Clock By Blog Tips

Thursday, April 28, 2011

Panglima TNI: Jangan Menduga-duga Ada TNI di Belakang NII

Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono

Jakarta - Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono tak mau berkomentar banyak soal militer yang disebut-sebut ada di belakang NII KW 9. Agus berpendapat sama dengan Menko Polhukam Djoko Suyanto terkait isu yang tengah hangat ini.

"Sudah berarti kan semua dijawab (sama Menko Polhukam)," kata Agus buru-buru, usai menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional di Hotel Bidakara, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (28/4/2011). Acara yang dibuka Presiden SBY ini dihadiri jajaran menteri dan kepala daerah mulai walikota/bupati hingga gubernur.

Agus mengimbau masyarakat tidak menduga-duga militer di balik NII tersebut. "Jangan menduga-duga," ujarnya.

Sebelumnya, Menko Polhukam Djoko Suyanto menepis tudingan TNI dan intelijen di balik NII KW 9. Djoko mengimbau semua elemen masyarakat mewaspadai tindakan-tindakan mempengaruhi orang untuk berbuat kejahatan.

Banyak pihak mengkait-kaitkan kelompok NII KW 9 dengan pesantren Al Zaytun di Indramayu. Salah satunya mantan Wakil Ketua MPR AM Fatwa yang kini senator dari DKI Jakarta. Bahkan dia menilai pimpinan pesantren itu Panji Gumilang dekat dengan militer.

Sejumlah pejabat negara pernah berkunjung ke pesantren megah yang memiliki banyak santri itu. Mulai dari Soeharto, BJ Habibie, Wiranto hingga Hendropriyono. Pada Pilpres 2004, terjadi pengerahan massa menggunakan mobil TNI ke Ponpes Al Zaytun. Pasangan Wiranto-Gus Solah menang telak. Karena mencurigakan, alhasil coblosan ulang digelar di TPS Al Zaytun.




detik

Siapa di Belakang Perompak Somalia?


Rakyat Indonesia hari ini sedang dirudung keprihatinan karena belasan pelautnya tengah disandera pembajak Somalia. Dalam sebuah berita online tentang perompak Somalia, ada seorang komentator yang bertanya, “Mengapa negara-negara Barat mau bersepakat menyerbu Libya, tetapi tidak ada tindakan yang mereka ambil untuk mengamankan Teluk Aden?”

Sungguh sebuah pertanyaan yang kritis. Ya, mengapa perompak Somalia ‘dibiarkan’ sedemikian merajalela? Masa sih AS dan NATO dengan persenjataan mereka yang sangat canggih tak mampu menumpas pembajak laut dari sebuah negara sangat-sangat miskin, Somalia?

AS yang melancarkan serangan ke Yaman dengan alasan ‘mengejar Al Qaeda’, sesungguhnya menghendaki perubahan rezim di sana. Yaman berbatasan dengan Arab Saudi di utara, Laut Merah di Barat, Teluk Aden dan Laut Arab di selatan, di seberang Teluk Aden ada Somalia, Jibouti. Di sebelah Jibouti berderet Eritrea, Sudan, dan Mesir. Dengan demikian, semua negara itu (Arab Saudi, Mesir, Somalia, Jibouti, Eritrea, Sudan, dan Yaman saling berhadapan dengan Selat Mandab (Bab el Mandab) yang super-strategis.  Tanker-tanker minyak dari Teluk Persia harus lewat ke Selat Mandab, baru kemudian melewati Kanal Suez, dan menuju Mediterania.

  
Menurut Engdahl, jika AS punya alasan yang diterima opini publik internasional untuk memiliterisasi Selat Mandab,  AS akan punya kartu truf di hadapan Uni Eropa dan China bila mereka ‘berani’ di hadapan AS. Suplai energi China dan Eropa sangat bergantung dari Selat Mandab. Bahkan Selat Mandab bisa dipakai AS untuk menekan Arab Saudi agar tetap melakukan transaksi dalam dollar Amerika (sebagaimana pernah diberitakan media, Arab Saudi dan beberapa negara –termasuk Iran-pernah melontarkan keinginan untuk melakukan transaksi tidak dengan dollar).  Engdahl juga menyebutkan adanya informasi dari Washington bahwa ada sumber minyak yang luar biasa besar di Yaman, yang sama sekali belum dieksplorasi.

