi kapal itu, tetapi diduga HMS Dauntless akan singgah di negara-negara di Afrika barat dan Afrika selatan.

Argentina sebelumnya menyebut rencana penugasan kapal perusak tersebut sebagai usaha Inggris untuk memiliterisasi sengketa Kepulauan Falkland (Malvinas). Namun pihak Inggris berkeras misi tersebut adalah misi patroli rutin.

HMS Dauntless akan menggantikan kapal fregat HMS Montrose, yang sebelumnya menjalankan misi patroli di kawasan Atlantik Selatan itu. "Kami sekarang siap untuk mengukuhkan kehadiran kami di kawasan tersebut dan melindungi berbagai kepentingan Inggris di sana," tutur komandan HMS Dauntless Kapten Will Warrender.

Menurut Warrender, kapal yang ia pimpin adalah kapal perang tercanggih yang pernah dibuat Inggris. "Misi kapal ini adalah melindungi armada dari serangan udara dengan menggunakan rudal Sea Viper, yang bisa menghajar sasaran di udara hingga jarak 70 mil (115 kilometer) jika diperlukan," papar Warrender. 


Sumber : Kompas

Baca Juga

Panglima TNI sematkan brevet Hiu Kencana

Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono (ANTARA)

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono menyematkan brevet kehormatan Hiu Kencana kepada Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Kapolri Jend Pol Timur Pradopo dan Kasad Jend TNI Pramono Edhie Wibowo.

Penyematan brevet kehormatan Hiu Kencana tersebut, dilaksanakan dalam upacara militer yang berlangsung di dalam kapal selam KRI Nenggala-402 pada kedalaman 45 meter di bawah permukaan laut perairan Selat Sunda, Cilegon Banten, Rabu.

"Penyematan brevet kehormatan Hiu Kencana dimaksudkan sebagai salah satu bentuk penghargaan kepada Menhan, Kapolri dan Kasad yang selama ini telah mendukung pembangunan dan pengembangan kekuatan TNI Angkatan Laut," kata Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno dalam siaran persnya.

Acara tersebut dihadiri juga Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Soeparno, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Imam Sufaat, Wakil Gubernur Banten Rano Karno, dan sejumlah pejabat Kementerian Pertahanan dan TNI.

Laksamana TNI Sopeparno mengatakan, brevet Hiu Kencana bukan sekedar brevet yang melekat di dada kanan setiap prajurit TNI angkatan Laut pengawak kapal selam, melainkan kebanggan semangat juang pantang menyerah dan dedikasi untuk selalu mengabdi kepada Negera Kesatuan Republik Indonesia.

Brevet Hiu Kencana juga diberikan kepada orang-orang terpilih untuk diangkat sebagai warga kehormatan Kpaal Selam berdasarkan atas jasa-jasanya yang telah mendukung terhadap pembinaan kapal selam, sebagai salah satu senjata strategis Sisitem Senjata Armada Terpadu (SSAT).

Sejumlah orang yang sudah mendapatkan Brevet Hiu Kencana atau menjadi warga kehormatan kapal Selam Hiu Kecanan diantaranya Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, Mantan Presiden RI Soekarno dan Megawati Soekarno Putri, Mantan Wakil Presiden Try Sutrisno, Mantan Panglima TNI Djoko Santoso serta sejumlah Purnawirawan TNI lainnya.

"Dengan demikian, warga kehormatan kapal selam hingga saat ini telah mencapai 116 orang termasuk Panglima TNI Agus Suhartono dan Kasau Marsekal TNI Imam Sufaat," katanya.
(ANT)



Sumber : Antara

Menhan jadi warga kehormatan Satuan Kapal Selam

Brevet Selam Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro (kanan) disaksikan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono (kiri) memegang monitor periskop di ruang kontrol Kapal Selam KRI Nenggala 402 saat berlayar di kedalaman 45 meter di Selat Sunda, Banten, Rabu (4/4). Kapal yang baru mengalami moderenisasi tersebut kembali dioperasikan dengan kemampuan membawa senjata strategis seperti torpedo, ranjau laut, serta rudal laut ke darat. (FOTO ANTARA/Asep Fathulrahman)

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo, dan Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo menjadi warga kehormatan Satuan Kapal Selam TNI Angkatan Laut.

Penyematan brevet Hiu Kencana kepada ketiganya dilakukan di dalam kapal selam Nanggala-402 yang menyelam pada kedalaman 45 meter di bawah permukaan laut perairan Selat Sunda, Provinsi Banten, Rabu, melalui upacara yang dipimpin oleh Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono.

Namun, kata Kadispenum Puspen TNI Kolonel Cpl Minulyo Suprapto, penyematan brevet dilakukan oleh Komandan Satuan Selam TNI AL Kolonel Laut Jefri Stanley Sangel.


