Clock By Blog Tips

Tuesday, October 12, 2010

Mengapa Indonesia Memilih sukhoi?

PERTIMBANGAN POLITIK

Seperti yang disampaikan oleh rekan2 diatas, alasan utama dipilihnya Sukhoi tsb erat kaitannya dengan masalah "politik".
Flashback ke sekitar tahun 1995. Indonesia sebenarnya tertarik akan penawaran AS yang bersedia menjual 9 unit pesawat F-16A Block 15. (** Pesawat2 tsb sebenarnya merupakan pesanan Pakistan, namun terkena embargo AS terkait program nuklir Pakistan). Rencananya pesawat2 F-16 tsb akan dibeli untuk melengkapi 12 unit pesawat F-16A Block 15OCU yang telah dimiliki TNI-AU sejak kontrak pengadaan pesawat tempur-sergap melalui program Bima Sena (1986).

Perjanjian kontrak pembelian tambahan F-16 tsb ditandatangi tahun 1996 oleh KASAU Marsekal TNI Sutria Tubagus. Pada tahun yg sama Bill Clinton terpilih kembali sebagai presiden AS, namun pada periode ini kebijakan politik AS tidak menguntungkan Indonesia. Indonesia sering dituding masalah pelanggaran HAM, hal yang membuat Presiden Soeharto membatalkan kontrak pembelian pesawat F-16 tsb pada tahun 1997, dan mulai melirik penggantinya yaitu Sukhoi Su-27 Flanker, yang sempat diperagakan dan diuji-coba oleh beberapa penerbang "Elang Biru" saat event "Indonesia Air Show" 1996 di Jakarta.

Krisis moneter pada tahun 1998 menyebabkan penundaan pembelian Sukhoi Flanker tsb. Indonesia kemudian terkena embargo militer oleh AS pada tahun 1999 berkaitan dengan peristiwa di Timor Timur. Embargo tsb menyebabkan kelangkaan suku-cadang yang sangat berpengaruh terhadap kesiapan operasional alutsita nasional. Saat itu, hampir keseluruhan F-16, F-5 & hawk kita terpaksa di-grounded karena sulitnya suku-cadang akibat embargo AS & konco2nya. Hal inilah yang kemudian mendorong kita untuk berpaling ke produk2 buatan Timur (Rusia, China), sebagai salah satu cara untuk meminimalkan ketergantungan akan produk2 Barat yang sarat dengan kepentingan politik negara penjual. Kontrak pembelian pesawat Sukhoi yang sempat tertunda tsb akhirnya dilanjutkan kembali tahun 2003 saat Megawati menjabat sebagai presiden.

Beralihnya Indonesia ke pesawat tempur buatan Rusia ini sebenarnya bukan suatu hal yang benar2 baru. Menengok lebih jauh kebelakang, Indonesia bahkan 'pernah' mencapai kejayaan sebagai negara terkuat dengan kekuatan udara terbesar di belahan bumi selatan (Perioda Trikora 1961 - periode akhir Orde Lama). Diharapkan, pembelian pesawat2 tempur buatan Rusia ini dalam jangka pendek bisa melepas ketergantungan kita terhadap produk Barat sehingga kita memiliki kebebasan untuk memilih perangkat & teknologi yang sesuai dengan konsep & strategi pertahanan nasional, karena :

    " ... having top-notch fighters without the freedom to use them will gain nothing in air superiority contest "



PERTIMBANGAN TEKNIS

Kenapa pilih Sukhoi, bukan Mikoyan-Gurevich (MiG)?
Hal ini terkait luasnya wilayah udara yang mesti di-cover sesuai konsep & strategi pertahahanan udara. Tentu pilihannya menjadi lebih sulit dibandingkan negara2 tetangga yang raunag udaranya lebih sempit namun memiliki anggaran belanja militer jauh lebih besar dibandingkan kita.

Sukhoi inilah yang paling sesuai, bukan saja karena memiliki faktor "deterrence" yang cukup tinggi; namun juga karena memiliki jarak-tempur (combat range) yang mumpuni untuk men-cover wilayah udara RI yg sangat luas.