Engdahl kemudian menyoroti kasus bajak laut Somalia yang membuat kacau di Selat Mandab selama dua tahun terakhir. Pertanyaannya: bagaimana mungkin bajak laut dari Somalia, sebuah negara yang berada di nomor teratas dalam list ‘negara gagal’ (failed state) sampai punya senjata dan logistik yang canggih, sampai-sampai dalam dua tahun terakhir mampu membajak 80 kapal  dari berbagai negara? Bahkan pembajak Somalia itu memakai gaya-gaya penjahat di negara maju: menelpon langsung kantor koran Times di Inggris, memberitahukan bahwa mereka sudah membajak. Saat ini, tercatat ada 56 kapal asing yang masih berada dalam ‘tawanan’ pembajak Somalia beserta 800-an awak kapalnya. Selain kapal Indonesia “Sinar Kudus”, ada kapal FV NN Iran yang ditawan sejak 2 Maret 2009 bersama 29 krunya.


Merajalelanya perompak Somalia di Selat Mandab memberi alasan kepada AS untuk menaruh kapal perangnya di sana. Pemerintah Mesir, Sudan, Jibouti, Eritrea, Somalia, Arab Saudi, sudah terkooptasi oleh AS sehingga diperkirakan tidak akan memberikan reaksi negatif bagi militerisasi AS di Selat Mandab. Kini, masih ada satu negara di sekeliling Selat Mandab yang masih perlu ditaklukkan: Yaman.

Pemerintah Yaman memang pro-AS,  tapi masalahnya, Presiden Ali Abdullah Saleh tidak cukup kuat untuk mengontrol negaranya, karena itulah dia harus ‘digulingkan’. Aksi-aksi protes di Yaman saat ini, karenanya, sangat bersesuaian dengan keinginan AS.

Analisis Engdahl ini terasa klop dengan laporan dari AFP yang merilis pernyataan dari pejabat Interpol. Menurut mereka, aksi-aksi pembajakan di lepas laut Somalia dikontrol oleh sindikat kriminal, termasuk orang-orang asing (non-Somalia) yang tergiur oleh kesempatan untuk mendapatkan uang tebusan multi-juta dollar. 

Para pembajak itu memiliki senjata-senjata dan alat pendeteksi yang sangat canggih sehingga mereka mampu melakukan pembajakan di perairan dengan jarak yang sangat jauh, bahkan mencapai 1.200 nautical mil (=1380,935 mil) di lepas pantai Somalia. Mick Palmer, pejabat Interpol dari Australia, menyatakan bahwa ada bukti yang jelas, yang menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kecanggihan perlengkapan yang dimiliki para pembajak. “Jadi mereka mendapatkan bantuan yang sangat canggih dalam mendeteksi keberadaan kapal-kapal perdagangan besar,” kata Palmer.

 
Tak heran bila Jean-Michel Louboutin, direktur eksekutif kepolisian di Interpol yang berbasis di Prancis menegaskan, “Ini adalah kejahatan yang terorganisasi.”

Lebih jauh lagi, pejabat Interpol itu menjelaskan bahwa pembajak laut Somalia sebenarnya hanya mendapatkan sebagian kecil dari uang tebusan. Rata-rata, setiap dua juta dollar yang mereka dapatkan sebagai uang tebusan, hanya 10.000 dollar yang masuk ke kantong mereka. Sisanya, masuk ke kantong sindikat kriminal. Setengah juta dollar akan diambil oleh orang yang menghantarkan tebusan (biasanya diantarkan dengan helikopter yang mendarat di atas kapal yang dibajak), dan setengah juta dollar lagi diambil oleh negosiator.

Dengan tegas Palmer menyatakan, “Ini adalah sebuah industri besar. Besar sekali uang yang bisa dihasilkan dari pembajakan. Tetapi, para pembajak itu sendiri, banyak di antara mereka adalah remaja miskin, hanya mendapat sebagian kecil saja dari uang itu.”