Hingga saat ini, warga kehormatan kapal selam telah mencapai 116 orang. Panglima TNI dan KSAU menerima Brevet Hiu Kencana dan menjadi warga kehormatan TNI AL sejak 2010.

Panglima TNI dalam amanatnya mengatakan, pada hakekatnya Brevet Kehormatan Hiu Kencana merupakan wujud penghargaan, penghormatan, dan kepercayaan yang diberikan khusus oleh keluarga besar awak kapal selam jajaran TNI Angkatan Laut.

Ia pun mengapresiasi penyematan brevet Hiu Kencana kepada Menhan, Kapolri, dan Kasad.

"Brevet Hiu Kencana sebagai suatu kualifikasi khusus yang merupakan kebanggaan bagi prajurit awak kapal selam jajaran TNI AL. Tentunya, kekhususan tersebut harus dapat dimaknai sebagai wujud tanggung jawab kehormatan, dan kepercayaan yang diberikan oleh negara secara utuh," kata Agus.


Panglima TNI menambahkan, menjadi prajurit satuan kapal selam tidak hanya memiliki kebanggaan dengan Brevet Hiu Kencana, tetapi juga bangga dengan segala pengorbanan dan dedikasi dalam mendarmabaktikan dirinya demi tugas mulia sebagai penegak kedaulatan negara.


Ia pun berpesan agar kebanggaan itu senantiasa ada dan terus digelorakan dalam diri setiap prajurit Hiu Kencana dalam menunaikan tugas.


Acara itu dihadiri KSAL Laksamana TNI Soeparno, KSAU Marsekal TNI Imam Sufaat, Koorsahli Panglima TNI Mayjen TNI Hotma Marbun, Asrenum Panglima TNI Laksda TNI Among Margono, Aspers Panglima TNI Marsda TNI Bambang Wahyudi, Askomlek Panglima TNI Laksda TNI Slamet Yulistiyono, Aster Panglima TNI Mayjen TNI Widjonarko.

Kemudian, Danseskoal Laksda TNI Arief Rudianto, Pangarmabar Laksda TNI Didik Hendriawan, Pangarmatim Laksda TNI Agung Pramono, Kasdam III/Slw Brigjen TNI Sudirman dan Wakapuspen TNI Kolonel Czi Suratmo serta Wakil Gubernur Banten Rano Karno.


Sumber : Antara

Baca lainnya

TNI Musnahkan 16.581 Stok Ranjau Darat

                                                               Ilustrasi

Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah memusnahkan 16. 581 stok ranjau darat yang disimpan di gudang senjata TNI. "Kita diberi waktu 4 tahun menghancurkan ranjau darat di gudang. Jumlah keseluruhan mencapai 16. 581 buah. Indonesia tidak pernah menganggap ranjau darat sebagai alutsista utama," kata Direktur Keamanan Internasional dan Perlucutan Senjata Kementerian Luar Negeri, Febrian Ruddyard, dalam seminar tentang pelarangan ranjau di Fisipol UGM Yogyakarta, Rabu (4/3).

    Febrian mengakui, meski jumlah ranjau darat yang dimusnahkan termasuk dalam kategori kecil, namun tidak semua stok ranjau darat milik TNI dimusnahkan. Pasalnya, beberapa stok ranjau darat tersebut masih dimanfaatkan untuk kegiatan pelatihan militer. "Sekitar 2.454 ranjau darat dimanfaatkan untuk pelatihan. Jumlah itu masih diperbolehkan," katanya.

    Ia menyebutkan, sebanyak 45 juta ranjau darat telah dimusnahkan di 159 negara, sejak ditandatangani Konvensi Ottawa tentang perjanjian pelarangan ranjau. Indonesia disebutkan merupakan salah satu negara yang ikut menandatangani perjanjian tersebut

    Singapura dan Mynamar merupakan dua anggota Asean yang belum menandatangani Konvensi Ottawa. Keduanya dianggap negara yang memproduksi dan pemakai ranjau darat. Di seluruh dunia ada 73 negara yang belum bergabung dalam konvensi tersebut. Negara besar yang belum bergabung tersebut di antaranya Rusia, China, India dan Korea Selatan. Kendati mereka mengetahui pemakaian ranjau darat telah banyak menimbulkan korban, terutama di kalangan masyarat sipil.

    "Masalah ranjau darat bukan sekadar senjata perang di perbatasan, tapi masyarakat sipil menjadi korban setelah perang. Biasanya peta ranjau ini hilang dan ranjaunya pun tidak pernah dimusnahkan," tuturnya.

    Sementara itu Lars Strenger dari Jesuit Refugee Service menyebutkan, sampai kini terhitung 73.576 orang yang telah menjadi korban ranjau darat, 70-80 persen di antaranya berasal masyarakat sipil."Kebanyakan korbannya adalah anak-anak," sebutnya.