Sebagai perbandingan jarak jelajah & jarak tempurnya :
code:
Su-27 Flanker
----------------------------------------------------------------------
Max Speed   : 2500 km/h  (at 36000 ft = Mach 2.35)
Service Ceiling : 59,055 ft (18,000 m)
Typical Range :  3,500 km
Combat Range : 1,500 km with max payload
Ferry Range  :  4,000 km with ext. drop tanks


MiG-29 Fulcrum
----------------------------------------------------------------------
Max Speed :  2,445 km/h ( at 36000 ft = Mach 2.3)
Service Ceiling : 60,700 ft (18,500 m)
Typical Range : 1,500 km
Combat Range : 630 km with max payload
Ferry Range :  2,900 km with ext.drop tanks


 Jumlah Sukhoi di Indonesia :
2 x Su-27SK (delivered on 2003) REG. TS2701, TS2702
2 x Su-30MK (delivered on 2003) REG. TS3001, TS3002
2 x Su-30MK2 (delivered on Dec.2008) REG. TS3003, TS3004
1 x Su-30MK2 (delivered on Jan.2009) REG. TS3005

sisanya 3 x Su-27SKM (will be delevered on 2009 - 2010)

NOTE:
SK - Standard Export version
SKM - Modernized Export version
MK - Modernized Export Version
MKK - Modernized Naval Export version
MK2 - Modernised Upgraded Export version


Selain itu, Sukhoi menawarkan varian2 yang lebih lengkap; air-superiority interceptor, strike & multirole, dan antara varian2 tersebut memiliki "commonality" sehingga service-interoperability lebih mudah serta daya dukung/ operational-availibilty yang lebih besar. Sedangkan Mikoyan MiG-29M multirole variant hingga saat ini masih belum ada versi exportnya. (CMIIW)

Secara hitung2an ekonomi, initial cost of ownership (ICO)-nya pun masih masuk masuk akal, walaupun 'mungkin' hitung2an total cost of ownership (TCO) gak terlalu beda jauh dengan pesawat tempur buatan Barat. Jadi, secara jangka pendek kita diuntungkan karena bisa memiliki fighter dengan ICO rendah, secara jangka panjang TCO-nya 'mudah-mudahan' bisa diakali dengan menggunakan indegenous-components. Sapa tau malah bisa dapet license buat bikin indegenous-variant seperti India & China. Semoga ....
http://www.indoflyer.net/forum/






External Links :