Jadi, bila kita kembali ke pertanyaan yang diajukan komentator di atas, setelah membaca uraian artikel ini, menurut Anda, apa jawabannya?
 
 
 
 
 
dinasulaeman.wordpress

Fatah-Hamas Sepakat Bentuk Pemerintah Sementara


Gaza - Gerakan Fatah pimpinan presiden Palestina Mahmoud Abbas dan saingan sengitnya, kelompok Islam Hamas, telah menandatangani perjanjian Rabu untuk membentuk pemerintah persatuan sementara dan menentukan tanggal bagi pemilihan umum, menurut kedua belah pihak. Perjanjian itu, yang memeranjatkan banyak pejabat karena perbedaan mendalam Fatah-Hamas mengenai bagaimana memecahkan konflik lama dengan Israel, telah lama dibahas di Mesir dan diikuti serangkaian pertemuan rahasia.

"Kedua belah pihak telah menandatangani surat perjanjian pendahuluan. Semua pokok perbedaan telah diatasi," kata Taher Al-Nono, juru bicara pemerintah Hamas di Gaza, pada Reuters. Ia menambahkan bahwa Kairo akan mengundang segera kedua belah pihak ke upacara penandatanganan. Perjanjian itu adalah yang pertama dilaporkan oleh dinas intelijen Mesir, yang memerantarai pembicaraan itu.

Dalam satu pernyataan yang diangkat oleh kantor berita negara Mesir MENA, dinas intelijen mengatakan perjanjian itu direncanakan oleh delegasi Hamas yang dipimpin oleh Moussa Abu Marzouk, wakil kepala politbiro kelompok itu, dan anggota Komite Sentral Fatah Azzam al-Ahmad. "Kosultasi itu menghasilkan pengertian penuh dalam semua pokok pembicaraan, termasuk pembentukan pemerintah sementara dengan tugas khusus dan untuk menetapkan tanggal bagi pemilihan," kata pernyataan tersebut.

Menurut pernyataan itu, perjanjian tersebut akan membolehkan Mesir untuk mengundang semua kelompok Palestina guna menandatangani perjanjian rekonsiliasi nasional di Kaito dalam beberapa hari mendatang. Pemulihan persatuan Palestina dianggap sebagai sangat penting untuk menghiadupkan kembali prospek bagi negara Palestina berdasar pada hidup berdampingan yang damai dengan Israel. Fatah, gerakan arus besar Palestina hingga kemenangan Hamas dalam pemilu 2006, mendukung perdamaian yang dirundingkan, tapi gerakan Islam itu menolaknya.

Al-Ahmad dan Abu Marzouk mengatakan perjanjian itu mencakup semua masalah yang diperselisihkan, termasuk pembentukan pemerintah sementara, pengaturan keamanan dan penyusunan kembali Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) untuk memungkinkan Hamas masuk. Seorang pejabat intelijen Mesir mengatakan pada Reuters bahwa ia mengharapkan Abbas dan pemimpin Hamas Khaled Meshaal, yang bermarkas di Damaskus, akan menghadiri penandatanganan perjanjian itu di Kairo.




 

Republika.co.id

Thailand Perkuat Militer di Perbatasan Kamboja


Bangkok - Thailand telah memperkuat tentaranya di daerah perbatasan yang disengketakan dengan Kamboja setelah terjadi bentrokan, yang melibatkan artileri berat, pada hari ketujuh di dekat candi Hindu abad ke-12, menurut juru bicara militer Thailand.

Penguatan tersebut terjadi setelah malam penembakan di daerah yang menewaskan seorang tentara Thailand dan melukai tujuh lainnya. "Kami menempatkan lebih banyak pasukan di daerah itu untuk pencegahan, karena ada ketegangan selama beberapa hari belakangan," kata Kolonel Prawit Hukaew, juru bicara militer wilayah.

"Tapi kita tetap teguh bahwa kita tidak akan melakukan serangan pertama." Masing-masing pihak saling menyalahkan sebagai yang memulai setiap putaran pertempuran.

