Clock By Blog Tips

Thursday, May 10, 2012

Pasukan militer Suriah serang kota Homs

Tim pemantau PBB telah berada sebulan di Suriah, tetapi serangan senjata masih terjadi.

Serangan oleh pasukan militer Suriah terjadi sepanjang malam di kota Homs, Suriah. Aktivis oposisi menyebutkan serangan itu merupakan yang terburuk selama beberapa pekan ini.
Peristiwa itu terjadi ketika sebelas pemantau PBB berada di Homs untuk mencoba melaksanakan gencatan senjata disana.

Tetapi koresponden BBC di Homs mengatakan upaya itu mustahil dilakukan, karena kedua pihak melanggar gencatan senjata.

Rabu lalu, sebuah konvoi yang membawa pemantau PBB terkena ledakan bom di bagian selatan kota Deraa.

Kepala tim PBB, Mayor Jenderal Robert Mood, berada di konvoi, tetapi tidak ada dia atau anggota tim yang terluka.

Saksi mata mengatakan setidaknya tiga tentara Suriah terluka. Dan jendela truk hancur.

Sekjen PBB Ban Ki-moon mengatakan peristiwa tersebut merupakan ancaman bagi misi PBB yang akan datang ke Suriah.

Tim pemantau berada di negara itu sebagai bagian dari rencana perdamaian gabungan PBB-Liga Arab dan mulai dikirimkan pada bulan lalu.

Saat ini ada sekitar 70 pemantau di Suriah, tetapi kehadiran mereka tidak memberikan dampak terhadap kekerasan disana.

Seorang reporter Associated Press yang mengikuti konvoi PBB mengatakan ledakan di Deraa menghancurkan jendela truk militer dan menyebabkan asap hitam yang tebal.

Tidak diketahui dengan jelas siapa yang berada di balik peristiwa tersebut. Bagaimanapun, oposisi di Dewan Nasional Suriah telah menyalahkan pemerintah, dan mengatakan ledakan itu sebagai bagian dari kampanye agar pemantau PBB keluar dari negara tersebut.

Penduduk Mengungsi
Sementara itu, wartawan BBC Lyse Doucet mengatakan serangan senjata terjadi di Homs, meskipun ada gencatan senjata antara pemerintah dan pasukan oposisi.

Dia melihat pemantau PBB melakukan patroli di kota itu, tetapi mengatakan seluruh penduduk telah meninggalkan rumah mereka.

Rabu lalu, pasukan Suriah menembakan senjata di perbatasan Lebanon, menewaskan perempuan tua dan anak perempuannya terluka, seperti disampaikan oleh pejabat Lebanon.

PBB memperkirakan sekitar 26.000 warga Suriah mengungsi melalui perbatasan ke Lebanon.

PBB mengatakan setidaknya 9.000 orang tewas sejak protes pro demokrasi mulai pada Maret 2011.

Februari lalu, pemerintah Suriah menyatakan jumlah korban tewas mencapai 3.838 - yang terdiri dari 2.493 penduduk sipil dan 1.345 personil pasukan keamanan. Akses wartawan asing ke Suriah ditutup dan laporan itu tidak dapat diverifikasi.


Sumber : BBC

0 komentar:

Post a Comment