Jenis-jenis Pesawat Temput SHUKOI Rusia

-
1a. Shukoi Su-27UB
-
1b. Shukoi Su-27UB
-

 
1c. Shukoi Su-27UB
-
 
1d. Shukoi Su-27UB
-
 
2a. Shukoi Su-27P
-
2b. Shukoi Su-27P
-
 
2c. Shukoi Su-27P
-
3. Shukoi Su-25
-
 
4a. Shukoi Su-34
-
 
4b. Shukoi Su-34
-– 
4c. Shukoi Su-34
-


 
5. Shukoi Su-35
-
 
6a. Shukoi Su-47 Bekrut
-
 
6b. Shukoi Su-47 Bekrut
-
 
7. Shukoi Su-24M-2 Fencer

Catatan : -
Foto-foto di atas dapat diperbesar dengan meng-kliknya !
Untuk lihat foto2 pesawat Tupolev dan helikopter MI, silahkan klik :
-
TNI AU TERUS PERSENJATAI SUKHOI
-
sukhoi
-
Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) terus mempersenjatai empat pesawat Sukhoi sebagai salah satu alat utama sistem senjata yang telah melengkapi arsenal TNI sejak dua tahun lalu. Terus kita persenjatai secara bertahap, sesuai anggaran yang tersedia,” kata Kepala Dinas Penerangan Mabes TNI AU Kolonel (Pnb) Daryatmo di Jakarta, Kamis (03/08/2006).
-
Sukhoi yang dioperasikan TNI AU sejak dua tahun lalu merupakan Sukhoi generasi terbaru, bahkan angkatan udara Rusia pun belum mengoperasikan jenis ini.
-
Pesawat tempur yang dijuluki Flanker ini adalah jenis Sukhoi Su-27 SK Upgrade dengan sepasang mesin masing-masing berdaya dorong 12.550 kg jenis Lyulka AL-31F.
-
Kelebihan pesawat tempur jenis ini juga terlihat dari kelengkapan IRST/Infra Red Search and Track berupa bola kaca di depan kokpit, yang mampu mengendus sasaran sejauh 70 km, sebuah kelengkapan yang tidak dipunyai pesawat keluaran Barat hingga kini.
-
Menengok persenjataan yang mampu diusung, juga tak kalah hebat semisal rudal udara AA-12 Adder yang mampu menjelajah sejauh 50 km (melebihi AMRAAM yang hanya 40 km) ataupun rudal udara jenis R-73 yang mampu menembak pada sasaran ke arah samping hingga sudut 70 derajat.
Seluruh persenjataan itu merupakan senjata udara paling mematikan saat ini, lebih andal dari rudal keluaran Israel jenis Python ataupun AIM-9L/M Sidewinder yang biasa dipakai negara Barat.
-
“Kita akan terus persenjatai sesuai kebutuhan kita dan anggaran tentunya, jadi memang belum seluruhnya dapat dilengkapi tapi terus kita lakukan secara bertahap,” ujar Daryatmo menegaskan.
-
Beberapa senjata yang kini mulai ditempelkan di tubuh keempat Sukhoi milik TNI AU antara lain rudal Cannon dan akhir 2006 akan segera dilengkapi dengan roket dan misil.
-
Sedangkan untuk sasaran darat pesawat Sukhoi dapat dilengkapi dengan rudal H-31P berjarak jangkau 100 km atau rudal antikapal jenis H-31A berjarak jangkau 50 km, bandingkan dengan Maverick yang hanya mencapai 15 km. Dengan bahan bakar yang mampu dibawa seberat 6.000 kg pesawat ini mampu mengadakan patroli sejauh 1.500 kilometer dari pangkalan tolak atau terbang selama empat jam.
-
Untuk meningkatkan kesiapan, TNI AU telah beberapa kali menjalani test flight secara periodik, terakhir pada Rabu (02/08/2006) sekitar Pangkalan Udara TNI AU Makassar, untuk menguji berbagai perlengkapan dan peralatan yang menjadi karakteristik Sukhoi milik TNI AU.
-
Saat uji terbang itu, pesawat yang terbang dengan ketinggian sekitar 25.000 feet itu, sempat mengeluarkan sonic bom, hingga menimbulkan dugaan adanya kecelakaan oleh masyarakat di sekitar area latihan
-

Presiden Medvedev Larang Penjualan Rudal S-300 ke Iran

Presiden Medvedev Larang Penjualan Rudal S-300 ke Iran
Presiden Rusia Dmitri Medvedev. 
 
Moskow (ANTARA News/Reuters) - Presiden Rusia Dmitry Medvedev telah mengeluarkan surat keputusan yang melarang pengiriman sistem rudal pertahanan udara S-300 dan senjata lainnya ke Iran, demikian kata Kremlin, Rabu.

Israel dan Amerika Serikat telah lama melobi Moskow untuk membatalkan rencana menjual ke Teheran sistem rudal berketepatan tinggi itu, dan para pejabat Rusia telah berjanji untuk tidak mengirim senjata tersebut setelah mendukung putaran baru sanksi PBB terhadap Iran Juni lalu.

Surat keputusan Medvedev itu, yang menghasilkan aturan perdagangan Rusia dan perusahaannya sejalan dengan sanksi tersebut, akan menyenangkan AS dan negara Barat lainnya yang mencemaskan kemampuan militer Iran.

Surat keputusan itu melarang pengiriman ke Iran "tank tempur, kendaraan tempur lapis baja, sistem artileri kaliber besar, helikopter tempur, kapal militer" dan rudal yang dilindungi daftar PBB, dan juga suku-suku cadang, kata Kremlin.

Negara itu secara khusus melarang pengiriman S-300 -- karena kekhawatiran bahwa Iran dapat menggunakan sistim itu untuk melindungi fasilitas-fasilitas penting dari program nuklirnya, yang pemerintah-pemerintah Barat duga ditujukan untuk mengembangkan bom.

Keputusan itu diumumkan beberapa jam setelah kepala staf pasukan bersenjata Rusia mengatakan militer telah memenuhi perintah pemerintah untuk tidak mengirim S-300 ke Iran -- konfirmasi langsung pertama dari seorang pejabat senior bahwa perjanjian (pembelian rudal itu dengan Iran) telah dibekukan.

Pemilihan waktu pengumuman keputusan itu dapat ditujukan untuk menenangkan Barat setelah dimulainya sebuah reaktor tenaga nuklir yang dibangun Rusia di Iran bulan lalu dan pengumuman belum lama ini rencana untuk menjual rudal ke Suriah, yang menggusarkan Israel dan Washington.