 
Sedikitnya 15 orang telah tewas dan lebih dari 50.000 warga dievakuasi dari rumah mereka selama pertempuran. Menurut laporan, tembakan-tembakan senjata berat menggoncang perbatasan Thailand-Kamboja pada hari ketujuh Kamis, ketika beberapa pejabat membenarkan bahwa 15 orang tewas dalam pertempuran berdarah antara dua negara bertetangga itu dalam beberapa dekade terakhir.

"Seorang tentara Thailand tewas selama pertempuran pagi ini dan empat lainnya cedera," kata Major Sukit Subanjui, wakil juru bicara militer wilayah timur laut Thailand.  Delapan tentara Kamboja dan enam serdadu Thailand telah tewas sejak pertempuran dimulai pada Jumat lalu di sepanjang perbatasan bersama mereka, yang memicu meningkatnya desakan diplomatik dari negara-negara tetangganya untuk menghentikan konflik. Bangkok mengatakan seorang penduduk sipil juga meninggal.






Republika.co.id


Ancaman Bom Nuklir Osama Hantui Eropa


Jakarta - Publik Eropa menduga, salah satu penyebab tidak tertangkapnya Osama Bin Laden karena ada ancaman bahwa bom atom (nuklir) bakal diledakkan di Eropa jika Osama ditangkap pihak Barat.

Osama adalah orang paling dicari pihak AS/Barat karena aksi terorismenya begitu meresahkan. Beberapa analis menyebut perang melawan terorisme adalah perang dunia keempat, yang sangat menguras energi dan melelahkan.

Amerika Serikat bahkan harus menyerang Afghanistan dan Irak untuk menghabisi Al Qaeda dan teroris kakap lainnya, namun akibatnya justru kebangkrutan ekonomi menerjang AS. Sementara para teroris itu justru dipandang sebagai ‘hero’ bagi rakyat Irak atau Afghanistan dalam menentang invasi Barat.

Sebenarnya Barat dan kubu Osama sudah sama lelahnya dalam ‘pertikaian panjang’ ini, namun mereka harus berpacu siapa yang bakal kalah. Keyakinan Samuel Huntington mengenai perang peradaban terbukti ada kebenarannya dalam kasus Barat versus terorisme ini, yang untuk sementara masih ‘draw’ atau sama kuatnya.

Para analis meyakini, mungkin inilah yang menjadi alasan mengapa Osama bin Laden tidak juga tertangkap hingga kini. Sebab kelompok teroris yang sebenarnya, telah menyembunyikan bom nuklir di Eropa dan akan diledakkan jika ia ditangkap atau dibunuh.

Kelompok militan al-Qaeda memang mengklaim memiliki senjata nuklir dan tidak segan-segan menggunakannya jika pemimpin mereka, Osama bin Laden, tertangkap atau terbunuh oleh Amerika Serikat. Belum diketahui tempat persis senjata nuklir al-Qaeda disimpan, namun diperkirakan di Eropa. Diprediksi kekuatannya sekian kali lipat bom atom Hiroshima atau Nagasaki.

Teror nuklir al-Qaeda disampaikan Khalid Sheikh Muhammed, komandan operasional al-Qaeda yang ditahan di Guantanamo dan akan diadili tahun ini karena perannya sebagai otak penyerangan 11 September 2001. Dia mengatakan bahwa mereka memiliki sebuah fasilitas nuklir tersembunyi di suatu tempat di Eropa.

Muhammed mengatakan bahwa mereka akan meledakkannya jika Osama bin Laden tertangkap atau terbunuh. Dia menjelaskan bahwa al-Qaeda akan melancarkan serangan ‘neraka nuklir’ di seluruh dunia jika hal itu terjadi.

Seperti diuraikan WikiLeaks dalam dokumennya, yang diduga memiliki kebenaran, bahwa di balik kelambanan aksi yang dilakukan Amerika Serikat di Afghanistan dalam satu dekade ini adalah adanya ancaman bom atom (nuklir) untuk Eropa.

Padahal sudah lama tentara AS ingin menangkap hidup-hidup Osama, sang teroris nomor wahid tersebut dan mengirimkannya ke penjara Guantanamo Bay, Kuba. Namun ada bocoran info yang mengungkapkan bahwa al-Qaeda memperingatkan Barat bahwa penangkapan Osama bisa memicu ‘Hellstorm’ nuklir (bom nuklir) di Eropa.