    Sejak ditandatangi Konvensi Ottawa, korban akibat ranjau darat berkurang dari 20 ribu menjadi 4 ribu orang per tahun. "Jumlah ini masih sangat besar," katanya. Disebutkan pula ada 4.191 korban ranjau darat pada tahun 2011 atau sekitar 12 korban setiap harinya.

    Menurut Lars Strenger, ranjau darat wajib dimusnahkan agar tidak menimbulkan korban masyarakat sipil, yang rentan menghadapi dampak buruk dari perang.

    Ranjau darat merupakan bahan peledak yang akan meledak ketika ditekan pemicunya. Ranjau ini meledak saat terinjak kaki manusia maupun hewan. "Ranjau ini sangat berbahaya, tanpa memadang korbannya. Ranjau ini bisa berfungi 30-60 tahun walau sudah ditanam di tanah," jelasnya.



Sumber : Suara Karya

Parade militer Korut dilakukan 15 april

Personil militer berseragam berbaris di luar Istana Kumsusan dalam gambar. (FOTO REUTERS/KRT via Reuters TV)

Korea Utara telah memajukan rencana parade militernya bertepatan dengan peluncuran roket, dalam satu upaya yang tampaknya untuk meningkatkan kehadiran para pejabat asing, kata satu laporan Jepang Rabu.

Pawai besar menampilkan perangkat keras militer Pyongyang itu pada awalnya dijadwalkan pada 25 April, tetapi sekarang akan digelar 10 hari lebih cepat, kata Kyodo News dari Seoul.

Parade 15 April itu akan terjadi pada saat peluncuran yang diumumkan oleh Korea Utara untuk apa yang mereka klaim sebagai peluncuran satelit, tapi Barat mengatakan itu adalah uji rudal.

Parade itu, yang diselenggarakan oleh Tentara Rakyat Korea, yang berkekuatan 1,1 juta prajurit, secara resmi diadakan untuk menandai ulang tahun ke-80 berdirinya negara itu.

"Dengan mengundang perwakilan asing sebanyak mungkin ke Pyongyang

pada peluncuran satelit sekitar pertengahan April, Korea Utara tampaknya ingin menunjukkan memiliki dukungan internasional untuk tindakannya itu," kata Kyodo mengutip sumber.

Para pejabat Eropa dan internasional lainnya sedang mempertimbangkan untuk memboikot parade jika dilakukan bertepatan dengan peluncuran, untuk menghindari memberikan suasana legitimasi, kata Kyodo, tanpa menyebutkan nama sumbernya.

Pyongyang merancang untuk memainkan peran tuan rumah bagi sejumlah delegasi diplomatik dan media, yang diundang untuk serangkaian perayaan dalam skala yang "belum pernah terjadi sebelumnya" untuk memperingati mendiang pemimpin negara komunis dan pawai di balik penguasa baru yang belum teruji itu.

Tanggal 15 April akan menandai peringatan 100 tahun kelahiran pemimpin pertama Kim Il-Sung, pendiri dinasti yang memerintah sejak 1948.

Pyongyang mengumumkan akan meluncurkan satelit antara 12 dan 16 April dan bersikeras peluncuran roket itu adalah untuk tujuan damai.

Amerika Serikat, yang telah menunda rencana untuk memberikan bantuan pangan kepada Korea Utara, dan sejumlah negara lainnya telah mengecam keras peluncuran itu sebagai uji terselubung rudal yang melanggar resolusi PBB.

Partai berkuasa komunis akan mengadakan konferensi khusus pada 11 April dalam langkah jelas untuk menyelesaikan alih kekuasaan kepada Kim Jong-Un, yang menjabat di bawah suksesi dinasti kedua ketika ayahnya Kim Jong-Il meninggal Desember lalu, demikian AFP.



Sumbre : Antara

VIDEO: Latihan Militer Rusia dan China

Kapal selam Rusia (Reuters/Yuri Maltsev)

Rusia dan China akan menggelar latihan militer bersama di Laut Kuning. Di laut antara China dengan Semenanjung Korea.

Rusia mengirimkan 4 kapal perang utama serta 3 kapal besar anti kapal selam. Selain itu sejumlah kapaljelajah dan persenjataan rudal juga dikerahkan. China sendiri tak ketinggalan mengeluarkan senjata-senjata ampuhnya dalam latihan militer yaang akan berlangsung 22 hingga 29 April 2012 ini.

Kedua negara akan melakukan tukar menukar pengetahuan navigasi dan persenjataan. Sejak 2005, Rusia dan China terus manjalin kerja sama militer.

Laman Ria Novosti melaporkan, latihan militer ini juga akan diikuti oleh sejumlah negara di Asia tengah, seperti Kazakhstan, Kyrgyzstan, Tajikistan, dan Uzbekistan. Selain untuk mempererat kerjasama regional, latihan ini juga untuk mengimbangi pengaruh Amerika Serikat.

Lihat video militer Rusia dan China itu di tautan ini.


Sumber : VivaNews