Clock By Blog Tips

Thursday, January 19, 2012

Armada Pasifik Rusia Mampir ke Surabaya

Caption foto : Kapal perusak Admiral Panteleyev dari AL Rusia (kiri) sedang latihan bersama dengan kapal perusak berpeluru kendali USS Lassen di Lautan Pasifik tahun 2007 lalu (armybase.us/U.S. Navy/Chantel M. Clayton)

Vladivostok — Iring-iringan kapal militer dari Armada Pasifik Rusia dijadwalkan merapat di Surabaya, Kamis (19/1/2012) ini. Konvoi dipimpin kapal perusak Admiral Panteleyev.

Demikian dinyatakan juru bicara Armada Pasifik Rusia di Vladivostok, Kamis, seperti dikutip kantor berita RIA Novosti. Admiral Panteleyev akan diiringi kapal tunda penyelamat Fotiy Krylov dan kapal tanker Boris Butoma.

Kapal-kapal tersebut mampir di Indonesia dalam perjalanan pulang menuju pangkalan mereka di Vladivostok, Rusia timur jauh, setelah sebelumnya menjalankan misi antiperompak di Teluk Aden, dekat perairan Somalia.

Seperti diberitakan sebelumnya, tugas Admiral Panteleyev di Teluk Aden sudah digantikan kapal perusak Admiral Tributs.

Selama di Surabaya, para perwira dan pelaut dari tiga kapal ini akan bertemu dengan para perwira dan prajurit TNI AL, dan berjalan-jalan keliling kota.

Menurut siaran pers Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) V Surabaya, Rabu (18/1/2012), tiga kapal Rusia tersebut akan berada di Surabaya selama sekitar empat hari, dan dijadwalkan baru bertolak pada Minggu (22/1/2012).

Selain berkunjung ke Panglima Armada Timur TNI AL dan Wali Kota Surabaya, para perwira dan personel AL Rusia akan melakukan berbagai latihan bersama dengan kolega mereka dari TNI AL.

Admiral Panteleyev adalah salah satu dari kapal perusak kelas Udaloy yang dioperasikan AL Rusia. Kapal sepanjang 163 meter ini dirancang untuk misi antikapal selam dan dianggap setara dengan kapal perusak kelas Spruance dari AL Amerika Serikat.

Kapal ini dipersenjatai dengan rudal antikapal selam SS-N-14, rudal antipesawat SA-N-9 Kinzhal, dan rudal antikapal permukaan SS-N-22 Sunburn.

Di samping itu juga ada meriam 100 mm berlaras ganda, empat senapan mesin gatling 30 mm, sistem pertahanan jarak dekat CIWS Altair CADS-N-1, dan dua peluncur roket kaliber 213 mm antikapal selam RBU 6000, serta dua tabung peluncur torpedo Type-53.

Kapal perang ini juga dilengkapi hangar dan dek pendaratan helikopter untuk membawa dua helikopter Kamov Ka-27 Helix. 


Sumber : Kompas

Baca Juga

0 komentar:

Post a Comment