Penjelasan tersebut menjadi rasional melihat kelambanan aksi AS di Afghanistan. File WikiLeaks menunjukkan bahwa senior al-Qaeda Khalid Sheikh Mohammaed, yang telah ditangkap dan tengah menjalani pemeriksaan, mengungkapkan bahwa jejaringanya telah ‘menumpahkan kacang’ (baca: bom atom). Sebab, kelompok teroris yang sebenarnya, telah menyembunyikan bom nuklir di Eropa dan akan diledakkan jika Osama bin Laden ditangkap atau dibunuh.

Khalid Sheikh Mohammed merupakan salah satu orang yang mengaku merencanakan penyerangan World Trade Center pada 11 September 2001 lalu yang menyebabkan tiga ribu warga AS meninggal. File rahasia itu juga menunjukkan detail interogasi terhadap lebih dari 750 tahanan di penjara Guantanamo Bay, Kuba.

Dokumen rahasia lainnya dalam file tersebut menyebutkan bahwa al-Qaeda merencanakan serangan kimia dan biologi di London dan telah membuat sketsa untuk menaruh bubuk sianida di AC beberapa kantor publik AS. Dokumen tersebut juga mengungkapkan bahwa kunci dari kepemimpinan Al-Qaeda berada di Karazhi, Pakistan.







Inilah.com

Briptu Eka: Penjahat Lihat Saya Malah Senyum

Brigadir Satu Eka Frestya

Wajah-wajah polisi wanita (Polwan) cantik kini kerap menghiasi layar kaca televisi. Mereka menginformasikan berbagai kemacetan lalulintas di Jakarta dan sekitarnya.

Salah satunya adalah Brigadir Satu Eka Frestya. Gadis berparas cantik ini mulai terkenal sejak penampilannya Desember tahun lalu. Sosoknya menjadi buah bibir banyak orang.

Parasnya yang cantik membuat sebagian penonton lebih melihat wajahnya, ketimbang menyimak lokasi mana yang sedang tengah macet parah.

Keayuan perempuan 23 tahun itu, membuat popularitasnya melesat. Namun di balik itu semua, tidak membuat dirinya besar kepala setelah dinobatkan menjadi salah satu duta Kepolisian RI dalam menjalankan tugas mendekatkan korps dengan masyarakat.

Beberapa waktu lalu VIVAnews.com, bertemu dengan Eka Frestya saat tengah bertugas di NTMC (Nasional Traffic Management Center) Mabes Polri, Jalan MT Haryono, Jakarta.


Ia pun berbagi cerita mulai dari alasannya menjadi polisi dan keinginannya menjadi model, hingga tipe cowok impiannya. "Saya jadi polisi karena menyukai tantangan yang memacu adrenalin, menangkap kawanan penjahat," ujarnya wanita yang memiliki hobi bermain jet ski.

Bak gayung bersambut, keinginannya Eka untuk menjadi polisi pun didukung kedua orang tuanya. Sebelum bertugas di NTMC dirinya terlebih dahulu telah ditempatkan di berbagai kesatuan. Setelah dilantik tahun 2006 menjadi polisi, Eka memulai kariernya dengan  bertugas di Direktorat Samapta Polda Metro Jaya.

Kemudian dipindahtugaskan di Polres Bandara untuk menangani masalah TKI yang berada di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta.

Kariernya terus menanjak, sehingga Eka kembali dipindahkan ke Direktorat Objek Vital Bagian Pariwisata Polda Metro Jaya. Lalu, menjadi dipindahkan kembali bagian Narkoba. Dan terakhir, bertugas di Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya.

Paras yang cantik terkadang memberikan keuntungan tersendiri baginya saat bertugas, khususnya saat menangkap para penjahat bandar narkoba. Bahkan, penjahat seakan terpana ketika melihat wajah Eka. "Saya pernah tangkap bandar narkoba, tapi penjahatnya bukan ketakutan malah tersenyum terus," tuturnya.