Rusia mendukung sanksi baru Dewan Keamanan PBB terhadap Iran karena aktivitas nuklirnya Juni, dan beberapa pejabat Prancis mengatakan kemudian bahwa Perdana Menteri Vladimir Putin telah memberitahu Presiden Prancis Nicolas Sarkozy bahwa Moskow tidak akan mengirim rudal itu ke Iran.

Sebelum itu, para pejabat Rusia telah membuat pernyataan-pernyataan yang bertentangan mengenai apakan sanksi terhadap Iran itu akan mencegah penjualan tersebut.

S-300 adalah sistem pertahanan udara jarak jauh, dapat dipindah-pindahkan yang bisa mendeteksi, melacak dan menghancurkan rudal balistik, rudal jelajah dan pesawat yang terbang rendah.

Iran mengumumkan perjanjian untuk mendapatkan S-300 dari Rusia itu pada 2007, dan Rusia telah menggunakannya sebagai pengungkit dalam diplomasi dengan Teheran dan Barat.

Hubungan Rusia dengan Israel dan AS telah menghangat dan Kremlin telah mengungkapkan kejengkelan yang meningkat dengan penentangan Teheran terhadap upaya untuk mengekang program nuklirnya.

Tapi Rusia telah membuat marah Israel dan menimbulkan kecemasan AS dengan mengatakan pekan lalu bahwa negara itu akan meneruskan penjualan rudal jelajah anti-kapal Yakhont ke Suriah.

Para pejabat Rusia menolak kecemasan Israel bahwa rudal itu dapat jatuh ke tangan gerilyawan Hizbullah di tetangganya Libanon. (S008/K004)  

Perempuan Dalam Balutan Seragam Militer




Kehadiran cewek di dunia kemiliteran akan sedikit banyak akan mengurangi kesan garang, yang selama ini orang lihat...
Kalo cewek sedang memakai seragam militer....hmmm...so pasti lebih keren, orang tidak lagi memandang militer sebagai suatu hal yang garang, apalagi menakutkan...coba sejenak kita bandingkan antara cewek indonesia dengan  cewek luar negeri....



pakistani female soldier
Spoiler for 1:

israeli female soldiers
Spoiler for 2:

south korean female soldier
Spoiler for 3:

italian female soldier
Spoiler for 4:

russian female soldier
Spoiler for 5:

poland female soldier
Spoiler for 6:

czesh republic female soldier
Spoiler for 7:

austrian female soldier
Spoiler for 8:

chinese female soldiers
Spoiler for 9:

uk female soldier
Spoiler for 10:

canadian female soldier
Spoiler for 11:

taiwan female soldier
Spoiler for 12:

norway female soldier
Spoiler for 13:

estonian female soldier
Spoiler for 14:

portuguese female soldier
Spoiler for 15:

us female soldier
Spoiler for 16:

peruvian female soldier
Spoiler for 17:

netherlands (holland) female soldier
Spoiler for 18:

serbian female soldier
Spoiler for 19:

algerian female soldiers
Spoiler for 20:

greece female soldier
Spoiler for 21:

lithuanian female soldier
Spoiler for 22:

finnish female soldier
Spoiler for 23:

switzerland female soldier
Spoiler for 24:

romanian female soldier
Spoiler for 25:

vietnam female soldier
Spoiler for 26:

brazilian female soldier
Spoiler for 27:

japanese female soldier
Spoiler for 28:

iranian female soldiers
Spoiler for 29:

colombian female soldier
Spoiler for 30:

belgium female soldier
Spoiler for 31:

ukrainian female soldier
Spoiler for 32:

mexican female soldeirs
Spoiler for 33:

turkish female soldiers
Spoiler for 34:

french female soldiers
Spoiler for 35:

nepali female soldiers
Spoiler for 36:

indian female soldiers
Spoiler for 37:

australian female soldier
Spoiler for 38:

polish female soldier
Spoiler for 39:

new zealand female soldier
Spoiler for 40:

spanish female soldier
Spoiler for 41:

serbian female soldiers
Spoiler for 42:

bahrain female soldiers
Spoiler for 43:

german female soldiers
Spoiler for 44:

swedish female soldier
Spoiler for 45:

kenyan female soldiers
Spoiler for 46:
chilean female soldier
Spoiler for 47:
cantikan mana gan sama yg asli indo?
Spoiler for asli Indo:


Aku masih tetep Pilih INDONESIA, !!!