Peristiwa lain yang tidak kalah lucu, kata Eka, yakni saat memeriksa tersangka narkoba asal Iran. Kesulitan berkomunikasi karena tersangka tidak bisa berbahasa Inggris membuat dirinya bingung. "Saya hanya tahu bahasa Irannya Hamkare atau kerjasama. Tapi tersangka cuma senyum-senyum memandang saya saat bilang "You hamkare," kata sambil tertawa ketika mengingat peristiwa tersebut.

Namun di balik paras cantiknya itu, tidak membuat dirinya terlihat lemah ketika menjalankan tugasnya sebagai anggota polisi. "Kalau ada yang berani macam-macam khususnya pria, awas aja. Lima langkah nanti saya tilang loh," candanya.

Semenjak menjadi presenter dirinya mengaku banyak menimba ilmu baru khususnya di bidang penyiaran. Menurutnya, dia terpilih menjadi presenter di NTMC tidak terlepas dari kerja keras. Sebab sebelumnya dilakukan seleksi yang cukup ketat.

"Dari puluhan polwan yang diseleksi hanya empat orang yang terpilih, salah satunya saya," paparnya.

Karirnya yang terus melesat membuat dirinya tinggi hati. Bahkan Eka mengaku jika tengah bertugas di lapangan menggunakan seragam kerap kali digoda para pria. "Mau dong diborgol Bu Polwan," ujarnya menirukan salah satu orang yang mencadainya.


Candaan itu tidak lantas membuat marah, selagi dalam batas-batas yang wajar. "Kalau cuma canda biasa ya tidak apa-apa, paling saya hanya tersenyum. Tapi kalau sudah kurang aja saya borgol dan tilang ditempat," seloroh Eka.

Lalu apakah kekasih wanita yang memiliki hobi mendaki gunung itu merasa keberatan dengan profesi barunya sebagai presenter? "Saya belum punya kekasih, paling baru sebatas PDKT (pendekatan). Masih mencari yang terbaik, kalau mau bantu cariin boleh kok, dari kalangan wartawan juga boleh," pinta Eka sambil tersenyum.

Eka mengaku tidak terlalu muluk-muluk untuk kriteria pria idamannya. Yang terpenting harus tanggung jawab, setia, dan bisa mengerti profesinya sebagai polisi.

Saat disingung impian apa yang ingin capai ke depannya. Ia mengaku ingin mencoba dunia modeling. Namun, itu semua harus mendapatkan izin dari institusinya serta tidak mengganggu tugas-tugas pokok sebagai anggota Polri. "Sekarang saya fokus dulu memberikan yang terbaik bagi Polri khususnya NTMC," ujarnya mengakhiri perbincangan.





VIVAnews 

Panglima TNI : Amankan Pelaksanaan KTT ASEAN 2011


Jakarta  - Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono menginstruksikan jajarannya untuk mengamankan pelaksanaan KTT ke-18 ASEAN di Jakarta, pada 4-8 Mei semaksimal mungkin sesuai tingkat ancaman yang dihadapi.

"Tugas ini harus dipegang teguh dan dilaksanakan kapan pun, dimana pun dan dalam kondisi apa pun, karena tugas ini sangat fundamental, yang langsung turut menentukan citra dan kehormatan bangsa dan negara Indonesia, " katanya, saat apel kesiapan Satuan Tugas Pengamanan (Satgaspam) VVIP KTT ke-18 ASEAN 2011 di Markas Komando Paspampres, di Jakarta, Rabu.

Apel kesiapan itu merupakan sarana mengetahui dan memahami kesiapan fisik dan kesiapan psikologis, baik yang menyangkut kesiapan materiil, profesionalisme, tanggung jawab maupun motivasi serta semangat kerja sama seluruh personel Satgas Pengamanan VVIP dari TNI dan Polri menjelang dan saat pelaksanaan KTT ke-18 ASEAN yang digelar di Balai Sidang Jakarta.

Gelar kesiapan itu juga merupakan sarana komunikasi efektif bagi unsur pimpinan TNI dan Polri untuk menyampaikan informasi, perhatian dan harapan, sekaligus guna menyamakan persepsi dan memadukan langkah, demi optimalisasi pelaksanaan tugas yang diemban dihadapkan kepada perkembangan situasi yang baru lalu dan sedang berlangsung.


Panglima TNI dan sejumlah pejabat tinggi TNI langsung kesiapan personel dan materiil yang akan digunakan mengamankan pelaksanaan KTT ke-18 ASEAN, mulai dari alat deteksi, komunikasi dan elektronika, persenjataan, serta perlengkapan khusus yang digunakan oleh personel Satgaspam VVIP termasuk kendaraan bermotor dan lapis baja yang dimiliki oleh TNI dan Polri.

Disamping itu, Panglima TNI juga memperhatikan secara serius demonstrasi yang diperagakan oleh anggota Satgaspam VVIP dalam mengatasi gangguan dan ancaman yang terjadi seperti penyerangan terhadap kepala negara dan kepala pemrintahan , penghadangan di tengah jalan, peledakan bom dan penyelamatan VVIP dari gedung bertingkat.

Panglima menambahkan, keikutsertaan Satgas Pengamanan VVIP harus dapat menjamin dan memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh kepala negara dan kepala pemerintahan berikut delegasinya selama berada di Indonesia, termasuk pengamanan terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta Ibu Ani selaku tuan rumah.

"Tugas ini harus dipegang teguh dan dilaksanakan kapan pun, dimana pun dan dalam kondisi apa pun, karena tugas ini sangat fundamental, yang langsung turut menentukan citra dan kehormatan bangsa dan negara Indonesia," katanya menegaskan.





ANTARA News
 

Mengapa Libya Diserang, Suriah Tidak?


Libya dan Suriah punya masalah serupa. Warga dua negara itu menghadapi kekerasan ekstrem yang dilakukan pemerintah mereka sendiri. Atas dua kasus yang sama itu, reaksi Amerika Serikat (AS) berbeda. Terhadap Libya, AS melancarkan serangan militer, tetapi terhadap Suriah tidak. Mengapa?

Pertanyaan itu telah dimunculkan dalam menanggapi reaksi AS yang sangat berbeda terhadap kekerasan di Libya dan Suriah. Lebih dari 400 orang telah tewas di Suriah dalam beberapa minggu terakhir saat Damaskus menumpas demonstran yang memperjuangkan reformasi, demikian menurut Syrian Human Rights Information Link, sebuah kelompok hak asasi manusia terkemuka. 

PBB mengatakan, pihaknya punya informasi bahwa 76 orang tewas di Suriah hanya pada Jumat lalu saja. Pembantaian itu terjadi dalam sebuah pawai damai. Rezim Presiden Bashar al-Assad telah menyebut para pengunjuk rasa sebagai "kelompok kriminal bersenjata," dan tidak menunjukkan tanda-tanda akan menyerah kepada tuntutan mereka.

Presiden AS, Barack Obama, telah mengutuk kekerasan di Suriah itu dan sedang mencari cara untuk meningkatkan tekanan terhadap rezim negara itu, demikian menurut Sekretaris Pers Gedung Putih, Jay Carney. Namun, sejauh ini tanggapan AS baru sebatas kata-kata itu. 

Di Libya, reaksi AS sama sekali berbeda ketika orang kuat negara itu, Moammar Khadafy, berjanji untuk tidak menunjukkan rasa belas kasihan terhadap penduduk kota Benghazi yang dikuasai pemberontak. Washington bekerja mati-matian di belakang layar di PBB untuk memenangkan mandat internasional bagi blokade laut, zona larangan terbang dan pemberian izin bagi tindakan militer demi melindungi warga sipil. Obama berjanji, tidak akan menggunakan pasukan darat, tetapi kekuatan udara AS telah digunakan untuk menghancurkan unsur-unsur kekuatan Khadafy sebelum kontrol operasi diserahkan kepada komandan NATO.

Gedung Putih mengatakan, situasi Libya dan Suriah tidak bisa dibandingkan. "Libya merupakan sebuah situasi yang unik," kata Carney kepada wartawan, Senin. "Kami punya porsi besar wilayah negara itu yang berada di luar kendali Moammar Khadafy (dan) kami punya konsensus internasional untuk bertindak. Kami mendapat dukungan dari Liga Arab untuk bertindak secara multilateral."

Namun Washington, kata dia, sedang mencari berbagai pilihan kebijakan yang mungkin untuk Suriah. Pemerintah AS, kata dia, sedang melihat kemungkinan "sanksi untuk menanggapi kekerasan dan untuk membuat jelas bahwa perilaku semacam itu tidak dapat diterima."

Menteri Pertahanan AS, Robert Gates, Selasa, menambahkan, "Nilai-nilai dan prinsip-prinsip Amerika berlaku untuk semua negara. Tanggapan kami di setiap negara harus disesuaikan dengan negara itu, dan keadaan khas negara tersebut."

Menurut Danielle Pletka, wakil presiden untuk studi kebijakan luar negeri dan pertahanan di American Enterprise Institute, sebuah lembaga think tank Washington yang konservatif, sebagian dari alasan mengapa pemerintahan Obama melakukan intervensi militer di Libya dan tidak Suriah karena kekerasan di Libya terjadi duluan. "Jadi masyarakat internasional menanggapi yang di sana dulu."

Protes di Benghazi pecah pertama kali pada pertengahan Februari lalu. Protes di kota Daraa di Suriah dimulai bulan lalu setelah sebuah penumpasan yang penuh kekerasan oleh pasukan keamanan Suriah terhadap demonstran yang menggelar aksi secara damai guna memprotes penangkapan pemuda yang menulis grafiti anti-pemerintah.

Kedua, kata Pletka kepada CNN, tidak ada konsensus untuk Suriah sebagaimana yang ada untuk Libya. Suriah, sebagai kebalikan dari Libya, berdiri di jantung dunia Arab. Assad memiliki lebih banyak teman dan sekutu yang bisa dipanggil. "Assad seorang diktator, seorang sponsor terorisme, (dan) seorang preman," kata Pletka. "Anda bisa berpendapat bahwa dia lebih buruk dari Khadafy. Namun terhadap Suriah, Liga Arab tidak bisa berbuat banyak. "(Mereka) lebih dekat dengan Assad."

Faktor lain, kata Pletka, Khadafy dituduh telah berusaha untuk membunuh Raja Saudi, Abdullah, pada tahun 2003 yang ketika itu masih sebagai putra mahkota. Jadi, "ada faktor antipati pribadi antara Khadafy dan pemimpin Arab lainnya. Pada saat yang sama, Israel memiliki hubungan bermusuhan dengan tetangganya itu, tapi kepemimpinan Israel "sangat nyaman dengan setan yang diketahuinya" di Damaskus.

Obama, kata Pletka, telah menunjukkan keengganan ekstrem untuk terlibat dalam aksi militer sepihak. Soalnya, menggulingkan Assad akan mengubah seluruh dinamika politik di Timur Tengah yang berarti akan mempengaruhi kepentingan Amerika Serikat, kata Pletka. Ia mencatat Suriah berhubungan dekat dengan Iran dan organisasi seperti Hezbollah, Hamas dan Jihad Islam. Menurut perkiraan dia, tindakan yang lebih terpadu tidak akan muncul untuk Suriah kecuali dan sampai ada konsensus internasional yang lebih tegas.

Menurut Rick Nelson, ahli terorisme di Center for Strategic dan International Studies, sebuah think tank Washington yang lain, aksi militer di Libya menjadi prioritas sebagian mungkin karena terkait dengan kekhawatiran terhadap Al Qaeda. Kelompok teroris Al Qaeda telah dikenal dapat menggunakan negara yang dalam kekacauan untuk mencari tempat perlindungan yang aman, kata Nelson. Ia mencatat bahwa pejuang asing Al-Qaeda terbesar kedua di Irak berasal dari Libya. Saat Libya menjadi lebih tidak stabil, itu akan menjadi prioritas Barat untuk memastikan bahwa negara tidak menjadi rumah perlindungan para pemimpin Al-Qaeda.

Nelson senada dengan Pletka tentang tidak adanya konsensus internasional pada Suriah. "Orang tidak ingin berada di sisi buruk Assad," katanya. "Jika Anda menyerang Suriah, Anda melintasi garis yang mengubah seluruh perhitungan strategis di wilayah itu dalam satu gerakan. Taruhannya jauh lebih besar." 




Kompas